Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Membaca Sekitar

Membaca Sekitar

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 9 Mei 2024
  • visibility 377
  • comment 0 komentar

Oleh : Iva Millatul A.

Datang ke Rantau lagi setelah libur idulfitri. Sepanjang jalan aku lihat ada lalu lalang kendaraan, rumah-rumah yang ramai dengan tamu dan keluarga, masjid ramai dengan acara halal bihalal dan reuni, rumah-rumah memasang tenda untuk merayakan pernikahan, warung-warung yang tutup mulai buka, spanduk ucapan idulfitri dari bupati dan kapolda, dan arus balik mudik yang membuat jalan ramai sewaktu akhir pekan.

Aku sempat menerka, apa yang dicari para musafir itu di jalan-jalan penghubung kota ini. Apa yang dicari pengelana dari satu tempat ke tempat yang lain. Aku juga sempat bertanya-tanya, apa yang diupayakan para musafir itu di ibukota. Akhirnya aku mengamati sekeliling dan mendapati mereka dengan keadaan yang rupa-rupa

Mereka yang mengantuk menjaga toko kelontong, mereka yang menempuh perjalanan di bak terbuka sebuah truk buah, mereka yang pukul satu sudah menjadi kuli angkut di terminal atau pasar pagi, mereka yang mendorong gerobak berisi perabotan yang dijual, mereka yang menyeka keringat setelah dari fajar hingga petang mencari nafkah, mereka yang menghela napas dan mengerutkan dahi ketika melirik arloji atau ponsel genggam, dan mereka yang diam berkelut dengan isi pikiran masing-masing.

Sejujurnya, aku tidak pernah tahu kisah dibalik helaan napas mereka yang bekerja dari pagi ke pagi, kisah dibalik kerutan dahi yang mengernyit karena hidup tak sesuai prediksi, bahu yang linu karena mengangkut dua kali lipat beban tubuh, kisah dibalik jemari yang tampak lelah mengetik dari pagi ke sore pada papan ketik korporasi, kisah dibalik diam yang mereka simpan seorang diri, dan kisah-kisah lainnya.

Pada akhirnya, aku sampai pada sebuah sudut pandang bahwa mereka memiliki beban masing-masing yang disimpan rapat. Beban yang ia harap takkan pernah diketahui orang lain lantaran begitu berat dan penat untuk dilalui, Beban yang tumbuh dan akan menjalar jika tak segera diatasi seperti luka diabetes yang sulit disembuhkan. Beban itu yang mendorong mereka menempuh jarak jauh, menjadi apapun yang mereka mampu, menjadi musafir, berkelana dari kota ke kota, mengabaikan kucuran keringat dan air mata, mengabaikan lelah dan linunya menjadi kuli angkut dan penarik gerobak. Mereka berkelana mencari jawaban “mengapa manusia dilahirkan dengan kondisi rupa-rupa”.

Mereka berkelana dengan segala gundah yang rasanya berbeda-beda. Mereka berkelana untuk sebuah keyakinan bahwa jalan menuju Tuhan bisa ditempuh dari mana saja. Mereka berkelana untuk sebuah nafkah diri. Mereka berkelana untuk menghindar dari segala bentuk putus asa dari rahmatNya. Berkelana untuk tetap meyakini bahwa setiap jalan yang dilalui selalu penuh dengan iringan berkah dan kemudahan.

Oleh karenanya ibukota selalu ramai dengan mereka yang mengadu nasib, berjuang untuk memperbaiki hidupnya, ramai dengan mereka yang selalu berharap esok akan ada kemudahan yang diberi Tuhan.

وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ

“Dan Dia bersama kamu dimanapun kamu berada” (57:4)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Hidupkan Tradisi Barikan guna Hentikan Covid-19

    Warga Hidupkan Tradisi Barikan guna Hentikan Covid-19

    • calendar_month Jum, 2 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 499
    • 0Komentar

    Warga Dukuh Sentul Melaksanakan Tradisi Barikan Kamis (1/7) malam. Acara ini ditujukan untuk tolak balak, terutama Covid-19 GEMBONG-Sudah setahun lebih, warga dunia hidup berdampingan dengan Virus Corona. Tidak terkecuali warga Jawa Tengah. Merebaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Pati, membuat beberapa elemen masyarakat berupaya maksimal untuk menghentikan laju penularan virus ini.  Mulai usaha lahiriyah seperti mengenakan […]

  • PCNU-PATI Photo by Galina Nelyubova

    Begitulah Demi

    • calendar_month Rab, 5 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 376
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Saya berselancar di dunia maya dengan lihat lihat status di Whatsapp dan Reels di Instagram dan cuitan di Twitter dan pertanyaan Apa yang Anda Pikirkan di Facebook sambil menikmati secangkir kopi dalam sendirian dan keterasingan dari orang orang yang sibuk dengan ke si bukannya masing masing. Meja tempat saya ngopi […]

  • PCNU-PATI

    Ma’arif NU Jateng Gelar Penguatan Moderasi Beragama

    • calendar_month Sab, 17 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 377
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Semarang – Bertempat di Hotel Muria Semarang, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah bersama Kementerian Agama RI menggelar sosialisasi moderasi beragama, Sabtu (17/12/2022). Ketua LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah R. Andi Irawan menegaskan bahwa kegiatan tersebut digelar bersama mitra yaitu Kemenag RI. “Sisa kepengurusan kita tinggal enam bulan sampai Juni atau Juli […]

  • Rakor MKKS SD/SMP/SMA Ma'arif NU Jateng

    Rakor MKKS SD/SMP/SMA Ma’arif NU Jateng

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.006
    • 0Komentar

      Rapat Koordinasi MKKS SD/SMP/SMA kali ini terfokus pada program rebranding sekolah/madrasah Ma’arif NU Jawa Tengah. Upaya ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat identitas, mutu, dan daya saing lembaga pendidikan NU di tengah dinamika zaman Digital dan era Kompetisi. Para pengurus MKKS melakukan pembelajaran dan studi inspiratif ke Yayasan NASIMA Semarang, sebuah lembaga pendidikan yang […]

  • PCNU-PATI Photo by frolicsomepl

    Menjadi Kaya seperti Tuhan

    • calendar_month Kam, 3 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin*  Amou Hajj, pria asal Iran yang memegang gelar juara dunia sebagai manusia terkotor akhirnya meninggal dunia pada 23 Oktober lalu. Pria renta ini disinyalir sudah 60 tahun tidak mandi, sebab ia haqqul yakin bahwa jika dia mandi, maka akan mati.  Tak hanya absen mandi selama enam dekade, kebiasaan hidup Amou Hajj […]

  • PCNU-PATI

    Jodoh Buat Bu Bidan Cantik

    • calendar_month Ming, 1 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Chapter 1 Lengkap sudah penderitaan Shanaya. Masalah yang datang seperti gulungan ombak yang saling bersusul-susulan menghantam kerikil dan karang-karang. Bertubi-tubi. Hanya surut sebentar lalu pasang lagi. Jika seorang perwira perlu bertahun-tahun meraih pangkat sebagai jenderal dengan bintang empat di kedua bahu baret hijaunya, maka ia hanya butuh sepuluh jam saja. Oh, […]

expand_less