Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pesantren sebagai Lembaga Tafaqquh fi Ad-din

Pesantren sebagai Lembaga Tafaqquh fi Ad-din

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 17 Feb 2024
  • visibility 740
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Secara historis pesantren sudah ada semenjak proses adanya bangsa Indonesia, bahkan pesantren ikut terlibat dalam perjuangan kemerdekaan. Pesantren memiliki usia setua bangsa Indonesia. Dan bahkan jauh lebih tua jika bangsa Indonesia ini diasumsikan lahir sesudah proklamasi.

Lebih dari dengan fakta historis diatas, pesantren dapat dikalim pula sebagai sistem pendidikan asli Indonesia. Dalam hal ini karena sistem pendidikan pesantren juga tidak dapat dibuktikan sebagai sistem pendidikan yang diadopsi dari masyarakat lain. Garis besar yang dapat ditarik dari fakta tersebut adalah bahwa sistem pendidikan pesantren merupakan satu-satunya sistem yang dirancang dengan meletakan masyarakat Indonesia sebagai pertimbangan sasaran didiknya.

Sedangkan fungsi utama pesantren menurt Kiai Sahal adalah terletak pada eksistensinya sebagai lembaga pendidikan atau sebagai lembaga tafaqquh fi Ad-din. Yaitu lembaga yang mentransfer pengetahuan sebagaimana dikehendaki oleh fungsi tafaqquh (pendalam pemahaman).

Adapun perbedaaan mendasarnya dengan lembaga-lembaga pendidikan yang lain adalah target yang ditentukan oleh pendidikan pesantren. Jika lembaga lain merasa cukup dengan memberikan pengetahuan, maka masih dianggap gagal jika transfer pengetahuan itu tidak mampu mengasilkan perilaku sesuai tingkat pemahaman peserta didiknya. Ini berarti lebih dari sekedar lembaga transfer pengetahuan, aktifitas pendidikan pesantren harus difahami sebagai lembaga pembentukan mental karakter peserta didiknya dalam kehidupan beragamanya.

Dengan demikian setidaknya ada beberapa faktor yang membentuk wawasan dan praktek keagamaan pesantren. Sedangkan faktor utamanya adalah karakter Islam yang memasuki Indonesia. Jika pada saat lahirnya Islam lebih banyak bergulat dengan masalah aqidah, kemudian berkembanag pesat sebagai seperangkat lengkap syariah (yang mengurus semua hal mulai ibadah ritual hingga pengaturan politik), maka yang sampai ke Indonesia adalah Islam yang lebih kental dengan tasawwuf-nya.

Fundamen aqidah dan bangunan syariah Islam ini hanya menyentuh masalah-masalah yang mendasar, pokok dan sederhana tetapi ornamen tasawwuf-nya sangat kaya dan sangat terbuka untuk dieksplorasi secara luas. Misalnya saja munculnya istilah manunggaling kawula gusti atau serat dewa ruci.

Faktor kedua,  adalah muatan kurikulum pesantren. Sesuai fungsinya sebagai lembaga tafaqquh fi ad-din, pesantren mengambil jalan pendidikan sebagai kegiatan utamanya. Dengan asumsi dasar bahwa bangunan dasar agama adalah aqidah dan syariah maka pesantren memfokuskan kegiatan pendidikannya pada materi tauhid dan fikih yang merupakan terjemahan langsung aqidah dan syariah.

Dan faktor ketiga adalah interaksi terus menerus antara pesantren dengan masyarakat. Menurut Kiai Sahal, pesantren bukanlah menara gading ilmiah dimana ilmu agama diteliti, diperdebatkan, diuji, dan dirumuskan jauh dari situasi, kondisi dan kenyataan riil yang melingkupi matinya .

 

Selain sebagai lembaga pendidikan, pesantren pada umunya berfungsi pula sebagai lembaga da’wah yang ingin mewarnai masyarakat dengan nilai-nilai agama. Dengan kepentingan itu maka pesantren menempuh segala cara untuk mempengaruhi masyarakat agar menempuh jalan yang dianggapnya benar. Karena masyarakat juga memiliki kepentingan dan pertimbangannya sendiri, maka mau tidak mau harus diupayakan pendekatan dialogis terus-menerus agar nilai-nilai pesantren dapat diteriam oleh masyarakat. Sejauh pertimbangan dan kepentingan masyarakat tidak bertentangn dengan prinsip dasar agama, maka penyesuaian dan kebijakan lokal akan selalu diakomodasi justru untuk menjadi kuda tunggangan bagi nilai-nilai pesantren.

Faktor-faktor itulah yang pada ahirnya membentuk karakter Islam di pesantren yang pada umunya dianut masyarakat. Adapun dalam hal ini meliputi, teguh dalam aspek aqidah dasar dan sysri’ah, toleran dalam hal syari’ah atau tuntunan sosial, memiliki dan dapat menerima cara atau sudut pandang yang beragam terhadap suatu permasalahan sosial, enjaga dan mengedepankan moralitas sebagai panduan sikap dan perilaku keseharian.

Dengan demikian menurut Kiai Sahal pendidikan yang memanusiakan itu adalah pendidikan yang selalu berupaya menyempurnakan potensi psikologis dan potensi intelektual, bukannya membentuk dengan pola pendidikan yang bersifat doktrinal yang kaku. seperti kesan yang selama ini muncul di dunia pesantren meskipun Kiai Sahal sendiri dalam hal ini meyakini bahwa tidak banyak pesanten yang berpola pendidikan demikian. Kesemuanya itu diarahkan agar para murid menjadi manusia-manusia penerus kehidupan yang dapat mengaktualisasikan sembilan dimensi tersebut, sehingga ia menjadi bermanfaat, sebagai manifestasi nyata dari konsep “memanusiakan manusia” .

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PC IPNU IPPNU Pati Gelar Rakorcab dan Peringatan Harlah

    PC IPNU IPPNU Pati Gelar Rakorcab dan Peringatan Harlah

    • calendar_month Sab, 15 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 834
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pati menggelar Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) sekaligus Peringatan Harlah IPNU IPPNU, Jumat (14/3/2025). Kegiatan ini berlangsung di Islamic Center Masjid Agung Baitunnur Pati, dan dihadiri oleh 200-an peserta dari perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU se-Kabupaten […]

  • PKPNU 2025 Tinggal Menghitung Hari, Sekretaris PCNU: Sudah Siap!

    PKPNU 2025 Tinggal Menghitung Hari, Sekretaris PCNU: Sudah Siap!

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.573
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Pelaksanaan kegiatan Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKP-NU) Kabupaten Pati tinggal menghitung hari. Kecamatan Gembong menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan acara tersebut. Rencananya, PKP NU tahun 2025 ini akan diselenggarakan di ponpes Raudlatul Falah dan Pondok Thoriqoh Tanwirul Qulub, Bermi, Gembong Pati mulai 31 Oktober hingga 2 Nopember 2025. Dedi Syarif, Sekretaris […]

  • From above of crowded square around Kaaba cube in Great Mosque of Mecca at night time

    Haji; dari Ibadah Hingga Merasa Wah

    • calendar_month Rab, 22 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 526
    • 0Komentar

    Senja masih seperti kemarin, ada guratan mega memerah. Mendung bergelantungan. Hujan tak datang. Mendung terus menghadang menemani perjalanan pulang dari rutinitas harian. Pergi pagi pulang sore hari. Maklum karyawan kantoran seperti yang dikatakan orang-orang. Perjalanan masih panjang. Mendung masih menghadang. Notifikasi pesan masuk di whatshap berdatangan tak karuan. Sesekali panggilan masuk berurutan. Saya tak peduli […]

  • PCNU-PATI

    Geneologi Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Sab, 25 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 678
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Sebagaimana yang sudah ditegaskan oleh Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari Nahdlatul Ulama (NU) yang selama ini kita kenal merupakan sebuah lembaga sosial keagamaan kemasyarakatan yang didesain untuk melestarikan dan menjaga tradisi ahlussunnah waljamaah yang sudah ada di Indonesia dan sudah ada sejak Islam turun di Nusantara. Tradisi atau ajaran Islam Nusantara di […]

  • PC IPNU IPPNU Pati Sukses Gelar Final Duta Pelajar NU Pati

    PC IPNU IPPNU Pati Sukses Gelar Final Duta Pelajar NU Pati

    • calendar_month Kam, 5 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 405
    • 0Komentar

    PATI-PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati sukses menggelar final duta pelajar NU Pati tahun 2021. Kegiatan tersebut sepenuhnya digelar secara virtual melalui google meet dan streaming IG PC IPNU IPPNU Pati pada Rabu (4/8). Muhammad Hafidz, Penanggung jawab kegiatan tersebut menuturkan, bahwa pada gelaran final kali ini diikuti oleh top 5 besar, baik IPNU maupun IPPNU. […]

  • Abu Bakar: Membenarkan Isra’ Mi’raj dengan Logika. Photo by Abdullah Mukadam on Unsplash.

    Abu Bakar: Membenarkan Isra’ Mi’raj dengan Logika

    • calendar_month Kam, 8 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 496
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Shalihin* Sejak duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah hingga bertahun-tahun setelahnya, penulis selalu dihinggapi kegelisahan ketika menjelang peringaan isra’ mi’raj. Hal ini berkaitan dengan rasionalitas para Sahabat Khususnya Abu Bakar RA. Mengapa Abu Bakar percaya begitu saja dengan cerita isra’ mi’raj Nabi Muhammad yang di luar nalar. Padahal, dilihat dari latar belakang keilmuan, […]

expand_less