Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gengsi Makan Siang Gratis, Pendidikan Meringis

Gengsi Makan Siang Gratis, Pendidikan Meringis

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 14 Feb 2025
  • visibility 583
  • comment 0 komentar

 

pcnupati.or.id – Program makan bergizi gratis nampaknya sudah menjadi hal yang sangat urgen di mata Pemerintah era kepemimpinan Prabowo dan Gibran. Bagaimana bukan, lewat program tersebut juga mereka dapat menduduki kursi presiden dan wakil presiden di Republik ini.

Hingga masih menjadi sorotan media lokal maupun internasional. Diketahui uji coba makan siang gratis ini telah diterapkan diberbagai daerah dan juga sekolah-sekolah yang menjadi pilot project. Meskipun belum menyasar semua sekolah, program ini terus mendapatkan sorotan dari media mulai dari kualitas makanan hingga kandungan gizi dari makan yang diberikan kepada siswa-siswi sekolah.

Tak hanya soal uji coba, karena besarnya anggaran yang harus digelontorkan dari APBN 2025. Dari yang Rp 71 Triliun, kemudian akan mendapatkan tambahan Rp 100 Triliun dari penyisiran anggaran daerah itupun dirasa masih kurang. Berdasarkan perhitungan dari bisnis.com setidaknya Pemerintah akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 253,8 Triliun untuk satu tahun dengan total sebanyak 70,5 juta anak yang akan dipenuhi makan siangnya.

Berbagai strategi coba diupayakan oleh pemerintah guna mendanai program tersebut. Salah satunya dengan mengotak-atik APBN dengan pemangkasan anggaran secara besar-besaran di berbagai sektor dan kementerian.

Salah satu sektor penting bangsa yang harus terdampak adalah dunia pendidikan. Belum selesai soal masalah penerapan kurikulum, guru honorer hingga biaya pendidikan mahal, kini justru sektor pendidikan juga kembali mendapatkan permasalahan dengan adanya pembatasan anggaran.

Dilansir dari CNBC Indonesia sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan hal ini saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Kamis (13/2/2025) sektor kebudayaan, pendidikan dasar, menengah dan pendidikan tinggi pemangkasan anggaran mencapai Rp 15,1 Triliun. Dengan besaran pemangkasan masing-masing kementerian sebagai berikut :

1.Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terkena pangkas Rp 7.272.098.074.000 dari pagu Rp 33.545.177.878.000

2. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terkena efisiensi sebesar Rp 6.785.647.963.000 dari pagu Rp 56.607.260.273.000

3. Kementerian Kebudayaan terkena efisiensi senilai Rp 1.096.200.000.000 dari total pagu pada 2025 senilai Rp 2.374.348.189.000

Belum lagi Kementerian Agama terkena pemangkasan anggaran senilai Rp 12.319.556.767 dari pagu awal pada tahun ini Rp 78.552.159.164.000.

Pemangkasan ini lantas akan berdampak besar bagi dunia pendidikan. Bagaimana tidak, hal ini menunjukkan bahwa dunia pendidikan bisa disebut hanya program tambahan, bukan lagi ranah vital bangsa yang harus diutamakan oleh pemerintah. Ini tentu akan tidak sejalan dengan program astacita milik Prabowo.

Berbagai dampak negatif mengancam keberlangsungan pendidikan anak bangsa, salah satu yang menjadi sorotan adalah program Kartu Indonesia Pintar (KIP). Hal ini mengancam setidaknya 663.821 mahasiswa penerima KIP dalam melanjutkan bangku kuliah. Bayang-bayang putus kuliah kini menjadi beban tambahan bagi mereka dari keluarga tidak mampu.

Bahkan melalui Koordinator Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji kepada detik.com menyebutkan berbagai persoalan yang akan terdampak langsung dari pemangkasan anggaran ini. Ia menyampaikan penurunan kualitas pendidikan dipastikan juga akan terjadi, tak begitu saja angka putus sekolah juga terancam akan terus bertambah, kemudian akses pendidikan juga semakin sulit, sehingga yang berdampak pada ketimpangan dunia pendik. Dan yang paling menjadi perhatian dikhawatirkan akan adanya pemecatan guru honorer besar-besaran.

Bagaimana para guru honorer tidak teriris? Bayangkan mereka mengabdi belasan hingga puluhan tahun, dengan tingkat kesejahteraan yang tak kunjung diperoleh. Mereka menanti dapat menjadi pegawai Negeri Sipil (PNS) atau setidak-tidaknya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), tapi justru terancam PHK demi anak didiknya bisa makan siang gratis.

Coba kita melihat dari sisi peringkat kualitas pendidikan Indonesia secara Global. Dengan anggaran sebesar Rp 463,1 di tahun 2024, Indonesia berada di peringatan 63 dari 89 negara dengan populasi masyarakat paling berpendidikan berdasarkan US News & World Report. Indonesia terpaksa harus tertinggal jauh dengan tetangga sebelah, Malaysia yang berada di peringkat 45. Lantas apa yang terjadi dengan pendidikan Indonesia dengan pemangkasan anggaran kini?. (Ang/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendidikan Politik Ala Gus Dur

    Pendidikan Politik Ala Gus Dur

    • calendar_month Sab, 7 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 579
    • 0Komentar

     Oleh: Siswanto* KH Abdurrohman Wahid yang sering kita kenal dengan panggilan akrabnya Gus Dur merupakan sosok guru besar bangsa, nasionalis, humoris, dan merakyat. Gus Dur juga terkenal sebagai sosok budayawan dan cendekiawan rakyat yang pemekiran dan sikapnya menunjukkan kepada kepedulian terhadap nasib rakyat di tengah dinamika pembangunan nasional. Selain itu juga Gus Dur terkenal dengan […]

  • PCNU-PATI

    Ciptakan Aplikasi Saka Instant, Siswa MA Salafiyah Kajen Raih Prestasi Internasional

    • calendar_month Sel, 27 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 451
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Dua siswa Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati, ciptakan sebuah aplikasi untuk mempermudah para siswa berbelanja di kantin sekolah. Bahkan, aplikasi yang diberi nama Saka Instant itu menghantarkan mereka meraih prestasi tingkat internasional.  Dua siswa itu adalah Dalla Noor Khoirussalaman dan Irkham Shaifi Cahyo Sasono. Keduanya berinisiatif menciptakan sebuah aplikasi tersebut […]

  • Cak Imin Sampaikan Peran Penting Santri saah Hadiri Reuni Akbar Salafiyah Kajen Pati

    Cak Imin Sampaikan Peran Penting Santri Hadiri Reuni Akbar Salafiyah Kajen Pati

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 548
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Yayasan Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati, mengadakan Reuni Akbar dan Temu Alumni Nasional Ke-5, Sabtu (5/7/2025). Acara itu dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Ketua Yayasan Salafiyah Kajen, KH. Ubaidillah Wahab berharap, kegiatan reuni akbar ini dapat meningkatkan semangat alumni dalam menjaga ukhuwah islamiyah dan […]

  • Rintisan Kampung Moderasi Beragama di Kaloran Temanggung

    Rintisan Kampung Moderasi Beragama di Kaloran Temanggung

    • calendar_month Sel, 18 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 651
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id Temanggung – Penetapan Desa Getas sebagai Rintisan Kampung Moderasi Beragama (KMB) Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah disambut positif oleh Kepala Desa Getas, tokoh agama, sesepuh dan tokoh adat Desa Getas. Demikian ini tergambar dari forum sambung rasa lintas agama Desa Getas pada Senin (10/7/2023) kemarin di balai Desa Getas. Hadir pada kegiatan ini […]

  • Sukses Gelar Akreditasi dan Visitasi PAC IPNU IPPNU Tlogowungu

    Sukses Gelar Akreditasi dan Visitasi PAC IPNU IPPNU Tlogowungu

    • calendar_month Jum, 26 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 525
    • 0Komentar

      Kamis, 25 Februari 2021 PAC IPNU IPPNU Tlogowungu telah melaksanakan akreditasi dan visitasi administrasi pimpinan ranting se- Kecamatan Tlogowungu. Meskipun masih kategori baru, PAC IPNU IPPNU Tlogowungu kini telah mempunyai 9 Ranting dari 15 Desa dan 7 Ranting yang telah ber SP. Saat asesor memanggil nama-nama ranting untuk maju menjalani proses asesmen, terlihat wajah-wajah […]

  • Habib Luthfi: Bagaimana Cara Berterima Kasih kepada Nabi?

    Habib Luthfi: Bagaimana Cara Berterima Kasih kepada Nabi?

    • calendar_month Jum, 9 Mei 2014
    • account_circle admin
    • visibility 585
    • 0Komentar

    PCNU Kab. Pati Karanganyar, NU Online Menyelenggarakan acara maulid nabi sejatinya tidak hanya sekedar perayaan semata, akan tetapi lebih dari itu, terdapat beberapa hikmah di dalamnya. Hikmah pertama, sebagai wujud terima kasih kita kepada Nabi.  “Kalau Ibu Kartini yang jasanya besar bagi bangsa ini, diagungkan dengan menyanyikan Ibu kita Kartini putri sejati, lalu bagaimana ungkapan […]

expand_less