Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Sisi Kontroversi Zakir Naik

Sisi Kontroversi Zakir Naik

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 17 Apr 2017
  • visibility 409
  • comment 0 komentar

DR. Zakir Naik, begitulah panggilan sosok yang menjadi viral akhir-akhir ini di dunia maya. Ia adalah seorang dokter sekaligus pendakwah (pembicara dalam masalah keagamaan) hebat. Namanya kini mulai diperbincangkan dunia. Hampir semua orang dari seluruh pelosok dunia mengenalnya setidaknya pernah mendengar nama dan kehebatan dakwahnya. Kehebatan dakwahnya telah berhasil mengislamkan ratusan ribu nonmuslim. Tidak hanya itu, melalui debat-debatnya dalam berdakwah, ia mampu menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan oleh nonmuslim kepadanya tentang Islam. Pastor (pemimpin agama Kristen) pun kewalahan bila berdebat dengannya.
Zakir Naik kini telah menjadi “demam”di seluruh dunia. Bahkan, sosoknya sangat fenomenal. Akibatnya, muncul dua kubu terkait dengannya, yaitu kubu yang pro dan kubu yang kontra. Namanya kemudian dipuja oleh para pendukungnya, dan dikecam oleh orang yang membencinya. Banyak orang yang mengagumi kemampuannya dalam berdebat dan pengetahuannya yang luas. Tetapi, tidak sedikit pula orang yang mengecamnya.
Pertanyaan utama yang diusung buku ini adalah siapakah Zakir Naik itu?
Pemilik nama lengkap dr. Zakir Abdul Karim Naik ini benar-benar mengguncang seluruh jagat beberapa tahun belakangan ini. betapa tidak, melalui ceramah-ceramahnya, ia telah berhasil mengislamkan ribuan orang nonmuslim. Banyak orang, setelah mendengar ceramahnya atau setelah mendapat jawaban atas pertanyaan yang diajukan kepadanya, atau setelah berdebat dengannya, pada akhirnya memeluk islam.(hlm.13)
Keberhasilan Zakir Naik dalam mengislamkan banyak non muslim itu menjadi bukti bahwa ia adalah sosok pendakwah yang hebat. Ia adalah seorang orator ulung dan jago dalam berdebat. Tidak hanya itu, keberhasilannya juga menjadi indikasi dari kecerdasan dan keluasan ilmu yang dimiliki. Zakir Naik juga hafal kitab dari agama lain. Dan faktor terakhir yang menunjang kesuksesannya dalam berceramah sehingga banyak dari pendengarnya yang masuk Islam adalah karena ia menjelaskan agama dengan logika.(hlm14)
Meskipun Zakir Naik telah terbukti sebagai seorang orator dan ahli debat ulung serta mengalahkan para pemimpin agama lain dalam berdebat tentang agama, namun masih ada beberapa golongan yang meragukan keilmuan agama yang dimilikinya. Inilah yang kemudian melahirkan sisi kontroversi dari sosok Zakir Naik.
Salah satu kontroversi Zakir Naik adalah banyaknya orang yang meragukan kepantasan gelar “ulama” yang disematkan kepadanya. Hal ini karena Zakir Naik tidak pernah menjelaskan riwayat pendidikannya secara jelas. Bahkan, ia tidak diketahui berguru kepada tentang keislaman. Alasan lain mengapa banyak orang yang meragukan keilmuan agamanya adalah karena bacaan al-Qur’an yang kurang nyaman didengar dan terkesan mengabaikan kaidah tajwid. Hal ini tentu bertolak belakang dengan kemampuannya menghafal Alqur’an.
Bahkan, elhooda.net sebuah sumber yang banyak memberitakan tentang sosok Zakir Naik pernah mengutip pernyataan Syekh Al-Habib Mir Asadullah Qadiri, Hyderabab, India (Pemimpin Correct Islamic Faith International Association) bahwa Zakir Naik hanya belajar dan mengkaji buku-buku agama Islam selama 3 tahun saat ia kuliah kedokteran. Pertanyaannya, bagaimana mungkin seseorang mampu menguasai ilmu agama secara sempurna bila hanya belajar selama tiga tahun?
Jadi intinya, keraguan terhadap keilmuan agama Zakir Naik ini adalah terkait dengan ketidaksempurnaannya dalam menguasai al-Qur’an. Di satu sisi ia hafal seluruh ayat dalam al-Qur’an, tetapi disisi lain ia kurang memperhatikan tajwid dalam melantunkan ayat-ayat al-Qur’an.(hlm.22)
Pada akhirnya, meskipun Zakir Naik memiliki sisi kontroversi, baik dalam fatwa maupun keilmuannya, satu hal yang jelas bahwa ia telah berjasa besar dalam menyebarkan Islam. Bahkan, ia berhasil membungkam suara-suara yang menjelekkan islam, khususnya yang datang dari kalangan nonmuslim.

Judul               : Dr. Zakir Naik Mengguncang Dunia
Penulis             : Rizem Aizid
Penerbit           : Diva Press, Yogyakarta
Cetakan           : Pertama Januari 2017
Tebal Buku      : 192 halaman
ISBN               : 978-602-391-276-6
Perresensi        : Siswanto (Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kali Jaga Yogyakarta)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Rab, 8 Mar 2017
    • account_circle admin
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh, Pak kiai hal apa sajakah yang membuat kita terlarang menghadiri resepsi pernikahan ? Wa’alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh Walimatul ‘ursi (resepsi pernikahan) dalam pandangan fiqih hukumnya adalah sunnah muakkadah, dan memenuhi atau menghadiri undangannya adalah wajib. akan tatapi kewajiban menghadiri walimatil ‘ursi  tidaklah mutlak, melainkan ada syarat-syarat yang harus terpenuhi. dan jika ada […]

  • Porsema XIII Pati Resmi Dibuka, Ribuan Siswa Ma'arif NU Pati Beradu Talenta

    Porsema XIII Pati Resmi Dibuka, Ribuan Siswa Ma’arif NU Pati Beradu Talenta

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 372
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif Nahdlatul Ulama (Porsema) XIII tingkat Kabupaten Pati resmi dibuka di lapangan Safin Pati Sport School (SPSS) yang berada Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil, pada Sabtu (9/8/2025) pagi. Kegiatan ini diikuti oleh 1.550 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari MI/SD, MTs/SMP, hingga MA/SMA/SMK yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Bendera Tauhid

    Bendera Tauhid

    • calendar_month Kam, 9 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Hiruk pikuk di Indonesia terutama melalui media sosial memang luar biasa, terutama kasus bendera yang bertuliskan kalimat tauhid. Terlepas dari tujuan aatau modus seseorang atau kelompok, kita benar benar prihatin terutama ujaran dan kata kata yang tidak berakhlak untuk menyudutkan golongan atau kelompok tertentu. Agama sebagai payung hukum dan akhlak terpuji seakan hilang dan yang […]

  • a table topped with lots of papers on top of a wooden table

    Penulis dan Pejalan Kaki

    • calendar_month Sen, 26 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Oleh: M. Iqbal Dawami Aku, yang selalu terpaku pada layar dan tumpukan buku, menyulam kata demi kata, sering kali lupa bahwa tubuh ini juga butuh gerak dan ruang untuk bernapas. Hari demi hari, aku terjebak dalam rutinitas yang sama: duduk berjam-jam, mengolah pikiran yang tak pernah berhenti berputar, mencoba menerjemahkan kerumunan ide menjadi kalimat-kalimat yang […]

  • Ketua PWNU Jawa Tengah Ajak Masyarakat Sambut Lebaran dengan Kesederhanaan

    Ketua PWNU Jawa Tengah Ajak Masyarakat Sambut Lebaran dengan Kesederhanaan

    • calendar_month Sab, 29 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 298
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Kondisi sosial dan ekonomi belakangan ini sedang tidak baik. Hal itu menjadikan banyak pihak prihatin sehingga dalam merayakan Lebaran hendaknya dengan kesederhanaan. Demikian disampaikan Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah (Jateng) KH Abdul Ghaffar Rozin saat berada di Posko Mudik Ansor-Banser Pati, Jumat (28/3/2025) malam. Gus Rozin, begitu kiai […]

  • PCNU-PATI

    Pesantren sebagai Center of  Parenting Anak

    • calendar_month Sab, 15 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Dari dulu sampai sekarang pondok pesantren (ponpes) identik disebut sebagai pendidikan keagamaan. Karena dalam kegiatan sehari-hari muatan kitab kuning selalu diberikan kepada para santri. Sehingga ponpes disebut sebagai pendidikan kultural yang masih eksis dalam membina karakter santri. Di dalam ponpes para santri pada umumnya akan mendapatkan pola asuh (parenting) yang diampu langsung […]

expand_less