Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Jeng Yah

Jeng Yah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 20 Nov 2023
  • visibility 358
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Di tengah kepulan asap kretek yang menyatu dengan aroma masa, Gadis Kretek, sebuah karya Ratih Kumala, melukiskan narasi sejarah rokok di Indonesia. Terbit perdana pada tahun 2012, dan kini novel ini telah lahir versi filmnya. Hal ini tentu saja memberikan dimensi baru pada ceritanya yang telah melekat di hati pembaca.

Saya membuka kembali halaman-halaman novel ini setelah kemunculan filmnya. Karya ini dapat dikatakan sebuah ekspedisi menyelami budaya dan sejarah kretek. Ratih Kumala, dengan kepiawaiannya, menuntun pembaca menjelajahi lorong-lorong waktu Indonesia, menyaksikan metamorfosis industri tembakau yang lebih dari sekadar urusan ekonomi, melainkan juga cerminan dari dinamika keluarga, percikan cinta, dan pencarian jati diri yang terbentuk dan teruji oleh waktu.

Kritik Sosial yang Tersirat

Novel ini bukan hanya sekedar narasi, tetapi suatu refleksi dari aspek sosial, ekonomi, dan budaya yang menjadi cermin kondisi masyarakat Indonesia, di mana setiap sudut cerita menjadi gambaran nyata dari kehidupan.

Di tengah gelombang perjuangan dan ambisi, karakter-karakter wanita dalam Gadis Kretek menjadi poros utama. Mereka bukan hanya simbol femininitas, tetapi juga representasi kekuatan dan ketabahan dalam mengarungi lautan masyarakat patriarki. Mereka, dengan berani, melawan ekspektasi sosial dan budaya, menari di atas batasan yang ditetapkan, menunjukkan bahwa suara mereka layak didengar dan diakui.

Dalam pusaran cerita, Nyai Dasiyah atau Jeng Yah, muncul sebagai figur sentral. Wanita tangguh ini tidak hanya membawa kedalaman emosional, tetapi juga menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini. Ia adalah penghubung antara generasi, saksi bisu perkembangan industri kretek, dan simbol dari perubahan yang terus bergerak.

Jeng Yah, dalam kekuatan dan kemandiriannya, menjadi simbol perempuan yang tidak hanya bertahan tapi juga berkembang dalam cengkeraman masyarakat patriarki. Ia menghadapi setiap tantangan dengan ketabahan, menunjukkan bahwa wanita tidak hanya wajah di belakang layar, melainkan juga pelaku sejarah yang tangguh dan bijaksana.

Gadis Kretek, lewat tangan dingin Ratih Kumala, tidak hanya menjadi novel, tetapi juga sebuah manifesto feminisme, tradisi, dan modernitas. Ada baiknya sebelum menonton filmnya, Anda membaca novelnya terlebih dahulu.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesta Demokrasi MWC NU : Petahana Bangkit Kembali

    Pesta Demokrasi MWC NU : Petahana Bangkit Kembali

    • calendar_month Sab, 28 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 394
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Konferensi MWC NU Kecamatan Tayu Kembali digelar. Kali ini, pemilihan ketua NU di tingkat kecamatan tersebut dilaksanakan di MTs. Miftahul Huda, Tayu. Agenda yang berlangsung Jumat (28/12) tersebut mengukuhkan kembali kepemimpinan K. Ahmad Sarwo sebagai orang nomor satu di jajaran Tanfidziyah MWCNU Tayu. “Saya sampaikan terimakasih atas kepercayaannya kembali, dan saya mohon dukungan […]

  • PCNU-PATI

    Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Distribusikan Air Bersih di Desa Trikoyo

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 376
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Segenap mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam dari Kampus Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati melaksanakan kegiatan sosial berupa distribusi air bersih di Desa Trikoyo, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati. Ahad, (22/9/24). Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat, sekaligus upaya untuk membantu warga desa yang sedang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau panjang. […]

  • Video Joget-Joget dalam Haflah Akhirussanah Ternyata Bukan di Pati

    Video Joget-Joget dalam Haflah Akhirussanah Ternyata Bukan di Pati

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.349
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan adanya sekelompok perempuan mengenakan pakaian drumband yang tengah joget-joget di atas panggung dalam acara Haflah Akhirussanah. Dalam video itu dinarasikan bahwa drumband bermama Mahadewa pentas dalam acara Haflah Akhirussanah di Madrasah Diniyah I’anatut Thalibin Pati Jawa Tengah. Postingan tersebut menuai beragam tanggapan warganet. Sebab kostum […]

  • Photo by Wolfgang Hasselmann

    Hidup Sederhana Yang Apa Adanya

    • calendar_month Jum, 29 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Tadi malam saat saya mengikuti kegiatan tahlil rutinan, tiba-tiba saya terbesit ingin menulis untuk hari ini tentang kesederhanaan. Hal-hal sederhana yang terkadang dianggap sebelah mata oleh kebanyakan manusia. Landasan saya ingin berbagi cerita hari ini adalah karena orang tua dan keluarga saya. Bapak dan Ibu sejak saya kecil hingga sekarang selalu […]

  • NU Kabupaten Pati Punya Website

    NU Kabupaten Pati Punya Website

    • calendar_month Sab, 26 Apr 2014
    • account_circle admin
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Web yang dimiliki NU Kabupaten Pati sementara tampil dengan nama nu-kab-pati.blogspot.com namun kelak akan tampil simple, dan tidak panjang dalam memberi nama Websitenya. cukup ketik www.nu.kabpati.com atau nu.kabpati.org maka saat ini web NU Sudah bisa anda buka. Dalam web ini berisi tentang informasi yang berhubungan dengan NU Kabupaten Pati, pengumuman, pengumuman, mungkin nantibisa berkembang terus […]

  • PAC Muslimat NU Batangan Punyai Ketua Baru

    PAC Muslimat NU Batangan Punyai Ketua Baru

    • calendar_month Sen, 7 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 333
    • 0Komentar

    BATANGAN-PAC Muslimat NU Batangan menggelar Konferensi Anak Cabang, Minggu (6/10). Belokasi di Desa Lengkong, tepatnya di RA Tarbiyatuk Isalamiyah, agenda teraebut menjadi tanda berakhirnya masa kepemimpinan Malikhatin, ketua PAC Muslimat NU Batangan periode 2014-2019. Istiqomah, S.Pd. (ketua terpilih PAC Muslimat NU Batangan) bersama dengan rekan-rekannya Dalam konferensi itu, Pengurus cabang mendelegasikan tiga orang untuk memandu […]

expand_less