Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kapan Ekonomi Warga NU Mandiri ?

Kapan Ekonomi Warga NU Mandiri ?

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 16 Jan 2018
  • visibility 421
  • comment 0 komentar

Pertanyaan tersebut menggelitik seluruh elemen NU, khususnya pengurus dan kader-kader mudanya.
Jangan sampai NU menjadi al-kabiiru bilaa nidlaamin yaghlibuhus shaghiiru bi nidlaamin, organisasi besar tidak terorganisir yang dikalahkan oleh organisasi kecil yang terorganisir. NU harus menjadi al-kabiiru bi nidzaamin, organisasi besar yang terorganisir. Dengan organisasi yg baik, NU akan berkembang pesat, baik secara jamaah (komunitas) maupun Jam’iyyah (organisasi).
Potret Kemiskinan
Angka kemiskinan di Indonesia masih sangat tinggi, sekitar 27.7 juta jiwa (BPS, 2015). Mayoritas adalah umat Islam, dan warga NU adalah representasi mayoritas umat Islam di Indonesia.

Maka, jihad ekonomi harus diprioritaskan untuk mengentaskan kemiskinan warga NU supaya mereka mandiri dan sejahtera, mampu mengejar ketertinggalan di bidang ekonomi, pendidikan, teknologi, dan politik.
Jihad ekonomi menjadi tema strategis dibanding jihad fisik yang justru menodai kesucian agama karena menghalalkan segala cara dan membawa trauma psikologis yang panjang.
Galakkan Infak dan Sedekah
Sejak NU berdiri, foundhing fathers NU, khususnya KH M Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Hazbullah, KH Bisri Syamsuri, KH Mahfudh Shiddiq, dan KH Abdul Wahid Hasyim serius memikirkan dan berjuang untuk kemandirian ekonomi warga NU.
Koperasi Syirkanul Inan dirintis untuk menggerakkan kemandirian ekonomi warga.
Para kiai tidak apatis dan pasif melihat ketimpangan ekonomi warga NU. Melihat aktif melakukan terobosan terobosan baru demi memberantas kemiskinan dan keterbelakangan umat. Gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia dibangkitkan foundhing fathers dengan semangat berbagi kepada sesama, khususnya mereka yang membutuhkan.
KH Masyhuri Malik, mantan Ketua PP Lazisnu PBNU 2010-2015, Hasil Muktamar Makasar 2010, dan Mas Amir Ma’ruf, mantan Direktur Lazisnu PBNU 2010-2015, menyatakan, ada langkah langkah yang harus dilakukan untuk menggapai kemandirian ekonomi warga NU.
Pertama, galakkan Infak dan Sedekah dari seluruh lapisan warga NU, pengurus, warga NU, yg kaya, setengah kaya, dan miskin. Budaya Infak dan Sedekah harus menjadi budaya yang dilestarikan dan dijunjung tinggi. Allah akan selalu menolong hamba-Nya selagi mau menolong saudaranya.
Di Cirucuk Sukabumi Jawa Barat, Lazisnu Ranting NU berhasil Menggalakkan budaya bersedekah “sehari lima ratus rupiah” dengan anggota 1500 warga. Hasilnya luar biasa, mereka bisa mendirikan Klinik sehat, menerangi tempat ibadah dan jalan, membantu proses kematian sampai 7 hari, menghijaukan lingkungan, membantu keluarga yang tidak mampu, dan merintis ekonomi produktif, seperti ternak sapi atau kambing.
Di Sragen Jawa Tengah, koin NU berhasil menghimpun miliaran rupiah untuk membangkitkan semangat kemandirian warga untuk menghidupkan organisasi dan mendorong kewirausahaan warga NU.
Di Magetan Jawa Timur, uang recehan warga NU juga berhasil menggerakkan roda organisasi dan mendorong lahirnya benih-benih kemandirian ekonomi warga.
Galakkan Zakat
Langkah kedua, galakkan Zakat sebagai proyek Allah untuk mengentaskan kemiskinan umat. Zakat dgn potensi 280 trilyun pertahun adalah potensi dahsyat untuk menggerakkan potensi ekonomi umat. Sayang dan ironis. Potensi tersebut hanya mampu dihimpun 5 trilyun saja.
Ada banyak problem, mulai rendahnya profesionalitas Amil Zakat, rendahnya kesadaran berzakat umat, dan regulasi negara yang mempersulit pengelolaan zakat.
Membangunkan lembaga zakat (Lazisnu) dari tidurnya yang panjang membutuhkan kader kader muda yang militan, profesional, dan inovatif dalam menggerakkan zakat. Prinsip profesionalitas, totalitas, akuntabilitas, sinergitas, dan legalitas harus menjadi ruh pengelolaan lembaga zakat yg mendapat kepercayaan umat.
Tim yang solid mutlak dibutuhkan untuk menggerakkan potensi ekonomi warga NU sebagai persiapan menghadapi 1 abad NU pada tahun 2026 yang akan datang. (Dr. Jamal Makmur Asmani, Pati, 29-31 Desember 17)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NU Peduli Bikin Dapur Umum untuk Bantu Korban Banjir

    NU Peduli Dirikan Dapur Umum untuk Bantu Korban Banjir

    • calendar_month Ming, 1 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 410
    • 0Komentar

    PATI – NU Peduli selenggarakan dapur umum untuk mensuplai makanan korban banjir. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad (1/1) pagi tadi di halaman PCNU Pati. Ahmad Qosim, ketua NU Peduli menyebut, agenda ini sebagai perwujudan kepedulian NU terhadap para korban bencana. Bantuan berupa nasi bungkus dikirim ke posko Mustokoharjo untuk kemudian disalurkan ke titik-titik yang membutuhkan. […]

  • PCNU-PATI

    Pentas Seni Senja Berpuisi Perkenalkan Sastra Untuk Anak Muda

    • calendar_month Sen, 21 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 559
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Jakarta, Senin 21/8/2023,-  “Pentas seni Senja Berpuisi kali ini sengaja mengambil lokasi publik area untuk memperkenalkan dunia sastra khususnya kepada anak-anak muda generasi milenial di Kota Jakarta dan sekitarnya,” jelas Diki Lukman Hakim, Kepala Perpustakaan Jakarta dan Kepala Satuan Pelaksana Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB.Jassin. Dalam wawancara khusus dengan penulis  di ujung acara Pentas […]

  • Menumbuhkan Generasi Entrepeneurship

    Menumbuhkan Generasi Entrepeneurship

    • calendar_month Sen, 6 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 369
    • 0Komentar

    Pendidikan entrepreneurship sudah lama digerakkan di berbagai Negara. Mereka paham bahwa kemajuan suatu Negara sangat ditunjang oleh munculnya kelas ekonomi menengah yang tangguh dan kreatif yang dimaksud adalah para pengusaha yang gigih mengembangkan kreatifitas dan produktivitasnya dalam dunia usaha. Menurut Amin Rais dalam bukunya Tauhid Sosial, kelas menengah adalah kelompok yang tetap eksis dalam suatu […]

  • PCNU PATI. Takbir Keliling di Pati Masih Belum Diperbolehkan.

    Takbir Keliling di Pati Masih Belum Diperbolehkan

    • calendar_month Kam, 14 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 597
    • 0Komentar

    PATI – Takbir keliling sudah menjadi tradisi tahunan di sejumlah desa yang ada di Pati. Namun, pada tahun ini masyarakat masih belum diperbolehkan mengadakannya. Bupati Pati Haryanto megatakan, masih sama seperti dua tahun belakangan, masyarakat di Bumi Mina Tani belum diizinkan  menggelar takbir keliling pada malam perayaan hari raya Idulfitri 1443 H/2022 M ini. Masyarakat […]

  • PCNU-PATI Photo by David Libeert

    Puisi-Puisi Muhammad Thohir

    • calendar_month Ming, 26 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Ramadan Penuh Cinta Ramadan kian menyapa Di atas permadani cinta Menyapa dengan penuh bahagia Karena rindu yang semakin membara Menyambut penuh riang Menguatkan iman takwa Membersihkan kotaran jiwa semoga hilang Mendekap pada Sang Maha Cinta Mengiringi jalan menuju ridho-Nya Di bulan suci Bertadarus membaca al-Qur’an dan menghayati Semoga kita tergolong orang-orang yang mendapat ampunan dan […]

  • Foto: Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) anggota Banser Pati. (PCNU Pati)

    Gembleng Kader, Ansor Pati Gelar PKD dan Diklatsar

    • calendar_month Sab, 18 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 537
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pati terus menggembleng para kader agar menjadi tangguh. Mereka menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar). PKD dan Diklatsar ini digelar selama tiga hari, Jumat (17/1/2025) hingga Minggu (19/1/2025) besok. Seratusan peserta tampak antusias mengikuti pelatihan di Gedung Yayasan Pendidikan Islam […]

expand_less