Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Menjadi Dewasa

Menjadi Dewasa

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 8 Sep 2023
  • visibility 474
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Saat saya tengah membersihkan rumah, tiba-tiba ada suara dari batin yang membisikkan sesuatu. Sesuatu yang membuat perasaan saya tak nyaman dan mudah tersentuh. Barangkali saya lah yang memang terlalu perasa atau mengkhawatirkan sesuatu secara berlebih.

Istilah populer mengatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Dimana dalam menjalani kehidupan ini mereka selalu membutuhkan manusia yang lainnya. Mereka tak bisa bekerja dan melakukan pekerjaan seorang diri. Meski hal ini ada pengecualian tertentu. Tetapi yang saya maksudkan disini adalah setiap individu pasti dan akan selalu bersinggungan dengan individu atau kelompok yang lain.

Dalam menjalani kehidupan horizontal bersama dengan manusia yang lainnya tersebut, tak jarang kita menemukan berbagai permasalahan dan perselisihan. Entah karena kesalahpahaman persepsi atau perbedaan pandangan. Angka 6 jika dilihat dari bawah maka akan menunjukkan angka 6 (enam). Namun jika melihatnya dari atas maka berubah menjadi 9 (sembilan). Ini merupakan satu contoh kecil dari perbedaan cara memandang satu objek yang sama. 

Kita tahu dalam kehidupan ini tak hanya ada satu objek saja untuk bisa menjadikan perbedaan pandangan tersebut. Dari mulai tim bubur diaduk atau tak diaduk, sampai perselisihan memilih dan mendukung calon pemimpin masa depan. Perselisihan-perselisihan itu tak dapat dihindarkan.

Kita tak bisa memaksakan atau mendikte orang lain agar selaras dan memahami keinginan kita. Karena memang pada dasarnya setiap makhluk dan individu diciptakan Tuhan dengan memiliki keberbedaan. Orang tua dan anak pun memiliki sifat yang berbeda meskipun dari satu garis keturunan. Contohnya saja mereka memiliki tanda tangan yang berbeda. Artinya garis takdir pun juga ikut berbeda. Kata kekasih saya waktu itu. 

Perselisihan-perselisihan tersebut nyatanya mampu diuraikan dengan makin dewasanya manusia dalam mengelola emosi dan perasaannya. Kita tak bisa mengubah orang lain, namun kita bisa mengubah mindset diri sendiri dalam menyikapinya. Contoh ketika kita sedang disakiti atau dikhianati pasangan kita, kita bisa memilih untuk tak melakukan hal yang sama kepadanya. Kecewa dan marah tentu boleh. Namun jangan sampai berlarut dan terlalu lama.

Amarah dan kekecewaan yang berlebih dapat merusak segala mood kita, dan dapat pula menyebabkan munculnya energi-energi negatif yang datang silih berganti. Karena tak dipungkiri dalam kehidupan ini selalu ada dua sisi. Positif negatif, baik dan buruk, siang dan malam, laki-laki dan perempuan, yang ada dan tiada, dan sebagainya.

Menurut yang saya ketahui dari beberapa konten horor experience, bahwa makhluk astral yang jahat biasanya suka menggoda dan mempengaruhi manusia untuk berbuat jahat juga. Hal ini bisa dipicu karena amarah manusia yang tak bisa dikendalikan. Sehingga mereka (makhluk astral) yang jahat seolah menemukan teman baru.

Tentu kita tak menginginkan hal ini terjadi pada diri kita kan? Oleh sebab itu, maka mawas diri dan kedewasaan kita perlu sekali untuk dilatih. Agar pada saat orang lain menyakiti kita, kita tak membalas menyakitinya. 

Anggap saja bahwa mereka sedang menunjukkan kualitas dirinya. Ketika di pagi hari mereka bilang iya, namun saat sore hari telah berubah menjadi tidak. Ibarat dari kedelai menjadi tempe. Anggap saja dia adalah orang yang tak jujur. Lalu apa yang mesti kita lakukan dengan hal itu? Memaafkan. Mudah mengucapkannya, tapi sangat sulit melakukan bukan. 

Jika mau belajar lama-kelamaan akan menjadi mudah. Sama halnya dengan kita belajar matematika. Jika belum mengetahui rumusnya, maka akan sulit mengerjakan. Begitu juga dengan menjalani hidup dan kehidupan ini. Kita hanya belum tahu rumusnya mengendalikan diri saja. Belajar dan terus belajar adalah solusi yang tepat untuk senantiasa menemukan kebahagiaan ditengah perselisihan-perselisihan tadi.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAC Ansor Batangan Miliki Pengurus Baru

    PAC Ansor Batangan Miliki Pengurus Baru

    • calendar_month Sen, 15 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 544
    • 0Komentar

    BATANGAN- Gerakan Pemuda Ansor Kec. Batangan Kab. Pati sukses menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab), Senin (15/7) malam. Kegiatan yang diselenggarakan di gedung TPQ Masjid Baitul Makmur Gadel, Batangan berhasil memilih ketua baru. Pelaksanaan Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Gerakan Pemuda Ansor Batangan berlangsung tertib dan damai itu menghasilkan nama Darno sebagai pemimpin baru PAC Ansor Kec. […]

  • Berdayakan Sastra Sampai Ke Tingkat Sekolah Dasar

    Berdayakan Sastra Sampai Ke Tingkat Sekolah Dasar

    • calendar_month Sab, 16 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 491
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Jakarta, Minggu, 10/12/2023 Perkembangan dan berbagai aktivitas kegiatan sastra ke depan-terutama sambut tahun 2024 mendatang- akan dapat ‘ditularkan’ kepada generasi muda milenial, bahkan ke tingkat siswa dan siswi sekolah dasar (SD). Demikian permintaan langsung  H.Firmansyah, S.Pd,M.Pd, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta ketika membuka acara GEBYAR SENJA BERPUISI yang terakhir tahun 2023 […]

  • Di Luar Dugaan! Ambulan NU Berikan 122 Layanan Sepanjang 2024

    Di Luar Dugaan! Ambulan NU Berikan 122 Layanan Sepanjang 2024

    • calendar_month Rab, 1 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 673
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kabupaten Pati merilis laporan penggunaan layanan kesehatan mobil Ambulan tahun 2024, Rabu (1/1).   Pada data tersebut, sedikitnya ada 122 layanan ambulan dijalankan oleh Lazisnu. Dari junlah itu, sebanyak 41 layanan di lakukan di dalam kota dan 81 lainnya di luar kota.   […]

  • PCNU Pati : Perlu Kaji Ulang Kebijakan Penundaan Tatap Muka TPQ

    PCNU Pati : Perlu Kaji Ulang Kebijakan Penundaan Tatap Muka TPQ

    • calendar_month Sel, 21 Jul 2020
    • account_circle admin
    • visibility 363
    • 0Komentar

    Kantor PCNU Pati PATI-Surat edaran Bupati Pati Nomor 451.4/1679 bertanggal 20 Juli 2020 menuai beragam reaksi. Edaran tersebut merupakan permohonan Bupati Pati yang ditujukan kepada Kepala Kementerian Agama Pati. Surat yang dilayangkan Bupati melalui Setda Pati ini berisi permintaan Bupati agar Kemenag mengintruksikan segenap penyelenggara Taman Pendidikan al Qur’an (TPQ) di wilayah Kabupaten Pati agar […]

  • PCNU PATI - 4 Hari Digembleng Lomba, Santri PPSA Tutup 17-an dengan Maulid

    4 Hari Digembleng Lomba, Santri PPSA Tutup 17-an dengan Maulid

    • calendar_month Kam, 18 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 431
    • 0Komentar

    GEMBONG – Beragam acara digelar untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77 tahun ini. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh santri-santri di Pondok Pesantren Shofa Az Zahro’ (PPSA) Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. Usai digembleng dengan beragam lomba khas tujuhbelasan mulai Hari Minggu (14/8) lalu, malam ini, mereka menutup rangkaian tersebut dengan pembacaan maulid Al […]

  • Mengelola Energi Kreatif Pegiat Lesbumi Dalam Berkesenian dan Berkebudayaan

    Mengelola Energi Kreatif Pegiat Lesbumi Dalam Berkesenian dan Berkebudayaan

    • calendar_month Sab, 2 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 726
    • 0Komentar

    Oleh : M. Syafii Pahlevi Menghidupkan spirit berkesenian dan berkebudayaan meniscayakan adanya beberapa unsur pendukung, selain kemampuan praksis personal juga ditopang oleh penerimaan masyarakat pendukungnya. Sehingga hal ini memerlukan beragam gagasan yang saling bersinergi, yang kemudian dikolaborasikan menjadi satu gerakan atau perhelatan yang menyatu. Selain itu, kebutuhan adanya resource atau sumber daya penunjang bagi kegiatan […]

expand_less