Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » 20 Guru Ma`arif dan Ustadz Ikuti Program English Capacity Building for Educators di Pare

20 Guru Ma`arif dan Ustadz Ikuti Program English Capacity Building for Educators di Pare

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 20 Nov 2024
  • visibility 448
  • comment 0 komentar

Semarang – Program English Capacity Building for Nahdliyin Educators resmi diluncurkan dan pada 15 November 2024 oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU dan RMI NU Jawa Tengah. Program dan mengirimkan 20 guru untuk mendapatkan pembimbingan di Pare di Camp Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima Semarang. Semua Peserta sudah bermukim dan tinggal di asrama Yayasasn NASIMA di Pare dan akan mengikuti pendidikan mulai 15 November 2024 sampai 29 Desember 2024.

Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin dalam sambutan, menyampaikan bahwa program ini menjadi penting karena selama ini salah satu kendala bagi guru-guru kita untuk maju adalah karena lemahnya skills Bahasa Inggris. “Banyak kesempatan dan peluang beasiswa dan lainnya, tetapi sekali lagi kendala guru-guru adalah kemampuan Bahasa Inggris. Inilah yang akan kita dobrak, bapak ibu yang hadir di sini terplilih sebagai penerima beasiswa harus menjadi contoh, karena masa depan program ini ada di tangan peserta angakatan pertama ini. Program ini merupakan sentuhan konkret untuk meningkatkan kapasitas bahasa mereka,” kata Ketua PWNU Jateng KH Abdul Ghaffar Rozin atau akrab disapa Gus Rozin.

Ketua Lembaga Pendidikan Ma`arif NU Jawa Tengah Fakhruddin Karmani menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris para pendidik NU dan merupakan bagian dari strategi penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) menuju NU Digdaya dan Mendunia. Peserta yang lolos akan mendapatkan materi pelatihan selama pelaksanaan program, yakni English for Academic Purposes (EAP), Teaching Learning Comprehension, Public Speaking Skills, Kesamaptaan, Leadership, Ke-Aswaja-an, Digital Literation, Moderasi Beragama, dan Spiritual Excursion.

Lebih lanjut, Fakhruddin menuturkan bahwa program ini menjadi yang pertama dilaksanakan pada periode kepengurusannya. Ia berharap, program ini dapat membentuk jaringan pendidik Bahasa Inggris NU yang kompeten melalu Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris, profesional, berkepribadian Aswaja An Nahdliyah, dan memiliki kemampuan public speaking yang baik. (Ibda).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Photo by Valentin Lacoste

    Merajut Kerukunan Masyarakat Melalui Solidaritas

    • calendar_month Sab, 27 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Kemajemukan bangsa di Indonesia merupakan sebuah keniscayaan yang berbeda-beda antara agama, ras, suku, etnik, etnis, budaya, dan adat-istiadat. Itu semuanya merupakan gambaran masyarakat Indonesia. Dan tentunya perlu diantisipasi dan diwadahi biar tidak terjadi konflik antar perbedaan agama, ras, dan suku. Karena agama merupakan keyakinan dari masing-masing pemeluknya, sehingga agama sebagai sistem […]

  • PCNU-PATI Photo by Luke Stackpoole

    Cerita Tabatabaei House

    • calendar_month Sen, 19 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Di Iran ada sebuah rumah yang sangat megah. Sebuah rumah yang mengandung nilai sejarah dan dibangun dengan keringat cinta dan kasih sayang. Afifah Ahmad, penulis asal Indonesia yang tinggal di Iran, suatu ketika mengunjungi rumah tersebut. Dia bercerita bahwa di balik kemegahan rumah itu, tersimpan cerita menarik. Konon, rumah tersebut […]

  • PCNU-PATI Photo by Single.Earth

    Keheningan

    • calendar_month Sen, 21 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Oleh : M Iqbal Dawami “Berdiam dirilah, tetap hening, dan dengarkanlah hatimu. Lalu, ketika hati itu bicara, beranjaklah, dan pergilah ke mana hati membawamu.” — Susanna Tamaro Perjalanan terkadang membosankan. Apalagi menempuh perjalanan jauh. Berjam-jam duduk di kendaraan, semisal bis ekonomi, banyak orang tersiksa. Kebosanan itu ditambah pula oleh hiruk-pikuknya pedagang asongan dan pengamen. Para […]

  • RMI PCNU Pati Berupaya Ciptakan Lingkungan Pesantren yang Aman dan Nyaman

    RMI PCNU Pati Berupaya Ciptakan Lingkungan Pesantren yang Aman dan Nyaman

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 314
    • 0Komentar

      pcnupati.or id – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Kabupaten Pati mengadakan dialog dengan Bu Nyai dari berbagai pesantren di Kabupaten Pati pada Jumat (18/72025), di Aula Barat Madrasah Alhikmah Kajen, Kecamatan Margoyoso. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap pelecehan seksual di lingkungan pesantren. Dialog ini dihadiri oleh 100-an Bu Nyai dari […]

  • Gus Nadir : Pemuda Harus Kaya Literasi

    Gus Nadir : Pemuda Harus Kaya Literasi

    • calendar_month Sab, 28 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 234
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA-Tokoh kontroversial, Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) hadir di Yogyakarta, Sabtu (28/9) malam. Dosen Monash Institute, Australia tersebut, merupakam salah satu tokoh NU yang dianggap liberal oleh khalayak. Hal ini tak lepas dari aktivitas Gus Nadir di media sosial yang cukup intens dan memancing reaksi kaum radikalis. Gus Nadir saat merespon pertanyaan hadirin Malam ini, Gus […]

  • Misi Mulia Kiai Jawa yang Multitasking. Photo by Yudha Aprilian on Unsplash.

    Misi Mulia Kiai Jawa yang Multitasking

    • calendar_month Kam, 10 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 391
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Dari bacaan yang ada, orang jawa memiliki khazanah yang tak lazim. Kalau kita telusur di literasi-literasi tentang masuknya islam di pulau jawa, tentu kita temukan fakta bahwa, ‘merayu’ orang jawa untuk masuk islam—atau setidaknya ramah terhadap islam—bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan skill marketing tingkat dewa untuk bisa menembus rapatnya dinding kepercayaan yang […]

expand_less