Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » 20 Guru Ma`arif dan Ustadz Ikuti Program English Capacity Building for Educators di Pare

20 Guru Ma`arif dan Ustadz Ikuti Program English Capacity Building for Educators di Pare

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 20 Nov 2024
  • visibility 409
  • comment 0 komentar

Semarang – Program English Capacity Building for Nahdliyin Educators resmi diluncurkan dan pada 15 November 2024 oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU dan RMI NU Jawa Tengah. Program dan mengirimkan 20 guru untuk mendapatkan pembimbingan di Pare di Camp Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima Semarang. Semua Peserta sudah bermukim dan tinggal di asrama Yayasasn NASIMA di Pare dan akan mengikuti pendidikan mulai 15 November 2024 sampai 29 Desember 2024.

Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin dalam sambutan, menyampaikan bahwa program ini menjadi penting karena selama ini salah satu kendala bagi guru-guru kita untuk maju adalah karena lemahnya skills Bahasa Inggris. “Banyak kesempatan dan peluang beasiswa dan lainnya, tetapi sekali lagi kendala guru-guru adalah kemampuan Bahasa Inggris. Inilah yang akan kita dobrak, bapak ibu yang hadir di sini terplilih sebagai penerima beasiswa harus menjadi contoh, karena masa depan program ini ada di tangan peserta angakatan pertama ini. Program ini merupakan sentuhan konkret untuk meningkatkan kapasitas bahasa mereka,” kata Ketua PWNU Jateng KH Abdul Ghaffar Rozin atau akrab disapa Gus Rozin.

Ketua Lembaga Pendidikan Ma`arif NU Jawa Tengah Fakhruddin Karmani menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris para pendidik NU dan merupakan bagian dari strategi penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) menuju NU Digdaya dan Mendunia. Peserta yang lolos akan mendapatkan materi pelatihan selama pelaksanaan program, yakni English for Academic Purposes (EAP), Teaching Learning Comprehension, Public Speaking Skills, Kesamaptaan, Leadership, Ke-Aswaja-an, Digital Literation, Moderasi Beragama, dan Spiritual Excursion.

Lebih lanjut, Fakhruddin menuturkan bahwa program ini menjadi yang pertama dilaksanakan pada periode kepengurusannya. Ia berharap, program ini dapat membentuk jaringan pendidik Bahasa Inggris NU yang kompeten melalu Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris, profesional, berkepribadian Aswaja An Nahdliyah, dan memiliki kemampuan public speaking yang baik. (Ibda).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sang Teladan,

    Sang Teladan,

    • calendar_month Rab, 7 Feb 2018
    • account_circle admin
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Haul 1 KH. A. Nafi’ Abdillah لسان الحال افصح من لسان المقال Bukti laku lebih tajam dari seribu teori Tidak terasa, guru kita semua, KH. Ahmad Nafi’ Abdillah sudah satu tahun meninggalkan kita. Selasa malam rabu 6 Februari 2018 ini insya Allah acara tahlil haul pertama berlangsung di ndalem beliau di Kajen Margoyoso Pati. KH. […]

  • RMI PWNU Jawa Tengah Bersama Baznas Jawa Tengah Dorong Pesantren Melek Digital melalui Pelatihan Digital Marketing

    RMI PWNU Jawa Tengah Bersama Baznas Jawa Tengah Dorong Pesantren Melek Digital melalui Pelatihan Digital Marketing

    • calendar_month Sab, 15 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 233
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Semarang, 12 Maret 2025 – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah terus berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas pesantren dalam menghadapi era digital. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan Pelatihan Digital Marketing bagi pengelola Humas dan IT pondok pesantren se-Jawa Tengah. Acara yang digelar di SMK Negeri Jawa Tengah ini berlangsung […]

  • PCNU-PATI

    Bicara Abad ke-2 NU, Gus Yahya: Berdaya Saja Tidak Cukup

    • calendar_month Rab, 22 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 224
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. JAKARTA – Puthut EA, pemilik kanal youtube dan media Mojok.co baru-baru ini mewawancarai Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf.  Dalam video yang tayang Selasa (21/2) kemarin, Puthut menggali secara mendalam seputar pribadi Gus Yahya dan kiprah NU.  Bahkan, selama satu jam empat belas menit, banyak ilmu dan pengetahuan yang divisualisasikan. Di antaranya, makna […]

  • Zona 2, GLM Ramadan Terlaksana di MA. Roudlotusysyubban Tawangrejo Pati

    Zona 2, GLM Ramadan Terlaksana di MA. Roudlotusysyubban Tawangrejo Pati

    • calendar_month Sab, 8 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 319
    • 0Komentar

          Pcnupati.or.id-Pati – Setelah terlaksana di zona 1 MTs Hasyim Asy’arif Jompong, Kradenan, Kabupaten Blora, Program Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan zona 2 terlaksana di MA. Roudlotusysyubban Tawangrejo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Sabtu (8/3/2025). Kegiatan GLM Ramadan tersebut mengusung tema Gerakan Murid Ma’arif Menulis Kreatif Selama Ramadan (GEMUKKAN). Kepala MA. Roudlotusysyubban Tawangrejo Drs. […]

  • PCNU-PATI

    Dosen Inisnu Sebut Menulis Artikel di Scopus Lebih Mudah dari Sinta

    • calendar_month Sel, 2 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Temanggung – Dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda menegaskan bahwa menulis artikel di jurnal internasional terindeks Scopus lebih mudah daripada menulis artikel di jurnal nasional terindeks Sinta. Hal itu diungkapkan dalam Seminar Publikasi Internasional secara daring dengan tema “Menjadi Akademisi Global […]

  • PCNU - PATI Ponpes Ganra

    Pesantren dan Kemandirian Bangsa

    • calendar_month Sab, 16 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Dalam lanskap sejarah kebangsaan, pesantren telah memberikan sumbangsih dan kontribusi yang signifikan terhadap negeri ini. Sejak ratusan tahun yang lalu kontribusi pesantren terhadap bangsa sudah tidak terhitung lagi.  Pada masa kolonial, pesantren dan kaum santri telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari munculnya perlawanan yang ditunjukkan untuk menentang dan melawan dominasi asing yang berambisi menguasi […]

expand_less