Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sudah Saatnya Warga Nahdliyyin Melek Politik

Sudah Saatnya Warga Nahdliyyin Melek Politik

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 27 Mar 2015
  • visibility 238
  • comment 0 komentar

LAKPESDAM NU — Wakil Ketua PBNU As’ad Sa’id Ali menyatakan, warga nahdliyyin harus berpolitik agar tidak mudah diombang-ambing pihak manapun. Selain tiu, dengan melek politik, cita-cita NU untuk menjaga NKRI dapat terwujud.
Hal itu dikatakan As’ad dalam acara pembukaan Program Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK), di Pondok Pesantren Raudlatul Muta’allimin, Desa Langgardalem, Kecamatan Kota, Jumat (20/3) lalu.
“Warga Nu harus berpolitik, khususnya mereka yang aktif di partai politik. Dengan begitu, NU akan semakin kuat dan bisa mewujudkan keutuhan NKRI,” kata As’ad.
Tanpa berpolitik, rakyat Indonesia, khususnya warga NU yang merupakan mayoritas penduduk di negeri ini, akan mudah digoyang pihak asing. Sebagaimana dalam ekonomi yang tak dikuasai warga Nahdliyyin, ekonomi Indonesia sekarang ini mudah terombang-ambing karena dikuasai asing.
Dia mengatakan, politik yang dijalankan harus tetap dalam koridor NU ala paham Ahlus Sunnah wal Jamaah. Politik NU harus lemah lembut, tidak menjegal satu sama lain. Dan politik dalam NU tidak mengenal kekerasan.
Selain itu, kata As’ad, dalam berpolitik warga Nahdliyyin harus menebar nilai-nilai kebaikan. Politik NU itu mengajak, bukan menakuti. Karena prinsip yang terus dijaga NU yakni menyebar nilai Islam yang member rahmat bagi semesta.
“Dalam berpolitik, warga NU juga tidak boleh haus kekuasaan. Seperti contoh guru kita Gus Dur, yang tidak pernah berniat menjadi presiden. Namun ketika dikehendaki rakyat, beliau amanah”, ujarnya.
Dia menambahkan, politik harus didasari kekuatan ekonomi. Selahingga dalam berpolitik tidak rakus harta. Kudus bisa menjadi contoh. Karena semangat dagang warga Kudus yang sebagian besar warga Nahdliyyin, menunjukkan kekuatan ekonomi. Sehingga saat terjun ke dunia politik, mereka tidak silau dengan harta.
“Saya bangga menjadi orang Kudus. Karena dengan semangat berdagang yang dimiliki, menjadi kekuatan tersendiri bagi warga yang terjun ke dunia politik. Mereka tidak akan silau dengan harta, dan akan bekerja untuk rakyatnya secara sungguh-sungguh”, jelasnya.
Sumber: Koran Muria (Faisol Hadi Suwoko/Imron Lakpesdam NU)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang di Sinomwidodo Tambakromo Jadi 2 Orang

    • calendar_month Jum, 2 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Korban meninggal akibat banjir bandang yang menerjang Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, bertambah. Camat Tambakromo, Mirza Nur Hidayat mengatakan, korban meninggal kini menjadi dua orang. Sebelumnya, seorang warga bernama Sumirah (60) meninggal karena hipotermia, pada Rabu (30/11/2022). ”Kondisi tadi malam ada satu warga yang terjebak. Dia manula, kena penyakit, kita kesulitan antisipasi […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Mengenalkan Sikap Consent Ke Anak

    • calendar_month Jum, 30 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Konsep consent memiliki arti pemberian persetujuan tanpa sebuah paksaan. Hal ini sangat penting kita terapkan dalam keseharian berkehidupan. Tanpa adanya sebuah persetujuan, maka akan menimbulkan berbagai masalah dan kerusakan. Dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, sebaiknya kita terbiasa dan membiasakan diri meminta izin dalam hal apapun. Bukan hanya soal yang berkaitan dengan seksual […]

  • Lewat Branding, Sekolah dan Madrasah Ma'arif Akan Dapat Lisensi Publik

    Lewat Branding, Sekolah dan Madrasah Ma’arif Akan Dapat Lisensi Publik

    • calendar_month Rab, 22 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 193
    • 0Komentar

      Brebes – Bertempat di Kantor PCNU Kabupaten Brebes, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Nahdlatul Ulama PWNU Jawa Tengah Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa branding sangat penting bagi kemajuan sekolah dan madrasah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU. Melalui branding, sekolah dan madrasah Ma’arif akan dikenal masyarakat luas untuk mendapatkan lisensi publik bahwa sekolah dan madrasah Ma’arif memang […]

  • PCNU-PATI

    Prestis! Rutinan Fatayat NU Margorejo Dihadiri Dua Pengasuh Pondok

    • calendar_month Rab, 8 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 222
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id MARGOREJO –   Peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW. masih berlangsung. Salah satunya adalah yang dilaksanakan oleh PAC Fatayat NU Kecamatan Margorejo.  Sabtu (4/3) lalu, para pemudi NU tersebut menyelenggarakan peringatan Isro’ Mi’roj sekaligus rutinan Fatayat NU di Desa Sukobubuk. Bahkan, dalam agenda tersebut dihadiri salah seorang pengasuh Ponpes Roudlotul Falah, Bermi, Gembong, Kiai Ali Nur […]

  • Gandeng Mahasiswa Inggris, IPNU-IPPNU Pati Gelar Seminar Online

    Gandeng Mahasiswa Inggris, IPNU-IPPNU Pati Gelar Seminar Online

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2020
    • account_circle admin
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Pelaksanaan webinar IPNU-IPPNU Pati Sabtu (6/6) kemarin PATI-Pengurus Cabang IPNU-IPPNU Pati menggelar webinar (seminar online-red) Sabtu (6/6) kemarin. Pihak IPNU dan IPPNU menggandeng Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Cambridge, UK. Webinar kali ini mengusung tema ‘Tips Lolos Beasiswa S1 dan S2 Cambridge University, United Kingdom’. Melisa Yustina, sekretaris PC-IPPNU Pati yang bertanggungjawab mengatur jalannya webinar memaparkan […]

  • Membumikan Green Ramadan

    Membumikan Green Ramadan

    • calendar_month Sab, 15 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Kemarin, saya menulis Ramadan Ramah Lingkungan. Tulisan ini sebenarnya lanjutan dari ide pokoknya. Ramadan sebagai bulan yang penuh berkah, di mana umat Islam berpuasa sebagai bentuk ibadah, refleksi diri, dan peningkatan spiritualitas harus diwujudkan serratus persen. Namun, di balik ibadah yang mulia, ada tantangan besar yang harus dihadapi, yaitu bagaimana menjaga keseimbangan […]

expand_less