Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Viral! Soal Ulangan Madin Mencatut NU, NU Pati : Tetaplah Bijak

Viral! Soal Ulangan Madin Mencatut NU, NU Pati : Tetaplah Bijak

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 8 Des 2021
  • visibility 277
  • comment 0 komentar
Soal ulangan yang sedang menjadi perbincangan warga NU yang diunggah oleh akun Facebook Generasi muda NU

KARAWANG – Baru-baru ini, kabar kurang menyenangkan kembali menguak di sosial media. Akun Facebook Generasi muda NU mengunggah foto berisi soal ulangan yang disinyalir menyudutkan NU Rabu (8/12) siang.

Dalam soal pilihan ganda tersebut, tertera uraian soal sebagai berikut : ‘Di antara orang yang dimurkai oleh Allah SWT adalah … .’ Dari pertanyaan tersebut, opsi ‘D’ dengan jelas menyebutkan ‘Kelompok NU’. Hal ini tentu saja memicu amarah kaum nahdliyyin.

Pada gambar lain, tertera kop soal ‘Kementerian Agama Kantor Kabupaten Karawang, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT)’. Dalan postingan gambar yang disertai caption : ‘Siapapun yang ada dibalik penyusun Soal ini, wajib di PECAT dari KEMENAG.

Cc Gusmen @gusyaqut @kemenag_krw

@gmnu_karawang tolong dikawal sampai tuntas’, terlihat jelas pemilik akun Generasi muda NU sangat geram dengan beredarnya soal tersebut.

Netizen pun tak turut memberi support kepada Generasi muda NU, Kemenag dan pihak-pihak terkait untuk mengusut tuntas permasalahan ini. Di antaranya disebutkan oleh akun Hendro Sutanto dalam kolom komentar,

Gini nih klo selama ini dibiarin.. ngerusaknya sdh dr dalam

Pemilik akun Ressandi Mega Hermawan juga menimpali dengan komentar : ‘WTF, kenapa gak kelompok kadrun gtu yg udah jelas’. 

Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui siapa pembuat soal dan apa motifnya pelaku membuat soal yang sangat sensitif tersebut. Menanggapi hal ini, PCNU Pati mengimbau masyarakat khususnya warga Nahdliyyin Kabupaten Pati untuk tidak terpancing melakukan hate scpeech di sosial media. 

“Biar diklarifikasi dulu apa motifnya. Kalau sudah jelas baru kita ambil tindakan yang bijak. Jangan gegabah dan tetaplah menjadi NU yang rahmatan lil alamin. Tapi tetap harus kita kawal masalah ini sampai menemui titik terang. Sekali lagi, jangan terpancing emosi,” ungkap K. Yususf Hasyim, ketua PCNU Pati.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bahas Perda Pesantren, RMI NU Pati Undang Para Pengurus Ponpes

    Bahas Perda Pesantren, RMI NU Pati Undang Para Pengurus Ponpes

    • calendar_month Jum, 18 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Para pengasuh pesantren membahas Perda Pesantren di aula PCNU Pati PATI – Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati menggelar Halaqoh dengan para pengasuh pesantren yang ada di Pati, Kamis (17/2) siang, di kantor PCNU. Selain itu, RMI juga mengundang seluruh anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) di semua tingkatan.  Ketua PCNU […]

  • Tanya Jawab Bersama Rois Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Rois Syuriah

    • calendar_month Kam, 1 Sep 2016
    • account_circle admin
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikum Wr Wb Saya sering minum minuman yang didalamnya terdapat semut dan kadang – kadang lalat juga yang telah mati, kata teman saya jika bangkai itu kita menceburkannya ke minuman maka tidak boleh diminum. Apakah itu benar ? mohon penjelasannya pak. Wa’alaikum salam Wr Wb Bangkai semacam semut dan lalat dalam kitab fiqih dikatakan najis […]

  • PCNU-PATI

    Islam Kemodernan dan Keindonesiaan

    • calendar_month Rab, 24 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Banyak sekali tokoh-tokoh agama kita yang sangat alergi dengan modernisasi karena dipelopori oleh orang-orang Barat. Cak Nur, dalam buku tersebut, membedakan kemodrenan dengan budaya yang datang dari Barat (Westenisasi). Baginya, kemodernan itu sesuatu yang harus diterima karena dia tidak bertentangan dengan Islam. Kemodernan adalah suatu kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, di mana apabila kemajuan ini […]

  • Mahasiswa Prodi Pengembangan Masyarakat Islam IPMAFA Ikuti Bimtek di BSIP Jaken Pati

    Mahasiswa Prodi Pengembangan Masyarakat Islam IPMAFA Ikuti Bimtek di BSIP Jaken Pati

    • calendar_month Kam, 7 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Pati-Segenap mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diadakan di Balai Standar Instrumen Pertanian (BSIP) Jaken, Pati. Bimtek ini mengusung tema “Penguatan Kapasitas Penerap Standar Pertanian Mendukung Program Kementerian Pertanian”. Rabu (6/11/24) Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Bapak Agus Hasbianto, selaku Kepala BSIP, menjelaskan […]

  • Review VMTS dan Redesain Kurikulum, Rektor Tekankan Relevansi dengan DUDIKA

    Review VMTS dan Redesain Kurikulum, Rektor Tekankan Relevansi dengan DUDIKA

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.256
    • 0Komentar

      Temanggung – Bertempat di aula lantai 3, Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menegaskan pentingnya penyelarasan Visi, Misi, Tujuan, Strategi, Tata Nilai, dan Kurikulum dengan kebutuhan zaman. Hal itu terungk‎ap dalam pembukaan Workshop Review VMTS dan Redesain Kurikulum Fakultas Syariah, Hukum, dan Ekonomi Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, dan […]

  • Manusia Bukan Sumber Kebenaran

    Manusia Bukan Sumber Kebenaran

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.349
    • 0Komentar

      Munculnya fenomena mengumbar kebencian terutama di media sosial rupanya menjadi keresahan tersendiri saat digelarnya Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke- 167 pada Sabtu (15/11). Penggagas Suluk Maleman mengajak semua masyarakat untuk sama-sama bermuhasabah. Terlebih dengan banyaknya perubahan luar biasa di kalangan masyarakat. “Seperti bagaimana kita melihat pesantren dipojokkan begitu rupa. Orang tak melihat apa […]

expand_less