Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » 20 Guru Ma`arif dan Ustadz Ikuti Program English Capacity Building for Educators di Pare

20 Guru Ma`arif dan Ustadz Ikuti Program English Capacity Building for Educators di Pare

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 20 Nov 2024
  • visibility 273
  • comment 0 komentar

Semarang – Program English Capacity Building for Nahdliyin Educators resmi diluncurkan dan pada 15 November 2024 oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU dan RMI NU Jawa Tengah. Program dan mengirimkan 20 guru untuk mendapatkan pembimbingan di Pare di Camp Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima Semarang. Semua Peserta sudah bermukim dan tinggal di asrama Yayasasn NASIMA di Pare dan akan mengikuti pendidikan mulai 15 November 2024 sampai 29 Desember 2024.

Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin dalam sambutan, menyampaikan bahwa program ini menjadi penting karena selama ini salah satu kendala bagi guru-guru kita untuk maju adalah karena lemahnya skills Bahasa Inggris. “Banyak kesempatan dan peluang beasiswa dan lainnya, tetapi sekali lagi kendala guru-guru adalah kemampuan Bahasa Inggris. Inilah yang akan kita dobrak, bapak ibu yang hadir di sini terplilih sebagai penerima beasiswa harus menjadi contoh, karena masa depan program ini ada di tangan peserta angakatan pertama ini. Program ini merupakan sentuhan konkret untuk meningkatkan kapasitas bahasa mereka,” kata Ketua PWNU Jateng KH Abdul Ghaffar Rozin atau akrab disapa Gus Rozin.

Ketua Lembaga Pendidikan Ma`arif NU Jawa Tengah Fakhruddin Karmani menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris para pendidik NU dan merupakan bagian dari strategi penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) menuju NU Digdaya dan Mendunia. Peserta yang lolos akan mendapatkan materi pelatihan selama pelaksanaan program, yakni English for Academic Purposes (EAP), Teaching Learning Comprehension, Public Speaking Skills, Kesamaptaan, Leadership, Ke-Aswaja-an, Digital Literation, Moderasi Beragama, dan Spiritual Excursion.

Lebih lanjut, Fakhruddin menuturkan bahwa program ini menjadi yang pertama dilaksanakan pada periode kepengurusannya. Ia berharap, program ini dapat membentuk jaringan pendidik Bahasa Inggris NU yang kompeten melalu Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris, profesional, berkepribadian Aswaja An Nahdliyah, dan memiliki kemampuan public speaking yang baik. (Ibda).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kak Mujib Tegaskan Khidmah di Pandu Ma’arif NU adalah Keberkahan

    Kak Mujib Tegaskan Khidmah di Pandu Ma’arif NU adalah Keberkahan

    • calendar_month Sab, 26 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Semarang – Ketua Umum Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama PBNU Kak H. Mujiburrohman menegaskan bahwa berkhidmah menjadi pengurus di Satuan Komunitas Pramuka Pandu Ma’arif NU adalah keberkahan. “Berkhidmah di Pandu Ma’arif adalah berkah, keberkahan mengikuti para kiai Nahdlatul Ulama,” bebernya dalam penutupan Musyawarah Daerah (Musda) II Satuan Komunitas Pramuka Pandu Ma’arif NU PWNU Jawa […]

  • Pentingnya Branding bagi Madrasah

    Pentingnya Branding bagi Madrasah

    • calendar_month Rab, 22 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 203
    • 0Komentar

      Brebes, 22 November 2023 – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Brebes mengadakan Pelatihan Branding, Publikasi, dan Pengelolaan Website di Kantor PCNU Kabupaten Brebes untuk seluruh lembaga pendidikan dibawah naungan LP Ma’arif NU Brebes bersama Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Nahdlatul Ulama PWNU Jawa Tengah Hamidulloh Ibda. Dalam kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan dari masing-masing lembaga […]

  • PCNU-PATI

    Unforgattable

    • calendar_month Jum, 12 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Ini kisah dari sang waktu tentang mereka yang menunggu. Cerita seorang perempuan yang bersembunyi di balik halaman buku dan seorang lelaki yang siluetnya membentuk mimpi di liku tidur sang perempuan. Ditemani krat-krat berisi botol vintage wine yang berdebu, aroma rasa yang menguar dari cairan anggur di dalam gelas, derit kayu di rumah usang, dan lembar […]

  • Duet Mahasiswa IAIN Kudus Dan IPNU/IPPNU Juwana Sukses Gelar Training of Journalistic

    Duet Mahasiswa IAIN Kudus Dan IPNU/IPPNU Juwana Sukses Gelar Training of Journalistic

    • calendar_month Sen, 4 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Salah satu pemantik sedang menyampaikan  materi dalam acara Trainning of Jurnalistic yang diselenggarakan oleh Tim KKN IAIN Kudus dan IPNU IPPNU Juwana JUWANA – PAC IPNU IPPNU Kecamatan Juwana sukses menggelar Training of Journalistic di Balai Desa Growong Lor, Minggu (3/10). Mengusung tema “Mencetak Tim Jurnalis  yang Berdedikasi dan Humanis”, kegiatan ini dapat terlaksana atas […]

  • Peduli Banjir Pati, LTNNU Bagikan Ratusan Porsi Nasi Sambil Sosialisasi Bahaya Hoaks

    Peduli Banjir Pati, LTNNU Bagikan Ratusan Porsi Nasi Sambil Sosialisasi Bahaya Hoaks

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.226
    • 0Komentar

      Pati – Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Pati mempunyai cara unik dalam membantu korban banjir Pati. Mereka membagikan ratusan porsi nasi ayam geprek sambil memberikan sosialisasi bahaya hoaks atau berita bohong, Minggu (18/1/2026). Banjir sudah sepekan lebih menerjang Kabupaten Pati atau sejak Jumat (9/1/2026). Berbagai informasi pun tersebar luas di media sosial. […]

  • Ajarilah dengan Cinta

    Ajarilah dengan Cinta

    • calendar_month Jum, 16 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Ada sesuatu yang membuat saya menyadari bahwa anak-anak tak bisa jika dibentak. Mereka akan menjadi seorang yang penakut dan kemungkinan lainnya akan menjadi seorang pemberontak, nantinya. Mereka tak akan pernah mau patuh pada aturan atau perintah siapapun, termasuk kedua orang tuanya sendiri. Pengalaman yang saya alami saat tanpa sengaja saya membentak […]

expand_less