Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pesantren sebagai Lembaga Tafaqquh fi Ad-din

Pesantren sebagai Lembaga Tafaqquh fi Ad-din

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 17 Feb 2024
  • visibility 655
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Secara historis pesantren sudah ada semenjak proses adanya bangsa Indonesia, bahkan pesantren ikut terlibat dalam perjuangan kemerdekaan. Pesantren memiliki usia setua bangsa Indonesia. Dan bahkan jauh lebih tua jika bangsa Indonesia ini diasumsikan lahir sesudah proklamasi.

Lebih dari dengan fakta historis diatas, pesantren dapat dikalim pula sebagai sistem pendidikan asli Indonesia. Dalam hal ini karena sistem pendidikan pesantren juga tidak dapat dibuktikan sebagai sistem pendidikan yang diadopsi dari masyarakat lain. Garis besar yang dapat ditarik dari fakta tersebut adalah bahwa sistem pendidikan pesantren merupakan satu-satunya sistem yang dirancang dengan meletakan masyarakat Indonesia sebagai pertimbangan sasaran didiknya.

Sedangkan fungsi utama pesantren menurt Kiai Sahal adalah terletak pada eksistensinya sebagai lembaga pendidikan atau sebagai lembaga tafaqquh fi Ad-din. Yaitu lembaga yang mentransfer pengetahuan sebagaimana dikehendaki oleh fungsi tafaqquh (pendalam pemahaman).

Adapun perbedaaan mendasarnya dengan lembaga-lembaga pendidikan yang lain adalah target yang ditentukan oleh pendidikan pesantren. Jika lembaga lain merasa cukup dengan memberikan pengetahuan, maka masih dianggap gagal jika transfer pengetahuan itu tidak mampu mengasilkan perilaku sesuai tingkat pemahaman peserta didiknya. Ini berarti lebih dari sekedar lembaga transfer pengetahuan, aktifitas pendidikan pesantren harus difahami sebagai lembaga pembentukan mental karakter peserta didiknya dalam kehidupan beragamanya.

Dengan demikian setidaknya ada beberapa faktor yang membentuk wawasan dan praktek keagamaan pesantren. Sedangkan faktor utamanya adalah karakter Islam yang memasuki Indonesia. Jika pada saat lahirnya Islam lebih banyak bergulat dengan masalah aqidah, kemudian berkembanag pesat sebagai seperangkat lengkap syariah (yang mengurus semua hal mulai ibadah ritual hingga pengaturan politik), maka yang sampai ke Indonesia adalah Islam yang lebih kental dengan tasawwuf-nya.

Fundamen aqidah dan bangunan syariah Islam ini hanya menyentuh masalah-masalah yang mendasar, pokok dan sederhana tetapi ornamen tasawwuf-nya sangat kaya dan sangat terbuka untuk dieksplorasi secara luas. Misalnya saja munculnya istilah manunggaling kawula gusti atau serat dewa ruci.

Faktor kedua,  adalah muatan kurikulum pesantren. Sesuai fungsinya sebagai lembaga tafaqquh fi ad-din, pesantren mengambil jalan pendidikan sebagai kegiatan utamanya. Dengan asumsi dasar bahwa bangunan dasar agama adalah aqidah dan syariah maka pesantren memfokuskan kegiatan pendidikannya pada materi tauhid dan fikih yang merupakan terjemahan langsung aqidah dan syariah.

Dan faktor ketiga adalah interaksi terus menerus antara pesantren dengan masyarakat. Menurut Kiai Sahal, pesantren bukanlah menara gading ilmiah dimana ilmu agama diteliti, diperdebatkan, diuji, dan dirumuskan jauh dari situasi, kondisi dan kenyataan riil yang melingkupi matinya .

 

Selain sebagai lembaga pendidikan, pesantren pada umunya berfungsi pula sebagai lembaga da’wah yang ingin mewarnai masyarakat dengan nilai-nilai agama. Dengan kepentingan itu maka pesantren menempuh segala cara untuk mempengaruhi masyarakat agar menempuh jalan yang dianggapnya benar. Karena masyarakat juga memiliki kepentingan dan pertimbangannya sendiri, maka mau tidak mau harus diupayakan pendekatan dialogis terus-menerus agar nilai-nilai pesantren dapat diteriam oleh masyarakat. Sejauh pertimbangan dan kepentingan masyarakat tidak bertentangn dengan prinsip dasar agama, maka penyesuaian dan kebijakan lokal akan selalu diakomodasi justru untuk menjadi kuda tunggangan bagi nilai-nilai pesantren.

Faktor-faktor itulah yang pada ahirnya membentuk karakter Islam di pesantren yang pada umunya dianut masyarakat. Adapun dalam hal ini meliputi, teguh dalam aspek aqidah dasar dan sysri’ah, toleran dalam hal syari’ah atau tuntunan sosial, memiliki dan dapat menerima cara atau sudut pandang yang beragam terhadap suatu permasalahan sosial, enjaga dan mengedepankan moralitas sebagai panduan sikap dan perilaku keseharian.

Dengan demikian menurut Kiai Sahal pendidikan yang memanusiakan itu adalah pendidikan yang selalu berupaya menyempurnakan potensi psikologis dan potensi intelektual, bukannya membentuk dengan pola pendidikan yang bersifat doktrinal yang kaku. seperti kesan yang selama ini muncul di dunia pesantren meskipun Kiai Sahal sendiri dalam hal ini meyakini bahwa tidak banyak pesanten yang berpola pendidikan demikian. Kesemuanya itu diarahkan agar para murid menjadi manusia-manusia penerus kehidupan yang dapat mengaktualisasikan sembilan dimensi tersebut, sehingga ia menjadi bermanfaat, sebagai manifestasi nyata dari konsep “memanusiakan manusia” .

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fakhruddin Karmani Raih Doktor, Teliti Integrasi Islam Nusantara dalam Kurikulum Merdeka

    Fakhruddin Karmani Raih Doktor, Teliti Integrasi Islam Nusantara dalam Kurikulum Merdeka

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.259
    • 0Komentar

      Semarang – Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani, resmi meraih gelar doktor dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor pada Program Studi S3 Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang yang digelar Rabu, 25 Februari 2026, di Ruang Theater Fakultas Kedokteran Kampus 2 Unwahas, Semarang. Dalam sidang tersebut, […]

  • PCNU-PATI Photo by Yuriy Vertikov

    Mengeja Abjad

    • calendar_month Jum, 21 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 521
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Aktivitas saya setelah maghrib kembali belajar bersama anak-anak lagi. Setelah liburan akhir semester usai, kini mereka silih berganti berdatangan untuk belajar bersama. Tak hanya yang telah rutin, kini bertambah satu anak. Baru saja ia menginjak kelas 1 MI. Datang untuk belajar mengerjakan tugas-tugas dan soal-soal dalam buku pelajaran. Saya kira awalnya […]

  • Mendahulukan Umroh atau Haji?

    Mendahulukan Umroh atau Haji?

    • calendar_month Rab, 23 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 461
    • 0Komentar

      Pak karyo adalah seorang petani dan beliau sudah di anggap cukup atau mampu secara finansial untuk melaksanakan rukun islam yang ke lima yaitu haji. Pak karyo sudah tahu mengenai haji yang hanya di wajibkan bagi mereka yang telah mampu melaksanakannya yakni mereka yang yelah memiliki cukup bekal dan ongkos menuju tanah suci, serta kemampuan […]

  • FKPT Jateng Gelar Lomba Menulis Puisi Bertema “Melawan Radikalisme”

    FKPT Jateng Gelar Lomba Menulis Puisi Bertema “Melawan Radikalisme”

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 542
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Semarang – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah membuka kesempatan bagi masyarakat luas untuk ikut serta dalam kegiatan Undangan Menulis Puisi dengan tema “Melawan Radikalisme”. Program ini terbuka bagi siapa saja, baik penyair maupun bukan penyair, tanpa batasan usia maupun domisili. Ketua FKPT Jawa Tengah Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., mengatakan bahwa karya […]

  • Lestarikan Tradisi NU, Para Pelajar Asempapan Gelar Ziarah Makam Sesepuh Desa

    Lestarikan Tradisi NU, Para Pelajar Asempapan Gelar Ziarah Makam Sesepuh Desa

    • calendar_month Jum, 9 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 734
    • 0Komentar

    Kegiatan ziarah  makam sesepuh desa yang dilaksanakan oleh Pengurus Ranting IPNU-IPPNU Asempapan, Trangkil. PATI – Pimpinan Ranting IPNU dan IPPNU Desa Asempapan, Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati rutin gelar ziarah bareng di makam sesepuh desa yang berada di Maqbaroh Desa Asempapan. Kegiatan tersebut digelar satu bulan sekali, setiap hari Jumat pada Minggu pertama. Ihtasya Aulia F.Z, […]

  • PCNU-PATI

    Prestis! Rutinan Fatayat NU Margorejo Dihadiri Dua Pengasuh Pondok

    • calendar_month Rab, 8 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 571
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id MARGOREJO –   Peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW. masih berlangsung. Salah satunya adalah yang dilaksanakan oleh PAC Fatayat NU Kecamatan Margorejo.  Sabtu (4/3) lalu, para pemudi NU tersebut menyelenggarakan peringatan Isro’ Mi’roj sekaligus rutinan Fatayat NU di Desa Sukobubuk. Bahkan, dalam agenda tersebut dihadiri salah seorang pengasuh Ponpes Roudlotul Falah, Bermi, Gembong, Kiai Ali Nur […]

expand_less