Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pohon Durian dan Kupu-Kupu

Pohon Durian dan Kupu-Kupu

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 5 Des 2022
  • visibility 391
  • comment 0 komentar

Oleh: M. Iqbal Dawami

Sore itu, sembari menunggu azan ashar, aku duduk di saung yang letaknya di kebun kantor tempatku bekerja. Di depan saung ada pohon durian. Pohon yang dari hari ke hari, minggu ke minggu, dan bulan ke bulan, tidak ada pertumbuhan yang berarti. Aku tidak tahu bagaimana teorinya, mengapa pohon durian itu tidak tumbuh dengan wajar? Barangkali tanahnya tidak cocok. Atau mungkin cangkokannya tidak sempurna. Aku tidak tahu, walau membuat aku tergelitik untuk mencari tahu. Hmm, mungkin suatu hari aku akan mencari tahu.

Saat asyik mengamati pohon durian tersebut, tiba-tiba seekor kupu-kupu dengan sayap yang sangat indah hinggap di salah satu daun durian. Cantik sekali. Ia mulai bergerilya dari satu daun ke daun lainnya. Ia kemudian terbang kesana kemari dari satu pohon ke pohon lain. Kepakan sayapnya sungguh mempesona. Oh, alangkah senangnya kupu-kupu itu. Ia dapat terbang bebas sekehendak hatinya (jika memang ia punya hati), tidak ada keraguan, tidak ada paksaan, tidak ada ketakutan. Ia terus menjalankan hari-harinya dengan begitu.

Mungkin suatu ketika ia akan terperangkap oleh jaring laba-laba, atau tidak mendapatkan saripati bunga, atau bahkan tertangkap oleh manusia, tapi ia tidak peduli. Ia hanya menjalankan hidupnya dengan sepenuh hati. Itu saja. Ya, sesederhana itu.

Setelah melihat kupu-kupu itu dan kembali ke soal pohon durian itu, aku mencoba menengok ke dalam kehidupan manusia. Rupanya dua hal itu adalah cerminan hidup manusia. Ada orang yang tumbuh dengan anggun, namun ada juga yang tumbuh dengan statis. Itu biasa ditemukan dalam lingkungan manusia. Tapi, manusia bukanlah tumbuhan maupun hewan. Manusia yang dikaruniai akal dan pikiran mempunyai potensi untuk berubah. Perubahan itu bisa kepada ke arah positif maupun negatif.

Kupu-kupu yang berasal dari ulat kemudian menjadi kepompong adalah tamsil yang sangat indah bahwa manusia sejatinya harus mengalami metamorfosis menuju kehidupan yang lebih baik lagi. Kepompongnya boleh diibaratkan ujian yang dapat menghambat kesuksesan namun sejatinya kondisi tersebut memang diperlukan dalam perjuangan. Sepintas, kepompong akan mematikan si ulat, namun rupanya itu adalah proses menjadi kupu-kupu yang indah. Ujian pun demikian, sejatinya bukan untuk melemahkan, tetapi mempersiapkan seseoang menjadi pribadi yang lebih hebat. Ya, kupu-kupu mungkin tidak akan pernah bisa terbang kalau tidak melewati penderitaan di dalam kepompong itu.  

Konon, usia standar kupu-kupu hanya sekitar satu minggu. Dan apabila dikaruniai umur panjang maksimal hanya satu tahun. Tentu, dalam pandangan kita usia seperti itu sangatlah pendek. Tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan usia standar manusia. Tapi, hidupnya yang sebentar itu sungguh tidaklah sia-sia. Kupu-kupu tersebut selalu memberi banyak kegembiraan dan manfaat bagi alam semesta. Ia memerankan hidupnya dengan baik. Usia yang pendeknya itu mampu berbuat banyak. Maha Suci Tuhan yang menciptakan kupu-kupu dengan sebaik-baiknya. Maha Benar Tuhan yang menjadikan kupu-kupu sebagai teladan hidup manusia.

Aku teringat cerita Thich Nhat Hanh, seorang biksu dari Vietnam, saat ia berkunjung ke biara Zen. Pada papan kayu di luar aula meditasi, ia melihat empat kalimat yang tertera di sana. Kalimat terakhirnya adalah, “Jangan sia-siakan hidupmu.” Hidup kita terdiri dari hari dan jam, setiap jamnya sangat berharga. []

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Potong Masker Ludes Sekejap

    Ratusan Potong Masker Ludes Sekejap

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Proses briefing yang disampaikan oleh Maulana Luthfi Karim, ketua Kader Penggerak NU Gembong dan pihak kepolisian sebelum pembagian masker GEMBONG-Kader Penggerak NU (KPNU) Kecamatan Gembong menggelar aksi solidaritas. Kegiatan ini dilaksanakan di Pasar Gembong, Rabu (15/4) pagi tadi. Aksi yang dilakukan adalah membagi sejumlah masker kepada para pengunjung dan pedagang pasar. Sedikitnya ada 400 potong […]

  • Pelantikan Pengurus Majlis Wakil Cabang NU Kec Sukolilo

    Pelantikan Pengurus Majlis Wakil Cabang NU Kec Sukolilo

    • calendar_month Jum, 15 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Bertempat di gedung IPHI Sukolilo Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama melaksanakan pelantikan terhadap Pengurus MWC NU masa khitmad 2015-2020,Jumat  8 Januari 2015 kemarin.             “Saya mengharapkan dengan pergantian kepengurusan yang baru ini, mampu membawa dan mengamalkan ajaran ahlussunah waljama’ah di Kecamatan Sukolilo secara khusus dan kab Pati secara umum. Bukan hanya itu saja berjuang di Nahdlatul […]

  • PCNU-PATI

    Kenapa Keberadaan Tuhan Perlu Pembuktian?

    • calendar_month Ming, 9 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 352
    • 0Komentar

    Dari sekian banyak perbedaan, perbedaan soal akidah menyumbangpaling banyak terhadap pertumpahan darah, meskipun lebih sering disusupikepentingan politik kekuasaan semata. Perbedaan akidah ini bahkanmerupakan perbedaan yang pertama kali muncul di antara umat Islam padamasa Sahabat, sehingga terjadilah peristiwa pembunuhan terhadap duakhalifah terakhir dari Khulafaurrasyidin, Sayyidina Usman dan Sayyidina Ali.Dari sini kita menyaksikan betapa vitalnya masalah akidah […]

  • IPNU-IPPNU Gembong Gerak Cepat Bantu Korban Banjir Ketitang

    IPNU-IPPNU Gembong Gerak Cepat Bantu Korban Banjir Ketitang

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.304
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – PAC IPNU-IPPNU Gembong unjuk gigi dalam aksi sosial. Pada Selasa (28/10) lalu, tepat pada hari Sumpah Pemuda, sayap pelajar NU dari Lereng Muria tersebut menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Kegiatan kemanusiaan ini merupakan bentuk solidaritas nyata dari para pelajar Nahdlatul Ulama yang turut merasakan penderitaan masyarakat akibat […]

  • PCNU-PATI

    Empat Ibu Pengajian

    • calendar_month Sen, 10 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Empat ibu pengajian duduk sambil ngerumpi. Mereka sedang asyik saling membangga-banggakan anaknya masing-masing. Ibu pertama berkata, “Tahu tidak, anak saya sekarang sudah jadi ustad. Kalau dia masuk ruangan, orang akan menyapa, ‘Assalamu’alaikum, selamat pagi, Ustad.’” Tak mau ketinggalan ibu kedua berkata, “Yah baru ustad, anak saya adalah seorang kyai. Orang-orang […]

  • Sako Ma’arif NU Jateng Siap Gelar Kemah Prestasi

    Sako Ma’arif NU Jateng Siap Gelar Kemah Prestasi

    • calendar_month Kam, 23 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id Purbalingga – Pada bulan Februari Satuan Komunitas (Sako) Ma’arif NU Jawa Tengah telah menggelar rapat koordinasi terkait Kemah Prestasi. Hari ini, Rabu (22/3/2023), Sako Ma’arif NU Jawa Tengah melakukan koordinasi dengan LP. Ma’arif dan Sako Ma’arif NU Kabupaten Purbalingga terkait pelaksanaannya. Dalam koordinasi yang dihadiri oleh Ketua Sako Ma’arif Jateng H. Shobirin, Ketua LP. […]

expand_less