Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Shin Tae-yong: Nakhoda yang Terempas di Gelombang Perubahan

Shin Tae-yong: Nakhoda yang Terempas di Gelombang Perubahan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
  • visibility 456
  • comment 0 komentar

pcnupati.or.id – Ketika kabar pemecatan Shin Tae-yong mengemuka, publik pecinta sepak bola Indonesia seolah menyaksikan sebuah drama epik di atas panggung yang penuh kejutan. Layaknya kapten kapal yang dipaksa turun di tengah perjalanan, Shin meninggalkan jejak prestasi yang tak bisa disangkal. Ia membawa timnas Indonesia melampaui batas-batas yang selama ini tampak mustahil—menembus babak ketiga kualifikasi Piala Dunia, meloloskan tiga tim nasional (U20, U23, dan senior) ke Piala Asia, dan membangun kerangka tim nasional yang kokoh dengan mentalitas juara.

Namun, meskipun prestasi itu nyata, kehadirannya seolah dianggap belum cukup. Dalam satu keputusan yang mengundang tanya, PSSI memilih memutuskan kontrak sang nakhoda. Alasan yang dikemukakan, bahwa pendekatan fisik dan latihan lari dianggap tak memadai untuk melangkah lebih jauh, justru menimbulkan perdebatan. Bukankah Shin Tae-yong adalah pelatih pertama yang membawa Indonesia melangkah sejauh ini? Jika metode yang diterapkannya dinilai kurang, lalu bagaimana ia bisa mengukir pencapaian yang selama ini menjadi mimpi?

Keputusan ini memantik perasaan campur aduk—antara bingung dan kecewa. Ada kesan bahwa langkah ini diambil tanpa mempertimbangkan fondasi yang telah dibangun. Publik bertanya-tanya: apakah PSSI tengah mencari pendekatan yang benar-benar baru, atau hanya tergoda oleh janji-janji sesaat yang belum tentu memberi hasil nyata? Sebuah ironi jika momentum berharga ini justru dihentikan oleh ambisi jangka pendek yang belum tentu membawa timnas ke level yang lebih tinggi.

Harapan kini bertumpu pada pengganti Shin Tae-yong. Beban ekspektasi tentu tak ringan, karena publik ingin melihat capaian yang setidaknya sebanding—bahkan melampaui—apa yang telah dicapai sebelumnya. Namun, jika pengganti itu tak mampu membawa perubahan yang signifikan, maka keputusan ini akan dilihat sebagai langkah mundur yang menyakitkan.

Sebagai badan yang bertanggung jawab atas masa depan sepak bola Indonesia, PSSI diharapkan tidak hanya berpikir tentang kemenangan di depan mata, tetapi juga merancang perjalanan panjang yang kokoh. Kepercayaan publik adalah sesuatu yang berharga, dan langkah yang diambil hari ini akan menentukan apakah kepercayaan itu akan bertahan atau tergerus.

Pada akhirnya, keputusan ini mengajarkan kita tentang pentingnya kesinambungan dalam membangun sebuah tim. Shin Tae-yong telah menanam benih yang menjanjikan, dan kini, tantangannya adalah memastikan bahwa benih itu tumbuh menjadi pohon yang kokoh, bukan dibiarkan layu oleh badai keputusan yang terburu-buru. Sebab, seperti yang sering kita dengar, dalam sepak bola, kesabaran adalah kunci, dan stabilitas adalah jembatan menuju impian besar.

—Rizal Fauzi, 6 Januari 2025—

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‎Dosen INISNU Temanggung Bedah Disorientasi Imperialisme Global dalam Seminar Internasional bersama Tezpur University

    ‎Dosen INISNU Temanggung Bedah Disorientasi Imperialisme Global dalam Seminar Internasional bersama Tezpur University

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.546
    • 0Komentar

    ‎ ‎Temanggung – Dr. Muhammad Syakur, S.Sy., M.H., dosen sekaligus Direktur Program Pascasarjana Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung, memaparkan materi krusial mengenai dinamika kekuasaan dunia dalam seminar internasional bertajuk “Disorientation of Global Imperialism”. Presentasi ini menyoroti bagaimana pola penjajahan telah berevolusi dari pendudukan fisik menjadi kontrol digital dan ekonomi yang kerap tidak disadari oleh […]

  • PCNU-PATI Photo by Lena Polishko

    Percaya

    • calendar_month Sen, 5 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 474
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Benar hidup tak semudah langkahkan kaki Kadang berat, kadang letih Suatu hari kan ku ingat hari ini Mampu berdiri, walau tak bisa berlari Ku rasa bebanku terlalu berat Apa ku kuat? Selalu bertanya Apa ku bisa Ada saja masalah yang datang menghadang Esok kan bagaimana ku tak tau apa Hari […]

  • Panggung Muharram Cup Ponpes Bunyanun Marsush Bulumanis Kidul Suguhkan Pentas Teater Edukatif Santri

    Panggung Muharram Cup Ponpes Bunyanun Marsush Bulumanis Kidul Suguhkan Pentas Teater Edukatif Santri

    • calendar_month Sab, 20 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.908
    • 0Komentar

    Pcnupati.or id- Suasana malam penganugerahan Muharram Cup Pondok Pesantren Bunyanun Marsush, Bulumanis Kidul, Margoyoso, Pati, Jumat (19/6/2026), terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain penampilan kreasi santri seperti pembacaan puisi, khitobah bahasa Arab dan Inggris, rebana, serta pengumuman para juara, panggung tahun ini menghadirkan suguhan istimewa berupa pertunjukan teater dari Madrasatul Qur’an Salafiyah (MQ). Kelompok Teater […]

  • PC-NU Pati Gelar Rapat Koordinasi Perdana

    PC-NU Pati Gelar Rapat Koordinasi Perdana

    • calendar_month Ming, 21 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 463
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati yang belum lama ini dilantik, pagi ini, Ahad (21/7) mengadakan rapat kordinasi perdana. Acara yang dilaksanakan di aula lantai 2 gedung PCNU ini dihadiri oleh Pengurus Harian Tanfidhiyah, Syuriyah serta ketua dan sekretaris masing-masing Banom dan Lembaga. Situasi rapat koordinasi perdana PC-NU Pati, Minggu (21/7) pagi Dalam sambutan […]

  • PCNU-PATI

    Pesantren sebagai Center of  Parenting Anak

    • calendar_month Sab, 15 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 364
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Dari dulu sampai sekarang pondok pesantren (ponpes) identik disebut sebagai pendidikan keagamaan. Karena dalam kegiatan sehari-hari muatan kitab kuning selalu diberikan kepada para santri. Sehingga ponpes disebut sebagai pendidikan kultural yang masih eksis dalam membina karakter santri. Di dalam ponpes para santri pada umumnya akan mendapatkan pola asuh (parenting) yang diampu langsung […]

  • 4 Hal yang Harus Kita Lawan Agar Diri Kita Semakin Berkembang. Photo by Robert Collins on Unsplash.

    4 Hal yang Harus Kita Lawan Agar Diri Kita Semakin Berkembang

    • calendar_month Sel, 18 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Oleh : Angga Saputra Pcnupati.or.id – Di usia kita yang semakin bertambah, sangatlah penting untuk terus mengembangkan diri agar bisa meraih sebuah kesuksesan.  Mengembangkan diri adalah istilah yang mempunyai makna sebuah tindakan untuk meningkatkan kemampuan.   Hal ini dapat mencakup pengembangan dalam kepemimpinan, kemampuan berorganisasi, manajemen waktu, dan kemampuan lainnya.  Kita harus konsisten dalam melakukan sebuah proses […]

expand_less