SDN Sokopuluhan 01 Pucakwangi Gelar Lomba Unik Gantikan Tradisi Pemberian Hadiah Guru
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 25 Nov 2025
- visibility 5.491
- comment 0 komentar

SDN Sokopuluhan 01 Pucakwangi Gelar Lomba Unik Gantikan Tradisi Pemberian Hadiah Guru
Pcnupati.or.id- Ada suasana berbeda dalam peringatan Hari Guru Nasional di SDN Sokopuluhan 01, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, tahun ini. Jika biasanya siswa berlomba memberikan hadiah kepada para guru, maka tahun ini pihak sekolah secara tegas melarang adanya pemberian hadiah apa pun.
Kebijakan ini diambil untuk menanamkan nilai bahwa guru tidak membutuhkan hadiah mahal, melainkan sikap santun dan usaha sungguh-sungguh siswa dalam meraih prestasi.
Wakil Kepala SDN Sokopuluhan 01, Sodiqul Naim, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan arahan langsung dari Kepala Sekolah.
“Kami ingin peringatan Hari Guru membawa manfaat. Bukan justru merepotkan orang tua dengan hadiah-hadiah untuk guru. Hadiah terbaik bagi kami adalah akhlak santun dan semangat belajar para siswa,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).

SDN Sokopuluhan 01 Pucakwangi Gelar Lomba Unik Gantikan Tradisi Pemberian Hadiah Guru
Sebagai pengganti tradisi pemberian hadiah, sekolah justru menggelar berbagai lomba unik. Untuk kelas 1, 2, dan 3, diselenggarakan lomba melipat baju serta memakai sepatu, yang bertujuan melatih kemandirian siswa. Sementara itu, untuk kelas tinggi 4, 5, dan 6, ada lomba deklamasi puisi bertema guru hasil karya siswa serta menyanyikan lagu nasional lengkap dengan koreografi.
Pelaksanaan lomba dilakukan di masing-masing kelas dengan pendampingan para juri, sementara lingkungan sekolah menjadi pusat kegiatan peringatan. Menariknya, justru para pemenang lomba lah yang mendapatkan hadiah dari sekolah, bukan sebaliknya.
Dalam upacara peringatan Hari Guru, Pembina Upacara Miftahur Rohim menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya menghormati guru sebagaimana diajarkan dalam Kitab Ta’lim al-Muta’allim. Ia mencontohkan adab sederhana seperti menyapa ketika bertemu guru di jalan sebagai bentuk penghormatan. Rohim juga mengajak seluruh peserta upacara untuk mendoakan guru-guru yang telah wafat, termasuk para pendiri dan pengajar terdahulu di SDN Sokopuluhan 01.
“Menghormati guru bukan dengan hadiah, tetapi dengan disiplin, akhlak yang baik, dan kesantunan. Itulah hadiah tak ternilai bagi kami,” tegas pria yang merupakan anggota Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Pati ini.
Peringatan Hari Guru Nasional di SDN Sokopuluhan 01 tahun ini pun berjalan penuh makna. Tanpa ramai hadiah dari siswa, namun sarat nilai pendidikan, kemandirian, dan penghormatan yang sejati kepada para pendidik.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar