Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ulama’ Umaro’ Kab. Pati Gelar Istighotsah Bersama

Ulama’ Umaro’ Kab. Pati Gelar Istighotsah Bersama

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 2 Nov 2019
  • visibility 167
  • comment 0 komentar

PATI-Pemerintah Kabupaten Pati bersama PCNU Pati secara rutin menggelar istighotsah bersama. Haryanto, Bupati Pati menegaskan bahwa kegiatan ini telah berjalan sejak ia pertama kali menjabat sebagai Bupati Pati. Perlu diketahui, bahwa periode ini merupakan periode ke dua kepemimpinannya.
Malam tadi, Jumat (1/11), istighotsah bersama ini kembali digelar di Pendopo Kabupaten Pati. Tujuannya cukup jelas, yakni demi keselamatan Pemerintahan dan Masyarakat Pati.
Suasana mahalul qiyam saat pembacaan Maulid Shimtud Duror paska pembacaan istighotsah di Pendopo Kabupaten Pati, Jumat (1/11) malam tadi. 
Acara dibuka dengan pembacaan washilah, dilanjutkan dengan tahlil dan istighotsah yang dipimpin langsung oleh Ro’is Syuriyah PCNU Pati, KH. ANiq Muhammadun. Agenda dilanjut dengan pembacaan maulid Shimtud Duror dan dilanjutkan dengan mauidloh hasanah atau tausiyah keagamaan.
Selain elemen Muspida dan PCNU, hadir pula komponen pengurus MWC NU se-Kabupaten Pati untuk menyantap siraman rohani empat puluh hari sekali ini. masing-masing pengurus MWC yang hadir rata-rata membawa dua puluh sampai tiga puluh jama’ahnya untuk turut serta dalam agenda temu ulama’ umaro’ dan warga Kabupaten Pati tersebut. Bukan hanya itu, komponen Banom juga dilibatkan untuk menyukseskan kegiatan ini.
“Kegiatan ini baik. Kita bisa bertatap muka langsung dengan ulama dan pemerintah dalam suasana yang cukup santai.” Ujar Fitrianto, salah satu hadirin rombongan MWC-NU Margorejo.
Proyeksi
Bupati Pati, Haryanto membuka sambutannya dengan mengajak masyarakat untuk menyikapi musibah kekeringan ini dengan bijak dan selalu berhati-hati. Menurutnya, pada kondisi kekeringan semacam ini, rawan terjadi kebakaran. Selain itu, ia mengajak warganya untuk melakukan introspeksi dan pembenahan sikap, semakin mendekatkan diri kepada Allah agar musibah ini segera usai.
Sementara itu, PCNU Pati yang diwakili oleh Dr. KH. Ahmad Khoiron, M.Ag., juga menyampaikan harapannya dengan majelis yang telah berjalan selama hampir sepuluh tahun tersebut. Menurutnya, istighotsah yang digelar bersama secara rutin dapat mengindarkan Pati dari segala mara bahaya. Hal ini sekaligus menjadi harapannya.
“Kita berdoa mudah-mudahan dengan washilah majelis yang mulai ini, Pati dapat semakin adem ayem, terhindar dari konflik-konflik yang membahayakan Kabupaten kita tercinta ini.” tuturnya.
Secara gamblang, kegiatan semacam ini memang dapat mempersatukan. Bagaimanapun tiga poros penting dalam sebuah pemerintahan dapat dipertemuka lewat acara semalam. Ulama, pemerintah dan rakyat, duduk dalam satu majelis secara santai merupakan representasi perdamaian.
Selain itu, istighotsah, bagi warga NU juga dipercaya sebagai solusi spiritual untuk menyelesaikan problem-problem di berbagai level, mulai dari organisasi, desa, kecamatan bahkan hingga problem nasional dan internasional. Sebab, metode ini juga pernah digunakan oleh Nabi Muhammad SAW. dalam menghadapi permasalahan-permasalahan besar.
“Kita melakukan istighotsah bukan hanya ketika dalam masalah besar. Namun sengaja kita rutinkan sebagai media berdoa untuk memohon keselamatan untuk Kabupaten Pati khususnya dan Indonesia pada umumnya” ungkap Dr. Jamal Makmur, Wakil Ketua Cabang NU Pati saat ditemui usai acara.
Acara ditutup dengan mauidloh hasanah yang diisi langsung oleh KH. Aniq Muhammadun. Dalam tausiyah singkatnya, KH. Aniq menyampaikan bahwa sarana-sarana kemaksiatan semakin mudah diakses. Oleh sebab itu, ia berpesan agar masyarakat semakin berhati-hati dan semakin jeli dalam menggunakan gatged sebagai sebuah kebutuhan yang tidak bisa dihindarkan di era digital ini.(lut/ltn)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Launchig & Bedah Buku Infografis Masjid Kajen

    Launchig & Bedah Buku Infografis Masjid Kajen

    • calendar_month Sen, 16 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Pati. Perpustakaan Mutamakkin Kajen Pati mengadakan bedah buku Buku Infografis Masjid Kajen karya M. Zuli Rizal acara bertempat di gedung perputakaan Mutamakkin Kajen Pati, 10/10 kemarin. Dalam kesempatan ini penulis bercerita tentang mengenai latar belakang dan tujuan penciptaan karya Buku Infografis Masjid Kajen bersama para santri dan pelajar Kajen. “ Melalui buku ini, kami mewedar […]

  • PCNUPati.or.id, Pati – Gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan menghantam hingga area Masjid Agung Baitunnur Pati saat demo 13 Agustus 2025, kemarin. LPBHNU Pati pun menyayangkan tindakan represif aparat. Beredar video, gas air mata ditembakkan hingga halaman Masjid Agung. Sejumlah warga pun menjadi korban. Naasnya, bukan hanya massa demo yang terkana imbas. Warga yang hendak jemaah pun menjadi korban. Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Pati Ahmad Shofwan angkat bicara. Menurutnya demo merupakan hak masyarakat. ”Menanggapi tindakan represif tindakan aparat yang sampai mengejar ke masjid agung. Yang pertama, demo itu hak dan sudah diatur dalam undang-undang, bahwa menyampaikan pendapat di muka umum itu boleh. Kemarin demo itu memang legal dan berizin masih batas waktu yang diperbolehkan,” ujar Shofwan, Kamis (14/8/2025). Ia pun menyayangkan tindakan kepolisian yang dinilai terlalu represif. Apalagi pihak kepolisian sampai menembakkan gas air mata ke halaman Masjid Agung Pati. ”Sementara tindakan aparat polisi mengejar para demonstran sampai masjid sangat disayangkan. Karena masjid itu tempat ibadah. Tidak boleh aparat itu represif sampai ke sana. Karena di sana bukan para pendemo. Ada masyarakat yang ingin ibadah,” tutur dia. Tindakan aparat ini membuat sejumlah masyarakat menjadi korban. Bahkan banyak masyarakat yang hendak jamaah, ibu-ibu dan anak-anak terkena imbasnya. ”Apalagi gas air mata itu memang diarahkan ke halaman parkir mobil (masjid) dan juga ke tempat wudlu. Itu saya sayang kan,” ungkap dia. Tak hanya itu, tindakan aparat juga dinilai terlalu berlebihan lantaran juga menembakkan gas air mata di gang-gang permukiman warga.Ia pun berharap kejadian semacam ini tak terjadi lagi. ”Pak Kapolda, Kapolres harus mengevaluasi dan berbenah kejadian tidak terulang lagi. Di gang sampai masyarakat kena. itu tidak boleh. Kalau menangkap pendemo yang rusuh silahkan. Saya pastikan pendemo yang rusuh itu didatangkan dari luar sengaja membikin rusuh. Bukan orang Pati. Orang Pati tidak seperti itu,” tandas dia. Sementara itu, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto mengaku pihaknya sudah sesuai SOP. Meskipun, banyak ibu hingga anak yang menjadi korban. ”Oke, tentunya protap SOP yang dilakukan oleh pihak kepolisian sudah sesuai. Karena kita dari awal pada saat aksi unjuk rasa yang damai Itu berjalan dengan lancar dan kita menjamin keamanan dari para demonstran,” pungkasnya.

    Gas Air Mata Hantam Area Masjid Agung, LPBHNU Pati: Aparat Jangan Represif

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 227
    • 0Komentar

      PCNUPati.or.id, Pati – Gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan menghantam hingga area Masjid Agung Baitunnur Pati saat demo 13 Agustus 2025, kemarin. LPBHNU Pati pun menyayangkan tindakan represif aparat. Beredar video, gas air mata ditembakkan hingga halaman Masjid Agung. Sejumlah warga pun menjadi korban. Naasnya, bukan hanya massa demo yang terkana imbas. Warga […]

  • HUT Pati, PCNU : Kedepankan Pembangunan SDM

    HUT Pati, PCNU : Kedepankan Pembangunan SDM

    • calendar_month Kam, 5 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 188
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim, ketua PCNU Pati PATI-Tujuh Agustus nanti Kabupaten Pati tepat berusia 698 tahun. Ini merupakan umur yang tergolong matang untuk sebuah kota.  Harapan demi harapan terpanjat dari masyarakat Kabupaten Pati. Tentunya mereka menginginkan Pati yang lebih baik ke depannya.  Nahdlatul Ulama sebagai salah satu organisasi sosial keagamaan di Pati turut menyampaikan pandangannya untuk […]

  • Isro’ Mi’roj Ala Fatayat NU Gembong, MWC : Jaga Kerukunan Umat Beragama

    Isro’ Mi’roj Ala Fatayat NU Gembong, MWC : Jaga Kerukunan Umat Beragama

    • calendar_month Sen, 28 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Peringatan Isro’ Mi’roj dan Raker PAC Fatayat NU Gembong berlangsung sederhana . GEMBONG – PAC Fatayat NU Kecamatan Gembong gelar peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad sekaligus rapat kerja pada Senin (28/2) pagi.  Kegiatan tersebut diselenggarakan di Gedung NU Gembong, Jalan Raya Gembong Colo km. 1, Gembong. Di lokasi tersebut, hadir pula ketua MWC NU Gembong, […]

  • Peduli Yatim, Lazisnu Pati Beri Bantuan Pengobatan

    Peduli Yatim, Lazisnu Pati Beri Bantuan Pengobatan

    • calendar_month Sab, 9 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 145
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- PC Lazisnu Pati beri bantuan pengobatan kepada Teguh Prasetyo, warga Growong Kidul Kecamatan Juwana Kabupaten Pati kamis (07/12) lalu. Pihak Lazisnu Pati yang diwakili oleh salah satu pengurus dan manajerial turut serta menggandeng Lazisnu MWC Juwana selaku wilayah tempat penyaluran donasi. Teguh Prasetyo merupakan anak tunggal dari pasangan Sarinah dan suami. Teguh mengalami […]

  • Sujudnya Orang yang Tidak Menampelkan Jari Kaki

    Sujudnya Orang yang Tidak Menampelkan Jari Kaki

    • calendar_month Ming, 18 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 260
    • 0Komentar

      Pertanyaan : Apa hukumnya sholatnya seseorang yang ketika sujud tidak menempelkan jari-jari kakinya pada lantai ? Jawaban :Salah satu rukun sholat adalah sujud,dan sujud itu sendiri mempunyai syarat-syarat  yang harus dipenuhi agar sujud itu bisa sah,bila sujud tidak sah maka sholatnya juga tidak sah,oleh karena itu menjadi sebuah keharusan bagi kita untuk mengetahui tata […]

expand_less