Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pelantikan Fatayat NU Gembong, MWC : Pemudi Harus Melek Politik

Pelantikan Fatayat NU Gembong, MWC : Pemudi Harus Melek Politik

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 12 Des 2021
  • visibility 243
  • comment 0 komentar
Para pengurus baru PAC Fatayat NU Gembong yang baru saja dilantik, tampak bersemangat untuk mewujudkan program-program kerja mereka

GEMBONG – PAC Fatayat NU Gembong baru saja melangsungkan pelantikan pengurus pada Minggu (12/12) pagi tadi. Pelaksanaan kegiatan pengukuhan pengurus hasil konferensi Oktober lalu ini dilaksanakan di aula lantai dua Ponpes Shofa Az Zahro’. 

Sederet tokoh agama dan pemerintah turut menjadi saksi prosesi sakral pelantikan Munfarichah CS tersebu. Dalam kesempatan ini, Asmonah, Ketua PC Fatayat NU Pati turun tangan sendiri untuk melantik para punggawa pemudi NU Gembong itu.

Dalam sambutannya, Asmonah berharap akan adanya penyegaran pada tubuh PAC Fatayat NU Gembong. Menurutnya, pengurus baru juga harus memiliki semangat baru untuk mewujudkan program-program kerja yang segar pula. 

Hal ini disampaikan wanita asal Winong tersebut dalam rangka menyambut semangat baru Munfarichah CS, Ketua PAC Fatayat NU Gembong, yang sebelumnya ngotot untuk menjalin kerjasama dengan dengan seluruh Ranting Fatayat NU.

“Untuk keluar, kita juga harus menggandeng saudara tua kita, Muslimat NU. Intinya, kita harus mampu berkolaborasi dengan semua pihak untuk mewujudkan cita-cita Fatayat NU Gembong,” tandasnya. 

Sementara itu, MWC NU Gembong menyambut hangat kekuatan baru ini. K. Sholikhin, ketu MWC NU Gembong, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Fatayat harus sadar politik. Bukan politik kekuasaan, namun lebih pada politik kebangsaan. 

“Kita lihat, jika orang-orang NU yang menjabat di pemerintahan, semua Ormas bahkan semua agama aman. Tidak ada yang dikebiri kecuali yang menentang NKRI. Ini menunjukkan bahwa NU-lah cerminan islam rahmatan lil alamin. Oleh sebab itu, Fatayat, pemudi harus melek politik  jangan antipati. Tapi ingat, politiknya harus politik kebangsaan,” terang K. Sholikhin. 

Acara yang berlangsung hingga Minggu siang tersebut ditutup dengan mauidloh hasanah oleh KH. Imam Shofwan. Untuk memperkokoh kekuatan Fatayat, kiai yang pernah menjabat sebagai ketua PCNU Pati ini menekankan tiga hal untuk para pengurus Fatayat NU Gembong. 

“Ingat-ingat tiga hal, Fatayat harus bener, pinter dan kober,” tandasnya.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketum PBNU Didapuk sebagai Wakil Presiden Religion for Peace

    Ketum PBNU Didapuk sebagai Wakil Presiden Religion for Peace

    • calendar_month Sel, 10 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 173
    • 0Komentar

    JAKARTA-Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj menerima anugerah sebagai vice president (wakil presiden) Religion for Peace. Dikonfirmasi dari Deputy Secretary General Religion for Peace, Kiyoichi Sugino, pengangkatan Ketua Umum PBNU tersebut atas dasar track record yang berhasil dicetak melalui NU. “900 orang dari delegasi 125 negara menyepakati hal tersebut” ungkap Kiyoichi di Gedung PBNU, […]

  • Ponpes Mansajul Ulum Kembali Raih Juara Umum dalam Lomba HSN 2022

    Ponpes Mansajul Ulum Kembali Raih Juara Umum dalam Lomba HSN 2022

    • calendar_month Jum, 21 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 234
    • 0Komentar

    PATI – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2022, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menggelar berbagai lomba. Diantaranya, lomba Da’i milenial dan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK). Lomba MQK dilaksanakan secara offline di Institut Pesantren Mathali’ul Falah pada Kamis (20/10/2022). Sedangkan lomba Da’i Milenial digelar secara online. Berdasarkan […]

  • LPBINU Tanggap Bencana Puting Beliung

    LPBINU Tanggap Bencana Puting Beliung

    • calendar_month Sab, 1 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 217
    • 0Komentar

    DUKUHSETI-Musibah angin puting beliung yang menerjang Desa Puncel Kecamatan Dukuhseti, Pati, Kamis (30/1) petang menyisakan kenangan pahit. Sedikitnya, dua rumah rata tanah, sepuluh rumah rusak berat dan dua puluh lainnya rusak ringan. Tempat kejadian perkara puting beliung di Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti. Warga menuturkan bahwa kejadian tersebut diawali dengan mendung yang disusul dengan suara gemuruh. […]

  • Ratusan Kader IPPNU Ikuti Sosialisasi Pengawasan Pemilu

    Ratusan Kader IPPNU Ikuti Sosialisasi Pengawasan Pemilu

    • calendar_month Kam, 21 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 166
    • 0Komentar

    PATI-Pemilu 2024 memang masih jauh. Namun, persiapan deni persiapan telah dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya adalah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)  yang mulai getol mengampanyekan Pemilu sehat dan Bermartabat. Para peserta sosialisasi Pengawasan Pemilu 2024 berpose bersama pimpinan dan staf Bawaslu Pati. Semua peserta merupakan aktivis IPPNU dari seluruh kecamatan di Kabupaten Pati.  Setrlah program […]

  • PCNU-PATI

    Peringatan Hari Santri Nasional

    • calendar_month Sel, 28 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Oleh : Arbangatun Desi Maesaroh Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Lantas tahun 2023 perayaan Hari Santri ke berapa? Dilamsir dari laman resmi Kementerian Agama RI, Peringatan Hari Santri Nasional pertama kali ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari santri. Berdasarkan keputusan tersebut ditetapkan bahwa tanggal 22 oktober ditetapkan […]

  • Gus Mus: Sejak Kapan Pemilihan Rais Aam Seperti Pilkada?

    Gus Mus: Sejak Kapan Pemilihan Rais Aam Seperti Pilkada?

    • calendar_month Jum, 16 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Pati, NU OnlineAlmaghfurlah KH MA Sahal Mahfudh merupakan Rais Aam PBNU terakhir. Kedalaman ilmu dan keberpihakannya kepada masyarakat menjadi teladan bagi semua. Sulit rasanya mencari pengganti tokoh sekaliber Kiai Sahal untuk duduk di kursi Rais Aam.Pejabat Rais Aam Syuriah PBNU KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) menuturkan hal tersebut saat memberi taushiyah pada Haul ke-1 […]

expand_less