Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Menjadi Dewasa

Menjadi Dewasa

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 8 Sep 2023
  • visibility 213
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Saat saya tengah membersihkan rumah, tiba-tiba ada suara dari batin yang membisikkan sesuatu. Sesuatu yang membuat perasaan saya tak nyaman dan mudah tersentuh. Barangkali saya lah yang memang terlalu perasa atau mengkhawatirkan sesuatu secara berlebih.

Istilah populer mengatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Dimana dalam menjalani kehidupan ini mereka selalu membutuhkan manusia yang lainnya. Mereka tak bisa bekerja dan melakukan pekerjaan seorang diri. Meski hal ini ada pengecualian tertentu. Tetapi yang saya maksudkan disini adalah setiap individu pasti dan akan selalu bersinggungan dengan individu atau kelompok yang lain.

Dalam menjalani kehidupan horizontal bersama dengan manusia yang lainnya tersebut, tak jarang kita menemukan berbagai permasalahan dan perselisihan. Entah karena kesalahpahaman persepsi atau perbedaan pandangan. Angka 6 jika dilihat dari bawah maka akan menunjukkan angka 6 (enam). Namun jika melihatnya dari atas maka berubah menjadi 9 (sembilan). Ini merupakan satu contoh kecil dari perbedaan cara memandang satu objek yang sama. 

Kita tahu dalam kehidupan ini tak hanya ada satu objek saja untuk bisa menjadikan perbedaan pandangan tersebut. Dari mulai tim bubur diaduk atau tak diaduk, sampai perselisihan memilih dan mendukung calon pemimpin masa depan. Perselisihan-perselisihan itu tak dapat dihindarkan.

Kita tak bisa memaksakan atau mendikte orang lain agar selaras dan memahami keinginan kita. Karena memang pada dasarnya setiap makhluk dan individu diciptakan Tuhan dengan memiliki keberbedaan. Orang tua dan anak pun memiliki sifat yang berbeda meskipun dari satu garis keturunan. Contohnya saja mereka memiliki tanda tangan yang berbeda. Artinya garis takdir pun juga ikut berbeda. Kata kekasih saya waktu itu. 

Perselisihan-perselisihan tersebut nyatanya mampu diuraikan dengan makin dewasanya manusia dalam mengelola emosi dan perasaannya. Kita tak bisa mengubah orang lain, namun kita bisa mengubah mindset diri sendiri dalam menyikapinya. Contoh ketika kita sedang disakiti atau dikhianati pasangan kita, kita bisa memilih untuk tak melakukan hal yang sama kepadanya. Kecewa dan marah tentu boleh. Namun jangan sampai berlarut dan terlalu lama.

Amarah dan kekecewaan yang berlebih dapat merusak segala mood kita, dan dapat pula menyebabkan munculnya energi-energi negatif yang datang silih berganti. Karena tak dipungkiri dalam kehidupan ini selalu ada dua sisi. Positif negatif, baik dan buruk, siang dan malam, laki-laki dan perempuan, yang ada dan tiada, dan sebagainya.

Menurut yang saya ketahui dari beberapa konten horor experience, bahwa makhluk astral yang jahat biasanya suka menggoda dan mempengaruhi manusia untuk berbuat jahat juga. Hal ini bisa dipicu karena amarah manusia yang tak bisa dikendalikan. Sehingga mereka (makhluk astral) yang jahat seolah menemukan teman baru.

Tentu kita tak menginginkan hal ini terjadi pada diri kita kan? Oleh sebab itu, maka mawas diri dan kedewasaan kita perlu sekali untuk dilatih. Agar pada saat orang lain menyakiti kita, kita tak membalas menyakitinya. 

Anggap saja bahwa mereka sedang menunjukkan kualitas dirinya. Ketika di pagi hari mereka bilang iya, namun saat sore hari telah berubah menjadi tidak. Ibarat dari kedelai menjadi tempe. Anggap saja dia adalah orang yang tak jujur. Lalu apa yang mesti kita lakukan dengan hal itu? Memaafkan. Mudah mengucapkannya, tapi sangat sulit melakukan bukan. 

Jika mau belajar lama-kelamaan akan menjadi mudah. Sama halnya dengan kita belajar matematika. Jika belum mengetahui rumusnya, maka akan sulit mengerjakan. Begitu juga dengan menjalani hidup dan kehidupan ini. Kita hanya belum tahu rumusnya mengendalikan diri saja. Belajar dan terus belajar adalah solusi yang tepat untuk senantiasa menemukan kebahagiaan ditengah perselisihan-perselisihan tadi.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas

    • calendar_month Ming, 18 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Buku ini disusun oleh Tim Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU,Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) danPusat Studi dan Pelayanan Disabilitas (PSLD) Universitas BrawijayaMalang, serta didukung oleh YAKKUM dan The Asia Foundation.Kami merasakan penting untuk menyusun buku ini, karena melihatkondisi dimana para penyandang disabilitas kurang diperhatikan hakhaknya dan mereka masih banyak tantangan dan hambatan, terutamadalam menjalankan […]

  • Sekolah dan Madrasah Ma'arif Perlu Perkuat Branding

    Sekolah dan Madrasah Ma’arif Perlu Perkuat Branding

    • calendar_month Rab, 22 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 281
    • 0Komentar

      Brebes – Lembaga Maarif NU Kabupaten Brebes mengadakan pelatihan yang diperuntukkan untuk tenaga kependidikan, guru dan siswa dilingkungan kabupaten Brebes. Acara ini di laksanakan di gedung PC NU Brebes di Jl. Yos Sudarso No. 36 Brebes. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 50 peserta dari perwakilan guru maupun siswa di lingkungan Kabupaten Brebes pada […]

  • Pembinaan Keagamaan: Kemenag Bakal Jalin Kerjasama dengan Lapas dan RSUD Soewondo

    Pembinaan Keagamaan: Kemenag Bakal Jalin Kerjasama dengan Lapas dan RSUD Soewondo

    • calendar_month Rab, 22 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 224
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam (Pokjaluh) Kabupaten Pati bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pati dan RSUD Soewondo Pati, bakal menjalin kerja sama strategis dalam pembinaan keagamaan bagi narapidana dan pasien rumah sakit. Rencana kerja sama ini disepakati dalam rapat pembentukan program kerja tahunan Pokjaluh, pada Selasa (21/1/2025). Ketua Pokjluh Kabupaten […]

  • KH. Abdul Kholiq : Ulama Tasawuf, Pendiri Madrasah Abadiyah Gabus

    KH. Abdul Kholiq : Ulama Tasawuf, Pendiri Madrasah Abadiyah Gabus

    • calendar_month Rab, 21 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 544
    • 0Komentar

    Oleh : Agus Salim* Potret KH. Abdul Kholiq Mojolawaran KH. Abdul Kholiq merupakan ulama yang  lahir di Pati Jawa Tengah. Sejarah panjang yang menceritakan tentang gigihnya ulama yang satu ini dalam mendampingi masyarakat pedesaan, untuk memperkenalkan agama Islam. Telah termaktub dalam buku yang ditulis oleh Agus Salim yang berjudul “Berkhidmat Mengarungi dan Menyemai Jejak-Jejak Zaman […]

  • Ahmad Khudlori: Pengurus Ranting adalah Garda Terdepan Khidmat NU

    Ahmad Khudlori: Pengurus Ranting adalah Garda Terdepan Khidmat NU

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.012
    • 0Komentar

      Tawangsari – Ahmad Khudlori, yang dilantik sebagai Ketua Tanfidz Anak Ranting NU RW 01 Desa Tawangsari, menegaskan pentingnya peran pengurus di tingkat akar rumput dalam organisasi Nahdlatul Ulama. “Puncak khidmat untuk NU adalah mereka yang ikhlas terus menerus berjuang di lingkungan terkecil, mereka yang selalu dekat dan berhadapan langsung dengan masyarakat, mereka yang tahu […]

  • Sakoma NU PWNU Jawa Tengah Siap Gelar Musda II

    Sakoma NU PWNU Jawa Tengah Siap Gelar Musda II

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 273
    • 0Komentar

      Semarang – Dalam rangka menyambung Musyawarah Darah (Musda) II, Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Pra Musda yang digelar pada Rabu malam (23/10/2024) secara virtual melalui Zoom Meeting. Kegiatan Pra Musda II ini diawali dengan pembukaan, tahlil, lagu Indonesia Raya dan Hime Pramuka, dilanjutkan sambutan sekaligus membuka acara Pra Musda […]

expand_less