Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Puasa setelah Puasa

Puasa setelah Puasa

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 2 Apr 2024
  • visibility 453
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

Kebanyakan orang memandang, memahami, menginterpretasi bahwa puasa ya hanya puasa Ramadan. Ya, benar kalau itu puasa wajib sebagai bagian dari rukun Islam. Namun, sebenarnya banyak puasa setelah puasa, puasa di atas puasa, puasa pasca puasa.

Realitasnya, setelah bulan Ramadan yang penuh berkah berlalu, umat muslim di seluruh dunia seringkali berpikir tentang bagaimana mereka dapat mempertahankan spiritualitas dan keberkahan setelah bulan suci itu berakhir. Padahal kebanyakan setelah puasa Ramadan sebulan, kita kaghok, kaget, bahkan culture shock (gegar budaya). Nah, salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan melanjutkan puasa sunah setelah Ramadan. Puasa sunah merupakan puasa yang dianjurkan dalam agama Islam, selain puasa wajib seperti puasa Ramadan. Puasa ini adalah kesempatan bagi umat muslim untuk terus mendekatkan diri pada Allah SWT dan meningkatkan ibadah mereka.

Puasa setelah Puasa, Apa Saja?

Banyak sekali deretan puasa sunah setelah puasa wajib di bulan Ramadan. Pertama, puasa enam hari di bulan Syawal. Setelah Ramadan, salah satu puasa sunah yang sangat dianjurkan adalah puasa enam hari di bulan Syawal. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan, kemudian dia berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim). Puasa ini tidak harus dilakukan secara berturut-turut setelah Idul Fitri, tetapi bisa dilakukan kapan saja selama bulan Syawal. Ini adalah kesempatan yang luar biasa bagi umat Muslim untuk mendapatkan pahala yang besar dengan melakukan ibadah yang relatif ringan.

Kedua, puasa Daud, yaitu puasa di mana seseorang berpuasa setiap hari dan berbuka setiap malam. Puasa ini dilakukan dengan cara berpuasa sehari dan berbuka pada hari berikutnya. Ini adalah puasa yang dianjurkan untuk menumbuhkan rasa syukur dan kesabaran.

Ketiga, puasa Senin dan Kamis. Puasa sunah Senin dan Kamis juga merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda, “Amal-amal itu disampaikan pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka amalku disampaikan ketika aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi). Puasa Senin dan Kamis adalah cara yang bagus untuk memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT dan mengikuti jejak Rasulullah SAW.

Keempat, puasa Ayyamul Bidh. Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunah yang dilakukan pada hari ke-13, ke-14, dan ke-15 setiap bulan Hijriah. Puasa ini merupakan amalan yang sangat dianjurkan karena mengikuti sunah Rasulullah SAW dan diberkati oleh Allah SWT.

Kelima, puasa Arafah, yaitu puasa dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu hari sebelum Hari Raya Idul Adha. Rasulullah SAW bersabda, “Aku berharap kepada Allah bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim). Puasa Arafah adalah amalan yang sangat dianjurkan bagi mereka yang tidak sedang menjalankan ibadah haji. Ini adalah kesempatan untuk mendapatkan pengampunan Allah SWT dan mendekatkan diri pada-Nya.

Puasa sunah setelah Ramadan adalah cara yang baik untuk mempertahankan spiritualitas dan keberkahan setelah bulan suci itu berakhir. Dengan melanjutkan praktik puasa sunah, umat Muslim dapat terus mendekatkan diri pada Allah SWT dan meningkatkan ibadah mereka sepanjang tahun. Semoga Allah menerima amalan kita dan memberkahi kita dengan keberkahan yang tak terhingga. Aamiin.

Ibadah setelah Ramadah

Selain deretan ibadah puasa di atasm setelah bulan Ramadan, ada beberapa ibadah yang cocok dilakukan oleh umat Islam untuk mempertahankan dan meningkatkan keberkahan spiritual mereka. Pertama, melanjutkan tradisi tadarus membaca Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an secara rutin merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Setelah Ramadan, umat Islam dapat melanjutkan kebiasaan membaca Al-Qur’an setiap hari untuk terus mendekatkan diri pada ajaran Allah SWT.

Kedua, istikamah memberikan sedekah. Memberikan sedekah adalah ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama setelah bulan Ramadan. Umat Islam dapat memperpanjang semangat kebaikan yang dimiliki selama Ramadan dengan terus memberikan sedekah kepada yang membutuhkan.

Ketiga, istikamah berzikir, tahlilan, selawatan, dan berdoa. Berzikir (mengingat Allah) dan berdoa adalah cara yang baik untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Setelah Ramadan, umat Islam dapat melanjutkan praktik berzikir dan berdoa secara rutin untuk memperoleh ketenangan hati dan keberkahan hidup.

Keempat, istikamah salat sunah. Melakukan salat sunah secara rutin adalah cara yang baik untuk memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT. Salat sunah seperti tahajjud, rawatib (shalat sunah sebelum atau sesudah salat wajib), dan shalat dhuha adalah beberapa contoh yang bisa dilakukan setiap hari.

Kelima, memperbaiki akhlak. Salah satu tujuan utama dari puasa Ramadan adalah untuk meningkatkan akhlak dan karakter seseorang. Setelah Ramadan, umat Islam dapat terus berusaha memperbaiki akhlak mereka dengan menjaga kesabaran, mengendalikan kemarahan, dan meningkatkan kebaikan dalam interaksi sehari-hari.

Keenam, mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Mengikuti sunnah Rasulullah SAW adalah ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Setelah Ramadan, umat Islam dapat terus mempelajari dan mengikuti contoh Rasulullah SAW dalam berbagai aspek kehidupan mereka.

Ketujuh, menjaga hubungan silaturahmi. Menjaga hubungan silaturahmi dengan keluarga, teman, dan tetangga adalah bagian penting dari ibadah dalam Islam. Setelah Ramadan, umat Islam dapat terus menjaga dan memperkuat hubungan sosial mereka untuk mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Kedelapan, istikamah mujahadan, istigasah, ziarah kubur, dan amalan lain yang mendekatkan diri kepada Allah, Rasulullah, sahabat nabi, dan kekasih Allah Swt. Kesembilan, meningkatkan semua bentuk ibadah yang menyelaraskan hablumminallah, hablumminannas, dan hablumminalalam, Dengan melanjutkan dan memperkuat ibadah-ibadah di atas setelah Ramadan, umat Islam dapat mempertahankan dan meningkatkan keberkahan spiritual mereka sepanjang tahun. Begitu!

*Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., penulis lahir di Pati, 17 Juni. Saat ini menjadi dosen Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah 2018-2023, Pengurus LTN NU PCNU Kabupaten Temanggung 2019-2024, Kabid Media, Hukum, dan Humas Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah 2020-sekarang, aktif menjadi reviewer 18 jurnal internasional terindeks Scopus, reviewer 9 jurnal internasional, editor dan reviewer 25 jurnal nasional.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selamat Jalan Perpisahan

    Selamat Jalan Perpisahan

    • calendar_month Sen, 3 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 465
    • 0Komentar

    Al-Azhari berkata,”Arti cinta seorang hamba kepada Allah dan Rasul-Nya adalah menaati dan mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya.” Al-Baidhawi berkata, “Cinta adalah keinginan untuk taat,”. Cinta manusia kepada Allah dan Rasul-Nya adalah menaati keduanya dan riddha terhadap segala perintah Allah dan segala ajaran yang dibawa Rasulullah Saw.”sedangkan arti cinta Allah kepada hamba-Nya adalah ampunan, ridha dan […]

  • Jurnal Khittah, Menjawab Kegalauan Intelektualitas NU

    Jurnal Khittah, Menjawab Kegalauan Intelektualitas NU

    • calendar_month Sab, 3 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 626
    • 0Komentar

    Kabar NU. Baru-baru ini, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kab. Pati melaunching JURNAL KHITTAH terbitan perdana. Acara launching Jurnal khittah dibarengkan dengan acara  Seminar Menanggulangi Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan tanggal 16 Desember 2014, kerjasama dengan LRC-KJHAM Semarang yang bertempat di Perpustakaan Syekh Mutamakin Kajen, Margoyoso Pati. Jurnal Khittah mengangkat tema Berefleksi […]

  • Dapat Air Bersih dari PCNU, Warga : Kami Sangat Terbantu

    Dapat Air Bersih dari PCNU, Warga : Kami Sangat Terbantu

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 770
    • 0Komentar

    WINONG-Delapan truk tangki berisi air bersih kembali diterjunkan oleh PCNU Pati. Kali ini, ada tiga kecamatan yang menjadi target pendistribusian air bersih, Jumat (20/9). Desa Sidomukti, Kecamatan Jaken, Desa Sarimulyo dan Kropak, Kecamatan Winong serta Desa Sembatur Agung Kecamatan Jakenan menjadi sasaran pendistribusian air beraih siang tadi. Keempat desa di tiga kecamatan tersebut memperoleh bantuan […]

  • Takjil, Pencitraan, dan Tren Konten Kreator

    Takjil, Pencitraan, dan Tren Konten Kreator

    • calendar_month Kam, 13 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 513
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Tren pencitraan, sekadar membuat konten telah menjamur di masyarakat kita. Saking jengkelnya ketika ada orang melakukan apapun “halah itu cuma konten”. Apatisme inilah yang harus diperhatikan di bulan Ramadan. Sebab, Ramadan seharusnya membawa berkah dan semangat untuk meningkatkan ibadah. Namun, di era media sosial ini, Ramadan juga menjadi panggung bagi berbagai fenomena, […]

  • PCNU-PATI

    Patungan, Siswa MI Gembong Ini Setor 4 Juta ke Lazisnu untuk Palestina

    • calendar_month Sel, 7 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 453
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – Penggalangan donasi untuk membantu Warga Palestina masih terus dibuka. Salah satunya dilakukan oleh Lazisnu Pati. “Bulan Nopember ini kami buka gelombang ke dua untuk donasi bantuan bagi Palestina,” ungkap Ipul salah satu tenaga administrasi Lazisnu Pati. Senin (6/11) siang, Lazisnu Pati kedatangan tamu tak terduga. Anak-anak berseragam putih-merah menyerahkan bantuan dana senilai Rp […]

  • Ahmad Khudlori: Pengurus Ranting adalah Garda Terdepan Khidmat NU

    Ahmad Khudlori: Pengurus Ranting adalah Garda Terdepan Khidmat NU

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.392
    • 0Komentar

      Tawangsari – Ahmad Khudlori, yang dilantik sebagai Ketua Tanfidz Anak Ranting NU RW 01 Desa Tawangsari, menegaskan pentingnya peran pengurus di tingkat akar rumput dalam organisasi Nahdlatul Ulama. “Puncak khidmat untuk NU adalah mereka yang ikhlas terus menerus berjuang di lingkungan terkecil, mereka yang selalu dekat dan berhadapan langsung dengan masyarakat, mereka yang tahu […]

expand_less