Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Turba dan Rakorcab, PC IPNU IPPNU Pati Sampaikan Hasil Rakercab 2

Turba dan Rakorcab, PC IPNU IPPNU Pati Sampaikan Hasil Rakercab 2

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 28 Nov 2022
  • visibility 419
  • comment 0 komentar

JUWANA – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pati mengadakan Turun ke Bawah (Turba) dan Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) di MI Al-Fattah pada Minggu (27/11/2022).

Kegiatan ini diikuti oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU se-Kawedanan Juwana. Meliputi, PAC Trangkil, PAC Wedarijaksa, PAC Juwana, dan PAC Batangan.

Turba merupakan langkah awal untuk merealisasikan program hasil Rapat Kerja Cabang (Rakercab) ke-2 IPNU IPPNU Pati. Tujuannya untuk memperkuat barisan sehingga tercapai sinergi antara PC IPNU IPPNU dengan jajaran  pengurus di bawahnya.

Ketua PC IPNU Pati Matsna Zakiyatus Salwa menyampaikan, turba digelar guna menyongsong kemajuan kepengurusan cabang, serta menjawab tantangan pada periode depan.

“Seperti apa yang menjadi kesepakatan dari Rakercab 2 bisa kita jalankan dengan bersama-sama melalui landasan isi turba demi kemajuan di periode ini dan menjawab tantangan di periode depan. Diharapkan info ini bisa didistribusikan ke bawah, mulai dari jadwal IPNU IPPNU Awards dan ada kegiatan pengembangan potensial kader serta pengoptimalan pendirian komisariat,” ungkap Matsna.

Ketua PC IPPNU Pati Melisa Yusrina menambahkan, momentum turba ini sekaligus untuk menggalakkan kembali Pimpinan di bawah yang sempat terhambat karena pandemi Covid-19.

“Dulunya saat pandemi ranting aktif, ketika teman-teman di rumah namun berdampak pada sekolah tidak ada kegiatan yang menyebabkan komisariat mati. Karena sekarang sudah tidak pandemi kebalikannya lebih fokus disekolah dan diranting kendo. Dengan itu cabang membuat langkah memanfaat momen ini untuk menggalakkan komisariat. Tidak hanya fokus di sekolah, namun kita juga menawarkan didepartemen-departemen lainnya untuk mendapat celah dibaliknya,” ujarnya.

Lebih lanjut ia berharap PAC IPNU IPPNU se-Kabupaten Pati dapat bersinergi untyk mewujudkan cita-cita besar IPNU IPPNU Pati.

“Kami harap semua PAC di Pati dapat saling bersinergi untuk mewujudkan cita-cita besar Pimpinan Cabang IPNU IPPNU di Pati,” harapnya.

Turba berjalan dengan lancar. Para peserta tampak antusias menyampaikan aspirasi dan tukar informasi. (fha/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Photo by Mufid Majnun

    Eksistensi Tradisi Literasi di Pesantren

    • calendar_month Sab, 4 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto, MA Berbicara pesantren tentunya tidak lepas membahas kiai, santri, kitab kuning, asrama, dan musala. Adanya beberapa elemen tersebut tidak lain merupakan sarana-prasarana yang ada di lingkungan pesantren.  Oleh karena itu, penting sekali bagi pengelola pesantren untuk memperhatikan elemen yang harus dimiliki pesantren. Supaya dalam pengelolaan pesantren lebih professional dan memberikan pelayanan terbaik kepada […]

  • Sambutan Ketua PCNU: Dari Tali Tambang Sampai Klinik Pratama

    Sambutan Ketua PCNU: Dari Tali Tambang Sampai Klinik Pratama

    • calendar_month Sab, 19 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 262
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – KH. Yusuf Hasyim memberikan beberapa wejangan dalam acara Halal bi Halal MWCNU Gembong di Dukuh Mijen, Desa Wonosekar, Kecamatan Gembong. Acara ini berlangsung pada Sabtu (19/4) siang. Dalam sambutannya, Kiai Yusuf sempat menyinggung beberapa hal terkait ke-NU-an. Di antaranya, dirinya memaparkan makna tali tambang yang melingkari bumi. “Ini berarti warga NU harus […]

  • Mengenal Tadarling, Tradisi Menyambut Ramadan di Desa Asempapan

    Mengenal Tadarling, Tradisi Menyambut Ramadan di Desa Asempapan

    • calendar_month Sel, 26 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 263
    • 0Komentar

      Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, masyarakat Indonesia sangat antusias dalam menyambut bulan suci Ramadan. Sehingga, tak heran banyak tradisi yang muncul di bulan Ramadan. Masing-masing daerah di Indonesia punya tradisinya masing-masing dalam menyambut Ramadan. Salah satunya di Desa Asempapan, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, yang memiliki Tradisi Tadarus Keliling atau yang lebih […]

  • PCNU-PATI

    Kemenangan dan Keuntungan

    • calendar_month Rab, 12 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Sepekan lagi kita selesai menjalani ibadah puasa. Mengendalikan segala, memperbanyak ritual-ritual mulia dengan maksud dan tujuan agar saya dan Anda di ampuni segala dosa. Hampir sebulan penuh saya dan Anda berperang, melawan keinginan, mengedepankan kemuliaan dan memperbanyak berbagi rizki baik secara terang-terangan atau pun dengan sembunyi-sembunyi. Biasanya sepekan menuju kemenangan […]

  • Gus Kamil Sarang Tutup Usia

    Gus Kamil Sarang Tutup Usia

    • calendar_month Ming, 12 Jul 2020
    • account_circle admin
    • visibility 214
    • 0Komentar

    REMBANG-Kabar duka muncul dari keluarga besar Ponpes Al Anwar Sarang, Rembang. Putra ke tiga KH. Maimoen Zubair, KH. Majid Kamil Maimoen atau Gus Kamil dikabarkan meninggal dunia Minggu (12/7) pukul 19.55 WIB malam ini. Foto Gus Kamil (kiri) disejajarkan dengan sang ayah, KH. Maimoen Zubair Kakak kandung Wakil Gubernur Jawa Tengah, Gus Taj Yasin ini […]

  • Suluk Maleman Kali ini Menemukan Cahaya di Tengah Gelap Zaman

    Suluk Maleman Kali ini Menemukan Cahaya di Tengah Gelap Zaman

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.650
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Suluk Maleman memasuki edisi 169 yang bertepatan ulang tahunnya yang ke -14, sengaja memilih tema ‘Timbang Mengutuki Kegelapan, Mending Menyuluhi Jalan’. Tema ini bukan hanya respon terhadap kondisi aktual peradaban global, tapi sekaligus mewakili konsistensi Suluk Maleman yang selama 14 tahun tanpa jeda terus menerus mengajak masyarakat untuk merenung tentang diri dan lingkangannya. […]

expand_less