Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Membaca Sekitar

Membaca Sekitar

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 9 Mei 2024
  • visibility 434
  • comment 0 komentar

Oleh : Iva Millatul A.

Datang ke Rantau lagi setelah libur idulfitri. Sepanjang jalan aku lihat ada lalu lalang kendaraan, rumah-rumah yang ramai dengan tamu dan keluarga, masjid ramai dengan acara halal bihalal dan reuni, rumah-rumah memasang tenda untuk merayakan pernikahan, warung-warung yang tutup mulai buka, spanduk ucapan idulfitri dari bupati dan kapolda, dan arus balik mudik yang membuat jalan ramai sewaktu akhir pekan.

Aku sempat menerka, apa yang dicari para musafir itu di jalan-jalan penghubung kota ini. Apa yang dicari pengelana dari satu tempat ke tempat yang lain. Aku juga sempat bertanya-tanya, apa yang diupayakan para musafir itu di ibukota. Akhirnya aku mengamati sekeliling dan mendapati mereka dengan keadaan yang rupa-rupa

Mereka yang mengantuk menjaga toko kelontong, mereka yang menempuh perjalanan di bak terbuka sebuah truk buah, mereka yang pukul satu sudah menjadi kuli angkut di terminal atau pasar pagi, mereka yang mendorong gerobak berisi perabotan yang dijual, mereka yang menyeka keringat setelah dari fajar hingga petang mencari nafkah, mereka yang menghela napas dan mengerutkan dahi ketika melirik arloji atau ponsel genggam, dan mereka yang diam berkelut dengan isi pikiran masing-masing.

Sejujurnya, aku tidak pernah tahu kisah dibalik helaan napas mereka yang bekerja dari pagi ke pagi, kisah dibalik kerutan dahi yang mengernyit karena hidup tak sesuai prediksi, bahu yang linu karena mengangkut dua kali lipat beban tubuh, kisah dibalik jemari yang tampak lelah mengetik dari pagi ke sore pada papan ketik korporasi, kisah dibalik diam yang mereka simpan seorang diri, dan kisah-kisah lainnya.

Pada akhirnya, aku sampai pada sebuah sudut pandang bahwa mereka memiliki beban masing-masing yang disimpan rapat. Beban yang ia harap takkan pernah diketahui orang lain lantaran begitu berat dan penat untuk dilalui, Beban yang tumbuh dan akan menjalar jika tak segera diatasi seperti luka diabetes yang sulit disembuhkan. Beban itu yang mendorong mereka menempuh jarak jauh, menjadi apapun yang mereka mampu, menjadi musafir, berkelana dari kota ke kota, mengabaikan kucuran keringat dan air mata, mengabaikan lelah dan linunya menjadi kuli angkut dan penarik gerobak. Mereka berkelana mencari jawaban “mengapa manusia dilahirkan dengan kondisi rupa-rupa”.

Mereka berkelana dengan segala gundah yang rasanya berbeda-beda. Mereka berkelana untuk sebuah keyakinan bahwa jalan menuju Tuhan bisa ditempuh dari mana saja. Mereka berkelana untuk sebuah nafkah diri. Mereka berkelana untuk menghindar dari segala bentuk putus asa dari rahmatNya. Berkelana untuk tetap meyakini bahwa setiap jalan yang dilalui selalu penuh dengan iringan berkah dan kemudahan.

Oleh karenanya ibukota selalu ramai dengan mereka yang mengadu nasib, berjuang untuk memperbaiki hidupnya, ramai dengan mereka yang selalu berharap esok akan ada kemudahan yang diberi Tuhan.

وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ

“Dan Dia bersama kamu dimanapun kamu berada” (57:4)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LP Maarif Purbalingga Lantil 7 Kepala MI dan 2 Kepala Mts

    LP Maarif Purbalingga Lantik 7 Kepala MI dan 2 Kepala Mts

    • calendar_month Kam, 9 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 736
    • 0Komentar

      Purbalingga, kamis, 9 Januari 2025 ketua PC.LP. Maarif NU PCNU Purbalingga H. Torik Jahidin, S.Pd.I., M.Pd.I melantik 7 Kepala MI dan 2 Kepala MTs. Dilaksankan di Gedung Dekopinda Kabupaten Purbalingga. Kegiatan ini kali pertama dilaksanakan pada masa khidamah awal pengurus LP. Maarif NU Purbalingga masa khidmah 2024-2029. Berahirnya masa khidmah Kepala menjadi dasar Pengurus […]

  • PR Fatayat NU Desa Gembong Terbentuk, PAC : Kami Marathon

    PR Fatayat NU Desa Gembong Terbentuk, PAC : Kami Marathon

    • calendar_month Ming, 13 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 678
    • 0Komentar

    KH. Masruhin, menyaksikan penyerahan amanah jabatan Ketua Pimpinan Ranting Fatayat NU Gembong oleh ketua PAC Fatayat NU Gembong, Munfarichah (tengah) kepada Yeni Munifah GEMBONG – Setelah sekian lama vakum, Fatayat NU Ranting Desa Gembong resmi dibentuk pada Sabtu (12/3) kemarin. Peristiwa bersejarah tersebut dilaksanakan di Gedung MWC NU, Jalan Raya Gembong-Colo, Km. 1, Gembong.  KH. […]

  • MI Ma`arif Keji Semarang Best Practice dalam Kongres Pendidikan PBNU

    MI Ma`arif Keji Semarang Best Practice dalam Kongres Pendidikan PBNU

    • calendar_month Jum, 24 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 654
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Jakarta – Dalam rangkaian Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-102, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyelenggarakan Kongres Pendidikan dengan tema “Transformasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045 dan Kemaslahatan Umat Manusia”. Acara dibuka oleh Ketua Umum PBNU KH. Cholil Yahya Staquf. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Bidakara Jakarta pada 21-23 Jakarta 2025. Dalam kesempatan tersebut hadir Menteri […]

  • Terpilih Kembali, Ini 3 Misi Ketua GP Ansor Gembong

    Terpilih Kembali, Ini 3 Misi Ketua GP Ansor Gembong

    • calendar_month Sab, 18 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 673
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Imam Shomali Wicaksana ketua PAC GP Ansor Kecamatan Gembong masa khidmat 2023-2025 terpilih kembali sebagai ketua organisasi sayap muda NU tersebut. Pemilihan ini dilakukan melalui Konferensi Anak Cabang (Konferancab) PAC GP Ansor Gembong, Jumat (17/1) kemarin. Dirinya memenangkan suara dengan tanpa pesaing alias calon tunggal. Jika tidak ada halangan, sesuai dengan PD/PRT, […]

  • PCNU - PATI Photo by Manas Taneja

    Hukum Minum Air Yang Berada di Masjid

    • calendar_month Jum, 1 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 708
    • 0Komentar

          Ada seorang melakukan perjalanan pada saat dia berpuasa.Ketika waktu maghrib tiba,dia mampir ke masjid untuk melakukan solat.karena seharian berpuasa,dia haus,maka dia sekalian minum air dari kulah masjid. Pertanyan: Bagaimana hukum minum air yang berada di masjid? Jawaban : Boleh apabila dilokasi tersebut  tidak ada larangan tertentu Referensi : Al Fatawiy Al Fiqhiyyah Al Kubro […]

  • Puasa dari Godaan Hiburan

    Puasa dari Godaan Hiburan

    • calendar_month Ming, 9 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 613
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Bulan Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga saat yang tepat untuk membersihkan hati, pikiran, dan kebiasaan sehari-hari. Salah satu fenomena modern yang kini banyak menyita waktu dan perhatian adalah kecanduan game online. Para santri, mahasiswa, hingga masyarakat umum, banyak yang terjerumus dalam dunia virtual hingga lupa […]

expand_less