Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pesantren sebagai Center Studi Masyarakat

Pesantren sebagai Center Studi Masyarakat

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 10 Feb 2024
  • visibility 263
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto,MA

Pesantren sebagaimana kita pahami merupakan tempat belajar para santri yang di dalamnya terdapat kiai, santri, kitab kuning, dan bangunan. Sehingga pesantren merupakan model pendidikan tertua yang ada di Pulau Jawa-Madura.

Salah satu tradisi agung (great tradition) di Indonesia adalah tradisi pengajaran agama Islam dan khazanah kitab kuning. Dimana tradisi tersebut sudah turun-temurun sebagai ciri khas pendidikan di pesantren. Sehingga pesantren terkenal sebagai lembaga pendidikan non-formal tertua di Indonesia yang melahirkan intelektual bangsa.

Banyak sekali tokoh bangsa lahir dari pesantren yang menjadi tauladan. Misalnya Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari, KH. Abdul Wahab, KH. Bisri Syansuri, KH.  Ali Maksum Krapyak, KH. Sahal Mahfudh dan lain sebagainya.

Para tokoh bangsa di atas merupakan output dari pesantren yang secara keilmuannya tidak diragukan. Oleh karena itu, pesantren selain mengajarkan ilmu agama juga banyak melahirkan para kader bangsa yang kontribusinya sudah tidak diragukan lagi.

Pesantren juga merupakan salah satu model dari pendidikan berbasis sosial-masyarakat. Karena kebanyakan pesantren berdiri atas inisiatif masyarakat muslim yang tujuan utamanya adalah untuk mendidik generasi muda agar memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam dengan baik. Selain itu juga untuk membentuk karakter santri menjadi lebih baik.

Pesantren dengan cara hidupnya yang bersifat kolektif barangkali merupakan perwajahan atau cerminan dari semangat dan tradisi dan lembaga gotong-royong yang umum terdapat di pedesaan.

Sedangkan nilai-nilai sosial-keagamaan seperti ukhuwah (persaudaraan), ta’awun (kerja sama), jihad (berjuang), taat, sederhana, mandiri, ikhlas, dan berbagai nilai eksplisit dari ajaran Islam lain yang mentradisi di pesantren ikut mendukung kelestariannya.

Seiring dengan perjalanan bangsa kita, ketika lembaga-lembaga sosial yang lain belum berjalan secara fungsional, maka pesantren telah menjadi pusat kegiatan masyarakat dalam belajar agama, bela diri, mengobati orang sakit, konsultasi pertanian, peternaan, mencari jodoh dan sampai pada menyusun perlawanan terhadap kolonialisme.

Oleh karena itu, pesantren menjadi lembaga pendidikan yang unik dan berbeda pada lembaga pendidikan pada umumnya. Hal ini tidak saja karena keberadaannya yang sudah sangat lama, tetapi juga karena culture, metode, dan jaringan yang diterapkan oleh lembaga pendidikan berbasis agama yang memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri.

Dan pesantren juga memiliki relasi sosial yang kuat baik dengan lingkungan masyarakat, stakeholders, dan juga antar sesame pesantren. Karena sebagaian besar pengasuh pesantren tidak saja terikat pada kesamaan pola piker, paham keagamaan, namun juga memiliki hubungan kekerabatan yang cukup erat. Sehingga relasi antar pesantren sangat kuat, bahkan untuk menjaga kekerabatan pengasuh antar pesantren biasanya menjodohkan putra-putrinya sebagai bentuk untuk merawat pesantren tersebut.

Dengan demikian, pesantren dengan ciri khasnya akan tetap survive dan terus diminati oleh para calon santri dari penjuru Nusantara, bahkan sampai internasional. Hal ini apabila kita lihat grafik para peminat santri yang lebih memilih belajar di pesantren sangat tinggi. Sehingga pesantren terus melakukan inovasi dalam pelbagai program dan kegiatan untuk memberikan pelayanan terhadap para santri.

Selain itu juga santri yang ada di dalam pesantren akan mendapatkan pelayanan tidak hanya dalam pendidikan keagamaan, melainkan juga pendidikan umum, saintek, dan juga penguatan pada Bahasa asing. Sehingga dari pelbagai program dan kegiatan yang digalakkan dari pengasuh pesantren harapannya santri mampu bersaing dalam kancah internasional dan membawa nama baik pesantren dalam ranah internasional.

Oleh karena itu, dengan banyaknya minat para calon santri yang ingin berdomisili di pesantren tentunya pesantren juga harus sigap dan tentunya terus melakukan inovasi agar para santri bisa lebih semangat dalam mencari ilmu dan tentunya pesantren juga tetap konsen dalam menjaga tradisi yakni khazanah kajian kitab kuning yang terus dirawat dan diaplikasikan kepada para santri, sebagai bentuk menjaga ciri khas kajian yang ada di dalam pesantren.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita Pilu Fitri, Rumah Terbakar dan Kondisi Sakit-Sakitan

    Cerita Pilu Fitri, Rumah Terbakar dan Kondisi Sakit-Sakitan

    • calendar_month Sel, 21 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 638
    • 0Komentar

    PATI – Fitri adalah seorang janda yang mempunyai dua putri. Ia tinggal bersama bapaknya di Kampung Randukuning Rt 02 Rw 03 Kecamatan Pati Lor Kabupaten Pati. Kehidupan mereka awalnya biasa-biasa saja. Namun naas pada Hari Kamis (09/9) pukul 16.00 lalu, si Jago merah dengan ganasnya melenyapkan rumah tinggal beserta isinya. Tidak ada korban jiwa dalam […]

  • MA BANIN; MADRASAH PLUS LIFE SKILL Dari Kitab Kuning Sampai Membatik

    MA BANIN; MADRASAH PLUS LIFE SKILL Dari Kitab Kuning Sampai Membatik

    • calendar_month Jum, 20 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Mentari di pagi itu begitu indah menampakkan wajahnya, mengiring kayuhan sepeda onthel yang sesekali menjerit-jerit karena usianya yang lapuk. Ya, pagi-pagi betul anak-anak harus sudah sampai di halaman Madrasah Tarbiyatul Banin. Tepat pukul 06.30 lantunan murotal ayat-ayat Alqur’anul Karim terdengar sayup-sayup dibacakan oleh siswa-siswi yang hari itu mendapat giliran mengiring mereka memasuki pintu gerbang madrasah. […]

  • Relawan NU dan Warga Gotong Royong Pindahkan Rumah Pasca Banjir Bandang di Peunaron Aceh

    Relawan NU dan Warga Gotong Royong Pindahkan Rumah Pasca Banjir Bandang di Peunaron Aceh

    • calendar_month Jum, 16 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.293
    • 0Komentar

    Aceh Timur — Banjir bandang itu datang tanpa memberi waktu. Dalam hitungan menit, air setinggi enam meter menyeret rumah, sawah, ternak, kendaraan, dan seluruh harta warga Dukuh Dataran Indah, Kecamatan Peunaron. Di antara ratusan korban, rumah milik Maslukin, Wagiran, Adnan, dan Efendy ikut tergeser puluhan meter dari tempat semula. Hari itu, Jumat 16 Januari 2026, […]

  • PCNU-PATI

    Sedang Tuhan Pun Cemburu

    • calendar_month Sen, 12 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Sedang Tuhan pun Cemburu adalah sekumpulan esai-esai yang berkaitan dengan segala aspek kehidupan. Mulai dari kritik-kritik sosial seperti permasalahan narkotika dan seks ; politik seperti korupsi yang merajalela *rupanya korupsi memang sudah menjamur sejak dulu hiks* ; agama tentang seni islami dan dakwah ; sampai budaya di bahas di sini. Semuanya ditulis secara bernas oleh […]

  • LF-NU Pati Rembug Empat Hal Penting

    LF-NU Pati Rembug Empat Hal Penting

    • calendar_month Sen, 29 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 487
    • 0Komentar

    PATI-Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kabupaten Pati, Ahad (28/7) menyelenggarakan rapat Koordinasi dan orientasi internal pengurus. Bertempat di Pesantren Raudlatul Ulum Kajen, rapat tersebut dihadiri oleh ketua PCNU Kabupaten Pati, K. Yusuf Hasyim. Rapat koordninasi LF-NU di Ponpes Roudlotul Ulum Kajen Dalam sambutannya K. Hasyim berharap agar LFNU tetap solid dan tidak hanya berjam’iyyah saja. […]

  • Semarak Hari Santri, MA Manahijul Huda Ngagel Adakan Lomba Baca Kitab Kuning

    Semarak Hari Santri, MA Manahijul Huda Ngagel Adakan Lomba Baca Kitab Kuning

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.600
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Dalam rangka memperingati Hari Santri 2025, MA Manahijul Huda Ngagel, Dukuhseti, Pati, menggelar berbagai lomba, salah satunya Lomba Baca Kitab Kuning yang berlangsung pada Rabu (22/10/2025). Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Ah. Nasyith, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud karakteristik madrasah sebagai lembaga pendidikan yang menanamkan ilmu agama dan melestarikan tradisi intelektual para […]

expand_less