Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pesantren dan Kemandirian Bangsa

Pesantren dan Kemandirian Bangsa

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 16 Jul 2022
  • visibility 551
  • comment 0 komentar

Dalam lanskap sejarah kebangsaan, pesantren telah memberikan sumbangsih dan kontribusi yang signifikan terhadap negeri ini. Sejak ratusan tahun yang lalu kontribusi pesantren terhadap bangsa sudah tidak terhitung lagi.  Pada masa kolonial, pesantren dan kaum santri telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari munculnya perlawanan yang ditunjukkan untuk menentang dan melawan dominasi asing yang berambisi menguasi wilayah dan pendudukan Nusantara.

Pesantren juga telah menjadi bagian penting yang tidak bisa terpisahkan dari suatu proses kebangsaan. Meski selama ini, pesantren identik dengan sebutan kaum tradisionalis, namun dalam praktik kesehariannya mereka sanggup menunjukkan sikap moderasinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga kaum santri dimanapun berada mampu memposisikan dirinya untuk beradaptasi dan membaur dengan lingkungan sekitarnya. Hal ini tidak lepas adanya sifat kemandirian yang sudah tertanam dan terbentuk pada saat di pesantren. Oleh karena itu, santri dengan mudah beradaptasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Adapun salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk melestarikan sikap dan sifat mandiri di lingkungan pesantren adalah dengan menciptakan suatu keadaan di mana pesantren merasa mampu untuk menjadi bagian dari ajang kompetensi yang berlangsung sekarang ini. Salah satu aspek penting untuk membangun dan menanamkan kepada santri adalah pada aspek membangun penguatan ekonomi dan kepemimpinan. Dua aspek ini sangat penting diterapkan di masa sekarang untuk bisa terlibat dalam arena kompetensi.

Selain itu, kemandirian ekonomi di lingkungan pesantren sangatlah penting, di mana pada masa lalu pesantren telah mampu menunjukkan hal ini di hadapan lingkungan masyarakat. Adapun di masa sekarang, perlu sekali ditumbuhkan jiwa enterprenuership di kalangan para santri. Mengingat, perkembangan zaman yang begitu pesat dan massif di era Revolusi Industri 4.0. Maka, pesantren harus peka dalam membekali santri baik dalam hal Ilmu Teknologi (IT) juga dalam hal wirausaha, agar kedepan santri cakap dan memiliki skill dalam hal  IT serta entrepenuership.

Oleh karena itu, dalam lingkungan pesantren dan sekitarnya sudah saatnya dibangun dan dikembangkan sentra-sentra ekonomi yang ditunjukkan untuk mewujudkan situasi kemandirian ekonomi bagi kaum santri dan masyarakat sekitar, dengan cara membekali santri tentang entrepenuership dalam hal wirausaha, baik itu manajemen koperasi, ekonomi kerakyatan, maupun jenis wirausaha lainnya. Dan jika hal ini dapat diwujudkan, maka pesantren akan menjadi fasilitator dan dinamisator bagi kehidupan masyarakat di sekitar lingkungan pesantren.

Adapun kemandirian dalam hal kepemimpinan adalah ditunjukkan untuk menumbuh kembangkan sikap percaya diri dan rasa bangga di kalangan santri. Dengan kepercayaan diri dan kebanggan sebagai santri, maka akan memiliki kesadaran eksistensial mengenai siapa dan peran seperti apa yang mampu dan dipercayakan kepada dirinya.

Dengan pembekalan dan kemampuan dalam hal kepemimpinan terhadap santri, maka pesantren maupun kalangan santri telah mempersiapkan diri sebagai dinamisator baik dalam lingkungan pesantren maupun di lingkungan masyarakat.

Kemandirian bagi pesantren merupakan keharusan dan kebutuhan bagi santri, agar kelak di masyarakat santri memiliki skill dan bekal ketika terjun di masyarakat. Maka, secara internal aspek kemandirian ini akan memperkuat eksistensi pesantren sebagai bagian dari masyarakat dan kebangsaan. Sedangkan secara eksternal kemandirian pesantren dapat diarahkan untuk selalu mendukung dan menjamin terhadap kesatuan, keutuhan, dan ketahanan bangsa.

Dengan demikian, apabila kedua sektor tersebut bisa saling beriringan dan dilakukan secara bersamaan. Maka, eksistensi pesantren dalam kemandirian bangsa akan tetap utuh dan berjalan secara  berkelanjutan.  (Siswanto)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NU Care-LAZISNU Pati Launching Program Kambing Bergulir

    NU Care-LAZISNU Pati Launching Program Kambing Bergulir

    • calendar_month Sel, 13 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 728
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – NU Care-LAZISNU Pati meluncurkan program zakat produktif berupa kambing bergulir dengan tujuan untuk membantu perekonomian warga penerima manfaat. Program ini ditandai dengan penyerahan dua ekor kambing bunting kepada Sufiyanto, warga Dukuh Tarukan, Desa Margorejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, pada Senin (12/5/2025). Ketua LAZISNU Pati, Edi Kiswanto, menjelaskan bahwa program kambing bergulir ini […]

  • Gus Mus: Sejak Kapan Pemilihan Rais Aam Seperti Pilkada?

    Gus Mus: Sejak Kapan Pemilihan Rais Aam Seperti Pilkada?

    • calendar_month Jum, 16 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Pati, NU OnlineAlmaghfurlah KH MA Sahal Mahfudh merupakan Rais Aam PBNU terakhir. Kedalaman ilmu dan keberpihakannya kepada masyarakat menjadi teladan bagi semua. Sulit rasanya mencari pengganti tokoh sekaliber Kiai Sahal untuk duduk di kursi Rais Aam.Pejabat Rais Aam Syuriah PBNU KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) menuturkan hal tersebut saat memberi taushiyah pada Haul ke-1 […]

  • PCNU-PATI

    Upacara Hari Pancasila Elemen Muda NU Tak Diundang, PMII Pati: Tidak Mencerminkan Persatuan

    • calendar_month Sen, 5 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 518
    • 0Komentar

    Pcnupti.or.id- Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Pati yang digelar Halaman Setda Pati pada 1 Juni 2023 lalu tak mengundang elemen muda Nahdlatul Ulama (NU) Pati seperti GP Ansor, Banser, Fatayat, IPNU-IPPNU, maupun PC PMII Pati. Hal itu pun mendapat berbagai sorotan seperti unggahan akun Facebook Ansor Pucakwangi Net, beberapa hari lalu. “Salam Hormat […]

  • Menyemai Generasi Berkarakter

    Menyemai Generasi Berkarakter

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 435
    • 0Komentar

    Di tengah berbagai krisis multidimensi yang melanda, bangsa Indonesia wajib bersyukur, sebab pada periode 2005-2035 telah dikaruniai Allah populasi usia produktif yang luar biasa besar dan belum pernah dialaminya sejak Indonesia merdeka. Jumlah populasi produktif tersebut akan menjadi nikmat berupa bonus demografi (demographic dividend), dan dapat menjadi momentum serta peluang untuk menyongsong 100 tahun Indonesia […]

  • Mbah Arwani Amin Kudus Sang Penjaga Ilmu Qiraat

    Mbah Arwani Amin Kudus Sang Penjaga Ilmu Qiraat Sab’ah

    • calendar_month Rab, 6 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 644
    • 0Komentar

    “Sesungguhnya Alquran diturunkan dalam tujuh huruf, Maka bacalah apa yang mudah darinya menurutmu.” (al-Hadits) Diskursus tentang ragam membaca Alquran tentunya banyak sekali jenisnya. Hal ini tentunya sangat menarik untuk dikaji dan diteliti. Sebagaimana lazimnya diskursus ragam membaca Alquran sudah disepakti oleh para jumhur ulama yang jumlahnya ada tujuh ragam bacaan. Hal ini juga ditegaskan oleh […]

  • PCNU-PATI Photo by Pawan Thapa

    Bagai Pungguk Menjerat Bulan Part 3

    • calendar_month Ming, 16 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 487
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Akhirnya, setelah insiden itu, Salman menemukan alasan untuk bertahan hidup di pesantren. Apalagi kalau bukan karena Bu Nyai Maryam—perempuan pemilik kecantikan di atas rata-rata. Bahkan mungkin setiap inchi darinya adalah dambaan setiap wanita. Body S-line, wajah V-line, kulit seputih kapas, mata bulat dengan dua lipatan kelopak mata, hidung tinggi tapi kecil, […]

expand_less