Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pohon Durian dan Kupu-Kupu

Pohon Durian dan Kupu-Kupu

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 5 Des 2022
  • visibility 432
  • comment 0 komentar

Oleh: M. Iqbal Dawami

Sore itu, sembari menunggu azan ashar, aku duduk di saung yang letaknya di kebun kantor tempatku bekerja. Di depan saung ada pohon durian. Pohon yang dari hari ke hari, minggu ke minggu, dan bulan ke bulan, tidak ada pertumbuhan yang berarti. Aku tidak tahu bagaimana teorinya, mengapa pohon durian itu tidak tumbuh dengan wajar? Barangkali tanahnya tidak cocok. Atau mungkin cangkokannya tidak sempurna. Aku tidak tahu, walau membuat aku tergelitik untuk mencari tahu. Hmm, mungkin suatu hari aku akan mencari tahu.

Saat asyik mengamati pohon durian tersebut, tiba-tiba seekor kupu-kupu dengan sayap yang sangat indah hinggap di salah satu daun durian. Cantik sekali. Ia mulai bergerilya dari satu daun ke daun lainnya. Ia kemudian terbang kesana kemari dari satu pohon ke pohon lain. Kepakan sayapnya sungguh mempesona. Oh, alangkah senangnya kupu-kupu itu. Ia dapat terbang bebas sekehendak hatinya (jika memang ia punya hati), tidak ada keraguan, tidak ada paksaan, tidak ada ketakutan. Ia terus menjalankan hari-harinya dengan begitu.

Mungkin suatu ketika ia akan terperangkap oleh jaring laba-laba, atau tidak mendapatkan saripati bunga, atau bahkan tertangkap oleh manusia, tapi ia tidak peduli. Ia hanya menjalankan hidupnya dengan sepenuh hati. Itu saja. Ya, sesederhana itu.

Setelah melihat kupu-kupu itu dan kembali ke soal pohon durian itu, aku mencoba menengok ke dalam kehidupan manusia. Rupanya dua hal itu adalah cerminan hidup manusia. Ada orang yang tumbuh dengan anggun, namun ada juga yang tumbuh dengan statis. Itu biasa ditemukan dalam lingkungan manusia. Tapi, manusia bukanlah tumbuhan maupun hewan. Manusia yang dikaruniai akal dan pikiran mempunyai potensi untuk berubah. Perubahan itu bisa kepada ke arah positif maupun negatif.

Kupu-kupu yang berasal dari ulat kemudian menjadi kepompong adalah tamsil yang sangat indah bahwa manusia sejatinya harus mengalami metamorfosis menuju kehidupan yang lebih baik lagi. Kepompongnya boleh diibaratkan ujian yang dapat menghambat kesuksesan namun sejatinya kondisi tersebut memang diperlukan dalam perjuangan. Sepintas, kepompong akan mematikan si ulat, namun rupanya itu adalah proses menjadi kupu-kupu yang indah. Ujian pun demikian, sejatinya bukan untuk melemahkan, tetapi mempersiapkan seseoang menjadi pribadi yang lebih hebat. Ya, kupu-kupu mungkin tidak akan pernah bisa terbang kalau tidak melewati penderitaan di dalam kepompong itu.  

Konon, usia standar kupu-kupu hanya sekitar satu minggu. Dan apabila dikaruniai umur panjang maksimal hanya satu tahun. Tentu, dalam pandangan kita usia seperti itu sangatlah pendek. Tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan usia standar manusia. Tapi, hidupnya yang sebentar itu sungguh tidaklah sia-sia. Kupu-kupu tersebut selalu memberi banyak kegembiraan dan manfaat bagi alam semesta. Ia memerankan hidupnya dengan baik. Usia yang pendeknya itu mampu berbuat banyak. Maha Suci Tuhan yang menciptakan kupu-kupu dengan sebaik-baiknya. Maha Benar Tuhan yang menjadikan kupu-kupu sebagai teladan hidup manusia.

Aku teringat cerita Thich Nhat Hanh, seorang biksu dari Vietnam, saat ia berkunjung ke biara Zen. Pada papan kayu di luar aula meditasi, ia melihat empat kalimat yang tertera di sana. Kalimat terakhirnya adalah, “Jangan sia-siakan hidupmu.” Hidup kita terdiri dari hari dan jam, setiap jamnya sangat berharga. []

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Yusuf Onuk

     Penyabar dan Ringan Tangan, Sosok Kiai Haji Anwar

    • calendar_month Jum, 6 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 697
    • 0Komentar

    Oleh: Umi Nur Hasanah Kyai Haji Anwar merupakan salah satu ulama karismatik yang ada di kawasan Pucakwangi Pati. Ia memiliki perhatian besar pada dakwah Islam di kalangan masyarakat pedesaan. Sosok kyai kelahiran 1871 di Dukuh Nganguk Desa Sidomulyo Kecamatan  Jakenan- Pati tersebut, berpindah ke Dukuh Gragalan Desa Sokopuluhan Pucakwangi karena mengikuti sang Istri, yakni Nyai […]

  • PCNU Pati Berikan Masukan tentang Kenaikan Pajak kepada BPKAD

    PCNU Pati Berikan Masukan tentang Kenaikan Pajak kepada BPKAD

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 414
    • 0Komentar

      Pati- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, mendatangi Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) setempat, Sabtu (19/7/2025). Mereka menyampaikan hasil kajian dari Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCNU  soal kanaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati yang mencapai 250 persen pada tahun 2025 ini. Perwakilan dari PCNU Pati […]

  • PCNU-PATI Photo by Dino Januarsa

    Wakil Rakyat Kalo Gini Terus Kayaknya Perlu Nyantri Dulu Deh

    • calendar_month Ming, 17 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Oleh : Irna Maifatur Rohmah Bukan menjadi rahasia lagi, tak jarang wakil rakyat yang terjerat KPK. Ya mau apa lagi? Penggelapan dana untuk proyek ini dan itu. Segampang itu mereka mengklaim dana untuk rakyat menjadi milik pribadi. Segudang alasan klasik berulang-ulang dituturkan pada media. Tapi hal itu tidak bisa mengembalikan kepercayaan dan wibawa. Padahal sudah […]

  • PCNU-PATI

    Kekuatan Iman dan Karakter

    • calendar_month Kam, 3 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 506
    • 0Komentar

    Oleh: M. Iqbal Dawami Dalam buku “Maihendrasmi Rachman: Mengelola Diri dan Relasi dengan Karakter”, Dr. Edi Sutarto mengisahkan perjalanan hidup seorang wanita tangguh bernama Maihendrasmi Rachman, yang akrab dipanggil Uni Emi. Uni Emi lahir dan besar di lingkungan keluarga yang penuh disiplin dan kerja keras. Semasa kecil, orang tuanya menanamkan nilai-nilai ketertiban dan kemandirian yang […]

  • Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

    Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

    • calendar_month Sel, 11 Agu 2015
    • account_circle admin
    • visibility 273
    • 0Komentar

    SEKITAR KEGELISAHAN ROHANI      Sekitar tahun 50-an atau 60-an (waktu yang tepat belum bena-benar diketahu) konon beliau mengalami kegelisahan yanh hebat,hingga konon beliau pernah tidak keluar rumah sampai hampir 3 bulan . Sejak itu beliau sering  ketempat KH.Abdul Hamid ,Pasuruan.Dalam pertemuan-pertemuannya dengan KH.Abdul Hamid inilah,beliau merasa menemui sesuatu yangmampu meredam kegelisahannya. Akibatnya beliau sering ke […]

  • PCNU - PATI Photo by cherylholt

    Santunan Anak Yatim

    • calendar_month Sab, 18 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Di sebuah desa sebut saja desa Pucuk Harum telah menjadi tradisi bahwasanya setiap tanggal 10 Muharrom diadakan acara rutinan yaitu santunan anak yatim, yang mana acara tersebut dilaksanakan dengan adanya iuran masyarakat sekitar. Pak Andi adalah panitia dari acara tersebut. Ketika pak Andi meminta iuran dari warga, pak Andi mengatakan: “Pak, anda dimintai sumbangan untuk […]

expand_less