Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Shin Tae-yong: Nakhoda yang Terempas di Gelombang Perubahan

Shin Tae-yong: Nakhoda yang Terempas di Gelombang Perubahan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
  • visibility 340
  • comment 0 komentar

pcnupati.or.id – Ketika kabar pemecatan Shin Tae-yong mengemuka, publik pecinta sepak bola Indonesia seolah menyaksikan sebuah drama epik di atas panggung yang penuh kejutan. Layaknya kapten kapal yang dipaksa turun di tengah perjalanan, Shin meninggalkan jejak prestasi yang tak bisa disangkal. Ia membawa timnas Indonesia melampaui batas-batas yang selama ini tampak mustahil—menembus babak ketiga kualifikasi Piala Dunia, meloloskan tiga tim nasional (U20, U23, dan senior) ke Piala Asia, dan membangun kerangka tim nasional yang kokoh dengan mentalitas juara.

Namun, meskipun prestasi itu nyata, kehadirannya seolah dianggap belum cukup. Dalam satu keputusan yang mengundang tanya, PSSI memilih memutuskan kontrak sang nakhoda. Alasan yang dikemukakan, bahwa pendekatan fisik dan latihan lari dianggap tak memadai untuk melangkah lebih jauh, justru menimbulkan perdebatan. Bukankah Shin Tae-yong adalah pelatih pertama yang membawa Indonesia melangkah sejauh ini? Jika metode yang diterapkannya dinilai kurang, lalu bagaimana ia bisa mengukir pencapaian yang selama ini menjadi mimpi?

Keputusan ini memantik perasaan campur aduk—antara bingung dan kecewa. Ada kesan bahwa langkah ini diambil tanpa mempertimbangkan fondasi yang telah dibangun. Publik bertanya-tanya: apakah PSSI tengah mencari pendekatan yang benar-benar baru, atau hanya tergoda oleh janji-janji sesaat yang belum tentu memberi hasil nyata? Sebuah ironi jika momentum berharga ini justru dihentikan oleh ambisi jangka pendek yang belum tentu membawa timnas ke level yang lebih tinggi.

Harapan kini bertumpu pada pengganti Shin Tae-yong. Beban ekspektasi tentu tak ringan, karena publik ingin melihat capaian yang setidaknya sebanding—bahkan melampaui—apa yang telah dicapai sebelumnya. Namun, jika pengganti itu tak mampu membawa perubahan yang signifikan, maka keputusan ini akan dilihat sebagai langkah mundur yang menyakitkan.

Sebagai badan yang bertanggung jawab atas masa depan sepak bola Indonesia, PSSI diharapkan tidak hanya berpikir tentang kemenangan di depan mata, tetapi juga merancang perjalanan panjang yang kokoh. Kepercayaan publik adalah sesuatu yang berharga, dan langkah yang diambil hari ini akan menentukan apakah kepercayaan itu akan bertahan atau tergerus.

Pada akhirnya, keputusan ini mengajarkan kita tentang pentingnya kesinambungan dalam membangun sebuah tim. Shin Tae-yong telah menanam benih yang menjanjikan, dan kini, tantangannya adalah memastikan bahwa benih itu tumbuh menjadi pohon yang kokoh, bukan dibiarkan layu oleh badai keputusan yang terburu-buru. Sebab, seperti yang sering kita dengar, dalam sepak bola, kesabaran adalah kunci, dan stabilitas adalah jembatan menuju impian besar.

—Rizal Fauzi, 6 Januari 2025—

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HARLAH NU KE 89 DIPERINGATI DENGAN BALAP MOTOR LAMBAT DAN PANJAT PINANG

    HARLAH NU KE 89 DIPERINGATI DENGAN BALAP MOTOR LAMBAT DAN PANJAT PINANG

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 286
    • 0Komentar

    IPNU-IPPNU Komisariat MA Tarbiyatul Banin Pekalongan Kec. Winong Kab. Pati,  pada hari Sabtu, 31 Januari 2015 menggelar  tasyakuran hari lahir (Harlah) ke-89 NU di halaman MA Tarbiyatul Banin, (31/1). Perhelatan kali ini mengusung tema “membangkitkan jiwa beragama dengan tetap berjiwa muda.”. Peringatan Harlah NU ke 89 tahun ini, dimeriahkan dengan berbagai kegiatan antara lain Lomba […]

  • Mengevaluasi Lembaga dan Banom untuk Sebuah Kemajuan

    Mengevaluasi Lembaga dan Banom untuk Sebuah Kemajuan

    • calendar_month Rab, 12 Agu 2020
    • account_circle admin
    • visibility 304
    • 0Komentar

        Pati. Jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama mengadakan kordinasi dan evaluasi Lembaga dan Banom-banomnya pada hari ini, Rabu, 12 Agustus 2020 di Gedung PCNU Pati.   “Pertemuan ini kami laksanakan tetap menerapkan protokol kesehatan, hal ini untuk mencegah penyebaran Covid 19,” jelas Sekretaris PCNU Kab Pati Maskan, Rabu (12/8/2020).   Sedangkan Ketua PCNU Pati […]

  • PCNU-PATI

    Pengurus Maarif Jateng Lakukan Audit Internal LSP P2

    • calendar_month Jum, 23 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. Semarang – Bertempat di SMK Ma’arif NU Kudus, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah melakukan audit internal terhadap LSP P2 Ma’arif Jateng pada Rabu (21/12/2022). “Tujuan pelaksanaan audit ini adalah untuk memastikan supaya lembaga sertifikasi profesi Ma’arif NU Jawa Tengah dikelola secara transparan akuntabel dan memenuhi standar-standar keuangan secara profesional,” demikian disampaikan Ketua […]

  • Upacara Pembukaan Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian SAKO Pramuka Pandu Ma'arif Jawa Tengah Tahun 2025

    Upacara Pembukaan Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian SAKO Pramuka Pandu Ma’arif Jawa Tengah Tahun 2025

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.280
    • 0Komentar

      SAKOMANU – Pada hari Senin, 15 Desember 2025 telah berlangsung dengan hikmat upacara pembukaan Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian SAKO Pramuka Pandu Ma’arif Jawa Tengah Tahun 2025. Kegiatan dibuka oleh Ketua PBNU Jawa Tengah, Kakak KH. Abdul Ghaffar Rozin, M.Ed. (Gus Rozin), selaku pembina upacara pembukaan. Dalam sambutannya, Gus Rozin menyampaikan harapan besar kepada para […]

  • Ganyang FDS

    Ganyang FDS

    • calendar_month Sel, 22 Agu 2017
    • account_circle admin
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Banyak tokoh yang menyatakan bahwa sedekah terbaik adalah meninggalkan generasi dengan kualitas unggul. Anak-anak yang dilahirkan dari rahim ibunya bukanlah hard diskyang hanya dijejali dengan bermacam program (yang dianggap) unggulan. Mereka bukan pula sebuah objek yang digunakan sebagai kelinci percobaan dalam eksperimen regulasi pendidikan. dengan presepsi demikian, maka selain harus mendapatkan nutrisi otak, anak juga […]

  • PCNU-PATI Photo by Pawel Czerwinski

    Pernikahan Kritis Part 2

    • calendar_month Ming, 24 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Najila segera menegakkan punggung. Baru pukul setengah tiga dini hari. Para santri Al-Mukmin pasti sudah banyak yang bangun jam segini. Ada yang mengerjakan tugas kuliah, tahajud, atau melakukan hal lain. Dia juga harus bergegas, mengenyahkan rasa malas. Jika terus-terusan memeluk guling seperti ini, hanya akan membuatnya terjebak oleh rasa sedih berkepanjangan. […]

expand_less