Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kapan Terjadinya Lailatul Qadar?

Kapan Terjadinya Lailatul Qadar?

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 24 Mar 2025
  • visibility 557
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

Soal Lailatulqadar atau Lailatul Qadar, telah saya tulis sejak dulu. Dimulai dari Lailatul Qadar Momentum Perubahan (2013), Membongkar Matematika Lailatul Qadar (2018), dan Misteri Lailatul Qadar (2024). Namun, saya masih penasaran dan belum benar-benar merasakan dan mengetahui terjadinya Lailatul Qadar.

Dalam berbagai kesempatan kita pasti sudah paham bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Lailatul Qadar menjadi salah satu malam yang sangat dinantikan oleh umat Islam di bulan Ramadan. Keistimewaannya yang luar biasa membuatnya menjadi momen yang sangat penting bagi setiap Muslim. Malam ini memberikan kesempatan emas untuk memperoleh ampunan Allah, mendapatkan pahala yang berlipat ganda, dan merasakan kedekatan dengan Sang Pencipta.

Namun, banyak yang bertanya-tanya, kapan sebenarnya Lailatul Qadar itu terjadi? Bagaimana kita bisa memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya?

Lailatul Qadar disebutkan dalam Al-Qur’an dengan sangat istimewa dalam surat Al-Qadar (QS. 97:1-5). Allah berfirman:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadar: 1-3)

Malam Lailatul Qadar memiliki banyak keutamaan. Pahala yang diterima pada malam itu jauh lebih besar daripada amal yang dilakukan selama seribu bulan. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk berusaha menghidupkan malam ini dengan ibadah, doa, dan permohonan kepada Allah.

 Kapan Terjadinya Lailatul Qadar?

Meskipun tidak ada yang tahu dengan pasti kapan Lailatul Qadar terjadi, Nabi Muhammad SAW memberikan petunjuk yang sangat jelas mengenai malam tersebut. Dalam beberapa hadis, beliau menyebutkan bahwa Lailatul Qadar kemungkinan besar terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil (21, 23, 25, 27, atau 29). Rasulullah SAW bersabda: “Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dengan demikian, malam Lailatul Qadar bisa terjadi pada salah satu malam dari lima malam ganjil dalam sepuluh malam terakhir Ramadan. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan diri dengan beribadah secara sungguh-sungguh sepanjang sepuluh malam terakhir ini, karena malam yang penuh keberkahan itu bisa datang kapan saja.

Menghidupkan Lailatul Qadar

Lailatul Qadar adalah malam yang penuh rahmat dan ampunan, dan kita memiliki kesempatan untuk mendapatkan semua itu dengan menghidupkannya dengan ibadah. Bagaimana cara kita bisa menghidupkan Lailatul Qadar dan meraih segala keberkahan yang ada di malam yang istimewa itu?

Pertama, salat malam (tahajud). Salah satu amalan utama yang bisa dilakukan pada malam Lailatul Qadar adalah salat malam, atau tahajud. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang mendirikan salat pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Salat tahajud merupakan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampunan, dan berdoa dengan penuh harapan. Setiap rakaat yang dilakukan dengan ikhlas dan khusyuk di malam itu akan mendapatkan pahala yang luar biasa.

Kedua, memperbanyak doa dan permohonan. Selain salat malam, memperbanyak doa pada malam Lailatul Qadar adalah cara lain untuk meraih keberkahan malam tersebut. Rasulullah SAW mengajarkan doa yang sangat istimewa untuk dibaca pada malam ini: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, lagi Maha Mulia, maka ampunilah aku.” (HR. Tirmidzi).

Doa ini mengandung permohonan agar Allah mengampuni dosa-dosa kita dan memberikan rahmat-Nya yang besar. Kita juga dapat memanjatkan doa-doa lain, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun umat Islam di seluruh dunia.

Ketiga, membaca Al-Qur’an. Ramadan adalah bulan Al-Qur’an, dan di malam Lailatul Qadar, membaca Al-Qur’an akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Kita harus berusaha untuk memperbanyak bacaan Al-Qur’an, baik di siang hari maupun malam hari. Membaca Al-Qur’an dengan penuh pemahaman dan khusyuk adalah salah satu bentuk ibadah yang paling utama, dan akan mendekatkan kita kepada Allah.

Keempat, sedekah dan berbuat kebaikan. Tidak hanya ibadah dalam bentuk salat dan doa, tetapi sedekah dan perbuatan baik lainnya juga sangat dianjurkan di malam Lailatul Qadar. Membantu orang lain, memberi makan orang yang membutuhkan, atau berbuat baik dalam bentuk lainnya akan mendatangkan pahala yang besar. Sebagaimana dalam hadis, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa setiap amal kebaikan di bulan Ramadan dilipatgandakan pahalanya.

Lailatul Qadar adalah anugerah yang sangat besar dari Allah bagi umat Islam. Untuk itu, kita harus menghadapi malam tersebut dengan penuh keseriusan. Jangan sampai kesempatan emas ini berlalu begitu saja tanpa kita memanfaatkannya dengan ibadah yang maksimal.

Untuk menghidupkan Lailatul Qadar, kita harus mempersiapkan diri dengan meningkatkan kualitas ibadah kita. Ramadan adalah bulan untuk memperbaiki diri, untuk memperbanyak amal shalih, dan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Setiap malam di sepuluh malam terakhir adalah peluang yang berharga. Jangan sia-siakan waktu tersebut. Mari berusaha agar kita bisa merasakan keberkahan Lailatul Qadar dan mendapat ampunan dari Allah.

Selain beribadah sendiri, mari ajak keluarga, teman, dan orang-orang di sekitar kita untuk bersama-sama menghidupkan malam Lailatul Qadar. Ingat, tidak ada yang tahu kapan malam tersebut akan datang, namun kita bisa memaksimalkan setiap malam dengan beribadah dengan penuh kesungguhan. Semoga Allah memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua untuk menghidupkan Lailatul Qadar dengan ibadah yang penuh keikhlasan dan berharap rahmat-Nya.

Semoga kita semua dapat meraih Lailatul Qadar, malam yang penuh berkah, dan mendapatkan ampunan serta rahmat dari Allah Swt.

Apakah Anda sudah menemukan dan mendapatkan Lailatul Qadar? Tolong beri tahu saya!

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education terindeks Scopus Q1 (2023-sekarang), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usung Tema Keraton Mawaskan, OSIM MA Walisongo Kayen Gelar Pesta Demokrasi

    Usung Tema Keraton Mawaskan, OSIM MA Walisongo Kayen Gelar Pesta Demokrasi

    • calendar_month Kam, 27 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 468
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MA Walisongo Kayen mengadakan pemilihan ketua, Kamis (27/10/2022). Kegiatan yang dilangsungkan di halaman Madrasah Aliyah Walisongo Kayen ini mengusung tema “Keraton Mawaska”. Acara dimulai dengan apel pembukaan yang dipimpin oleh Kepala MA Walisongo Kayen, Sunoto, M. Ag. Dalam kesempatan itu, Kepala Madrasah Sunoto menyampaikan bahwa selalu ada suka […]

  • PCNU-PATI

    Berbuka dengan Teman Karib; Lupa Hal Wajib

    • calendar_month Rab, 5 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 508
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Lusa kemarin, saya dapat pesan whatsapp dari teman karib yang inti dari isi pesan tersebut adalah mengajak saya untuk berbuka bersama sekaligus bercuap-cuap. Membahas hal-hal tak terlalu penting atau pun sedikit gerundel perihal parodi yang ada di Senayan akhir bulan lalu; yaitu satu orang melawan segerombolan. Namanya teman karib tentu […]

  • Ranting NU Tondomulyo Jakenan Gelar Musyawarah Ranting

    Ranting NU Tondomulyo Jakenan Gelar Musyawarah Ranting

    • calendar_month Rab, 4 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 552
    • 0Komentar

    JAKENAN – Ranting NU Desa Tondomulyo Kecamatan Jakenan menggelar Musyawarah Ranting, Rabu (04/09) malam ini. Musyawarah Ranting ini dilaksanakan untuk memilih Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) masa khidmat 2019-2024. Forum tertinggi di tingkat ranting tersebut digelar di Masjid Al Fadlillah Tondomulyo. Tampak hadir diantaranya adalah Kepala Desa Tondomulyo, Umbar dan tokoh-tokoh masyarakat, serta perwakilan dari […]

  • Bisa Langsung Kerja Gaji di Atas UMR, LP Ma'arif NU Jateng Perpanjang Pendaftaran Pelatihan Mandarin Pra-Kerja

    Bisa Langsung Kerja Gaji di Atas UMR, LP Ma’arif NU Jateng Perpanjang Pendaftaran Pelatihan Mandarin Pra-Kerja

    • calendar_month Sab, 1 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.310
    • 0Komentar

    SEMARANG – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah melalui LP Ma’arif NU PWNU Jateng bekerja sama dengan Belt & Road Chinese Center (BRCC) Indonesia resmi mengumumkan pelaksanaan Program Pelatihan Mandarin Pra-Kerja Tahap I. Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan bahasa Mandarin guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja profesional. Kegiatan ini akan dipusatkan di […]

  • PCNU- PATI Photo by ilya

    Pendidikan dan Tantangan di Era Digital

    • calendar_month Sel, 21 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Oleh: Miftahus Salam Tantangan pendidikan semakin meningkat di era digital. Perkembangan teknologi dan Informasi yang semakin pesat membuat siswa dengan mudah mengakses informasi apapun dari belahan dunia manapun dengan sangat cepat. Perlu filterisasi yang ketat agar tidak mendapatkan informasi yang kurang tepat. Maka pengawasan yang ketat serta kebijakan yang tepat perlu ditekankan agar peserta didik […]

  • Momen Kemerdekaan, Banser Wedarijaksa Ziarahi Makam Syeh Syadzili

    Momen Kemerdekaan, Banser Wedarijaksa Ziarahi Makam Syeh Syadzili

    • calendar_month Kam, 19 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 482
    • 0Komentar

    Aksi Banser Satkoryon Wedarijaksa di Air Terjun Rejenu paska ziarah di makam Syeh Syadzili dan melakukan pengibaran bendera di sana WEDARIJAKSA-Tepat tanggal 17 Agustus kemarin Banser Satkoryon Wedarijaksa melakukan perjalanan ke Muria. Tujuan mereka adalah makam Syeh Syadzili.  Kegiatan ini diikuti hampir seluruh anggota Banser Wedarijaksa. Andis Qomarudin, sesepuh Banser terjun sendiri mengawal kegiatan ini.  […]

expand_less