Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pemimpinan Perempuan dalam Perspektif Islam

Pemimpinan Perempuan dalam Perspektif Islam

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 3 Agu 2021
  • visibility 453
  • comment 0 komentar

 Oleh : Sulistiani*


Sejak konferensi perempuan sedunia di Mexico City tahun 1975, gender development, tequality, sudah dicanangkan, bahkan sebelum itu pembangunan dan peran kaum perempuan selalu bermasalah dan tidak terselesaikan. Namun semenjak wawasan gender dipertimbangkan dalam pembangunan bangsa dari hasil penelitian kaum feminis sosialis sejak itu arus pengutamaan gender melanda dunia. Dan tak dipandang sebelah lagi.

Perbedaan jenis kelamin digunakan sebagai dasar pemberian peran sosial yang tak sekadar dijadikan dasar pembagian kerja. Namun lebih dari itu, menjadi instrumen dalam pengakuan dan pengingkaran sosial, ekonomi, politik serta menilai peran dan hak-hak dasar keduanya.

Islam datang mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan yang ditindas pada peradaban sebelumnya. Dalam kaitannya dengan persoalan laki-laki dan perempuan, al-Quran pada dasarnya menunjukkan prinsip dasar egalisir. Buktinya terdapat pada Q.S. Al-Hujurat ayat 13 : Hai manusia, kami telah menciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan, dan kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah yang paling taqwa. Juga dapat dilihat dalam surat An-Nahl ayat 97 : Siapa saja laki-laki dan perempuan beramal shaleh dan ia beriman, niscaya kami berikan kehidupan yang baik.

Dalam ayat di atas jelas sekali bahwa islam tidak membeda-bedakan antara laki-laki dan perempuan mereka sama dalam kesempatan untuk menjadi yang terbaik. Kesempatan itu dapat diraih oleh laki-laki dan perempuan dalam banyak hal.

Kepemimpian perempuan dalam perspektif islam sudah menjadi masalah semenjak beberapa saat yang lalu. Masalah yang menyebabkan kontroversi yang berkepanjangan. Ada sebagian ulama yang memperbolehkan dan ada sebagian ulama yang tidak memperbolehkan, keduanya sama-sama berlandaskan al-Quran dan Hadist.

Banyaknya kelompok yang tidak memperbolehkan perempuan untuk menjadi pemimpin berbanding lurus dengan minat perempuan untuk menjadi pemimpin di berbagai sektor. Hal ini dibuktikan dengan jumlah perempuan yang menjadi pemimpin baik ditingkat Kabupaten, Provinsi, dan Nasional.

Ulama melarang kepemimpinan perempuan dengan merujuk antara lain kepada firman Allah SWT “lelaki adalah pemimpin perempuan” disebabkan karena keistimewaan yang Allah anugerahkan kepada sebagian yang lain, dan disebabkan karena laki-laki menafkahkan sebagian harta mereka. Alasan lain adalah hadist Nabi Saw. “Tidak akan bahagia suatu kaum yang menyerahkan urusan kepada kaum perempuan” (HR Abu Dawud dan Al-Tirmidzi).

Ayat dan hadis diatas mereka pahami sebagai batasan peranan kepemimpinan hanya kepada jenis kelamin laki-laki. tetapi argumentasi ini tidak didukung oleh ulama lain yang menyatakan bahwa ayat tersebut berbicara dalam konteks keluarga, sedangkan hadist tersebut dikemukakan Nabi saw. dalam konteks tertentu. Yakni, ketika penguasa Romawi mengangkat dan akan digantikan oleh putrinya. Dalam konteks itu, dalam memprediksi kegagalan mereka secara khusus, bukan tentang kepemimpinan kapan dan dimana pun (M. QuraishShihab, 2015).

Al-Quran memuji kepemimpinan Ratu Bilqis dan kebijaksanaannya (Q.S. an-Naml: 27). Pada prinsipnya siapa yang mampu dialah yang wajar menjadi pemimpin. Dalam kehidupan rumah tangga karena secara umum laki-laki memiliki keisrimewaan dalam kestabilan emosi, berbeda dengan perempuan yang setiap bulan mengalami menstruasi yang sedikit banyak mempengaruhi emosinya, di samping fisiknya lebih kuat dan dia pula yang berkewajiban menyiapkan kebutuhan rumah tangga, karena itu semua maka lelakilah pada prisipnya yang memimpin rumah tangga, yakni memimpinnya dengan bermusyawarah dengan istrinya.

Kalau kita berkata bahwa kepemimpinan yang ditegaskan A-Quran adalah dalam kehidupan rumahtangga, maka di luar tentu ukurannya adalah kemampuan, siapapun yang mampu maka dia yang pantas jadi pemimpin.

 

* PW IPPNU Jawa Tengah  Dept Dakwah dan Sosial Kemasyarakatan dan Mahasiswi PGMI Institut Pesantren Mathali’ul Falah

 

   

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua dan Sekretaris MWCNU se Pati Ikuti Pelatihan Administrasi Database

    Ketua dan Sekretaris MWCNU se Pati Ikuti Pelatihan Administrasi Database

    • calendar_month Rab, 12 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 364
    • 0Komentar

    PATI – PCNU Kabupaten Pati, Rabu (12/2/2020) siang, menggelar kegiatan pelatihan bertajuk Pelatihan Administrasi Database. Acara yang digelar di Kantor PCNU Kab. Pati ini diikuti oleh Ketua dan Sekretaris MWCNU se-Kabupaten Pati. Penyelanggaraan Pelatihan Administrasi dan Database ini berangkat dari kesadaran akan pentingnya tata kelola administrasi bagi pengurus NU di semua lapisan, termasuk Majelis Wakil […]

  • Unveiling Ceremony; LP Ma’arif NU Jateng dan Universitas di Cina Siap Kerjasama

    Unveiling Ceremony; LP Ma’arif NU Jateng dan Universitas di Cina Siap Kerjasama

    • calendar_month Sab, 23 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Guangzhou – Bertempat di Nanyang King’s Hotel Guangzhou Cina, Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah Fakhruddin Karmani didampingi Sekretaris Ahsanul Husna secara resmi membuka kerjasama antara LP Ma’arif NU Jawa Tengah dengan beberapa Universitas di Tiongkok Cina. Acara berlangsung di sela sela Kegiatan konferensi internasional “The Second Belt and Road Chinese University and Overseas […]

  • PCNU - PATI

    PC Fatayat NU Pati, Melakukan Sinergitas dengan RSI Pati

    • calendar_month Kam, 23 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Pati, Pimpinan Cabang Fatayat NU Pati mengadakan audisi dengan Rumah Sakit Islam Pati (RSI)dengan maksud dan tujuan Program Tim GPSA Pati, 14 Juni 2022 kemarin. Program kami sudah berjalan 10 bulan. Program inikerjasama antara PP Fatayat NU Pati yang bekerjasama dengan Tim Akatiga. Kami mempunyai wilayah 5 kerja 5 kecamatan yaitu Dukuhseti, Gunungwungkal, Trangkil, Margorejo, […]

  • PWNU Jateng Desak Pemerintah  Tinjau Kembali Kebijakan  Full Day School

    PWNU Jateng Desak Pemerintah Tinjau Kembali Kebijakan Full Day School

    • calendar_month Sen, 24 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 384
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-SEMARANG – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah mendesak kepada otoritas pendidikan agar meninjau kembali kebijakan full day school  yang dalam beberapa tahun lalu diterapkan di satuan-satuan pendidikan (satpen) tingkat dasar dan menengah (Dasmen). Desakan itu mengemuka dalam rapat pleno pertama PWNU Jateng tahun 2025 yang berlangsung di aula Gedung NU Jateng, Jl Dr […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Jum, 20 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Assalamu alaikum Saya Yazid di sukolilo, Mau tanya ustad, tentang masalah kuwalat, semisal saat kita ziaroh ke maqom para wali kita dianjurkan untuk menjaga sikap, kalau tidak maka dikawatirkan kuwalat, sebenarnya apa memang ada istilah kuwalat dalam pandangan agama. Sekian terima kasih. Waalaikum salam Terima kasih atas pertanyaanya Wali adalah sosok mukmin yang ahli taqwa […]

  • Tantangan NU Menuju Satu Abad

    Tantangan NU Menuju Satu Abad

    • calendar_month Kam, 18 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 488
    • 0Komentar

                Pada tanggal 31 Januari 2015 lalu, Nahdlatul Ulama baru saja berulang tahun yang ke 90tahun, dan kurang 10 tahun lagi NU akan memasuki usia satu abad. 90 tahun adalah usia kematangan suatu oragnisasi seperti NU. Kendati demikian, NU ke depan memiliki tantangan yang cukup serius yang perlu direspon dan dicarikan solusi secara konkrit, yaitu […]

expand_less