Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Di Balik Pencopetan Kyai Arwani Kudus

Di Balik Pencopetan Kyai Arwani Kudus

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 29 Jan 2015
  • visibility 553
  • comment 0 komentar
Sebuah kisah nyata yang dapat kita ambil hikmahnya datang dari seorang kyai Arwani (alm. Allahummaghfirullah).Beliau merupakan sosok kyai kharismatik yang terkenal dengan hafalan Qur’annya. Pesantren yang diasuhnya adalah Yanbuul Qur’an di Kudus, merupakan salah satu pesantren yang menjadi kiblat para hafidz dan hafidzah di Indonesia. Suatu hari, beliau bepergian bersama santrinya. Ketika beliau sampai di terminal Terboyo Semarang, tiba-tiba Kyai Arwani dicopet. Entah apakah beliau sudah tahu atau memang pura-pura tidak tahu. Yang jelas, beliau tidak memperdulikan jika baru saja beliau kecopetan. Santri yang mendampingi kyai Arwani sontak kaget dengan kejadian pencopetan itu, detik itu juga santrinya mengejar pencopet itu seraya meneriakinya. “Copeeet…!!! Copeet…!!!,” teriak si santri. Karena teriakan tersebut, suasana menjadi gaduh dan orang-orang yang ada di sekelilingnya juga ikut mengejar pencopetnya. Namun sayangnya, pencopet itu sungguh lincah dan sepertinya sudah menguasai medan hingga gagal untuk ditangkap. Para santri yang bersama beliau marah-marah kepada pencopet dengan ekspresi kecewa.
‘Berani-beraninya pencopet itu mengganggu kyai saya,’begitulah kira-kira pikir mereka. Si copet juga tidak lihat-lihat kalau yang dicopet adalah kyai.Dan betul, si copet tidak akan peduli tentang hal itu. Yang dipikirkan pencopet adalah bagaimana mendapat uang, uang dan uang. Bagi seorang copet, siapa saja yang pegang uang pasti akan dijadikan sasaran.
Yang mengherankan, Kyai Arwani tidak peduli dengan apa yang telah terjadi. Seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa pada dirinya. Beliau bahkan tenang-tenang saja, hanya sibuk dengan dzikirnya. Melihat itu, si santri menghampiri dan memberi tahu kepada Kyainya bahwa baru saja ada copet yang telah mengambil dompetnya.
“Kyai,Njenengan baru saja kecopetan!,”kata santrinya dengan nada tergesa-gesa dan memberitahu.
“Oh, ya?,” jawab Kyai tenang-tenang saja.
“Benar, Kyai. Tapi kami gagal menangkapnya! Keterlaluan betul pencopet itu!”
“Alhamdulillah… Sudahlah kalian tidak perlu ribut-ribut. Saya bersyukur, yang dicopet itu saya!,” kata kyai masih dengan raut yang tenang.
“Apa maksudnya Kyai?,” tanya santri makin heran.
“Syukur… syukur… Alhamdulillah.Karena saya yang dicopet, bukan saya yang jadi pencopetnya!”
“Kok bisa begitu Kyai?” si santri bingung.
“Sekarang apa jawab kalian jika aku tanya, lebih baik mana, menjadi orang yang dicopet atau menjadi tukang copetnya?”
Jawaban Kyai sungguh benar, masuk akal. Nuansa zuhud dan kesufian tergambar dari ucapan-ucapan Kyai. Para santri yang menyertai beliau pada geleng-geleng kepala tanda paham dan takjub. Para santripun mendapat pelajaran berharga yang belum pernah mereka jumpai dalam teori.
Ternyata, dalam musibahpun dapat timbul rasa syukur, seperti yang sudah dicontohkan Kyai Arwani. Kisah nyata ini sungguh membuat kita tersenyum dan juga mendapat banyak hikmah di dalamnya. Subhanallaah… Betapa bersyukur itu tidak hanya ketika kita mendapatkan sesuatu. Namun, seperti yang telah dicontohkan Kyai Arwani di atas bahwa bersyukur pun dapat dilakukan ketika kita kehilangan sesuatu.
Semoga dengan ini, kita dapat menjadi manusia yang zuhud dengan selalu ingat bahwa semuanya adalah dari Allah SWT dan pada akhirnya juga akan kembali pada Allah SWT. Akhirnya, Semoga bermanfaat.
Sumber: kabarmakkah.com  

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panggung Muharram Cup Ponpes Bunyanun Marsush Bulumanis Kidul Suguhkan Pentas Teater Edukatif Santri

    Panggung Muharram Cup Ponpes Bunyanun Marsush Bulumanis Kidul Suguhkan Pentas Teater Edukatif Santri

    • calendar_month Sab, 20 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.025
    • 0Komentar

    Pcnupati.or id- Suasana malam penganugerahan Muharram Cup Pondok Pesantren Bunyanun Marsush, Bulumanis Kidul, Margoyoso, Pati, Jumat (19/6/2026), terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain penampilan kreasi santri seperti pembacaan puisi, khitobah bahasa Arab dan Inggris, rebana, serta pengumuman para juara, panggung tahun ini menghadirkan suguhan istimewa berupa pertunjukan teater dari Madrasatul Qur’an Salafiyah (MQ). Kelompok Teater […]

  • Dahlan Iskan Isi Studium General di Ipmafa

    Dahlan Iskan Isi Studium General di Ipmafa

    • calendar_month Sen, 22 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 527
    • 0Komentar

    Dahlan Iskan saat menyampaikan materinya dalam acara Studium General di Ipmafa MARGOYOSO – Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa) Pati menggelar Studium General (SG) dengan narasumber Prof. Dr. (HC) Dahlan Iskan, Menteri BUMN periode 2011-2014. Acara dengan tema ‘Menumbuhkan Spirit Santripreneur di Era Society 5.0’ teraebut diselenggarakan pada Sabtu (20/11) pagi di Aula Ipmafa lantai 2 […]

  • PCNU-PATI

    HUT Muslimat NU ke-77 di Pati Dihadiri Sederet Tokoh 

    • calendar_month Sel, 4 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 593
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – PC Muslimat NU Pati sukses rayakan hari jadinya yang ke-77. Di bawah komando Dr. Hj. Umi Hanik, kaum emak tersebut sempat menghebohkan Kota Pati pada Sabtu (1/6) lalu.  Agenda yang dihelat dalam peringatan HUT Muslimat NU ke-77 tersebut adalah jalan santai. Tidak ada kejelasan data, namun peserta kegiatan yang dimulai dari Gedung Muslimat […]

  • Wujud Kepedulian, Siswa As-Salafiyah Lahar Sisihkan Uang Saku untuk Korban Longsor dan Banjir

    Wujud Kepedulian, Siswa As-Salafiyah Lahar Sisihkan Uang Saku untuk Korban Longsor dan Banjir

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.652
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Kabupaten Pati dikepung bencana banjir hingga tanah longsor sejak Jumat (9/1/2026) lalu. Saat ini, masih ada puluhan desa di Bumi Mina Tani yang terdampak bencana hidrometeorologi tersebut. Adanya bencana tersebut menggugah hati siswa-siswi Yayasan As-Salafiyah Lahar, Kecamatan Tlogowungu, untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak. Mereka pun menggalang donasi saat acara peringatan Isra […]

  • Majalah Nuansa Rihlah Ke Sekolah-sekolah

    Majalah Nuansa Rihlah Ke Sekolah-sekolah

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 548
    • 0Komentar

    Warta. LTN NU. Baru-baru ini Pimpinan Redaksi Majalah Nuansa Faiz Aminuddin, MA rihlah ke sekolah-sekolah, untuk memperkenalkan ke pelajar Pati dani acara perkenalannya melalui seminar atau pun bedah Majalah. Sehingga dengan begitu para pelajar yang mengikuti akan mengetahui jika  Majalah ini bagus untuk di jadikan referensi. Dalam edisi kali ini, Redaksi sengaja mengankat tema Pertarungan politik […]

  • LP Ma’arif PCNU Kabupaten Magelang Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Literasi

    LP Ma’arif PCNU Kabupaten Magelang Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Literasi

    • calendar_month Sen, 24 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 686
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Magelang – Lembaga Pendidikan Ma’arif PCNU Kabupaten Magelang kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayahnya. Dalam sebuah acara penting yang diselenggarakan di SMK Ma’arif Kota Mungkid pada Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan Zona 8 pada Ahad 23 Maret 2025, Ketua PCNU Kabupaten Magelang, Gus Din, menyoroti jumlah lembaga pendidikan Ma’arif di Magelang yang […]

expand_less