Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mahasiswa Jogja Adakan Sarasehan Bahas Tasawuf Weton

Mahasiswa Jogja Adakan Sarasehan Bahas Tasawuf Weton

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 13 Des 2021
  • visibility 249
  • comment 0 komentar
Gus Luthfi Mustofa (paling kiri) semangat memberikan materi ‘Tasawuf Weton’ dibawah bendera Matan.

YOGYAKARTA – Mahasiswa Ahlut Thariqoh Al Mu’tabaroh an Nahdliyyah (MATAN) Yogyakarta menggelar Rotiban dan sarasehan di Selasar Masjid Kampus UIN Sunan Kalijaga Yigyakarta, Sabtu (11/12) lalu. 

Acaara bertajuk ‘Majelis Lidz-Dzikr Rotib al Haddad dan Sinau Bareng’ tersebut merupakan agenda rutin Matan. Tema yang diambil pun sangat beragam. Bukan hanya itu, para mahasiswa santri tersebut juga menghadirkan para pemateri yang menguasai bidang pembahasan. 

Dalam kesempatan Sabtu (11/12) lalu, rutinan Matan mengangkan tema yang cukup jarang dibahas dalam forum ilmiah. Dengan topik ‘Tasawuf Weton’, Gus Luthfi Musthofa yang didapuk sebagai pemantik, menjelaskan panjang lebar mengenai keterkaitan antara weton dan tasawuf. 

Pria asal Grobogan ini memulai orasinya dengan mengungkapkan moderasi islam. Hal ini sebagai pembuka agar ummat islam, khususnya mahasiswa bisa dengan bijak memaknai weton. 

“Sebagai ahlus sunnah wal jamaah, islam mengajarkan umatnya untuk berada di tengah-tengah (tawasuth). Tidak fanatik kanan maupun kiri. Termasuk dalam memahami ajaran weton, tidak ada paksaan dan tidak ada fanatisme didalamnya,” ungkap Gus Luthfi membuka diskusi. 

Dalam diskusi tersebut, dirinya menjelaskan secara rinci mengenai weton, neptu dan hal-hal yang berkaitan dengan keduanya. Setelah memaparkan materi yang cukup rumit tersebut  Gus Luthfi memaparkan bahwa weton adalah bukti ketelitian dan kecerdasan leluhur Nusantara, khususnya Jawa. 

“Weton dan neptu adalah akumulasi rumus-rumus kehidupan manusia alam semesta yang telah disusun sedemikian rupa oleh para leluhur dahulu kala dan dapat menjadi salah satu sarana memahami rambu-rambu kehidupan selanjutnya,” tuturnya. 

Gus Luthfi memungkasi diskusi dengan sebuah nasihat yang sangat bijak. Ia menyebut bahwa mengaitkan weton dengan akidah adalah sebuah kekeliruan.

“Weton hanyalah alat dan tidak ada hubungannya dengan aqidah sehingga tidak bisa disebut perbuatan syirik,” tutup dia.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Gabor Kozmon

    Ketika Ernest Hemingway “Berpuasa”

    • calendar_month Sen, 6 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Setiap tahun kaum muslim melakukan ibadah puasa wajib satu bulan penuh di bulan ramadhan. Bulan ramadhan memang bulan yang istimewa, bulan yang suasananya begitu berbeda. Kebersamaan dalam keluarga, kebersamaan dalam masyarakat begitu melekat. Misalnya, buka puasa bersama, tarawih bersama, dan sahur bersama. Dan, bulan puasa juga diawali dengan rame-rame hiruk-pikuk […]

  • PCNU- PATI Photo by Bayu Syaits

    Karena Anak-anak, Saya Bahagia

    • calendar_month Jum, 25 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Oleh: Inayatun Najikah Namanya kesedihan pasti teriringi kebahagiaan. Begitu sebaliknya. Pada saat saya sedang mengalami kekacauan batin, saat itu pula saya merasa sedih. Dada rasanya sakit, dan hanya air mata yang bisa saya keluarkan. Durasinya terkadang tak menentu. Untuk yang terakhir ini hampir dari pagi menjelang petang. Saya merasa capek dengan pilihan hidup yang saya […]

  • Video Joget-Joget dalam Haflah Akhirussanah Ternyata Bukan di Pati

    Video Joget-Joget dalam Haflah Akhirussanah Ternyata Bukan di Pati

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.218
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan adanya sekelompok perempuan mengenakan pakaian drumband yang tengah joget-joget di atas panggung dalam acara Haflah Akhirussanah. Dalam video itu dinarasikan bahwa drumband bermama Mahadewa pentas dalam acara Haflah Akhirussanah di Madrasah Diniyah I’anatut Thalibin Pati Jawa Tengah. Postingan tersebut menuai beragam tanggapan warganet. Sebab kostum […]

  • IPNU IPPNU Juwana Gandeng Kiai Dalang Adakan Ngaji Budaya

    IPNU IPPNU Juwana Gandeng Kiai Dalang Adakan Ngaji Budaya

    • calendar_month Jum, 12 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 231
    • 0Komentar

      KH. Ilham Supriyanto sedang mengisi ngaji budaya di Juwana dengan gaya uniknya, yaitu dakwah menggunakan wayang JUWANA- Hari Pahlawan menjadi momen bersejarah bagi Bangsa Indonesia. 10 November diperingati sebagai bentuk rasa hormat atas jasa para Pahlawan yang telah gugur dan berkorban demi Negara. Inilah yang disampaikan oleh KH  Ilham Supriyanto, ketu LDNU Pati.  ungkapan […]

  • PKD PMII, Mabincab : Selalu Bergerak!

    PKD PMII, Mabincab : Selalu Bergerak!

    • calendar_month Sab, 24 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Drs. H. Ahmad Farid, M.Ag saat memberikan sambutan secara virtual atas nama Mabincab PC PMII Pati dalam acara Pelatihan Kader Dasar (PKD) dan Launching Kepengurusan PC PMII Pati Masa Khidmat 2021-2022 pada hari Kamis (22/07). PATI-Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Pati melaksanakan Pelatihan Kader Dasar (PKD) dan Launching Kepengurusan PC PMII Pati […]

  • Persipa Pati Launching Tim dengan Berselawat Bareng Rijalul Ansor

    Persipa Pati Launching Tim dengan Berselawat Bareng Rijalul Ansor

    • calendar_month Sab, 16 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Persipa Pati secara resmi mengenalkan skuat tim dan jersey baru untuk mengarungi Liga 2 Indonesia musim 2023/2024.  Peluncuran tim dan jersey yang berlangsung di Gedung Olah Raga (GOR) Pesantenan pada Jumat (15/9/2023) malam itu dikemas dalam acara “Persipa Bersholawat”. Dalam selawatan ini managemen Persipa menghadirkan Habib Abdillah Alaydrus dan Gus Abdul Warits, dengan […]

expand_less