Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Tunjangan Hari Ramadan vs Tunjangan Hari Raya

Tunjangan Hari Ramadan vs Tunjangan Hari Raya

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 25 Mar 2025
  • visibility 352
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

Dalam konteks Indonesia, Ramadan menjadi momen yang dinanti-nanti oleh umat Islam. Artinya, tidak sekadar berpuasa dan beribadah, tetapi juga karena adanya berbagai tradisi yang menyertainya, termasuk Tunjangan Hari Ramadan (THR) dan Tunjangan Hari Raya (THR). Singkatan sama, tapi kepanjangannya berbeda. Kok isa ya? Namun mengapa kita hanya fokus pada Tunjangan Hari Raya?

Kedua tunjangan ini sangat penting bagi banyak orang, karena selain memberikan tambahan rezeki, keduanya juga memberikan semangat dan kebahagiaan menjelang hari besar keagamaan. Namun, meskipun keduanya memiliki tujuan yang serupa, ternyata ada perbedaan antara Tunjangan Hari Ramadan dan Tunjangan Hari Raya. Apa saja perbedaannya, dan mana yang lebih memiliki makna? Mari kita ulas lebih dalam. Sebab, keduanya sama tetapi berbeda, dan berbeda tapi sama.

 

Tunjangan Hari Ramadan

Tunjangan Hari Ramadan (THR) adalah tunjangan yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan menjelang bulan suci Ramadan. Biasanya, THR diberikan sebelum bulan puasa dimulai, dengan tujuan untuk membantu meringankan beban karyawan dalam mempersiapkan kebutuhan selama bulan Ramadan, seperti membeli kebutuhan sahur, berbuka puasa, dan memperbanyak ibadah.

Secara resmi, pemberian THR di Indonesia diatur dalam peraturan pemerintah, dan biasanya diberikan dalam bentuk uang tunai. Meskipun ini bukan kewajiban agama, THR memiliki nilai sosial yang tinggi karena menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan karyawan dalam menjalani ibadah puasa. THR ini juga menjadi bentuk dukungan bagi umat Islam yang menjalankan puasa, mengingat Ramadan sering kali melibatkan pengeluaran lebih, baik untuk makanan berbuka, kegiatan sosial, atau amal.

 

Tunjangan Hari Raya

Tunjangan Hari Raya (THR), meskipun memiliki nama yang mirip dengan THR Ramadan, biasanya diberikan menjelang Hari Raya Idulfitri. Tunjangan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atau penghargaan dari perusahaan kepada karyawan setelah mereka selesai menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. THR hari raya ini juga menjadi tambahan bagi karyawan yang akan merayakan Idulfitri, untuk membantu mereka memenuhi kebutuhan selama lebaran, seperti membeli pakaian baru, memberikan hadiah kepada keluarga, atau menyelenggarakan acara silaturahmi.

Sama halnya dengan THR Ramadan, Tunjangan Hari Raya ini juga diatur dalam peraturan pemerintah dan diberikan dalam bentuk uang tunai. THR Hari Raya ini memiliki makna penting, karena biasanya masyarakat lebih banyak merayakan Hari Raya Idulfitri dengan berbagai kegiatan sosial dan budaya, yang tentunya membutuhkan dana lebih.

 

Perbedaan Utama

Terdapat perbedaan mendasar atas makna THR. Pertama, waktu pemberian/ Tunjangan Hari Ramadan diberikan sebelum bulan puasa dimulai, dengan tujuan untuk membantu karyawan mempersiapkan diri dalam menjalankan ibadah puasa dan kebutuhan bulan Ramadan.  Tunjangan Hari Raya diberikan menjelang Hari Raya Idulfitri, yaitu setelah bulan Ramadan berakhir, sebagai bentuk dukungan untuk merayakan Hari Raya.

Kedua, tujuan pemberian. THR Ramadan lebih berfokus pada persiapan untuk menjalani ibadah puasa dan segala kegiatan yang menyertainya, seperti berbuka puasa bersama, membeli makanan sahur, dan meningkatkan kualitas ibadah di bulan Ramadan.

Ketiga, THR Hari Raya berfokus pada merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa, memberikan kebahagiaan dan dukungan untuk memenuhi kebutuhan saat lebaran, seperti membeli pakaian baru, memberikan uang zakat fitrah, atau memberikan hadiah untuk keluarga.

Keduanya, baik Tunjangan Hari Ramadan maupun Tunjangan Hari Raya, memiliki makna yang sangat penting bagi umat Muslim di Indonesia, namun dari segi spiritual, keduanya berperan dalam konteks yang berbeda.

Tunjangan Hari Ramadan memiliki nilai yang sangat tinggi dalam membantu umat Muslim mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual untuk menjalani ibadah puasa. Dalam bulan Ramadan, banyak orang yang merasa lebih berat dengan kondisi tubuh yang harus beradaptasi, dan THR Ramadan bisa meringankan beban tersebut. Selain itu, THR Ramadan memberi kesempatan untuk menambah kebahagiaan di bulan yang penuh berkah ini, dengan memperbanyak amal dan ibadah.

Tunjangan Hari Raya meskipun juga sangat penting, lebih berfokus pada perayaan dan kebersamaan dengan keluarga dan kerabat. Di sinilah makna kemenangan terlihat, karena setelah sebulan penuh berpuasa dan menahan diri, Hari Raya adalah waktu untuk berbagi kebahagiaan dan syukur, serta mempererat tali silaturahmi. THR Hari Raya memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk merayakan kebersamaan dengan lebih meriah.

Namun, dari sudut pandang spiritual, Tunjangan Hari Ramadan memiliki makna yang lebih dalam dalam konteks ibadah dan persiapan untuk mencapai kualitas ibadah yang lebih baik. THR Ramadan dapat membantu umat Muslim untuk lebih fokus dalam menjalankan ibadah puasa dan memperbanyak amal shalih di bulan yang penuh berkah ini.

Keterkaitan dengan Zakat dan Sedekah

Selain kedua tunjangan tersebut, kita juga tidak boleh lupa bahwa Ramadan adalah bulan yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak zakat dan sedekah. Dalam Islam, zakat fitrah menjadi kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu, dan zakat mal atau sedekah juga sangat dianjurkan untuk diberikan kepada yang membutuhkan. Oleh karena itu, THR Ramadan dan THR Hari Raya bisa menjadi kesempatan untuk beramal, membantu mereka yang kurang beruntung, dan meningkatkan rasa kepedulian sosial.

Baik Tunjangan Hari Ramadan maupun Tunjangan Hari Raya memiliki makna yang penting dalam konteks kesejahteraan umat Islam di Indonesia, baik dalam persiapan beribadah di bulan Ramadan maupun merayakan kemenangan Idulfitri. Keduanya menjadi kesempatan untuk merayakan keindahan Ramadan dengan cara yang berbeda.

Namun, yang lebih penting adalah bagaimana kita memanfaatkan tunjangan tersebut dengan bijak, tidak hanya untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga untuk berbagi dengan sesama dan meningkatkan kualitas ibadah. Semoga kedua tunjangan ini dapat membawa manfaat yang besar bagi kita semua, dan kita dapat meraih keberkahan di bulan Ramadan serta kemenangan di Hari Raya Idulfitri. Begitu!

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education terindeks Scopus Q1 (2023-sekarang), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU Pati selenggarakan Muskercab

    PCNU Pati selenggarakan Muskercab

    • calendar_month Kam, 10 Jul 2014
    • account_circle admin
    • visibility 142
    • 0Komentar

    PCNU PATI (26/6/14). Dalam sejarah yang panjang dan monumental, NU memiliki catatan-catatan historiografis. Dengan massa organisasi yang tersebar di berbagai wilayah, NU memiliki agenda strategis untuk membantu bangsa ini keluar dari keterpurukan dan kemiskinan. Nahdlatul Ulama merupakan sebuah organisasi keagamaan  dibentuk oleh masyarakat tetapi  dalam melaksanakan pengabdian ke masyarakat harus bekerja sama dengan semua pihak […]

  • Fatayat NU Pati Didorong untuk Berani Tampil dalam Perpolitikan

    Fatayat NU Pati Didorong untuk Berani Tampil dalam Perpolitikan

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. PATI – Para perempuan didorong untuk berani tampil dalam dunia politik. Apalagi mampu menempati jabatan yang strategis, baik di eksekutif maupun legislatif. Hal itu sebagaimana yang diungkapkan oleh Presiden Pecinta Sholawat (Pecis) Muh Zen, saat menghadiri kegiatan bertema “Peningkatan Partisipasi Perempuan dalam Proses Pengambilan Keputusan sebagai Implementasi Serat Kartini”. Adapun kegiatan yang bertempat di […]

  • kh-bisri-mustofa-scaled-jpg-2

    Resep Ampuh Mbah Bisri Untuk Menjadi Penulis Produktif

    • calendar_month Sab, 26 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 199
    • 0Komentar

      Menulis merupakan salah satu bentuk ketrampilan dengan cara mengungkapkan gagasan, ide, perasaan melalui bentuk tulisan. Sedangkan aktivitas menulis bisa terbentuk apabila diimbangi dengan memperbanyak membaca dan terus berlatih untuk menulis. Karena esensi menulis pada dasarnya merupakan sebuah bentuk komunikasi yang harus dituangkan dalam bentuk tulisan. Maka dengan begitu, tradisi menulis baik di sekolah, pesantren, […]

  • 52 Orang Lolos Diklatsar Banser

    52 Orang Lolos Diklatsar Banser

    • calendar_month Ming, 13 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 151
    • 0Komentar

    MARGOREJO-Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Margorejo menjalani hajat besar jelang pertengahan bulan ini. Sejak Jumat (11/10) kemarin, pihak PAC Ansor menggelar Diklatsar Banser yang diikuti sedikitnya 52 peserta di TPQ Al Musthofa, Sokobubuk, Margorejo. Pembukaan Diklatsar Banser di TPQ Al Musthofa, Sokobubuk, Margorejo, Jumat (11/10) Hal ini disampaikan oleh Abdul Qohar, S.Pd., […]

  • Hahdirkan Karina Moudy, MA Salafiyah Kajen Pati Gelar Pelatihan Literasi Digital

    Hahdirkan Karina Moudy, MA Salafiyah Kajen Pati Gelar Pelatihan Literasi Digital

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.179
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati, menggelar training motivasi bertema “Membudayakan Literasi Digital dan Bijak Bermedia Sosial”, Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan Karina Moudy, None Jakarta 2024, sebagai narasumber. Acara yang diikuti para siswa itu berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Kepala MA Salafiyah Kajen, Masrukhan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian […]

  • LAZISNU Pati Santuni Puluhan Anak Yatim dan Duafa

    LAZISNU Pati Santuni Puluhan Anak Yatim dan Duafa

    • calendar_month Ming, 27 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 226
    • 0Komentar

      Pati – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pati, santuni puluhan anak yatim dan duafa, di aula PCNU Pati, baru baru ini. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati bulan Muharram 1447 Hijriah. Ketua LAZISNU Pati, Edi Kiswanto mengatakan, pihaknya menggandeng Bank Central Asia (BCA) dan KSPPS Artha Bahana Syariah dalam menggelar […]

expand_less