Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Islam Agama Kemanusiaan

Islam Agama Kemanusiaan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 24 Jan 2015
  • visibility 482
  • comment 0 komentar

Di tengah krisis pemahaman keislaman otentik dan komprehensif, umat Islam membutuhkan pemikiran yang mampu menyegarkan dan membangkitkan paham keislaman yang moderat, toleran dan rahmatan lil ‘alamin. Pemahaman keislaman demikian pada gilirannya mampu merealisasikan kerukunan antar umat beragama dan antar aliran di internal Islam sendiri. Melalui bukunya ini, K.H. Husein Muhammad menyampaikan beberapa refleksi pemikirannya dalam menginterpretasikan ajaran Islam secara mendalam dan usaha dalam merespon berbagai fenomena sosial keagamaan yang terjadi dewasa ini.

Dalam mengawali pembahasan, penulis berbicara tentang konsep keislaman. Ada tiga hal pokok yang menjadi prinsip dalam menjalankan ajaran islam, yaitu iman, islam dan ihsan. Berdasarkan beberapa ayat Al-Quran dan hadits Nabi,  Kiayi Husein mengartikan ihsan dengan arti yang mengandung pesan kebaikan, kesalehan dan moralitas kemanusiaan. Secara elaboratif, ihsan adalah kejujuran, ketulusan, kesederhanaan, kesabaran, kedermawanan, menghargai orang lain, tidak melakukan penyelewengan terhadap hak orang lain, tidak merusah alam. Lebih dari itu, ihsan juga berarti bertindak santun, kasih dan mencintai semua ciptaan Allah. Dan pada tingkat yang lebih tinggi, ihsan adalah menghadirkan Tuhan dalam setiap nafas (hal. 9-10). Berangkat dari pemahaman kiayi Husein ini, Islam adalah agama yang memerintahkan umatnya untuk menebar keadilan, kedamaikan dan kebaikan kepada semua ciptaan Tuhan, manusia, hewan, tumbuhan dan alam semesta.
Dalam menebar kedamaian dan mengajak manusia menuju jalan kebenaran, kiayi Husein tidak sepakat dengan cara kekerasan sebagaimana digunakan oleh aliran radikalisme. Ia sepakat dengan cara yang halus, lembut dan santun sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.  Al-Ghazali menceritakan, “ Suatu hari, seorang Arab Badui datang kepada Nabi sambil menyampaikan kata-kata kasar dan menantang. Ketika orang itu tertumbuk pada sosok Nabi yang santun, penuh senyum, tenang, dan memancarkan cahaya kenabian, ia tertegun dan terpesona. Ia lalu bergumam, “ Demi Tuhan, ini bukan wajah seorang pembohong”. Tidak lama kemudian, ia meminta Nabi mengajarkan Islam dan ia pun memeluknya”. Apa yang diceritakan Al-Ghazali, menunjukan bahwa dakwah dengan bahasa yang lembut, tingkah laku yang santun dan keteladanan  lebih efektif dari pada dengan kekerasan atau hanya dengan bahasa mulut, sebagaimana dikatakan pepatah Arab, “ Bahasa tubuh lebih efektif dari pada bahasa lidah” (hal. 125-126).
Lebih lanjut, kiayi Husein memaparkan memalui renungannya, bahwa umat islam saat ini perlu mengikuti keteladanan para ulama yang hidup pada empat abad pertama. Hal demikian penting dilakukan, karena umat islam pada abad tersebut mampu mencapai keberhasilan dalam mewujudkan peradaban islami, sehingga Islam mampu berekspansi ke berbagai belahan dunia karena sikap keluwesan dan keterbukaan mereka terhadap khazanah, ilmu pengetahuan dan peradaban dunia lain. Sikap terbuka terhadap yang lain dan memiliki banyak perspektif  keilmuan dan pengetahuan adalah kunci untuk memajukan dan mendahwahkan agama islam kepada yang lain. Ibnu al-Qayyim, seorang ulama salafi mengatakan, “Bila engkau melihat ada keadilan dari mana pun datangnya, ambillah karena keadilan adalah inti agama Tuhan”  (hal. 235-236).
Dan di beberapa akhir tulisaanya, kiayi Husein mengingatkan kepada umat Islam, untuk merenungi kembali setiap arti ibadah yang dilakukan, yaitu kaitannya dengan relevansi antara ibadah sholat, puasa, zakat dan haji dengan tanggung jawan sosial. Menurutnya, ibadah selalu memperlihatkan fungsi, tugas, dan efek ganda. Selain merefleksikan tanggung jawab individual, ibadah juga merefleksikan tanggung jawab sosial dan kemanusiaan. Contohnya sholat, dalam beberapa ayat Al-Quran, sholat dilaksanakan untuk mengingat Allah (QS. Thaha[20]:14), tapi juga untuk juga untuk mewujudkan kepentingan sosial-ekonomi (QS. Al-Ma’un [107]:1-7). Kemudian puasa, di samping merupakan proses mengadirkan Tuhan ke dalam diri, juga merupakan cara mengendalikan kecenderungan-kecenderungan egoisme manusia yang sering kali mendesak kehidupan hedonistik. Begitu juga zakat, selain cara membersihkan diri dari dosa, zakat juga merupakan aksi pemberian makan bagi orang miskin, mereka yang tertindas dan yang menderita lainnya. Kemudian yang terakhir adalah haji, selain bertujuan sebagai bentuk penyerahan diri secara total kepada Tuhan, juga melambangkan kesatuan, kesetaraan, dan persaudaraan umat manusia sedunia (hal. 249-251).
Buku setebal 276 halaman ini, sangat penting untuk dibaca oleh siapapun, terutama umat Islam dan warga nahdliyin. Membaca buku ini, pembaca akan diajak untuk belajar dan merenungkan kembali tentang pemahaman keislamannya selama ini. Selain itu, pembaca juga akan mendapatkan berbagai pencerahan, bahwa Islam adalah agama yang indah, terbuka, cinta akan kedamaian dan menjunjung tinggi kemanusian. 
Judul buku      : Menyusuri Jalan Cahaya
Penulis             : KH. Husein Muhammad
Penerbit           : PT Bentang Pustaka
Tebal               : 276 hal.
Tahun terbit     : Cetakan 1, Juni 2013
ISBN               :978-602-7888-27-2
Peresensi         : R. Andi Irawan
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Memandikan Jenazah sambil Membaca Dzikir

    Memandikan Jenazah sambil Membaca Dzikir

    • calendar_month Ming, 14 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 1.010
    • 0Komentar

      Pertanyaan : Disuatu daerah ada orang yang saat memandikan jenazah sambil membaca asma’ul husna, tasbih dan dzikir-dzikir yang lain.Apakah hal itu diperbolehkan syara`? Jawaban :Syeikh isma’il zain al-yamaniy al-makkiymenyebutkan dalam kitab kumpulan fatwanya ;Qurrotul ‘Ain : Bahwa membaca tahlil, tasbih dan dzikir-dzikir yang lain saat memandikan jenazah dan prosesi tajhiz yang lain ( seperti […]

  • Buka Acara Mapaba, Ini Pesan Sekum PC PMII Pati

    Buka Acara Mapaba, Ini Pesan Sekum PC PMII Pati

    • calendar_month Sen, 25 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 475
    • 0Komentar

    Civitas akademika STAI Pati yang mengikuti Mapaba PMII Rayon Tarbiyah STAIP, berpose bersama beberapa pengurua PMII PATI – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Tarbiyah STAI Pati menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) tahun 2021. dengan mengusung tema ‘Menumbuhkan loyalitas antar Anggota Berdaya Saing Tinggi sebagai Harapan Bangsa dan Agama, Mapaba tersebut diikuti sedikitnya oleh […]

  • Unik! Ditengah Ramadhan, Pelajar NU Margoyoso Gelar Ngaji Budaya

    Unik! Ditengah Ramadhan, Pelajar NU Margoyoso Gelar Ngaji Budaya

    • calendar_month Sen, 25 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 531
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kecamatan Margoyoso menggelar Gebyar Ramadan dan Workshop Kebudayaan. “Ngaji Budaya” bersama sejarawan muda Pati ini bertempat di Aula Serbaguna Kecamatan Margoyoso, Minggu (24/4/2022) Puluhan delegasi dari pimpinan ranting sekecamatan Margoyoso memadati lokasi dengan penuh antusias. Acara tersebut diisi […]

  • Review VMTS dan Redesain Kurikulum, Rektor Tekankan Relevansi dengan DUDIKA

    Review VMTS dan Redesain Kurikulum, Rektor Tekankan Relevansi dengan DUDIKA

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.686
    • 0Komentar

      Temanggung – Bertempat di aula lantai 3, Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menegaskan pentingnya penyelarasan Visi, Misi, Tujuan, Strategi, Tata Nilai, dan Kurikulum dengan kebutuhan zaman. Hal itu terungk‎ap dalam pembukaan Workshop Review VMTS dan Redesain Kurikulum Fakultas Syariah, Hukum, dan Ekonomi Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, dan […]

  • Jalan Sehat Ala Santri

    Jalan Sehat Ala Santri

    • calendar_month Ming, 22 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 710
    • 0Komentar

    Pati. Pengurus MWC NU Margoyoso beserta banom-banomnya mangadakal acara” Mlaku – mlaku bareng santri se-Kabupaten Pati. Dari PCNU Pati sendiri memiliki program acara tersebut yang terpusatkan di kecamatan Margoyoso, pada jalan sehat Hari Santri Nasional kali ini dengan mengambil tema Meneguhkan peran santri dalam bela negara, Pancasila, dan NKRI , 20/10. Acara ini dimulai pada […]

  • Eksistensi NU dalam Menjaga Nasionalisme Bangsa

    Eksistensi NU dalam Menjaga Nasionalisme Bangsa

    • calendar_month Kam, 29 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 484
    • 0Komentar

     Oleh: Siswanto Nahdlatul Ulama (NU) sebagaimana yang kita ketahui merupakan organisasi sosial kemasyarakatan keagamaan terbebesar di Indonesia. Bahkan, ada yang mengatakan organisasi terbesar di dunia. Menurut Greg Fealy (2003), hadirnya NU sebagai organisasi sosial keagamaan yang mendorong lahirnya tatanan kehidupan bernegara yang berkeadaban. Selain sebagai organisasi terbesar di Indonesia, NU juga ikut bertanggungjawab untuk memberikan […]

expand_less