Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Misteri Sumur Tua

Misteri Sumur Tua

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 1 Agu 2021
  • visibility 515
  • comment 0 komentar

 

Sumur  adalah cerita pendek karya Eka Kurniawan yang mendapatkan nomine Man Booker International Priza pada tahun 2016 dan peraih Prince claus laureate pada tahun 2018. Cerita pendek ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris di antologi Tales of Two Planetsdengan judul “The Well”, diterbitkan oleh Penguin Books pada tahun 2020.

Buku ini menceritakan tentang sosok Toyib dan Siti yang tinggal di perkampungan nan jauh dari kota.Kisah Toyib dan Siti dimulai sejak masih kecil, tepatnya masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Dimana sewaktu kecil, Toyib menyukai seorang gadis kecil yang rumahnya di sisi lain kampung. Di pagi hari, ia akan duduk depan rumah menunggu gadis itu muncul menuju sekolah, dan mereka akan berjalan bersama menelusuri jalan setapak yang memanjang sepanjang pinggiran sawah, sebab sekolah mereka ada di kampung lain. (hlm. 1).

Kisah Toyib dan Siti berlangsung sampai mereka memiliki pasangan suami istri. Namun, dalam perjalannya mulai dihantam badai kerengganan. Hal ini dipicuduel antara kedua orangnya Toyib dan Siti yang sama-sama tersulut akibat adanya pemetakan sawah-sawah di sekitar sumur  yang awalnya sebagai pusat sumber mata air untuk mengaliri sawah-sawah mereka. Akan tetapi sejak kemarau melanda di kampung mereka, sumur tua sudah tidak mengeluarkan air, sehingga masyarakat mudah terpancing emosi dan tersulut amarah. Hal inilah yang menyebabkan kedua orangtua Toyib dan Siti berkelahi, yang satu meninggal dan yang satu masuk bui.

Sejak kejadian perkelahian tersebut, sumur tua saban kali digali tidak mengeluarkan air. Sehingga bagi masyarakat sekitar untuk bisa mendapatkan air, harus berjalan lebih jauh dari kampung halaman mereka. Bahkan, banyak sekali dari kampung halaman mereka yang pergi untuk merantau ke kota, karena sudah tidak betah lagi bertempat tinggal di kampung halamannya. Tidak ketinggalan pula Siti yang mengadu nasib ke kota untuk mendapatkan nasib yang lebih baik.

Mendengar Siti yang sudah pergi ke kota Toyib mengajak Ayahnya yang habis keluar dalam penjara untuk mengetahui keberadaan Siti di Kota, tapi nangas buat ayah Toyib saat melakukan perjalanan menuju ke kota, jembatan yang dilewati Toyib dan ayahnya putus dan membuat ayah Toyib terjatuh. Walaupun Toyib bisa meraih tangan ayahnya, tetapi air sungai semakin membesar disertai hujan yang semakin lebat membuat Toyib tidak mampu menahan tangan ayahnya dan membuat ayah Toyib hanyut bersama banjir. Oleh karena itu, niatan awal Toyib untuk mencari Siti di kota diurungkan dan akhirnya Toyib menetap di kampung halamannya.

Toyib kini hanya tinggal dengan ibunya. Adik lelaki satu-satunya juga pergi ke kota, bekerja di bengkel yang dulu hendak dituju ayahnya. Mengenai ayahnya sendiri, mereka baru menemukan mayatnya seminggu kemudian, di desa lain, selepas hanyut di sungai.

Di sisi lain, kabar pernikahan Siti terdengar oleh Toyib, sampai hati Toyib hanjur dan remuk. Hingga ibunya melihat tidak tega untuk mengusulkan agar ia menikahi seorang gadis dari kampung sebelah, ia setuju saja tanpa benar-benar mengenalnya. (hlm. 33) 

Lima minggu selepas pernikahannya, peristiwa itu datang. Seorang perempuan membawa seorang anak lelaki lima tahunan muncul, mencari suaminya. Ketika suami Siti muncul, perempuan itu mengamuk, menampar suami Siti, dan menyeretnya pergi. Saat itulah Siti tahu ia telah menikahi lelaki beristri. Ia tidak bisa berkata apa-apa dan mencoba melanjutkan hidupnya.

Saat itu Siti semakin sering memikirkan untuk pulang ke kampung beserta suaminya. Karena kalau hidup di kampung mungkin ia bisa berkeliling ke kampung-kampung yang lebih subur, membeli pisang, kelapa, pepaya atau singkong dari petani dan menjualnya kembali ke penadah lain. (hlm 38).

Setelah sampai di kampung halamannya, Siti harus memulai kehidupan seperti sediakala yang saban harinya harus menimba air di sumur tua. Hingga terjadilah pertemuan mereka tanpa diduga-duga, Siti dan Toyib demikian canggung sampai keduanya tak mengatakan apapun. Tapi dipertemuan berikutnya, selepas mengisi air untuk ember-ember mereka, rasa canggung itu masih terasa menjadi cair ketika Toyib menanyakan kabar dan itu memberi mereka kesempatan untuk bertanya dan menjawab lebih banyak.

Akhirnya semenjak pertemuan pertama terjadi, pertemuan selanjutnya dilakukan Toyib dan Siti setiap harinya meskipun sumur tua sudah tidak lagi mengeluarkan sumber mata air, karena sering ditimba.

Pertemuan Toyib dan Siti di sumur, akhirnyaterdengar kabar oleh masing-masing suami Siti dan istri Toyib. Kalau keduanya sering melakukan pertemuan di sumur setiap harinya.

Lalu satu malam Toyib terbangun dan tak menemukan istrinya. Ia bertanya ke tetangga terdekat, dan mereka sama tidak tahu. Kabar itu dengan cepat sampai ke rumah satu dan lainnya. Mereka mencari ke sana-kemari, sebelum menyadari ada suara kentongan yang sama dari sisi kampung lain. Suami Siti juga telah hilang.

Menjelang Maghrib, mereka berhasil menemukan keduanya. Tertelungkup bersama di dasar sumur kering. Tanpa nyawa dan tanpa catatan.

Tentu saja Toyib dan Siti tak pernah pergi ke sumur itu lagi. Lebih dari itu, didera rasa perih tak berkesudahan, Toyib akhirnya pergi mengikuti adiknya ke kota, dan tak pernah kembali ke kampung itu lagi. (hlm. 48).

 Judul               :Sumur

Penulis             : Eka Kurniawan

Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit    : 2021

Tebal Halaman: 51

ISBN               : 978-602-06-5324-2

Peresensi         : Siswanto, Pecinta Buku Tinggal di Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pedagang Es Kopi Keliling di Pati Ketiban Rezeki

    Pedagang Es Kopi Keliling di Pati Ketiban Rezeki

    • calendar_month Rab, 16 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 427
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Cuaca di Kabupaten Pati akhir-akhir ini terasa sangat panas. Namun, rupanya hal ini justru membawa keuntungan bagi penjual es kopi keliling. Salah satu pedagang es kopi keliling yang ketiban berkah adalah Eko Sulistio (30). Dagangan dia laris karena banyak masyarakat yang mencari, terutama mereka yang beraktivitas di luar rumah. Warga Desa Mulyoharjo, […]

  • Rombongan MWC NU Gembong Sambangi Lazisnu Winong

    Rombongan MWC NU Gembong Sambangi Lazisnu Winong

    • calendar_month Jum, 11 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 512
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Pengurus Harian (Penghar) MWC NU Gembong menyambangi kantor Lazisnu Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Kamis (10/8) siang. Rombongan tersebut terdiri dari enam orang, di antaranya, K. Sholikhin (Ketua), K. Edi Sutrisno (Wakil II), Edy Wahyudi (Sekretaris I), Maulana Luthfi Karim (Sekretaris II), Tarmuji (Bendahara) dan H. Shodiq (Ketua Lazisnu Gembong). Kehadiran pasukan NU gembong […]

  • PMII Pati Rayakan Maulid Plus Hari Santri

    PMII Pati Rayakan Maulid Plus Hari Santri

    • calendar_month Sen, 25 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Para personel Rebana Obor Sholawat sedang melantunkan syair-syair selawat kepada Nabi Muhammad SAW. GEMBONG – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PC PMII ) Kabupaten Pati menggelar Talkshow peringatan Maulid Nabi dan Hari Santri 2021. Kegiatan ini digelar di Pondok Pesantren Shofa Az-Zahro Gembong. Acara yang berlangsung Ahad (24/10) sore ini. Dengan mengusung tema ‘Implementasi […]

  • PCNU-PATI

    PGMI UIN Walisongo Gelar Seminar Internasional, Prof Muslih : Agama Tanpa Ilmu Pengetahuan itu Buta

    • calendar_month Sab, 8 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 532
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Semarang – Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melalui Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) PGMI menggelar seminar internasional bertajuk “The Role of Religions and Technology in Growing Character in The Digital Era” pada Selasa (4/4/2023) yang bertempat di Gedung Teater ISDB FITK Kampus […]

  • PCNU-PATI

    Helat Inspirasi Kewirausahaan, Fatayat NU Margoyoso Gandeng Pihak ke Tiga

    • calendar_month Sel, 23 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 731
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Rutinan Anjangsana ke-IX PAC Fatayat NU Margoyoso yang dilangsungkan di Desa Kajen pada Ahad (21/5) lalu berlangsung meriah.  Antusiasme peserta pun tampak sejak awal acara. Pasalnya, Rutinan ini tidak seperti biasanya. Dihadiri Pimpinan Ranting Fatayat NU se-Kecamatan Margoyoso, penyelenggara kegiatan menggandeng Sri Jaya Catering, Snack and Bakery Ngemplak Kidul sebagai narasumber.  Dengan tajuk Inspirasi […]

  • PCNU - PATI Photo by Tanaphong Toochinda

    Anak Tantrum

    • calendar_month Jum, 22 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Hari minggu kemarin saat saya tengah berlibur dari rutinitas bekerja setiap hari, saya diajak ibu pergi ke pasar untuk membeli beberapa peralatan yang akan dibawa adik mondok. Sebelum pergi pagi-pagi sekali keponakan saya, Tsania sudah berada dirumah. Maklum ayah ibunya sedang di sawah dan ia dititipkan pada saya. Pagi itu, setelah melakukan aktivitas rumahan, saya […]

expand_less