Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » AI dan Hadist Nabi

AI dan Hadist Nabi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 13 Jan 2025
  • visibility 636
  • comment 0 komentar

Oleh : Isyrokh Fuaidi

Kehadiran AI atau kecerdasan buatan telah menjadi salah satu inovasi teknologi yang memukau saat ini di tengah pesatnya perkembangan industri 4.0 dan society 5.0. Meski kehadirannya sudah cukup lama, tetapi rasanya momen kekaguman sekaligus kecemasan masyarakat terhadap AI mencapai puncaknya belum lama ini yaitu di tahun 2023-2024 dimana platform AI dari Amerika (OpenAI) bernama ChatGPT secara masif menarik penggunanya dari berbagai belahan dunia. Berbagai macam aplikasi dan platfom AI yang tidak hanya berfungsi sebagai chatbot juga bermunculan untuk memenuhi kebutuhan manusia seperti AI untuk musik, desain, ilustrasi gambar, animasi video, penulisan dan lain seterusnya. ChatGPT sendiri juga melakukan pengembangan terus menerus bersamaan dengan munculnya berbagai platform baru yang ikut berkompetisi seperti Gemini milik Google, JasperAI, Nova AI, Poe, dan bahkan yang dari Indonesia juga turut bermain seperti AI Belajarlagi.

Dalam konteks ini, Islam memberikan panduan yang jelas dalam menyikapi perkembangan teknologi modern seperti AI melalui sabda Nabi Muhammad SAW: “… Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian.” (HR. Muslim). Hadist ini menegaskan bahwa urusan duniawi yang saat ini kebetulan diramaikan dengan penggunaan AI, maka hal itu sepenuhnya diserahkan pada kita semua. Di sinilah perlu adanya sikap yang bijak dan wawasan yang cukup dalam menggunakan AI agar perkembangan teknologi berdampak positif pada kehidupan manusia. Bapak AI, Geoffrey Hinton, Elon Musk, dan sejumlah pakar teknologi yang lain sudah memberikan warning serius mengenai dampak AI dalam tatanan kehidupan manusia yang perlu diantisipasi, salah satunya adalah kemampuan sebagai learning machine yang diprediksi akan melebihi kecerdasan manusia dalam memberikan informasi dan keputusan.

Berbicara mengenai manfaat AI, teknologi ini diakui memiliki kemampuan luar biasa dalam mengotomasi berbagai kebutuhan dan kegiatan seperti tugas-tugas yang dilakukan sehari-hari. Dalam dunia bisnis misalnya, chatbot berbasis AI dapat digunakan untuk melayani pelanggan dengan cepat dan efisien sehingga waktu yang sebelumnya terbuang untuk tugas administratif dapat dialihkan ke pengembangan strategi yang lebih penting. Dalam dunia pendidikan, platform berbasis AI membantu memberikan inspirasi dalam menyelesaikan tugas, mempersonalisasi pengalaman belajar, dan membantu memahami materi yang kurang dipahami saat diterangkan guru atau dosen. Dalam dunia seni juga sudah berkembang pesat seperti membantu seseorang dalam menciptakan musik yang dan lagu yang diinginkan, membuat desain visual yang menarik, dan seterusnya. Semuanya itu tentu membutuhkan skill dan literasi yang cukup agar teknologi AI dapat dimanfaatkan secara optimal. Prinsip lain yang diajarkan oleh hadis Nabi tersebut juga mendorong kita untuk memahami konteks perkembangan zaman tanpa melupakan nilai-nilai yang menjadi landasan perilaku hidup.

Perkembaangan era AI dan pesan Nabi setidaknya memberikan pesan serius pada kita semua bahwa manusia terus-menerus dituntut untuk belajar dan beradaptasi, khususnya kepada generasi muda jaman sekarang yang semakin dihadapkan pada kompetisi yang semakin ketat. Rasanya tidak cukup hanya memahami cara kerja teknologi dan beriperilaku sebagai user atau penikmat teknologi tetapi juga penting untuk berpikir lebih jauh dalam mengembangkan keterampilan yang terus dinamis seperti analisis data, blockchain, pemrograman dan pengelolaan sistem berbasis AI.

Di sisi lain, perkembangan AI tentu menimbulkan sejumlah persoalan yang cukup serius dalam konteks sosial dan pengembangan kualitas SDM masyarakat yang perlu diwaspadai. Informasi AI yang diberikan sangat rentan dengan bias algoritma dimana kecenderungan sistem menghasilkan informasi yang keliru, tidak objektif, tidak akurat, tidak konsisten, tidak cukup detil dalam menggambarkan sesuatu, atau bahkan menciptakan informasi yang ‘menyesatkan’ yang hal itu semua disebabkan oleh kerancuan sumber data (baca: big data) yang digunakan dalam berkomunikasi. Hal ini tentu sangat berbahaya jika dihadapkan pada masyarakat Indonesia dengan literasi membaca yang rendah, maka semua informasi yang diberikan oleh AI akan ditelan mentah-mentah tanpa melakukan verifikasi dan komparasi (tabayyun) dengan sumber lain yang lebih bonafid. Jika perilaku ngawur ini terus-menerus dilakukan, maka tidak heran asumsi Tom Nichols dalam bukunya The Death of Expertise (2017) menjadi kenyataan bahwa kepakaran dan keahlian saat ini benar-benar tidak dihargai padahal di saat yang sama masyarakat menghadapi masalah yang semakin kompleks dan membutuhkan masukan para ahli.

Isyrokh Fuaidi adalah Wakil Ketua PC LTNU Kab Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakercab Ma’arif Temanggung, Ma’arif Jateng Paparkan 10 Program Unggulan

    Rakercab Ma’arif Temanggung, Ma’arif Jateng Paparkan 10 Program Unggulan

    • calendar_month Sel, 17 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 466
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Temanggung – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LP. Ma’arif NU PCNU) Temanggung menyelenggarakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) pada Selasa (17/6/2025) bertempat di Hall Babussalam NU, Kompleks INISNU Temanggung. Kegiatan ini merupakan forum tertinggi LP Ma’arif NU di tingkat cabang yang bertujuan merancang program kerja jangka pendek tahun 2025 serta program strategis […]

  • a person holding a book with henna on their hands

    Mahakarya Pernikahan

    • calendar_month Kam, 13 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 434
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Pernikahan menjadi resolusi hampir semua lajang di muka bumi. Tak peduli apakah mereka miskin atau kaya, tampan atau pas-pasan, jomblo maupun jadian, semua menginginkan sebuah ending bernama pernikahan. Namun benarkah menikah adalah akhir? Kenyataannya tidak! Ada badai, topan dan gelombang tinggi yang kudu dilalui paskanya. Mempersatukan presepsi hingga memahami satu sama […]

  • PCNU-PATI

    Puasa dari Media Sosial

    • calendar_month Jum, 15 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 473
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Di era digital yang semakin berkembang, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Entah sekadar untuk berinteraksi dengan teman, mendapatkan informasi terkini, atau mengungkapkan pendapat, platform-platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan lainnya telah menjadi tempat utama bagi jutaan orang di seluruh dunia. Namun, bagaimana puasa, sebuah praktik […]

  • Fenomena FOMO Ramadan

    Fenomena FOMO Ramadan

    • calendar_month Ming, 23 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda*   Apa to sakjane FOMO kuwi? Fear of Missing Out atau FOMO pada intinya perasaan cemas ketinggalan pengalaman atau aktivitas tertentu yang sering muncul saat Rmadan. Fenomena Ramadan intinya perasaan cemas atau takut ketinggalan momen-momen berharga selama bulan Ramadan. Fenomena ini seringkali dipicu oleh media sosial, ya Facebook, Instagram, TikTok, X, di […]

  • PCNU-PATI Photo by ronymichaud

    Air Doa

    • calendar_month Kam, 8 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Masaru Emoto, profesor air asal Jepang pada tahun 1990-an mealukan uji coba memukau. Pak Prof ini memasukkan air ke dalam beberapa botol dan melabelinya dengan pesan positif dan negatif, lalu ia memasukkannya ke dalam lemari pendingin. Botol air yang ditempel dengan pesan positif (terimakasih, cinta, wa akhowatiha) kristalnya menjadi lebih indah […]

  • Lagi, KKN Ipmafa Gelar Ngaji Daring

    Lagi, KKN Ipmafa Gelar Ngaji Daring

    • calendar_month Rab, 25 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 566
    • 0Komentar

    Para mahasiswa KKN MDR Cakranawa berpose bersama dengan KH. Liwa’uddin usai pelaksanaan ngaji Daring. PATI – Tim KKN MDR Cakranawa Ipmafa dua hari yang lalu mengadakan acara Ngaji bareng, tepatnya, Sabtu (21/08). Kegiatan ini diselenggarakan di Masjid Darussalam Desa Tanjungrejo, Kecamatan Margoyoso. Selain digelar secara luring dengan peserta terbatas, acara ini juga dilaksanakan secara daring. […]

expand_less