Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Buka Diklat Kamad Ma’arif Jateng, Prof. Ali Ramdhani Analogikan Pemimpin Sebagai Jantung

Buka Diklat Kamad Ma’arif Jateng, Prof. Ali Ramdhani Analogikan Pemimpin Sebagai Jantung

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 11 Mar 2025
  • visibility 226
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id Semarang* – Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenag RI, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., M.T. menganalogikan pemimpin sebagai organ jantung dalam tubuh, hal tersebut ia sampaikan saat membuka Diklat Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah Tahap 1 Tahun 2025 di Balai Diklat Keagamaan Semarang, Banyumanik, Senin (10/3/2025).

Menurutnya, organ jantung berfungsi untuk memompa darah ke seluruh organ lain dalam tubuh. “Jantung memompa darah agar ujung kaki kebagian oksigen, agar masing-masing organ berfungsi,” tegas kang Dani, sapaan akrab Muhammad Ali Ramdhani.

Konsekuensi jantung sebagai penyuplai darah, maka ia mendapatkan kenyamanan berada dalam lindungan tubuh, begitu juga seorang pemimpin mendapat kemuliaan tak lain karena fungsinya sebagai pelayan umat.

“Pemimpin adalah pelayan umatnya, bahwa posisinya di tengah dan dilindungi tulang, karena pada dasarnya dia khodimul umat, mulia karena ibu bapak melayani umat,” tandasnya.

Ketua LP Ma’arif NU PBNU tersebut menambahkan, Kepala Madrasah (Kamad) yang baik juga harus fast atau cepat dalam segala hal. “Kepala madrasah menjadi lokomotif pergerakan yang cepat, dalam istilah Bahasa Inggrisnya fast,” sambungya.

Selain itu, menurut Kang Dani, Kamad harus memiliki ‘FAST’ yang diakronimkan sebagai fathanah, amanah, shiddiq dan tabligh. “Fatonah adalah kecerdasan yang baik, kecerdasan emosional, berpikir tak hanya dengan otak tapi dengan hati,” tukas Kang Dani.

Sedangkan amanah menurutnya melaksanakan tugas sampai tuntas dengan penuh tanggung jawab, sidiq yaitu jujur, dan tabligh menyampaikan sesuatu hal yg baik dalam bingkai yang kurang baik, bikin orang tersinggung.

“Kata kuncinya Kamad bagaimana dia melayani dengan baik,” pungkas Kang Dani.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PWNU jawa Tengah, KH. Abdul Ghaffar Rozin, M.Ed. berpesan agar Kamad memberi perhatian khusus pada kurikulum keaswajaan, pihaknya miris dengan data minimnya pengetahuan generasi muda tentang NU.

“Hampir 60 persen warga Indonesia mengaku NU, namun hanya 8 persen anak-anak dibawah 20 tahun yang mengenal NU,” tegasnya.

Gus Rozin juga telah membuktikan sendiri, indikasi pengenalan belum sempurnanya pengetahuan anak-anak terkait NU. Ketika di kantor PWNU Jateng anak-anak berkumpul dan diberikan pertanyaan kuis, rata-rata tak bisa menjawab. “Saat kuis, siapa Mbah Hasyim? mereka tidak bisa menjawab, siapa Rois aam tidak bisa menjawab,” tambahnya.

Ketua LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah, Fakhrudin Karmani menjelaskan, Diklat Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah Tahap 1 Tahun 2025 yang bekerjasama dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang ini bertujuan untuk menghasilkan pemimpin madrasah yang berintegritas, berkompeten, dan berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan di madrasah.

“Dengan kepemimpinan yang baik, diharapkan semua madrasah dapat memberikan kontribusi yang positif dalam pengembangan potensi siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas,” ujar Fakhrudin.

Dijelaskannya, peserta diklat yang akan berlangsung selama lima hari, mulai Senin-Jumat (10-14 Maret 2025) ini berjumlah 236 kepala madrasah, terdiri dari 30 kepala MA, 126 kepala MI, dan 80 kepala MTs. Dari jumlah tersebut, terdapat 62 peserta berstatus PNS dan 178 non-PNS.

Mengingat tingginya animo kamad yang ingin mengikuti diklat, pihaknya akan membuka diklat yang sama tahun ini. “Insya Allah akan kita buka tahap kedua,” tukasnya

Hadir dalam diklat yang dirangkai dengan penandatanganan kesepakatan antara LP Ma’arif NU PWNU Jateng dengan BDK Semarang tersebut, Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Dr. H. Saiful Mujab, M.A, Kepala Balai Diklat Keagamaan Semarang, Dr. H. Muchammad Toha, S.Ag., M.Si dan Kepala Balai Litbang Agama Semarang, H. Moch. Muhaemin., S.Ag.,MM.

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menengok Vonis Harvey Moeis dan Viralnya Ceramah KH Zainuddin MZ

    Menengok Vonis Harvey Moeis dan Viralnya Ceramah KH Zainuddin MZ

    • calendar_month Sel, 7 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Oleh: Umar Hanafi Pati – Belakangan ini publik Indonesia gemas dengan vonis terdakwa korupsi tambang timah Bangka Belitung, Harvey Moeis. Edan saja, dengan kerugian negara mencapai Rp 300 triliun, suami aktris cantik Sandra Dewi itu hanya divonis 6,5 tahun penjara. Vonis Harvey Moeis menyayat rasa keadilan masyarakat.  Publik pun membanding-bandingkan dengan vonis kasus pidana lainnya. […]

  • 20 Guru Ma`arif dan Ustadz Ikuti Program English Capacity Building for Educators di Pare

    20 Guru Ma`arif dan Ustadz Ikuti Program English Capacity Building for Educators di Pare

    • calendar_month Rab, 20 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Semarang – Program English Capacity Building for Nahdliyin Educators resmi diluncurkan dan pada 15 November 2024 oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU dan RMI NU Jawa Tengah. Program dan mengirimkan 20 guru untuk mendapatkan pembimbingan di Pare di Camp Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima Semarang. Semua Peserta sudah […]

  • PCNU-PATI

    Pesantren sebagai Center of  Parenting Anak

    • calendar_month Sab, 15 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Dari dulu sampai sekarang pondok pesantren (ponpes) identik disebut sebagai pendidikan keagamaan. Karena dalam kegiatan sehari-hari muatan kitab kuning selalu diberikan kepada para santri. Sehingga ponpes disebut sebagai pendidikan kultural yang masih eksis dalam membina karakter santri. Di dalam ponpes para santri pada umumnya akan mendapatkan pola asuh (parenting) yang diampu langsung […]

  • PCNU-PATI

    PAC IPNU IPPNU se-Kawedanan Juwana Kompak Rayakan Harlah Bersama

    • calendar_month Sen, 6 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- TRANGKIL – PAC IPNU IPPNU se-Kawedanan Juwana, meliputi Trangkil, Wedarijaksa, Juwana, dan Batangan kompak mengadakan peringatan Harlah IPNU ke-69 dan Harlah IPPNU ke-68 bersama. Kegiatan dipusatkan di Pondok Tahfidz Darul Hikmah Usmaniyyah Kertomulyo, Trangkil, Pati, pada Minggu (5/3/2023). Acara dimulai dengan pemotongan tumpeng dan sarasehan bersama alumni pada siang hingga sore hari. Kemudian dilanjut […]

  • Twibon Harlah Fatayat NU Ke 71

    Twibon Harlah Fatayat NU Ke 71

    • calendar_month Kam, 25 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 211
    • 0Komentar

       Meriahkan harlah Fatayat NU Pati Ke 71 dengan Twibons Klik Linik       https://twb.nz/hutfatayatnuke71 Cara Memasang Foto Di Frame Twibons Harlah Fatayat NU Ke 71 1. Klik Link https://twb.nz/hutfatayatnuke71 2. Klik Pilih Foto 3. Atur Foto dengan cara menyentuh foto dan klik Pungkas  4. Klik Unduh untuk mendowload hasil twibons 5. Twibons sudah jadi

  • PCNU-PATI

    3 Tips Siap Siaga Bencana

    • calendar_month Sel, 10 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Oleh : Angga Saputra Puluhan desa di Kabupaten Pati hingga saat ini masih tergenang banjir. Bahkan aktivitas warga menjadi tersendat. Sejumlah desa juga mengalami kelumpuhan akses. Sebab jalan utama terendam banjir. Banyak masyarakat yang terdampak banjir menggunakan sampan atau pohon pisang rakitan sebagai sarana transportasi darurat ketika beraktivitas di luar rumah. Rangkaian bencana alam yang […]

expand_less