Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pesantren sebagai Lembaga Tafaqquh fi Ad-din

Pesantren sebagai Lembaga Tafaqquh fi Ad-din

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 17 Feb 2024
  • visibility 660
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Secara historis pesantren sudah ada semenjak proses adanya bangsa Indonesia, bahkan pesantren ikut terlibat dalam perjuangan kemerdekaan. Pesantren memiliki usia setua bangsa Indonesia. Dan bahkan jauh lebih tua jika bangsa Indonesia ini diasumsikan lahir sesudah proklamasi.

Lebih dari dengan fakta historis diatas, pesantren dapat dikalim pula sebagai sistem pendidikan asli Indonesia. Dalam hal ini karena sistem pendidikan pesantren juga tidak dapat dibuktikan sebagai sistem pendidikan yang diadopsi dari masyarakat lain. Garis besar yang dapat ditarik dari fakta tersebut adalah bahwa sistem pendidikan pesantren merupakan satu-satunya sistem yang dirancang dengan meletakan masyarakat Indonesia sebagai pertimbangan sasaran didiknya.

Sedangkan fungsi utama pesantren menurt Kiai Sahal adalah terletak pada eksistensinya sebagai lembaga pendidikan atau sebagai lembaga tafaqquh fi Ad-din. Yaitu lembaga yang mentransfer pengetahuan sebagaimana dikehendaki oleh fungsi tafaqquh (pendalam pemahaman).

Adapun perbedaaan mendasarnya dengan lembaga-lembaga pendidikan yang lain adalah target yang ditentukan oleh pendidikan pesantren. Jika lembaga lain merasa cukup dengan memberikan pengetahuan, maka masih dianggap gagal jika transfer pengetahuan itu tidak mampu mengasilkan perilaku sesuai tingkat pemahaman peserta didiknya. Ini berarti lebih dari sekedar lembaga transfer pengetahuan, aktifitas pendidikan pesantren harus difahami sebagai lembaga pembentukan mental karakter peserta didiknya dalam kehidupan beragamanya.

Dengan demikian setidaknya ada beberapa faktor yang membentuk wawasan dan praktek keagamaan pesantren. Sedangkan faktor utamanya adalah karakter Islam yang memasuki Indonesia. Jika pada saat lahirnya Islam lebih banyak bergulat dengan masalah aqidah, kemudian berkembanag pesat sebagai seperangkat lengkap syariah (yang mengurus semua hal mulai ibadah ritual hingga pengaturan politik), maka yang sampai ke Indonesia adalah Islam yang lebih kental dengan tasawwuf-nya.

Fundamen aqidah dan bangunan syariah Islam ini hanya menyentuh masalah-masalah yang mendasar, pokok dan sederhana tetapi ornamen tasawwuf-nya sangat kaya dan sangat terbuka untuk dieksplorasi secara luas. Misalnya saja munculnya istilah manunggaling kawula gusti atau serat dewa ruci.

Faktor kedua,  adalah muatan kurikulum pesantren. Sesuai fungsinya sebagai lembaga tafaqquh fi ad-din, pesantren mengambil jalan pendidikan sebagai kegiatan utamanya. Dengan asumsi dasar bahwa bangunan dasar agama adalah aqidah dan syariah maka pesantren memfokuskan kegiatan pendidikannya pada materi tauhid dan fikih yang merupakan terjemahan langsung aqidah dan syariah.

Dan faktor ketiga adalah interaksi terus menerus antara pesantren dengan masyarakat. Menurut Kiai Sahal, pesantren bukanlah menara gading ilmiah dimana ilmu agama diteliti, diperdebatkan, diuji, dan dirumuskan jauh dari situasi, kondisi dan kenyataan riil yang melingkupi matinya .

 

Selain sebagai lembaga pendidikan, pesantren pada umunya berfungsi pula sebagai lembaga da’wah yang ingin mewarnai masyarakat dengan nilai-nilai agama. Dengan kepentingan itu maka pesantren menempuh segala cara untuk mempengaruhi masyarakat agar menempuh jalan yang dianggapnya benar. Karena masyarakat juga memiliki kepentingan dan pertimbangannya sendiri, maka mau tidak mau harus diupayakan pendekatan dialogis terus-menerus agar nilai-nilai pesantren dapat diteriam oleh masyarakat. Sejauh pertimbangan dan kepentingan masyarakat tidak bertentangn dengan prinsip dasar agama, maka penyesuaian dan kebijakan lokal akan selalu diakomodasi justru untuk menjadi kuda tunggangan bagi nilai-nilai pesantren.

Faktor-faktor itulah yang pada ahirnya membentuk karakter Islam di pesantren yang pada umunya dianut masyarakat. Adapun dalam hal ini meliputi, teguh dalam aspek aqidah dasar dan sysri’ah, toleran dalam hal syari’ah atau tuntunan sosial, memiliki dan dapat menerima cara atau sudut pandang yang beragam terhadap suatu permasalahan sosial, enjaga dan mengedepankan moralitas sebagai panduan sikap dan perilaku keseharian.

Dengan demikian menurut Kiai Sahal pendidikan yang memanusiakan itu adalah pendidikan yang selalu berupaya menyempurnakan potensi psikologis dan potensi intelektual, bukannya membentuk dengan pola pendidikan yang bersifat doktrinal yang kaku. seperti kesan yang selama ini muncul di dunia pesantren meskipun Kiai Sahal sendiri dalam hal ini meyakini bahwa tidak banyak pesanten yang berpola pendidikan demikian. Kesemuanya itu diarahkan agar para murid menjadi manusia-manusia penerus kehidupan yang dapat mengaktualisasikan sembilan dimensi tersebut, sehingga ia menjadi bermanfaat, sebagai manifestasi nyata dari konsep “memanusiakan manusia” .

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Guru RA Asal Jaken Raih Hadiah Umroh dari PGSI

    Guru RA Asal Jaken Raih Hadiah Umroh dari PGSI

    • calendar_month Ming, 18 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 437
    • 0Komentar

    PATI-Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Pati membuat gebrakan. Dalam rangka peringatan sewindu PGSI sekaligus merayakan HUT RI ke 74, PGSI Pati menggelar event di Pati kota, Minggu (18/8) pagi. Berlokasi di halaman parkir kantor Bupati Pati, PGSI mengadakan jalan santai untuk semua guru swasta Kabupaten Pati. Kegiatan bertajuk PGSI Pati Jalan Sehat tersebut diikuti oleh […]

  • ‎Terima Kunjungan Delegasi Taiwan, PWNU Jawa Tengah Buka Peluang Kemitraan Pendidikan Internasional

    ‎Terima Kunjungan Delegasi Taiwan, PWNU Jawa Tengah Buka Peluang Kemitraan Pendidikan Internasional

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.869
    • 0Komentar

    ‎Semarang, 8 Juni 2026 — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menerima kunjungan delegasi dari Huang Kuang University, Taiwan, yang diwakili oleh Mr. Shang-Fu Tsai, Administrative Specialist, Cooperative Development Center, Office of the International Foundation Program. Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki peluang kerja sama di bidang pendidikan, khususnya bagi sekolah dan madrasah di bawah […]

  • PCNU-PATI

    3 Tips Siap Siaga Bencana

    • calendar_month Sel, 10 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 375
    • 0Komentar

    Oleh : Angga Saputra Puluhan desa di Kabupaten Pati hingga saat ini masih tergenang banjir. Bahkan aktivitas warga menjadi tersendat. Sejumlah desa juga mengalami kelumpuhan akses. Sebab jalan utama terendam banjir. Banyak masyarakat yang terdampak banjir menggunakan sampan atau pohon pisang rakitan sebagai sarana transportasi darurat ketika beraktivitas di luar rumah. Rangkaian bencana alam yang […]

  • PCNU-PATI

    Kemah ‘Arobiyyah, Cara Jitu dalam Mengembangkan Kemampuan Muhadatsah

    • calendar_month Rab, 2 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 457
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – Qismu Al-Lughoh Al-‘Arobiyyah (Qol’ah) Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Pati berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (HMPS PBA) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati, selenggarakan kegiatan Al-Mukhoyyam Al-‘Aroby Al-Khorijiy atau biasa disebut dengan Kemah Bahasa Arab Eksternal. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 27-28 Oktober 2022, di kampus IPMAFA. Adapun tujuan […]

  • PCNU PATI - UPZISNU Kalimulyo Santuni Yatim dan Sumbang Masjid

    UPZISNU Kalimulyo Santuni Yatim dan Sumbang Masjid

    • calendar_month Kam, 28 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

    UPZISNU NU-CARE Desa Kalimulyo Kec. Jakenan memberikan santunan anak yatim dan bantuan pembangunan masjid setempat, senilai Rp 10 juta, Kamis, malam (28/04). Selain santunan untuk anak yatim, diberikan juga bingkisan untuk imam masjid dan musala. Penyerahan dilaksanakan bersamaan dengan acara Malam Khataman yang digelar di Masjid Baitul Abidin Kalimulyo. Ketua UPZISNU Kijingan Kalimulyo, dalam sambutannya […]

  • NU dan Muhammadiyah Bersatu Mengawal Perda  No 8 Tahun 2013

    NU dan Muhammadiyah Bersatu Mengawal Perda No 8 Tahun 2013

    • calendar_month Sab, 4 Jul 2015
    • account_circle admin
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Kabar NU. Sabtu 27 Juni 2015 di ruang rapat Pragola Setda Kab Pati. Ormas terbesar di Kabupaten Pati Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, Ansor dan Banser mengadakan Audiensi  dengan Forkompinda perihal Perda No 8 tahun 2013  yang telah habis masa toleransinya awal bulan Juli nanti.             “Terima kasih banyak Pak Bupati telah memberikan waktu untuk kami […]

expand_less