Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Muharroman di Suwaduk, Tokoh Masyarakat Ingatkan Bahaya Gadget Bagi Anak

Muharroman di Suwaduk, Tokoh Masyarakat Ingatkan Bahaya Gadget Bagi Anak

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 9 Sep 2019
  • visibility 182
  • comment 0 komentar

WEDARIJAKSA-Tahun baru hijriyah memang masih hangat. Setidaknya hingga akhir Muharrom nanti diperkirakan masih banyak daerah-daerah yang akan memperingati tahun baru islam ini.

Minggu (8/9) Malam, ratusan warga memadati Musholla Baiturrohin, Suwaduk, Wedarijaksa. Kedatangan mereka adalah untuk mengikuti acara peringatan tahun baru hijriyah yang diselenggarakan oleh pengurus musholla.

Para yatama saat pengikuti pengajian dlam rangka peringatan tahun baru hinriyah di Musholla Baitunnur, Suwaduk, Wedarijaksa.

“Kegiatan ini memang kami laksanakan untuk menyambut tahun baru 1441 hijriyah” ungkap Umam, salah seorang panitia.

Dalam acara Minggu malam tersebut, panitia juga menyelenggarakan acara santunan yatim piatu. Sedikitnya ada 18 anak yatim yang menerima santunan. Tidak disebutkan berapa jumlah nominalnya, namun anak-anak yatim dan warga tampak antusias.

Antusiasme para hadirin bertambah dengan kehadiran KH. Muslihan (pembina Yayasan Mazro’atul Ulum) dan KH. Ahmad Kurdi dari Rembang yang didapuk untuk memberikan tausyiyah. Dalam sambutannya, KH. Muslihan menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan era digital. Salah satunya adalah bahaya gadget bagi anak-anak.

Menurutnya, gadget terutama HP, telah menjadi hal wajar di tengah-tengah masyarakat, termasuk anak-anak yang notabenenya maaih di bawah umur. Tanpa pengawasan orang tua dan penggunaan yang berlebihan, HP bisa menjadi sumber marabahaya.

“Tugas anak-anak adalah belajar dan bermain. Kalau orang tua membiarkan anak-anaknya terus menerus menggunakan HP tanpa kontrol, dua tugas anak akan tereduksi. Maka jangan salahkan jika anak kehilangan satu poros alaminya” tegas KH. Muslihan.

Sementara KH. Ahmad Kurdi, menyampaikan banyak materi dalam ceramahnya. Ia menceritakan mukjizat Nabi Muhammad yang turun pada 10 Muharrom, kisah nabi Yunus yang ditelan ikan paus, dan berbagai kisah penuh hikmah lainnya.

Para jamaah dengan seksama menyimak ceramah inspiratif teraebut. Pada penghujung acara, KH. Ahmad Kurdi memanjatkan doa agara para penyantun yatama mendapatkan balasan setimpal dari Allah SWT. Selain itu, ia juga bermunajat untuk para anak yatim penerima santunan agar kedepannya mampu menjadi generasi sholih dan holihan.(fikrul/karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wagub Turun Tangan Pantau Vaksinasi

    Wagub Turun Tangan Pantau Vaksinasi

    • calendar_month Rab, 22 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Wagub Jawa Tengah, Gus Taj Yasin memantau pelaksanaan vakdinasi covid 19 di Kajen, Margoyoso, Pati. MARGOYOSO – Lima ribu santri di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati mengikuti vaksinasi, Senin (20/9).  Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau langsung di beberapa lokasi vaksinasi di Kajen. Adapun Vaksinasi ini digelar di beberapa tempat. Di antaranya […]

  • QUO VADIS PENDIDIKAN NAHDLATUL ‘ULAMA; Membaca Problematika Pesantren dan Madrasah

    QUO VADIS PENDIDIKAN NAHDLATUL ‘ULAMA; Membaca Problematika Pesantren dan Madrasah

    • calendar_month Sen, 23 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdhatul Ulama (NU) sesungguhnya memiliki peran yang sangat signifikan dalam proses perkembangan pendidikan terutama pendidikan Islam. Pada dasarnya sejarah pergerakan NU itu sendiri merupakan gerakan pendidikan di seluruh Indonesia.[1]Banyaknya lembaga-lembaga pendidikan seperti pesantren, majlis ta’lim, diniyah atau madrasah yang menjadi basis kultural NU dapat menjadi indikasi gerakan […]

  • Harlah NU ke-94 di Madrasah Mazro’atul Ulum

    Harlah NU ke-94 di Madrasah Mazro’atul Ulum

    • calendar_month Jum, 7 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Wedarijaksa 6/2/2020. Ikatan Siswa – siswi Madrasah Mazro’atul Ulum (ISMU) mengadakan acara memperingati Hari Lahir Nahdlatul Ulama yang ke-94 bertempat di Aula Madrasah Mazro’atul Ulum. Acara diikuti mulai dari murid MI, MTs, dan MA. Kegiatan sholawatan dipimpin langsung oleh Ahmad Syukron Ketua Jamaah Bersholawat (Jamber NU) Suwaduk Wedarijaksa, yang juga dulu Ketua IPNU ranting Suwaduk. […]

  • Pengukuhan Pengurus OSIS & MPK SMA Negeri 1 Tayu

    Pengukuhan Pengurus OSIS & MPK SMA Negeri 1 Tayu

    • calendar_month Sel, 5 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Tayu. Bertempat di halaman SMA Negeri 1 Tayu telah di adakan apel Pengukuhan Pengurus OSIS & MPK SMA Negeri 1 Tayu Periode 2024/2025 dan serah terima jabatan OSIS & MPK SMA Negeri 1 Tayu Periode 2024/2025 Senin, 4 November 2024 Kepala Sekolah  Setyo Haryono, S.Pd., M.Pd. sekaligus pembina upacara dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada pengurus […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Menikah Tepat dan Akurat. Photo by Jeremy Wong Weddings on Unsplash.

    Menikah Tepat dan Akurat

    • calendar_month Jum, 22 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Menikah muda, bahagia di saat malam pertama, setelahnya dilema. Menikah di usia dini saat ini telah menyebar masif dikalangan masyarakat. Dalihnya supaya tak menimbulkan fitnah dan uh ah, selanjutnya terjadilah penambahan populasi manusia, tanpa harus sah. Namun sepertinya menikah di usia belia bisa jadi hanya untuk topeng semata, atau memang secara sengaja dilakukan untuk segera […]

  • Lampu Terang Di Balik Seribu Bambu

    Lampu Terang Di Balik Seribu Bambu

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Keberadaan KH Gholib di daerah bambu seribu atau Pringsewu, Provinsi Lampung membawa “lampu yang terang”. Begitu H.A Musa Achmad pada tahun 1973 menggambarkannya. Lampu adalah madrasah, penerang anak-anak dengan pendidikan agama Islam. Berikut kisah KH Gholib dalam perjuangan di bidang agama, pendidikan dan sosial yang dituturkan Dr. Dra. Hj. Farida Ariyani, M.Pd, cucu KH Gholib, […]

expand_less