Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » NU dalam Menjaga Politik Kebangsaan

NU dalam Menjaga Politik Kebangsaan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 13 Jan 2024
  • visibility 463
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Seringkali orang berseloroh bahwa politik itu kotor, hanya untuk memperjuangkan perolehan suara. Selain itu juga, politik sering melanggar asa kepatutan dan kebenaran. Sehingga stigma semacam ini menjadikan sebagian warga masyarakat merasa alergi dengan segala sesuatu yang berbau politik.

Dalam perspektif Islam, panggung politik telah lama ada dan bahkan Rasul sendiri adalah seorang pemimpin negara Madinah yang kemudian dilanjutkan oleh sahabatnya dalam sebuah tatanan politik kekhalifahan. Dalam sejarahnya banyak sekali kitab-kitab yang berisi tata cara penalaran negara (Nidham al-hukm) sarat dengan nuansa politik muai dari al-Mawardi dengan al-Ahkam al-Sulthaniyah hingga Ali Abdurraziq dengan al-Islam wa Ushil al-Hukm.

Sedangkan dalam konteks di Indonesia memang ada banyak partai politik yang bernuansa keislaman yang dalam garis perjuangannya berusaha diwarnai dengan corak keislaman. Masing-masing memiliki warna yang tak selalu sama dan bahkan seringkali memiliki pebedaan tajam dalam mensikapi satu masalah yang memiliki implikasi serius di bidang agama.

Oleh karena itu, agar tidak terjerumus dalam politik praktis. Maka sudah sayogjanya agama menjalankan perannya sesuai dengan tujuannya yakni memberikan keteduhan, kedamaian, dan petunjuk kea rah yang benar terhadap masyarakat. Selain itu juga memberikan nasehat-nasehat baik untuk mencerahkan masyarakat dari hal-hal yang dinilai salah menjadi benar.

Maka, Langkah Nahdlatul Ulama untuk Kembali ke Khittah menurut hemat penulis sangat tepat. Karena sebagai organisasi masyarakat sosial agama terbesar di dunia sudah sayogjanya menerapkan nilai-nilai yang penuh dengan tawassuth wal-I’tidak,tasamuh, tawazun,dan beramar ma’ruf nahi munkar.

Dengan pokok-pokok pikiran tentang Khittah NU yang telah ditetapkan oleh Muktamar NU. Sekarang menjadi jelas bahwa keputusan kembali ke Khittah 1926 ini adalah keputusan yang disiapkan secara konsepsional serta dengan proses yang cukup matang. Sehingga NU masih teguh pada pendiriannya yakni menerapkan model politik kebangsaan.

Sedangkan dalam hal ini NU memiliki ciri khas tersendiri dalam pendekatannya terhadap politik. Meskipun secara umum mendukung prinsip-prinsip demokrasi, kebebasan, dan hak asasi manusia, NU juga sangat menekankan pada nilai-nilai Islam dan pendekatan keagamaan dalam keterlibatannya dalam dunia politik.

Secara politik, NU tidak secara resmi terafiliasi dengan partai politik tertentu tetapi memiliki pengaruh besar dalam berbagai partai politik di Indonesia. Sejumlah tokoh NU telah terlibat dalam pemerintahan dan politik nasional, bahkan sejak masa kemerdekaan.

Pada intinya, politik kebangsaan NU sering kali berkaitan dengan upaya menjaga nilai-nilai Islam dalam kerangka negara demokratis Indonesia, sekaligus berupaya memastikan kepentingan umat Islam diakomodasi dalam kebijakan pemerintah. NU juga aktif dalam mempromosikan toleransi antaragama dan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Dengan demikian,Kembali ke Khittah 1926, berarti kita harus melakukan renungan ulang mengingat dan mengenang Kembali terhadap semangat ukhuwah Islamiyah Islamiyah nahdliyah tebalnya rasa senasib dan seperjuangan di antara para ulama pendiri NU.

Menurut KH Ahmad Shiddiq dalamkarya tulisnya yang berjudul Khittah Nahdliyah disebutkan pada halam 19 menyatakan sebagai berikut:

“Dengan tidak memonopoli predikat sebagai satu-satunya golongan Ahlussunnah wal-Jamaah, Jam’iyah nahdlatul Ulama semenjak pertama berdirinya menegaskan diri sebagaipenganut yang mengemban dan mengembangkan Islam ala Madzhab Ahlussunnah wal-Jamaah. Dengan sekuat tenaga,NU menempatkan diri sebagai pengamat setia dan mengajak seluruh kaum Muslimin, terutama para warganya untuk menggolongkan diri pada Ahlussunnah wal-Jamaah.”

Berdasarkan catatan KH Ahmad Siddiq ini sangat jelas, para ulama mendirikan NU pada tahun 1926 mendasarkan amal dan perjuangan NU itu pada acaran Ahlussunnah wal-Jamaah. Sehingga NU berkomitmen dalam semangat nasionalisme dan cinta tanah air.

 

 

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Keputusan Bahtsul Masail Maudhu’iyah

    • calendar_month Sab, 8 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 813
    • 0Komentar

    Di bumi Nusantara (Negara Kesatuan Republik Indonesia/NKRI) terdapat tradisi danbudaya dalam sistem pengimplementasian ajaran agama, sehingga hal itu menjadi ciri khasIslam di Nusantara yang tidak dimililiki dan tidak ada di negeri lain. Perbedaan tersebutsangat tampak dan dapat dilihat secara riil dalam beberapa hal, antara lain:

  • Wejangan Rois Syuriyah dalam Rapat Pleno PCNU Pati

    Wejangan Rois Syuriyah dalam Rapat Pleno PCNU Pati

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 638
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – PCNU Pati menggelar Rapat Pleno I pada Ahad (13/7) pagi. Kegiatan wajib ini dilaksanakan di Gedung SMK NU Pati, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. KH. Minanurrahman, Rois Syuriyah PCNU Pati, dalam pengangarahannya menegaskan bahwa, konsen NU Pati adalah menjaga ukhuwah. Kalaupun terjun ke politik, lanjut dia, yang musti dipegang oleh pengurus NU adalah […]

  • Anjuran dan Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

    Anjuran dan Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

    • calendar_month Jum, 9 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 582
    • 0Komentar

    Jumat, 8 Dzulhijjah (9/8) dan Sabtu, 9 Dzulhijjah (10/8) umat islam di dunia diisunnahkan untuk berpuasa tarwiyah dan arofah. Dua puasa sunah Tarwiyah dan Arafah sangat dianjurkan bagi umat muslim agar dapat turut merasakan nikmatnya seperti yang dirasakan oleh para jama’ah haji. Di bulan terakhir penanggalan Hijriyyah ini, umat muslim melaksanakan agenda besar yaitu ibadah […]

  • Harlah ke-97 Ma'arif, Ketua LP Ma'arif Jateng Minta Sistem Pendidikan Relevan dengan Lapangan dan Tagih Janji Prabowo Soal Papan Interaktif

    Harlah ke-97 Ma’arif, Ketua LP Ma’arif Jateng Minta Sistem Pendidikan Relevan dengan Lapangan dan Tagih Janji Prabowo Soal Papan Interaktif

    • calendar_month Sen, 28 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20.088
    • 0Komentar

    SEMARANG, 26 September 2026 — Ketua LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Dr. Fakhrudin Karmani, M.Pd., menyampaikan dua sorotan tajam dalam Seminar Pendidikan Nasional memperingati Hari Lahir (Harlah) Ma’arif ke-97 di Semarang, Sabtu (26/9/2026). Selain mendesak rekonstruksi sistem pendidikan NU agar lebih realistis sesuai kondisi lapangan, ia secara terbuka menagih janji Presiden Prabowo Subianto terkait bantuan […]

  • LTN NU Temanggung Perkuat Dakwah Digital dan Literasi untuk Hadapi Arus Opini Negatif

    LTN NU Temanggung Perkuat Dakwah Digital dan Literasi untuk Hadapi Arus Opini Negatif

    • calendar_month Jum, 1 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 12.340
    • 0Komentar

      TEMANGGUNG — Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) PCNU Kabupaten Temanggung menggelar kegiatan Halal Bihalal Media Gathering Media NU Vol. 3 pada Jumat (1/5/2026) di Gedung PCNU Temanggung. Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi pegiat media NU sekaligus penguatan strategi dakwah digital di tengah derasnya arus informasi media sosial. Ketua LTN NU Temanggung, […]

  • LP Ma’arif PCNU Kabupaten Magelang Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Literasi

    LP Ma’arif PCNU Kabupaten Magelang Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Literasi

    • calendar_month Sen, 24 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 682
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Magelang – Lembaga Pendidikan Ma’arif PCNU Kabupaten Magelang kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayahnya. Dalam sebuah acara penting yang diselenggarakan di SMK Ma’arif Kota Mungkid pada Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan Zona 8 pada Ahad 23 Maret 2025, Ketua PCNU Kabupaten Magelang, Gus Din, menyoroti jumlah lembaga pendidikan Ma’arif di Magelang yang […]

expand_less