Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pelantikan Fatayat NU Gembong, MWC : Pemudi Harus Melek Politik

Pelantikan Fatayat NU Gembong, MWC : Pemudi Harus Melek Politik

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 12 Des 2021
  • visibility 256
  • comment 0 komentar
Para pengurus baru PAC Fatayat NU Gembong yang baru saja dilantik, tampak bersemangat untuk mewujudkan program-program kerja mereka

GEMBONG – PAC Fatayat NU Gembong baru saja melangsungkan pelantikan pengurus pada Minggu (12/12) pagi tadi. Pelaksanaan kegiatan pengukuhan pengurus hasil konferensi Oktober lalu ini dilaksanakan di aula lantai dua Ponpes Shofa Az Zahro’. 

Sederet tokoh agama dan pemerintah turut menjadi saksi prosesi sakral pelantikan Munfarichah CS tersebu. Dalam kesempatan ini, Asmonah, Ketua PC Fatayat NU Pati turun tangan sendiri untuk melantik para punggawa pemudi NU Gembong itu.

Dalam sambutannya, Asmonah berharap akan adanya penyegaran pada tubuh PAC Fatayat NU Gembong. Menurutnya, pengurus baru juga harus memiliki semangat baru untuk mewujudkan program-program kerja yang segar pula. 

Hal ini disampaikan wanita asal Winong tersebut dalam rangka menyambut semangat baru Munfarichah CS, Ketua PAC Fatayat NU Gembong, yang sebelumnya ngotot untuk menjalin kerjasama dengan dengan seluruh Ranting Fatayat NU.

“Untuk keluar, kita juga harus menggandeng saudara tua kita, Muslimat NU. Intinya, kita harus mampu berkolaborasi dengan semua pihak untuk mewujudkan cita-cita Fatayat NU Gembong,” tandasnya. 

Sementara itu, MWC NU Gembong menyambut hangat kekuatan baru ini. K. Sholikhin, ketu MWC NU Gembong, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Fatayat harus sadar politik. Bukan politik kekuasaan, namun lebih pada politik kebangsaan. 

“Kita lihat, jika orang-orang NU yang menjabat di pemerintahan, semua Ormas bahkan semua agama aman. Tidak ada yang dikebiri kecuali yang menentang NKRI. Ini menunjukkan bahwa NU-lah cerminan islam rahmatan lil alamin. Oleh sebab itu, Fatayat, pemudi harus melek politik  jangan antipati. Tapi ingat, politiknya harus politik kebangsaan,” terang K. Sholikhin. 

Acara yang berlangsung hingga Minggu siang tersebut ditutup dengan mauidloh hasanah oleh KH. Imam Shofwan. Untuk memperkokoh kekuatan Fatayat, kiai yang pernah menjabat sebagai ketua PCNU Pati ini menekankan tiga hal untuk para pengurus Fatayat NU Gembong. 

“Ingat-ingat tiga hal, Fatayat harus bener, pinter dan kober,” tandasnya.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Puluhan Pelajar Dukung Palestina dengan Ikut Lomba Gambar Semangka

    • calendar_month Sel, 7 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 218
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – Konflik Palestina dan Israel menimbulkan beragam reaksi. Di Indonesia sendiri, aksi pro Palestine diwujudkan dalam berbagai bentuk.  Salah satunya adalah yang dilakukan oleh siswa-siswa MI Hidayatul Islam (MHI) Gembong pada Senin (6/11). Mereka melakukan aksi protes dalam bentuk seni rupa.  Kompetisi Menggambar semangka yang diadakan oleh pihak madrasah, memperoleh antusiasme tinggi dari para […]

  • Tingkatkan Mutu SDM, Pelajar NU Wedarijaksa Gelar Learning Together

    Tingkatkan Mutu SDM, Pelajar NU Wedarijaksa Gelar Learning Together

    • calendar_month Jum, 13 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 176
    • 0Komentar

      Prosesi kegiatan ‘Learning Together’ Departemen Organisasi PAC IPNU-IPPNU Wedarijaksa Masa pandemi tidak lantas menyurutkan semangat Pengurus Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Wedarijaksa.  Departemen Organisasi PAC IPNU-IPPNU di kecamatan tersebut justru membuat gebrakan baru. Sebuah program yang diberi nama ‘Learning Together’ justru lahir di tengah pandemi covid-19. Dimana organisasi-organisasi lain kerepotan untuk tetap menjalankan roda organisasi.  […]

  • Akhlak Mulia Begitu Penting Saat ini

    Akhlak Mulia Begitu Penting Saat ini

    • calendar_month Ming, 23 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 298
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Batasan terkadang memberi tantangan bagi manusia. Ada tantangan yang tak boleh dilewati namun ada pula yang bisa diterobos untuk pengembangan diri menjadi lebih baik. Kesadaran itulah yang penting dibangun dalam pembentukan diri. Persoalan “Menerobos Batas” dipilih sebagai tema dalam Suluk Maleman edisi ke-158 yang digelar di rumah Adab Indonesia Mulia pada Sabtu (22/2) malam. […]

  • LP Maarif Pati Menaruh Harapan Pada Peserta Porsema di Kebumen

    LP Maarif Pati Menaruh Harapan Pada Peserta Porsema di Kebumen

    • calendar_month Kam, 28 Mei 2015
    • account_circle admin
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Warta Maarif. Kamis, 28 Mei 2015 di halaman Kantor PCNU Pati telah berlangsung acara pemberangkatan peserta Porsema yang akan di adakan di Kebumen Jawa Tengah. Para Kontingen Porsema NU IX Olimpiade Sains & Ke-NU-AN OSK LP Maarif Se-Jawa Tengah. “Saya selaku ketua LP Maarif Pati menaruh harapan besar pada kalian semua, setidaknya kalian semua mampu […]

  • Pelantikan Bersama PAC Muslimat NU dan PAC Fatayat NU Sukolilo Pati

    Pelantikan Bersama PAC Muslimat NU dan PAC Fatayat NU Sukolilo Pati

    • calendar_month Kam, 14 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Setelah beberapa bulan kemarin telah di adakan konferensi bersama antara MWCNU, Fatayat NU. Muslimat NU, dan IPNU IPNNU. Berapa waktu kemarin telah berlangsung Pelantikan Pengurus Anak Cabang Muslimat NU dan PAC Fatayat NU Kec Sukolilo. “Saya mengajakan para pengurus setelah di lantik ini akan semakin giat dalam berdakwah dan mengabdi kepada masyarakat dengan ikhlas, selain […]

  • PCNU-PATI Photo by Mailchimp

    Sekolah Sebagai Tempat Pembentukan Karakter Anak

    • calendar_month Sab, 4 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto Pada era globalisasi persoalan karakter menjadi sorotan tajam masyarakat dalam sistem pendidikan. Persoalan yang muncul seperti kekerasan, kurusuhan, kejahatan seksual, etika bahasa yang buruk, mengikis moralitas masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya pembinaan yang berkelanjutan dan pendidikan yang mengarah pada pembentukan karakter peserta didik. Dengan harapan kedepan, lembaga sekolah bisa menghasilkan […]

expand_less