Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Sisi Kontroversi Zakir Naik

Sisi Kontroversi Zakir Naik

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 17 Apr 2017
  • visibility 368
  • comment 0 komentar

DR. Zakir Naik, begitulah panggilan sosok yang menjadi viral akhir-akhir ini di dunia maya. Ia adalah seorang dokter sekaligus pendakwah (pembicara dalam masalah keagamaan) hebat. Namanya kini mulai diperbincangkan dunia. Hampir semua orang dari seluruh pelosok dunia mengenalnya setidaknya pernah mendengar nama dan kehebatan dakwahnya. Kehebatan dakwahnya telah berhasil mengislamkan ratusan ribu nonmuslim. Tidak hanya itu, melalui debat-debatnya dalam berdakwah, ia mampu menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan oleh nonmuslim kepadanya tentang Islam. Pastor (pemimpin agama Kristen) pun kewalahan bila berdebat dengannya.
Zakir Naik kini telah menjadi “demam”di seluruh dunia. Bahkan, sosoknya sangat fenomenal. Akibatnya, muncul dua kubu terkait dengannya, yaitu kubu yang pro dan kubu yang kontra. Namanya kemudian dipuja oleh para pendukungnya, dan dikecam oleh orang yang membencinya. Banyak orang yang mengagumi kemampuannya dalam berdebat dan pengetahuannya yang luas. Tetapi, tidak sedikit pula orang yang mengecamnya.
Pertanyaan utama yang diusung buku ini adalah siapakah Zakir Naik itu?
Pemilik nama lengkap dr. Zakir Abdul Karim Naik ini benar-benar mengguncang seluruh jagat beberapa tahun belakangan ini. betapa tidak, melalui ceramah-ceramahnya, ia telah berhasil mengislamkan ribuan orang nonmuslim. Banyak orang, setelah mendengar ceramahnya atau setelah mendapat jawaban atas pertanyaan yang diajukan kepadanya, atau setelah berdebat dengannya, pada akhirnya memeluk islam.(hlm.13)
Keberhasilan Zakir Naik dalam mengislamkan banyak non muslim itu menjadi bukti bahwa ia adalah sosok pendakwah yang hebat. Ia adalah seorang orator ulung dan jago dalam berdebat. Tidak hanya itu, keberhasilannya juga menjadi indikasi dari kecerdasan dan keluasan ilmu yang dimiliki. Zakir Naik juga hafal kitab dari agama lain. Dan faktor terakhir yang menunjang kesuksesannya dalam berceramah sehingga banyak dari pendengarnya yang masuk Islam adalah karena ia menjelaskan agama dengan logika.(hlm14)
Meskipun Zakir Naik telah terbukti sebagai seorang orator dan ahli debat ulung serta mengalahkan para pemimpin agama lain dalam berdebat tentang agama, namun masih ada beberapa golongan yang meragukan keilmuan agama yang dimilikinya. Inilah yang kemudian melahirkan sisi kontroversi dari sosok Zakir Naik.
Salah satu kontroversi Zakir Naik adalah banyaknya orang yang meragukan kepantasan gelar “ulama” yang disematkan kepadanya. Hal ini karena Zakir Naik tidak pernah menjelaskan riwayat pendidikannya secara jelas. Bahkan, ia tidak diketahui berguru kepada tentang keislaman. Alasan lain mengapa banyak orang yang meragukan keilmuan agamanya adalah karena bacaan al-Qur’an yang kurang nyaman didengar dan terkesan mengabaikan kaidah tajwid. Hal ini tentu bertolak belakang dengan kemampuannya menghafal Alqur’an.
Bahkan, elhooda.net sebuah sumber yang banyak memberitakan tentang sosok Zakir Naik pernah mengutip pernyataan Syekh Al-Habib Mir Asadullah Qadiri, Hyderabab, India (Pemimpin Correct Islamic Faith International Association) bahwa Zakir Naik hanya belajar dan mengkaji buku-buku agama Islam selama 3 tahun saat ia kuliah kedokteran. Pertanyaannya, bagaimana mungkin seseorang mampu menguasai ilmu agama secara sempurna bila hanya belajar selama tiga tahun?
Jadi intinya, keraguan terhadap keilmuan agama Zakir Naik ini adalah terkait dengan ketidaksempurnaannya dalam menguasai al-Qur’an. Di satu sisi ia hafal seluruh ayat dalam al-Qur’an, tetapi disisi lain ia kurang memperhatikan tajwid dalam melantunkan ayat-ayat al-Qur’an.(hlm.22)
Pada akhirnya, meskipun Zakir Naik memiliki sisi kontroversi, baik dalam fatwa maupun keilmuannya, satu hal yang jelas bahwa ia telah berjasa besar dalam menyebarkan Islam. Bahkan, ia berhasil membungkam suara-suara yang menjelekkan islam, khususnya yang datang dari kalangan nonmuslim.

Judul               : Dr. Zakir Naik Mengguncang Dunia
Penulis             : Rizem Aizid
Penerbit           : Diva Press, Yogyakarta
Cetakan           : Pertama Januari 2017
Tebal Buku      : 192 halaman
ISBN               : 978-602-391-276-6
Perresensi        : Siswanto (Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kali Jaga Yogyakarta)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT Pati, PCNU : Kedepankan Pembangunan SDM

    HUT Pati, PCNU : Kedepankan Pembangunan SDM

    • calendar_month Kam, 5 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 271
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim, ketua PCNU Pati PATI-Tujuh Agustus nanti Kabupaten Pati tepat berusia 698 tahun. Ini merupakan umur yang tergolong matang untuk sebuah kota.  Harapan demi harapan terpanjat dari masyarakat Kabupaten Pati. Tentunya mereka menginginkan Pati yang lebih baik ke depannya.  Nahdlatul Ulama sebagai salah satu organisasi sosial keagamaan di Pati turut menyampaikan pandangannya untuk […]

  • Teater Kardus SMK Salafiyah Kajen Rayakan 11 Tahun dengan Pertunjukan "Kampung Kardus"

    Teater Kardus SMK Salafiyah Kajen Rayakan 11 Tahun dengan Pertunjukan “Kampung Kardus”

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.964
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Teater Kardus SMK Salafiyah Kajen Pati menggelar pertunjukan dengan Naskah “Kampung Kardus” Karya Gepeng Nugroho, Kamis (11/12/2025). Acara ini digelar dalam rangka memperingati hari antikorupsi yang jatuh pada tanggal 9 Desember, sekaligus memperingati 11 tahun Teater Kardus bertumbuh di SMK Salafiyah Kajen. Rama, Lurah Teater Kardus, yang berperan sebagai Carik, mengajak Gen […]

  • Khidmah di NU Ukurannya Bukan Naik Tingkat

    Khidmah di NU Ukurannya Bukan Naik Tingkat

    • calendar_month Sab, 13 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Berkhidmah di Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU) merupakan anugerah dan karunia yang tidak didapat semua umat Islam. Banyak orang yang selalu mempertimbangkan aspek untung rugi dalam hal materi saat akan berkiprah di organisasi kemasyarakatan. Banyak orang lebih memilih aktif di organisasi profit daripada nirlaba yang sepi dari aspek keuntungan. Hal itu diungkapkan Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa […]

  • Page Facebook NU Pati Tembus 4,5 Ribu Like dalam Sebulan

    Page Facebook NU Pati Tembus 4,5 Ribu Like dalam Sebulan

    • calendar_month Ming, 18 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Fanspage atau halaman facebook NU Pati mampu mendapatkan 4,5 ribu penyuka hanya dalam waktu satu bulan. Halaman facebook milik PCNU Kabupaten Pati ini baru dibuat pada 16 Juli 2019 silam. Dan dalam waktu satu bulan saja telah mampu memikat 4500 lebih pengguna facebook untuk memberikan jempolnya. Halaman facebook PCNU Pati yang mengangkat title NU Pati […]

  • 1000 Kotak Koin NU Digelontorkan Lazisnu Juwana

    1000 Kotak Koin NU Digelontorkan Lazisnu Juwana

    • calendar_month Ming, 1 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 304
    • 0Komentar

    JUWANA-NU Care – Lazisnu MWC Juwana mengadakan Pelatihan Pengelolaan dan Peluncuran 1000 Kotak Koin NU di Gedung Markas Ansor Langgenharjo Juwana. Pelatihan diikuti 57 peseta dati 29 Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Juwana, Minggu (1/12). Pelatihan Amil Zakat dan Pendistribusian 1000 kotak koin NU oleh NU Care-Lazisnu Juwana Ketua MWC Juwana menyampaikan bahwa Juwana sangat potensial […]

  • hjj-jpg-2

    Panggilan Haji, Bagi yang Belum Haji

    • calendar_month Kam, 24 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 335
    • 0Komentar

         Di plosok desa ada seorang rajin dalam urusan ibadah dan dia bisa dikatakan kyai dalam desa tersebut, sebut saja namanya kyai Anwar ( nama samaran). Beliau ketika melakukan suatu pekerjaan dalam urusan beribadah aktif, sampai – sampai kerajinannya di ketahui dan diakui masyarakat setempat dan masyarakat bisa memanggil beliau pak haji, padahal kyai […]

expand_less