Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Belajar Nasionalisme Dengan Para Ulama

Belajar Nasionalisme Dengan Para Ulama

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 30 Agu 2016
  • visibility 486
  • comment 0 komentar

Pati. Berdirinya NU tidak bisa lepas dari peran ulama sebagai pendiri, penggerak, dan pengembang organisasi. Kader-kader muda NU harus belajar kepada para ulama NU supaya mampu mengembangkan NU di masa depan. Demikian paparan KH. Abdul Majid, Wakil Rais Syuriyah MWC NU Trangkil dan Ustadz Muhammad Hambali, alumnus Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, dalam acara Orientasi Aswaja di hadapan siswa-siswi MA NU Luthful Ulum, Dukuh Wonokerto Pasucen Trangkil Pati.(9/8) kemarin.
KH. Abdul Majid menjelaskan, salah satu sifat utama ulama NU adalah keikhlasan. Mereka berjuang untuk meraih kemerdekaan dan mencerdaskan bangsa hanya untuk menggapai ridla Allah SWT, tidak karena motivasi harta, jabatan dan kekuasaan. Mereka lebih memilih kembali ke pesantren untuk mendidik dan mengajar kader-kader bangsa. Para ulama berperan sebagai pemasok utama kader-kader bangsa yang berkarakter.
Ustadz Hambali menambahkan, sifat-sifat para ulama yang lain adalah nasionalisme, yakni mencintai bangsanya secara sungguh-sungguh sebagai manifestasi dari kedalaman spiritualitasnya. Mereka berjuang sampai titik darah penghabisan untuk mengusir penjajah dari bumi tercinta.
 Secara kelembagaan, nasionalisme NU terbukti dengan banyak hal. Pertama, NU memberi nama Indonesia sebagai Darus Salam, Negara damai, bukan darul Islam (Negara Islam) atau darul harbi (Negara perang). Dengan deklarasi ini, maka Indonesia bukan Negara agama, tapi Negara demokrasi Pancasila yang memberikan toleransi kepada agama-agama yang hidup dengan mengedepankan persaudaraan dan kerukunan. Jangan ada pemaksaan satu agama dengan mengobarkan semangat permusuhan, pertikaian, dan menghalalkan secara cara yang merusak kebinnekaan yang sudah menjadi sunnatullah di bumi Indonesia.
Kedua, NU dengan cepat memberi gelar waliyyul amri al-dharuri bis syaukah (pemimpin darurat dengan dukungan rakyat yang kuat) pada saat legitimasi Presiden Sukarno dipertanyakan banyak orang. Demi stabilitas dan konsolidasi politik, NU bergerak dengan cepat dengan memberi gelar tersebut kepada Sukarno. Ketiga, ketika kemerdekaan Indonesia akan diserobot lagi oleh Belanda, maka dengan cepat NU lewat KH. M. Hasyim Asy’ari mengeluarkan fatwa resolusi jihad yang mewajibkan seluruh umat Islam dengan radius 94 km dari Surabaya untuk mengangkat senjata demi mempertahankan kemerdekaan dari ancaman kolonial yang ingin menjajah kembali Indonesia.  Pungkas Jamal Makmur salah satu pengajar.(red)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NU Gembong Bocorkan Konsep Agenda Hari Santri

    NU Gembong Bocorkan Konsep Agenda Hari Santri

    • calendar_month Jum, 9 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 387
    • 0Komentar

    GEMBONG – Hari Santri Nasional (HSN) yang biasa diperingati setiap 22 Oktober memang masih cukup jauh. Namun, MWC NU Gembong telah mempersiapkan kegiatan untuk mengenang jasa para santri tersebut. Jumat (9/9) siang, MWC NU Gembong melangsungkan rapat untuk membahas kegiatan tersebut. Personel rapat pun beragam guna memperoleh ide-ide dan gagasan baru untuk memperingati HSN 2022. […]

  • Jelang Muktamar NU, 62 Pendekar Se-Jateng Serbu Pesantren di Blora

    Jelang Muktamar NU, 62 Pendekar Se-Jateng Serbu Pesantren di Blora

    • calendar_month Sen, 13 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Seorang anggota TNI memberikan materi lapangam dalam Diklatsus Pasukan Inti Pagar Nusa BLORA – Pimpinan Wilayah Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PW PSNU) Pagar Nusa Jawa Tengah menggembleng para pendekar untuk persiapan  Muktamar Ke-34 NU di Lampung. Penggemblengan  bertajuk  Pendidikan dan Latihan Khusus (DIKLATSUS) Pasukan Inti (Pasti) ini diadakan di Pondok Pesantren An Nur di Desa […]

  • Cika Pimpin Pemudi NU Gembong

    Cika Pimpin Pemudi NU Gembong

    • calendar_month Ming, 31 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 685
    • 0Komentar

    Munfarichah, ketua baru PAC Fatayat NU Gembong menyampaikan sambutannya usai konferensi GEMBONG – Munfarichah, terpilih sebagai pemimpin baru PAC Fatayat NU Gembong. Keputusan ini merupakan hasil dari Konferensi Fatayat NU Gembong yang dilaksanakan Minggu (31/10) di Ponpes Shofa Az Zahro’ Gembong.  Wanita yang akrab disapa Cika tersebut menggantikan posisi Durrotun Nihayah yang telah memimpin Fatayat […]

  • MTs Banin Bakal Gelar Olimpiade, Pesertanya dari seluruh Indonesia

    MTs Banin Bakal Gelar Olimpiade, Pesertanya dari seluruh Indonesia

    • calendar_month Sab, 8 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 924
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Ajang Final Banin Olympiad of Science SD/MI Tingkat Nasional akan segera digelar secara offline Ahad (9/2) di MTs Tarbiyatul Banin Madrasah Tahfidz & Sains Boarding School, Jl. KH Hasyim Asy’ari KM 01, Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati. Sebelumnya, MTs Banin telah menggelar babak penyisihan secara Daring pada Kamis (6/2) lalu. Sedikitnya, […]

  • LTN-NU : Berbagi Informasi Lebih Afdhol dengan Media Online

    LTN-NU : Berbagi Informasi Lebih Afdhol dengan Media Online

    • calendar_month Sen, 5 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 689
    • 0Komentar

    Arwani, M.Pd., Ketua LTN-NU Pati (Sumber : dokumen PCNU Pati) KOTA-Media online kini telah bisa dinikmati oleh hampir seluruh lapisan masyarakat. Internet menjadi moda baru dalam mengakses segala informasi. Inilah yang disebutkan oleh Arwani, ketua LTN-NU Kabupaten Pati.  Menurut Arwani, media belajar dan mengakses informasi saat ini sudah bertransformasi dari cetak ke digital. Perubahan ini, […]

  • PCNU-PATI

    Dasar Pemikiran Filsafat Islam

    • calendar_month Sab, 5 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 481
    • 0Komentar

    Buku ini mengajak pembaca ke alam kehidupan intelektual sepanjang abad, terutama jejak-jejak monumental pe-mikiran (filsafat) Islam. Buku ini menggali akar sejarah dan pergolakan pemikiran kaum Muslimin berkaitan dengan warisan sejarah pra-Islam dan pergolakan internalnya, dari soal filsafat hingga sufisme. Dibagai dalam lima bab: I. Hakikat dan Nilai Filsafat Islam, II. Permulaan Filsafat Muslim: (1) Pemikiran […]

expand_less