Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pengakuan Hak-Hak Perempuan

Pengakuan Hak-Hak Perempuan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 25 Sep 2021
  • visibility 427
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikhah*



Kehidupan pra Islam membatasi bahkan mendiskriminasi para perempuan. Bahkan ia diperlakukan tidak manusiawi, seperti ketika bayi perempuan lahir maka banyak yang menguburnya hidup-hidup dengan alasan menganggap perempuan lemah tidak mampu berkontribusi dalam perang. 

Ada juga yang beranggapan jika membiarkannya hidup maka nanti akan merepotkan saja. Hadist dari Ibnu Abbas RA ia bercerita: Sayyidina Umar bin Khattab berkata kepada Rasulullah SAW, “Kami pada masa jahiliyyah tidak mengakui atau menganggap keberadaan seorang perempuan. 

Ketika Islam datang dan kemudian mereka (perempuan) disebutkan hak-haknya dan perannya oleh Allah maka pandangan kami berubah kepada mereka bahwa mereka juga mempunyai hak.” (HR Bukhori) Hadist ini menjelaskan bahwa kedatangan Islam memiliki spirit pembebasan kepada siapapun yang tertindas.

Selanjutnya hadist dari Sayyidah Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang menjadi wali (bertanggungjawab) terhadap anak-anak Perempuan dan itu dilakukan dengan sebaik-baiknya, maka itu akan menjadi tameng (perisai) yang menghalangi seseorang tersebut masuk ke dalam neraka.” (HR. Bukhori). 

Dari hadist ini sesungguhnya kita bisa menangkap makna bahwa anak perempuan itu berhak untuk dibesarkan, dipelihara/diasuh secara martabat, juga berhak memperoleh nafkah baik secara materiil maupun immateriil, berhak memperoleh pendidikan, berhak beraktualisasi secara sosial, dan lain sebagainya. Ketika itu dilakukan dengan baik maka hal tersebut akan menjadi penghalang orang yang mengasuh (mengurus) masuk ke dalam neraka. 

Penjelasan hadist ini sangat luar biasa. Peran kita sebagai orang tua dalam mendidik dan mengasuh anak terlebih anak perempuan sangat di apresiasi dan diberi ganjaran tinggi. Peran orang tua bukan hanya sebatas kepada kepala keluarga (laki-laki saja) perempuan/istri juga sangat diapresiasi oleh Islam dan menjanjikan mereka terhindar dari api neraka.

Membedakan laki-laki dan perempuan secara sengaja dalam Islam adalah kedzaliman. Perbedaan keduanya hanyalah dalam hal biologis semata. Kodrat seorang perempuan adalah hamil, menstruasi, nifas, menyusui, sedangkan laki-laki tidak. Kalau biasanya banyak yang mengatakan bahwa perempuan itu kodratnya merawat anak, memasak, menyapu, mengurus rumah itu adalah hal yang keliru. Karena yang demikian itu namanya peran bukan kodrat. 

Soal peran itu bisa dibagi dan tidak boleh menjadikan salah satu lebih rendah dari yang lainnya. Pandangan yang keliru pun adalah menjauhi perempuan yang sedang haid dengan anggapan bahwa ia kotor. Jika menganggap perempuan lebih rendah dari laki-laki karena menjalankan fungsi biologisnya, maka dia juga sesungguhnya sedang menganggap rendah pemberian Allah. 

Hadist dari Sayyidah Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Bahwa perempuan itu adalah mitra (saudara) laki-laki.” (HR Abu Dawud). Hadist ini pun menjadi dasar prinsip kesetaraan antara laki-laki dan perempuan adalah mitra dalam kebaikan.

Hadist dari Abu Burdah, ayahnya Abu Musa Al-Asy’ari RA berkata: Rasulullah SAW bersabda, “siapapun laki-laki yang memiliki budak perempuan kemudian memberikan pengajaran atau Pendidikan kepada budak tersebut dengan sebaik-baiknya pendidikan kemudian memerdekakan dan kemudian menikahinya, maka bagi orang tersebut mendapatkan pahala yang berlipat” (HR.Imam Bukhori). Budak adalah orang yang lemah, tidak punya perlindungan. Mengapa harus dinikahi? Jadi pada masa itu pernikahan adalah satu-satunya instrumen untuk melindungi para budak. Salah satu dobrakan yang luar bisa (revolusioner) adalah ketika Islam datang yaitu Islam menyeru pada semua manusia untuk memberi penghargaan, perlindungan, dan memanusiakan perempuan. 

Jika dilihat pada zaman sekarang memang sudah tidak ada yang namanya budak, akan tetapi kita bisa menariknya dalam konteks yang relevan didalam kehidupan kita. Masih banyak kita melihat perempuan yang dalam situasi rentan entah karena kondisi ekonominya, atau karena rendahnya Pendidikan yang ia miliki, atau karena status sosialnya atau karena faktor lainnya yang kemudian ini memposisikan dirinya dalam kondisi yang rentan. Jika seorang laki-laki melihat hal ini dan kemudian menjalankan seperti yang tertera dalam uraian diatas, maka berhak baginya mendapatkan pahala yang berlipat dari Allah. 


*Pengurus Lazisnu Pati

 

 

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU PATI - Ilustrasi Menulis Kegiatan Menyenangkan.. Photo by lilartsy on Unsplash.

    Menulis, Kegiatan mengasyikkan

    • calendar_month Jum, 3 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 390
    • 0Komentar

    Saya sedang menjajaki dunia tulis menulis. Menulis kisah dan cerita yang  familiar terjadi disekitar kita. Meski terlihat lucu dan aneh. Namun tak apa, saya berusaha menuangkan apa yang terlintas dipikiran. Apa yang terdengar dan terlihat; supaya tak mengganjal dalam akal. Meskipun sederhana dan alakadarnya. Saya sangat menyadari karena memang tak ada basic disitu awalnya. Bisa […]

  • Ahmad Husain, Pimpin Pagar Nusa Winong

    Ahmad Husain, Pimpin Pagar Nusa Winong

    • calendar_month Rab, 22 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 457
    • 0Komentar

    Pati. Pagar Nusa. Pimpinan Anak Cabang Ikatan pencak Silat Nahdlatul Ulama (IPSNU) Pagar Nusa kecamatan Winong Pati mengadakan pemilihan ketua baru di di Aula MI Tarbiyatul  Islamiyah desa setempat Ahad (19/11/2017). Dalam acara bertajuk Konferensi Anak Cabang (konferancab) ini, Ahmad Husaini terpilih menjadi ketua baru PAC IPSNU Pagar Nusa Kecamatan Winong . Usai terpilih, Husaini […]

  • Suluk Maleman Kali ini Menemukan Cahaya di Tengah Gelap Zaman

    Suluk Maleman Kali ini Menemukan Cahaya di Tengah Gelap Zaman

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.917
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Suluk Maleman memasuki edisi 169 yang bertepatan ulang tahunnya yang ke -14, sengaja memilih tema ‘Timbang Mengutuki Kegelapan, Mending Menyuluhi Jalan’. Tema ini bukan hanya respon terhadap kondisi aktual peradaban global, tapi sekaligus mewakili konsistensi Suluk Maleman yang selama 14 tahun tanpa jeda terus menerus mengajak masyarakat untuk merenung tentang diri dan lingkangannya. […]

  • PWNU Jateng Bangun Balai Diklat 2,5 Hektar, Dorong Transformasi Digital Pendidikan

    PWNU Jateng Bangun Balai Diklat 2,5 Hektar, Dorong Transformasi Digital Pendidikan

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.866
    • 0Komentar

    ‎Semarang – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah meluncurkan program strategis “NU Peduli Pendidikan” sekaligus mengumumkan pembangunan Balai Diklat Pendidikan seluas 2,5 hektar di Karanganyar, Jawa Tengah. ‎ ‎Peluncuran ini berlangsung dalam acara Halalbihalal dan Launching Program NU Peduli Pendidikan PWNU Jawa Tengah pada Kamis (9/4/2026) yang berlangsung khidmat di MG Setos Hotel Semarang […]

  • MWCNU Jakenan Bersama Forkopimcam Sambut Hari Santri 2021 Dengan Manakiban

    MWCNU Jakenan Bersama Forkopimcam Sambut Hari Santri 2021 Dengan Manakiban

    • calendar_month Jum, 22 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 401
    • 0Komentar

      Ketua MWC NU Kayen, Aris Sutopo (kiri) didampingi Camat dan Kapolsek setempat JAKENAN – MWCNU Jakenan bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) gelar manakiban dan doa bersama dalam rangka menyambut peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021, Kamis malam (21/10). Acara yang dilangsungkan di  di Pendopo Kantor Kecamatan Jakenan, mulai pukul 19.30 WIB dihadiri […]

  • Menjaga Kekhusu’an Sholat

    Menjaga Kekhusu’an Sholat

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 545
    • 0Komentar

    Seorang yang khusyuk dalam menjalankan sholat, maka orang tersebut akan menemukan kenikmatan yang tak bisa diuraikan melalui kata-kata. Sebab hanya dia dan Allah sajalah yang mengetahui hal tersebut. Karena sholat mampu menyejukkan hati bagi mereka yang mencintai Allah dengan sungguh-sungguh dan menjahui segala laranganya. Yaitu bagi mereka ketika melakukan sholat dengan penuh ke khusyukan. Lebih dari […]

expand_less