Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mahasiswa Jogja Adakan Sarasehan Bahas Tasawuf Weton

Mahasiswa Jogja Adakan Sarasehan Bahas Tasawuf Weton

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 13 Des 2021
  • visibility 399
  • comment 0 komentar
Gus Luthfi Mustofa (paling kiri) semangat memberikan materi ‘Tasawuf Weton’ dibawah bendera Matan.

YOGYAKARTA – Mahasiswa Ahlut Thariqoh Al Mu’tabaroh an Nahdliyyah (MATAN) Yogyakarta menggelar Rotiban dan sarasehan di Selasar Masjid Kampus UIN Sunan Kalijaga Yigyakarta, Sabtu (11/12) lalu. 

Acaara bertajuk ‘Majelis Lidz-Dzikr Rotib al Haddad dan Sinau Bareng’ tersebut merupakan agenda rutin Matan. Tema yang diambil pun sangat beragam. Bukan hanya itu, para mahasiswa santri tersebut juga menghadirkan para pemateri yang menguasai bidang pembahasan. 

Dalam kesempatan Sabtu (11/12) lalu, rutinan Matan mengangkan tema yang cukup jarang dibahas dalam forum ilmiah. Dengan topik ‘Tasawuf Weton’, Gus Luthfi Musthofa yang didapuk sebagai pemantik, menjelaskan panjang lebar mengenai keterkaitan antara weton dan tasawuf. 

Pria asal Grobogan ini memulai orasinya dengan mengungkapkan moderasi islam. Hal ini sebagai pembuka agar ummat islam, khususnya mahasiswa bisa dengan bijak memaknai weton. 

“Sebagai ahlus sunnah wal jamaah, islam mengajarkan umatnya untuk berada di tengah-tengah (tawasuth). Tidak fanatik kanan maupun kiri. Termasuk dalam memahami ajaran weton, tidak ada paksaan dan tidak ada fanatisme didalamnya,” ungkap Gus Luthfi membuka diskusi. 

Dalam diskusi tersebut, dirinya menjelaskan secara rinci mengenai weton, neptu dan hal-hal yang berkaitan dengan keduanya. Setelah memaparkan materi yang cukup rumit tersebut  Gus Luthfi memaparkan bahwa weton adalah bukti ketelitian dan kecerdasan leluhur Nusantara, khususnya Jawa. 

“Weton dan neptu adalah akumulasi rumus-rumus kehidupan manusia alam semesta yang telah disusun sedemikian rupa oleh para leluhur dahulu kala dan dapat menjadi salah satu sarana memahami rambu-rambu kehidupan selanjutnya,” tuturnya. 

Gus Luthfi memungkasi diskusi dengan sebuah nasihat yang sangat bijak. Ia menyebut bahwa mengaitkan weton dengan akidah adalah sebuah kekeliruan.

“Weton hanyalah alat dan tidak ada hubungannya dengan aqidah sehingga tidak bisa disebut perbuatan syirik,” tutup dia.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Irene Bersani

    Jodoh Buat Bu Bidan Cantik

    • calendar_month Ming, 15 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Chapter 3 ———————— “Bayinya kejang,” ujar Bidan Eko lirih. “Kejang?” pasang mata Shanaya seketika membola. Ia merasa setiap tetes darahnya tersedot surut ke hulu jantung. Ini ilmu baru lagi baginya—bahwa tanda bayi kejang adalah ketika tangannya reflek bergerak dengan palpebra berkedip cepat. Mulutnya langsung terkatup rapat begitu Bidan Eko meletakkan telunjuknya […]

  • PCNU-PATI

    MI Al Ma’arif Parakan Kauman ikuti Wisuda Tahfidzil Qur’an

    • calendar_month Sel, 21 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 559
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-PARAKAN-MI Al Ma’arif Parakan Kauman mewisuda 38  siswa yang telah berhasil menyelesaikan hafalan juz 30  dan juz 29. Dari 38 siswa tersebut 35 siswa diantaranya telah menyelesaikan hafalan juz 30 dan 3 siswa  sdh menyelesaikan hafalan juz 29- 30. Sebelum diwisuda siswa- siswa tersebut telah mengikuti uji publik tahfidz  oleh JQH NU  Kab. Temanggung dan dinyatakan […]

  • Halal Bihalal Akbar, NU dan Muhamadiyyah

    Halal Bihalal Akbar, NU dan Muhamadiyyah

    • calendar_month Jum, 26 Agu 2016
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Pati. NU dan Muhammadiyah sudah lama berada di kabupaten Pati, kedua ormas adalah organisasi terbesar di Pati.  Pada kesempatan ini mengadakan  acara akbar halal bihalal bersama di Pendopo Kabupaten Pati dengan tema, Penanggulang Radikalisme dan Terorisme menuju Pati yang Damai(5/8) kemarin. Perpedaan akan terus ada apabila kita tonjolkan, akan tetapi untuk amar ma’ruf nahi mungkar […]

  • Kapolres Baru Sowani Ulama-Ulama NU

    Kapolres Baru Sowani Ulama-Ulama NU

    • calendar_month Jum, 16 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Sambangan AKBP Christian Tobing, SIK, MH.M.Si, Kapolres Baru Pati di rumah K. Yusuf Hasyim (Ketua PCNU Pati)  WINONG-Kapolres Pati AKBP Christian Tobing, SIK, MH.M.Si mengunjungi kediaman ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim, Rabu (14/7). Dalam sambangannya tersebut, Kapolres baru ini mendiskusikan beberapa hal.  Selain memperkenalkan diri sebagai pejabat baru di lingkungan Polres Pati AKBP Christian Tobing […]

  • Selapanan Ansor Trangkil, Irham Shodiq : Banser Harus Gemuk

    Selapanan Ansor Trangkil, Irham Shodiq : Banser Harus Gemuk

    • calendar_month Sel, 7 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 477
    • 0Komentar

    Kehangatan ditengah acara Selapanan Ansor Trangkil Senin (6/12) kemarin  TRANGKIL – Senin (06/12), PAC GP Ansor Trangkil menyelenggarakan ‘Selapanan Ansor Banser dan Koordinasi Ranting’ yang berada di Masjid Istiqomah, Desa Pasucen. Acara itu dimulai pukul 19.30 WIB dan dihadiri para Kader GP Ansor dan Satkoryon Banser Trangkil. Agenda ini juga dihadiri oleh Irham Shodiq, wakil […]

  • Peringati Maulid dan HSN, dari Sunatan Massal sampai Mobil Layanan Ummat

    Peringati Maulid dan HSN, dari Sunatan Massal sampai Mobil Layanan Ummat

    • calendar_month Sen, 25 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim (tengah) melaunching mobil layanan ummat MWC NU Margoyoso MARGOYOSO – Beragam cara dijalankan oleh warga NU dalam memperingati hati santri tahun ini. Salah satunya yang dilakukan oleh MWC NU Margoyoso.  K. Samuin Wage, ketua MWC NU Margoyoso menegaskan bahwa pihaknya disibukkan dengan beragam kegiatan dalam peringatan hari santri dan […]

expand_less