Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pemimpinan Perempuan dalam Perspektif Islam

Pemimpinan Perempuan dalam Perspektif Islam

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 3 Agu 2021
  • visibility 171
  • comment 0 komentar

 Oleh : Sulistiani*


Sejak konferensi perempuan sedunia di Mexico City tahun 1975, gender development, tequality, sudah dicanangkan, bahkan sebelum itu pembangunan dan peran kaum perempuan selalu bermasalah dan tidak terselesaikan. Namun semenjak wawasan gender dipertimbangkan dalam pembangunan bangsa dari hasil penelitian kaum feminis sosialis sejak itu arus pengutamaan gender melanda dunia. Dan tak dipandang sebelah lagi.

Perbedaan jenis kelamin digunakan sebagai dasar pemberian peran sosial yang tak sekadar dijadikan dasar pembagian kerja. Namun lebih dari itu, menjadi instrumen dalam pengakuan dan pengingkaran sosial, ekonomi, politik serta menilai peran dan hak-hak dasar keduanya.

Islam datang mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan yang ditindas pada peradaban sebelumnya. Dalam kaitannya dengan persoalan laki-laki dan perempuan, al-Quran pada dasarnya menunjukkan prinsip dasar egalisir. Buktinya terdapat pada Q.S. Al-Hujurat ayat 13 : Hai manusia, kami telah menciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan, dan kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah yang paling taqwa. Juga dapat dilihat dalam surat An-Nahl ayat 97 : Siapa saja laki-laki dan perempuan beramal shaleh dan ia beriman, niscaya kami berikan kehidupan yang baik.

Dalam ayat di atas jelas sekali bahwa islam tidak membeda-bedakan antara laki-laki dan perempuan mereka sama dalam kesempatan untuk menjadi yang terbaik. Kesempatan itu dapat diraih oleh laki-laki dan perempuan dalam banyak hal.

Kepemimpian perempuan dalam perspektif islam sudah menjadi masalah semenjak beberapa saat yang lalu. Masalah yang menyebabkan kontroversi yang berkepanjangan. Ada sebagian ulama yang memperbolehkan dan ada sebagian ulama yang tidak memperbolehkan, keduanya sama-sama berlandaskan al-Quran dan Hadist.

Banyaknya kelompok yang tidak memperbolehkan perempuan untuk menjadi pemimpin berbanding lurus dengan minat perempuan untuk menjadi pemimpin di berbagai sektor. Hal ini dibuktikan dengan jumlah perempuan yang menjadi pemimpin baik ditingkat Kabupaten, Provinsi, dan Nasional.

Ulama melarang kepemimpinan perempuan dengan merujuk antara lain kepada firman Allah SWT “lelaki adalah pemimpin perempuan” disebabkan karena keistimewaan yang Allah anugerahkan kepada sebagian yang lain, dan disebabkan karena laki-laki menafkahkan sebagian harta mereka. Alasan lain adalah hadist Nabi Saw. “Tidak akan bahagia suatu kaum yang menyerahkan urusan kepada kaum perempuan” (HR Abu Dawud dan Al-Tirmidzi).

Ayat dan hadis diatas mereka pahami sebagai batasan peranan kepemimpinan hanya kepada jenis kelamin laki-laki. tetapi argumentasi ini tidak didukung oleh ulama lain yang menyatakan bahwa ayat tersebut berbicara dalam konteks keluarga, sedangkan hadist tersebut dikemukakan Nabi saw. dalam konteks tertentu. Yakni, ketika penguasa Romawi mengangkat dan akan digantikan oleh putrinya. Dalam konteks itu, dalam memprediksi kegagalan mereka secara khusus, bukan tentang kepemimpinan kapan dan dimana pun (M. QuraishShihab, 2015).

Al-Quran memuji kepemimpinan Ratu Bilqis dan kebijaksanaannya (Q.S. an-Naml: 27). Pada prinsipnya siapa yang mampu dialah yang wajar menjadi pemimpin. Dalam kehidupan rumah tangga karena secara umum laki-laki memiliki keisrimewaan dalam kestabilan emosi, berbeda dengan perempuan yang setiap bulan mengalami menstruasi yang sedikit banyak mempengaruhi emosinya, di samping fisiknya lebih kuat dan dia pula yang berkewajiban menyiapkan kebutuhan rumah tangga, karena itu semua maka lelakilah pada prisipnya yang memimpin rumah tangga, yakni memimpinnya dengan bermusyawarah dengan istrinya.

Kalau kita berkata bahwa kepemimpinan yang ditegaskan A-Quran adalah dalam kehidupan rumahtangga, maka di luar tentu ukurannya adalah kemampuan, siapapun yang mampu maka dia yang pantas jadi pemimpin.

 

* PW IPPNU Jawa Tengah  Dept Dakwah dan Sosial Kemasyarakatan dan Mahasiswi PGMI Institut Pesantren Mathali’ul Falah

 

   

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Viral! Soal Ulangan Madin Mencatut NU, NU Pati : Tetaplah Bijak

    Viral! Soal Ulangan Madin Mencatut NU, NU Pati : Tetaplah Bijak

    • calendar_month Rab, 8 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Soal ulangan yang sedang menjadi perbincangan warga NU yang diunggah oleh akun Facebook Generasi muda NU KARAWANG – Baru-baru ini, kabar kurang menyenangkan kembali menguak di sosial media. Akun Facebook Generasi muda NU mengunggah foto berisi soal ulangan yang disinyalir menyudutkan NU Rabu (8/12) siang. Dalam soal pilihan ganda tersebut, tertera uraian soal sebagai berikut […]

  • Seperti Ini Potret Toleransi di Desa Jrahi<br>

    Seperti Ini Potret Toleransi di Desa Jrahi

    • calendar_month Sab, 30 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 210
    • 0Komentar

    PATI -Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, terkenal dengan sebutan Desa Wisata Pancasila. Di sana terdapat beberapa agama. Namun dengan kerukunan dan toleransi yang ada, masyarakat bisa hidup berdampingan.  Di sana, ada tiga agama dan satu penghayat kepercayaan yang dipeluk. Yakni, Agama Islam, Kristen, Budha dan Sapto Darmo.  Potret kerukunan di Desa Jrahi terlihat saat […]

  • Perayaan HSN se-Kabupaten Pati Berlangsung Semarak, Ini Agendanya

    Perayaan HSN se-Kabupaten Pati Berlangsung Semarak, Ini Agendanya

    • calendar_month Sen, 21 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 148
    • 0Komentar

    PATI-Semarak Hari Santri Nasional (HSN) 2019 sudah mulai tercium. Perayaan yang puncaknya dihelat pada 22 Oktober ini, telah dirayakan oleh sebagian warga sebelum tanggal tersebut. Pengurus Besar PBNU Mengintruksikan untuk membaca sholawat nariyah untuk warga nahdliyin dalam skala nasional. PBNU menargetkan akan adanya 1 miliyar sholawat untuk keselamatan negeri dalam memperingati HSN tahun ini. Salah […]

  • NU Pati Bagikan Takjil Selama Bulan Ramadhan

    NU Pati Bagikan Takjil Selama Bulan Ramadhan

    • calendar_month Jum, 16 Apr 2021
    • account_circle admin
    • visibility 130
    • 0Komentar

      Ratusan takjil dibagikan kepada Pengguna jalan yang melintas di depan kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati selama Ramadhan. Aksi sosial itu bagian dari program NU Peduli yang selama ini gencar menyentuh kalangan kurang beruntung. “Sebelum Ramadhan setiap Jumat kami membagikan nasi bungkus. Kami bagikan kepada warga kurang mampu yang sedang berada di pinggir […]

  • Siswa MAN 1 Pati Borong Prestasi di Kejuaraan Bahasa Inggris UIN Walisongo

    Siswa MAN 1 Pati Borong Prestasi di Kejuaraan Bahasa Inggris UIN Walisongo

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 163
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Peserta Didik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pati meraih juara English Competition yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang pada Senin, (6/5/2025). Sebanyak 4 siswa berhasil meraih 3 kategori yang diselenggarakan secara terbuka tersebut. Diantaranya yakni Raisa Salsabila Al Ghifari XI-5 yang raih juara 1 speech, Ahmad Zaki Attazi XI-5 […]

  • PCNU-PATI Photo by sam sul

    Peran Pesantren Sebagai Pengembangan Civil Society

    • calendar_month Sab, 3 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Berbicara tentang pemberdayaan masyarakat dalam konteks Indonesia, tentunya sangat kompleks sekali ranah dan dimensinya.  Mulai dari banyaknya angka kemiskinan, keterbelakangan masyarakat, dan kurang terciptanya lapangan pekerjaan yang merata, sehingga dari situ dibutuhkan para agen perubahan sosial untuk memberikan sumbangsih pemikiran dan solusi terhadap masyarakat. Agar problem solving di masyarakat bisa teratasi […]

expand_less