Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Jeng Yah

Jeng Yah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 20 Nov 2023
  • visibility 457
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Di tengah kepulan asap kretek yang menyatu dengan aroma masa, Gadis Kretek, sebuah karya Ratih Kumala, melukiskan narasi sejarah rokok di Indonesia. Terbit perdana pada tahun 2012, dan kini novel ini telah lahir versi filmnya. Hal ini tentu saja memberikan dimensi baru pada ceritanya yang telah melekat di hati pembaca.

Saya membuka kembali halaman-halaman novel ini setelah kemunculan filmnya. Karya ini dapat dikatakan sebuah ekspedisi menyelami budaya dan sejarah kretek. Ratih Kumala, dengan kepiawaiannya, menuntun pembaca menjelajahi lorong-lorong waktu Indonesia, menyaksikan metamorfosis industri tembakau yang lebih dari sekadar urusan ekonomi, melainkan juga cerminan dari dinamika keluarga, percikan cinta, dan pencarian jati diri yang terbentuk dan teruji oleh waktu.

Kritik Sosial yang Tersirat

Novel ini bukan hanya sekedar narasi, tetapi suatu refleksi dari aspek sosial, ekonomi, dan budaya yang menjadi cermin kondisi masyarakat Indonesia, di mana setiap sudut cerita menjadi gambaran nyata dari kehidupan.

Di tengah gelombang perjuangan dan ambisi, karakter-karakter wanita dalam Gadis Kretek menjadi poros utama. Mereka bukan hanya simbol femininitas, tetapi juga representasi kekuatan dan ketabahan dalam mengarungi lautan masyarakat patriarki. Mereka, dengan berani, melawan ekspektasi sosial dan budaya, menari di atas batasan yang ditetapkan, menunjukkan bahwa suara mereka layak didengar dan diakui.

Dalam pusaran cerita, Nyai Dasiyah atau Jeng Yah, muncul sebagai figur sentral. Wanita tangguh ini tidak hanya membawa kedalaman emosional, tetapi juga menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini. Ia adalah penghubung antara generasi, saksi bisu perkembangan industri kretek, dan simbol dari perubahan yang terus bergerak.

Jeng Yah, dalam kekuatan dan kemandiriannya, menjadi simbol perempuan yang tidak hanya bertahan tapi juga berkembang dalam cengkeraman masyarakat patriarki. Ia menghadapi setiap tantangan dengan ketabahan, menunjukkan bahwa wanita tidak hanya wajah di belakang layar, melainkan juga pelaku sejarah yang tangguh dan bijaksana.

Gadis Kretek, lewat tangan dingin Ratih Kumala, tidak hanya menjadi novel, tetapi juga sebuah manifesto feminisme, tradisi, dan modernitas. Ada baiknya sebelum menonton filmnya, Anda membaca novelnya terlebih dahulu.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FKPT Jateng Sukseskan Rakornas FKPT se-Indonesia

    FKPT Jateng Sukseskan Rakornas FKPT se-Indonesia

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.685
    • 0Komentar

      Semarang — Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah turut menyukseskan pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) FKPT ke-VIII yang diikuti pengurus FKPT dari 36 provinsi se-Indonesia, Selasa (23/12/2025). Kegiatan nasional ini dilaksanakan secara hybrid, terpusat di Jakarta dan diikuti daerah secara daring maupun luring. Di Jawa Tengah, Rakornas FKPT dipusatkan di Kantor Badan Kesatuan […]

  • PCNU-PATI

    Mahasiswa Prodi PMI Ipmafa Studi Kunjungan di Pantai Kertomulyo

    • calendar_month Jum, 10 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 627
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Pati-Segenap Mahasiswa Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa) Pati melakukan studi kunjungan di Pantai Kertomulyo Trangkil Pati, (Kamis, 09/11/23). Adapun tujuan dari studi kunjungan ini menurut Siswanto, selaku dosen pendamping menjelaskan diadakan studi kunjungan ini tidak lain adalah untuk memberikan wawasan dan pengetahuan mahasiswa terkait tentang manajemen pemberdayaan dan pengembangan […]

  • PCNU-PATI

    Koalisi

    • calendar_month Rab, 7 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 531
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Dari senja tadi hujan tak berhenti-berhenti. Padahal pagi tadi tetangga Bumi Mina Tani sedang mengalami banjir bandang mengaliri jalan-jalan, rumah-rumah dan kampung kampung Purwodadi Grobogan. Meski banjir sebagian, akan tetapi telah membuat banyak status Whatsapp tegang. Itulah kisah hari ini. Ada yang mengalami banjir, ada pula yang mencoba memperbaiki sebuah […]

  • Ketua PCNU Ingatkan Kembali 7 Medan Dakwah NU Pati

    Ketua PCNU Ingatkan Kembali 7 Medan Dakwah NU Pati

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.191
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id. – Setelah diundur beberapa waktu, akhirnya PCNU Pati resmi menggelar Rapat Pleno, Sabtu (18/4) pagi di SMKN Jateng, Pati. Acara yang tersebut sekaligus menjadi ajang halal bi halal. bagi perwakilan dari 21 satu MWCNU se-Kabupaten Pati, Pengurus Harian Syuriyah, Jajaran Tanfidziyah beserta lembaga dan Banom. “Seharusnya acara (Rapat Pleno) ini kami adakan di […]

  • Launching Jurnal Khittah Lakpesdam NU Pati Edisi II

    Launching Jurnal Khittah Lakpesdam NU Pati Edisi II

    • calendar_month Kam, 15 Okt 2015
    • account_circle admin
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia(Lakpesdam) NU Pati telah meluncurkan Jurnal Khittahnya edisi II. Jurnal yang terbit satu tahun dua kali secara berkala pada edisi kali ini mengangkat Wiraswasta Strategi Kemandirian NU, melalui tema tersebut dengan harapan warga Nahdliyin akan bermandiri dalam hal ekonomi. “Untuk sementara ini Lakpesdam konsentrasi dalam kajian dan penelitian, sedangkan […]

  • Lailatul Ijtima’ NU Wedarijaksa Berbuah Manis

    Lailatul Ijtima’ NU Wedarijaksa Berbuah Manis

    • calendar_month Sel, 31 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 421
    • 0Komentar

    Pelaksanaan lailatul ijtima’ MWC NU Wedarijaksa PATI – Senin (30/8) kemarin, Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Wedarijaksa menggelar Lailatul Ijtima’ pertama setelah masa PPKM, walaupun masa darurat tetap mengadakan pertemuan. Ketua Tanfidziyah NU Wedarijaksa, Kiai Nabhan Ulinnuha mengatakan lailatul ijtima digelar untuk konsolidasi antar pengurus dan antar Banom NU.  “Ini lailatul ijtima kembali digelar setelah […]

expand_less