Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Santri Kilat dan Santri Virtual Ramadan

Santri Kilat dan Santri Virtual Ramadan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 6 Apr 2024
  • visibility 474
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

Setiap Ramadan, bahkan setiap hari, saya rajin menonton video Youtube para kiai-kiai yang saya kenal. Selain sosok kiai mainstream seperti Gus Baha, Gus Mus, Gus Ulil, saya sering menonton live streaming dari sejumlah channel dan kiai-kiai saya dulu seperti Kiai Muslim Assalamy, Kiai Kholilulrahman, Kiai Umar, dan lainnya yang aktif ngaji secara virtual. Selain saya yang pernah mondok, tentu banyak umat Islam yang rindu akan suasana pondok pesantren.

Namun, bagi yang tidak pernah mondok, tentu menjadi “santri kilat” dan “santri virtual” muncul di bulan Ramadan. Fenomena ini biasa, karena santri kilat dan santri virtual Ramadan makin marak ketika perkembangan teknologi digital membahana seperti ini. Kita bisa rebahan sembari mendengarkan kiai maknani gandul. Apakah ini termasuk kategori bandongan atau sorogan? Bagi saya tidak keduanya. Digitalisasi melahirkan fenomena santri virtual dan “kilat”, instan, cepat, dan praktik. Meski istilah kilat, dulu berlaku bagi peserta didik MI/SD, MTs/SMP, MA/SMA/SMK yang mengikuti program pesantren kilat di madrasah dan sekolahnya.

Apakah Mentradisi?

Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh sukacita dan keceriaan. Ramadan bukan hanya bulan puasa, tetapi juga waktu yang penuh berkah dan kesempatan untuk meningkatkan keimanan serta ketaqwaan kepada Allah SWT. Tradisi-tradisi yang kaya dan beragam dalam Ramadan telah menginspirasi berbagai inovasi, termasuk munculnya fenomena baru: santri kilat dan santri virtual.

Konsep santri kilat telah menjadi semacam inovasi dalam pendidikan agama Islam, terutama selama bulan Ramadan. Santri Kilat adalah program intensif yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan keagamaan dan spiritualitas dalam waktu yang singkat. Dalam kurun waktu yang relatif pendek, biasanya selama satu bulan penuh Ramadan, peserta santri kilat akan mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran agama yang intensif, yang mencakup pembacaan Al-Quran, pelajaran agama, diskusi keagamaan, dan ibadah lainnya.

Program santri kilat tidak hanya memberikan kesempatan bagi peserta untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang ajaran Islam, tetapi juga membantu mereka memperkuat ikatan spiritual mereka dengan Allah SWT. Dengan suasana Ramadan yang penuh berkah, peserta Santri Kilat dapat merasakan manfaat langsung dari intensitas ibadah dan pembelajaran yang mereka lakukan.

Di sisi lain, santri virtual juga mengatasi batasan jarak dan waktu. Fenomena santri virtual adalah respons terhadap tantangan teknologi dan jarak dalam menjalankan ibadah Ramadan. Santri Virtual adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan peserta atau peserta pelajaran agama Islam yang mengikuti program pembelajaran secara daring atau online. Dalam konteks Ramadan, santri virtual adalah mereka yang mengikuti kajian agama, ceramah, atau kegiatan ibadah lainnya melalui platform digital.

Program atau fenomena santri virtual menyediakan solusi bagi mereka yang tidak memiliki akses ke pesantren atau lembaga pendidikan agama Islam lokal, atau bagi mereka yang memiliki jadwal yang padat selama bulan Ramadan. Dengan bantuan teknologi, peserta santri virtual dapat tetap terhubung dengan kegiatan keagamaan dan memperdalam pemahaman mereka tentang ajaran Islam, meskipun dalam lingkungan yang berbeda atau dalam waktu yang terbatas.

 Menyatunya Tradisi dan Teknologi

Baik Santri Kilat maupun Santri Virtual adalah bentuk inovasi yang menarik dalam menjalankan ibadah Ramadan dan memperdalam pemahaman agama Islam. Meskipun mungkin terlihat berbeda secara konsep, keduanya memiliki tujuan yang sama: untuk memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT dan meningkatkan pengetahuan tentang ajaran Islam.

Kedua konsep ini juga menunjukkan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung praktik keagamaan dan memfasilitasi akses terhadap pembelajaran agama. Dalam era digital ini, penggunaan teknologi untuk tujuan keagamaan tidak hanya menjadi mungkin, tetapi juga semakin umum dan diterima secara luas.

Santri kilat dan santri virtual merupakan dua fenomena yang menarik dalam konteks ibadah Ramadan dan pendidikan agama Islam. Meskipun keduanya berbeda dalam pendekatan dan implementasi, keduanya memainkan peran penting dalam membantu umat Islam memperdalam pemahaman mereka tentang ajaran Islam dan memperkuat ikatan spiritual mereka dengan Allah SWT.

Dengan terus mengembangkan konsep-konsep inovatif seperti santri kilat dan santri virtual, umat Islam dapat memanfaatkan waktu Ramadan dengan lebih efektif untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan mereka, serta memperkuat komunitas umat Islam secara keseluruhan.

Melalui perkembangan teknologi, sistem ngaji telah mengalami banyak perubahan. Saya bisa menyebut ini terjadi bandongan virtual atau sorogan virtual yang bisa diakses kapan saja, olah siapa saja, dan di mana saja. Tapi ingat, ini hanya alat dan metode. Soal karakter, keberkahan, pengalaman, ya jelas tidak mungkin didapatkan sepenuhnya oleh alumni pesantren kilat dan lulusan pesantren virtual. Begitu nggak?

*Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., penulis lahir di Pati, 17 Juni. Saat ini menjadi dosen Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah 2018-2023, Pengurus LTN NU PCNU Kabupaten Temanggung 2019-2024, Kabid Media, Hukum, dan Humas Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah 2020-sekarang, aktif menjadi reviewer 19 jurnal internasional terindeks Scopus, reviewer 9 jurnal internasional, editor dan reviewer 25 jurnal nasional.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berkat Koin NU, MWC Batangan Bangun Gedung Baru Senilai 2 Milyar

    Berkat Koin NU, MWC Batangan Bangun Gedung Baru Senilai 2 Milyar

    • calendar_month Ming, 12 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 469
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim (jongkok), dalam seremoni peletakan batu pertama pembangunan gedung MWC NU Kecamatan Batangan, Minggu (12/9) pagi. BATANGAN – Koin NU memberikan dampak besar bagi organisasi dan masyarakat luas. Di berbagai daerah, manfaat gerakan sosial ini telah dirasakan oleh banyak kalangan.  Mulai dari santunan paling sederhana, misalnya bantuan kemanusiaan untuk warga miskin, santunan yatim, […]

  • Para Pelajar Pendekar Menyerbu Abadiyah sejak Malam Tadi

    Para Pelajar Pendekar Menyerbu Abadiyah sejak Malam Tadi

    • calendar_month Sab, 5 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 467
    • 0Komentar

    GABUS-Kejuaraan pencak silat Pandawa Championship 2019 resmi dibuka Jumat (4/10) malam tadi. Kompetisi ini merupakan gelaran yang diadakan oleh Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa (PN) Kabupaten Pati. Kejuaraan ini akan mempertemukan para pelajar dari tingkat MI/SD hingga SLTA. Para peserta ajang Pandawa Championship 2019 memekikkan mars Syubbanul Wathon dalam acara pembukaan perhelatan teraebut di […]

  • Tanda tangani MoU dengan Tiga Kampus China

    Tanda tangani MoU dengan Tiga Kampus China

    • calendar_month Ming, 23 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 571
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id-Jakarta – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah mengikuti Konferensi Kerjasama dengan tiga Kampus China di Hotel Ciputra Jakarta pada Ahad (23/02/2025). kegiatan difasilitasi oleh BRCC Indonesia, dengan dihadiri oleh perwakilan dari Kemendikdasmen, Direktur BRCC Global, LP Ma’arif NU PBNU, LP Ma’arif NU PWNU DKI Jakarta dan beberapa Sekolah Menengah Atas di Jakarta. BRCC […]

  • PCNU-PATI

    Istri Kades Pohgading Jadi Ketua Ranting Fatayat NU

    • calendar_month Jum, 16 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 604
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Fatayat NU Ranting Pohgading, Kecamatan Gembong baru saja melangsungkan konferensi pada Kamis (15/12) kemarin. Jabatan ketua yang tadinya dipegang oleh Puryati, kini bergulir ke tangan Sri Pujiati.  “Saya berharap ketua baru yang menggantikan saya, bisa lebih maju sehingga Fatayat NU di desa kami lebih baik dari waktu ke waktu,” ungkap Puryati di sela-sela […]

  • PKL dan Susbalan Menciptakan Kader NU Masa Depan

    PKL dan Susbalan Menciptakan Kader NU Masa Depan

    • calendar_month Sel, 14 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 524
    • 0Komentar

    PATI, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah mengadakan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) yang bertempat di PP. Naqsabandiyah Kholidiyah Desa Srikaton Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Acara resmi dibuka oleh PW GP Ansor Jawa Tengah, Gus Fahsin M Faal, didampingi oleh Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Pati, Itqonul Hakim, perwakilan Forkopimda, […]

  • Gelar Seminar Kesehatan, MA Salafiyah Kajen Ingatkan Bahaya Pergaulan Bebas

    Gelar Seminar Kesehatan, MA Salafiyah Kajen Ingatkan Bahaya Pergaulan Bebas

    • calendar_month Jum, 4 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Pcnupati or.id – Palang Merah Remaja (PMR) Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen Pati menggelar seminar kesehatan. Kegiatan dengan tema “Masalah Remaja, Seks Bebas dan Penyalahgunaan Obat” itu dilaksanakan pada  Kamis (3/11/2022) di Aula MA Salafiyah mulai jam 09.00 hingga jam 12.00 WIB. Seminar itu diikuti oleh 100 orang peserta didik yang berasal dari perwakilan setiap […]

expand_less