Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Turba dan Rakorcab, PC IPNU IPPNU Pati Sampaikan Hasil Rakercab 2

Turba dan Rakorcab, PC IPNU IPPNU Pati Sampaikan Hasil Rakercab 2

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 28 Nov 2022
  • visibility 258
  • comment 0 komentar

JUWANA – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pati mengadakan Turun ke Bawah (Turba) dan Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) di MI Al-Fattah pada Minggu (27/11/2022).

Kegiatan ini diikuti oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU se-Kawedanan Juwana. Meliputi, PAC Trangkil, PAC Wedarijaksa, PAC Juwana, dan PAC Batangan.

Turba merupakan langkah awal untuk merealisasikan program hasil Rapat Kerja Cabang (Rakercab) ke-2 IPNU IPPNU Pati. Tujuannya untuk memperkuat barisan sehingga tercapai sinergi antara PC IPNU IPPNU dengan jajaran  pengurus di bawahnya.

Ketua PC IPNU Pati Matsna Zakiyatus Salwa menyampaikan, turba digelar guna menyongsong kemajuan kepengurusan cabang, serta menjawab tantangan pada periode depan.

“Seperti apa yang menjadi kesepakatan dari Rakercab 2 bisa kita jalankan dengan bersama-sama melalui landasan isi turba demi kemajuan di periode ini dan menjawab tantangan di periode depan. Diharapkan info ini bisa didistribusikan ke bawah, mulai dari jadwal IPNU IPPNU Awards dan ada kegiatan pengembangan potensial kader serta pengoptimalan pendirian komisariat,” ungkap Matsna.

Ketua PC IPPNU Pati Melisa Yusrina menambahkan, momentum turba ini sekaligus untuk menggalakkan kembali Pimpinan di bawah yang sempat terhambat karena pandemi Covid-19.

“Dulunya saat pandemi ranting aktif, ketika teman-teman di rumah namun berdampak pada sekolah tidak ada kegiatan yang menyebabkan komisariat mati. Karena sekarang sudah tidak pandemi kebalikannya lebih fokus disekolah dan diranting kendo. Dengan itu cabang membuat langkah memanfaat momen ini untuk menggalakkan komisariat. Tidak hanya fokus di sekolah, namun kita juga menawarkan didepartemen-departemen lainnya untuk mendapat celah dibaliknya,” ujarnya.

Lebih lanjut ia berharap PAC IPNU IPPNU se-Kabupaten Pati dapat bersinergi untyk mewujudkan cita-cita besar IPNU IPPNU Pati.

“Kami harap semua PAC di Pati dapat saling bersinergi untuk mewujudkan cita-cita besar Pimpinan Cabang IPNU IPPNU di Pati,” harapnya.

Turba berjalan dengan lancar. Para peserta tampak antusias menyampaikan aspirasi dan tukar informasi. (fha/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Photo by Ankit Rathore

    Membaca Sekitar

    • calendar_month Kam, 9 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Oleh : Iva Millatul A. Datang ke Rantau lagi setelah libur idulfitri. Sepanjang jalan aku lihat ada lalu lalang kendaraan, rumah-rumah yang ramai dengan tamu dan keluarga, masjid ramai dengan acara halal bihalal dan reuni, rumah-rumah memasang tenda untuk merayakan pernikahan, warung-warung yang tutup mulai buka, spanduk ucapan idulfitri dari bupati dan kapolda, dan arus […]

  • Mahasiswa IAIN Kudus Kolaborasi Karang Taruna Bulumanis Kidul Tanam Pohon Mangrove

    Mahasiswa IAIN Kudus Kolaborasi Karang Taruna Bulumanis Kidul Tanam Pohon Mangrove

    • calendar_month Rab, 15 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Dua orang mahasiswi peserta KKN IAIN Kudus Margoyoso sedang menanam pohon mangrove di bibir pantai Bulumanis Kidul. MARGOYOSO – Untuk melestarikan ekosistem pantai, Karang Taruna Desa Bulumanis Kidul, Margoyoso Pati rutin seminggu sekali melaksanakan pembersihan sampah. Bukan hanya itu, para pemuda ini juga aktif malkukan pengecekan dan penanaman mangrove di pesisir pantai Desa Bulumanis Kidul. […]

  • PCNU-PATI

    Peluncuran Buku Antologi Puisi Iga, Rindu Tanah Plasenta Syarifuddin Arifin

    • calendar_month Sel, 5 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Depok, Senin 4/9/2023,-  Puisi yang ditulis oleh Syarifuddin Arifin dalam buku antologi puisi tunggal ke-6 berjudul “Iga, Rindu Tanah Plasenta” sebagai puisi-puisi  romantik atau romantisme. ” Penyair belajar sejarah, romantik ‘kan sejarah, enggak dicari-cari atau terserok kemana-mana,” ujar Prof.Dr.Wahyu Wibowo kepada penulis usai mengikuti perbincangan diskusi sastra dan peluncuran buku antologi puisi ke-6 karya […]

  • Misteri Sumur Tua

    Misteri Sumur Tua

    • calendar_month Ming, 1 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 198
    • 0Komentar

      Sumur  adalah cerita pendek karya Eka Kurniawan yang mendapatkan nomine Man Booker International Priza pada tahun 2016 dan peraih Prince claus laureate pada tahun 2018. Cerita pendek ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris di antologi Tales of Two Planetsdengan judul “The Well”, diterbitkan oleh Penguin Books pada tahun 2020. Buku ini menceritakan tentang […]

  • PCNU PATI - Peserta Mengeluh, Proses Registrasi Kongres IPNU Dinilai Amburadul

    Peserta Mengeluh, Proses Registrasi Kongres IPNU Dinilai Amburadul

    • calendar_month Jum, 12 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 192
    • 0Komentar

    JAKARTA – Panitia Pelaksana Kongres Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (IPNI) ke-XX dinilai kurang persiapan. Sehingga, selama proses registrasi terkesan ambiradul. Diketahui, panitia mengumumkan peserta kongres diwajibkan registrasi ulang pada hari kamis (11/8) malam setelah tiba di lokasi kongres di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Namun, realita di lapangan registrasi peserta baru dibuka pada jum’at […]

  • PCNU-PATI

    Fragmen-fragmen Muktamar NU dari Era Kolonial hingga Milenial

    • calendar_month Kam, 22 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Muktamar secara rutin diagendakan selama lima tahun sekali, namun pada masa awal-awal NU berdiri, muktamar pertama sampai ketujuh diselenggarakan setiap tahun pada bulan Rabiuts Tsani. Ada periode ketika agenda muktamar tidak pasti, sampai kemudian sejak 1979, ketika Indonesia semakin stabil, penyelenggaraan muktamar semakin tertata. Pada masa lalu, untuk menyelenggarakan muktamar dibutuhkan perjuangan yang berat mengingat […]

expand_less