Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kekuatan Berbicara: Seni Menyampaikan dengan Bijak

Kekuatan Berbicara: Seni Menyampaikan dengan Bijak

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
  • visibility 725
  • comment 0 komentar

 

Berbicara adalah salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting, selain menyimak, membaca, dan menulis. Keempatnya ibarat empat pilar komunikasi yang efektif. Namun, berbicara memiliki peran khusus karena merupakan cara kita menyampaikan ide, gagasan, dan informasi secara langsung kepada orang lain. Ketika kita berbicara tanpa pikir panjang, risiko kesalahpahaman pun muncul, yang bisa menimbulkan masalah tak terduga.

Keterampilan berbicara yang baik bukan hanya penting bagi kita secara pribadi, tetapi jauh lebih krusial bagi tokoh-tokoh publik. Mereka yang berada di panggung publik harus mampu berbicara dengan jelas, cermat, dan bertanggung jawab. Sebab, setiap kata yang keluar dari mulut mereka bisa memengaruhi banyak orang, baik secara positif maupun negatif. Bicara asal-asalan oleh seorang tokoh publik bukan hanya berpotensi menimbulkan kekacauan dan kesalahpahaman, tetapi juga bisa melukai perasaan masyarakat luas.

Sebagai contoh, pernah ada seorang tokoh publik yang mengusulkan kebijakan sekolah lima hari dalam seminggu agar jadwal libur siswa sesuai dengan orang tua, yakni Sabtu dan Minggu. Secara sekilas, ide ini terdengar masuk akal. Namun, jika ditelusuri lebih jauh, siapa sebenarnya masyarakat yang dimaksud? Apakah seluruh masyarakat mengikuti pola libur Sabtu-Minggu? Faktanya, mayoritas warga di daerah tersebut adalah petani, nelayan, pedagang, dan buruh pabrik yang memiliki jadwal libur berbeda-beda. Jadi, kebijakan tersebut bisa jadi tidak relevan dan justru menyulitkan banyak pihak.

Dari situ kita belajar bahwa berbicara tidak bisa asal-asalan. Setiap pernyataan, apalagi dari tokoh publik, harus didasarkan pada fakta dan realita, bukan hanya sekadar kata-kata tanpa dasar. Dengan begitu, komunikasi bisa berjalan lancar, pesan tersampaikan dengan tepat, dan masyarakat pun tidak salah paham. Intinya, berbicara adalah seni yang harus diasah dan dijalani dengan penuh tanggung jawab.

Arif Khilwa
Ketua Lesbumi Pati/Penghuni Gandrung Sastra

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Ideologi Islam dan Utopia

    • calendar_month Ming, 27 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 509
    • 0Komentar

    Buku ini adalah karya ilmiah pelopor dari titik pandang empiris sekalligus teoretis. Sejauh pengetahuan saya, inilah upaya sistematis pertama untuk menafsirkan pemikiran politik Muslim Indonesia selama periode waktu yang panjang, sejak pertengahan 1940-an sampai sekarang, dan yang pertama kali berusaha mengembangkan model teoretis pemikiran itu dengan mengategorikan arus-arus pemikiran politik yang berbeda-beda menurut tujuan politik […]

  • Takjil, Pencitraan, dan Tren Konten Kreator

    Takjil, Pencitraan, dan Tren Konten Kreator

    • calendar_month Kam, 13 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 529
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Tren pencitraan, sekadar membuat konten telah menjamur di masyarakat kita. Saking jengkelnya ketika ada orang melakukan apapun “halah itu cuma konten”. Apatisme inilah yang harus diperhatikan di bulan Ramadan. Sebab, Ramadan seharusnya membawa berkah dan semangat untuk meningkatkan ibadah. Namun, di era media sosial ini, Ramadan juga menjadi panggung bagi berbagai fenomena, […]

  • RMI PCNU Pati Gelar Dialog Interaktif untuk Wujudkan Kemandirian Pesantren

    RMI PCNU Pati Gelar Dialog Interaktif untuk Wujudkan Kemandirian Pesantren

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 553
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Dalam rangka mewujudkan kemandirian pesantren, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) bersama Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Pati  menggelar dialog interaktif dengan mengundang ratusan pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Pati. Kegiatan bertajuk “Pengembangan UMKM Santri untuk Pesantren Mandiri” ini diadakan di Gedung PCNU Pati, Selasa (18/2/2/2025). Ketua RMI PCNU Pati, […]

  • PCNU PATI

    Nikmat yang Terlupakan

    • calendar_month Sen, 23 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 461
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Siang ini, suasana rumah sakit mulai ramai, berbeda dengan pagi tadi. Saya sedang menemani anak saya yang bungsu, yang kini terbaring lemah di tempat tidur. Tidak ada yang lebih berat bagi seorang orang tua selain melihat anaknya sakit. Saya duduk di sampingnya, memperhatikan wajahnya yang tampak pucat, berharap ia segera […]

  • PCNU-PATI Photo by sogard

    Pohon Durian dan Kupu-Kupu

    • calendar_month Sen, 5 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 693
    • 0Komentar

    Oleh: M. Iqbal Dawami Sore itu, sembari menunggu azan ashar, aku duduk di saung yang letaknya di kebun kantor tempatku bekerja. Di depan saung ada pohon durian. Pohon yang dari hari ke hari, minggu ke minggu, dan bulan ke bulan, tidak ada pertumbuhan yang berarti. Aku tidak tahu bagaimana teorinya, mengapa pohon durian itu tidak […]

  • Siapa Tidak Menyayangi ,Tidak Akan disayang

    Siapa Tidak Menyayangi ,Tidak Akan disayang

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 660
    • 0Komentar

    الحمد لله رب العالمين، الذي يُحمَد على أنه الغنيّ الحميد، إذ له مَحْمدةٌ على كل ما سواه، الغني الكامل غِناه، العالي قبل أن يخلق سَماه، على أن من حكمته خلَقَ الخلق ليعرّفهم على جلاله وجماله وكماله، على مراتبٍ روحية ومراتبٍ عقلية بعموميةٍ وخصوصيةٍ أزلية. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له لا […]

expand_less