Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » NU – Pemkab Pati Mengadakan Sholat Istisqo’

NU – Pemkab Pati Mengadakan Sholat Istisqo’

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 13 Nov 2015
  • visibility 204
  • comment 0 komentar

Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Pati membuat krisis air di Bumi Mina Tani semakin parah. Kecamatan Pati yang selama ini jarang terkena imbas kekeringan, tahun ini juga terkena dampaknya. Kondisi ini membuat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama dengan Pemerintah Kabupaten Pati bersama warga Pati  melakukan sholat Istisqo’ di alun-alun Pati,Senin (9/11/205) kemarin.
“Kami sangat prihatin dengan sebagian besar warga Pati telah mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih, padahal air bersih adalah kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan keadaan yang seperti kami dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Pati dengan Pemerintah Kabupaten mengadakan sholat Istisqo’ perkawedanan, pertama yaitu Pati Kota yang bertempat di alun-alun, selanjutnya alun-alun Tayu, Alun-alun Kayen, Lapangan Sepak Bola Sleko dan yang terakhir alun-alun Juwana,”ujar Ali Munfaat, Ketua PCNU Pati.
Bertindak sebagai khotib KH M. Aniq Muhammadun (Rois syariah PCNU Pati) dan sebagai Imam KH. Abdul Mun’im Pengasuh PP Al- Ikhlas Pati Kota.
Pada hari ini, dibawah panasnya terik matahari, ketika datang peringatan Allah berupa kekeringan yang berkepanjangan, kita bersama berkumpul ditempat ini guna menunaikan sholat istisqo’, seluruh kita baik yang tua maupun yang muda,  laki-laki maupun perempuan, miskin maupun kaya, besar maupun kecil, dari kalangan pejabat ataupun rakyat bersimpuh dihadapan Alloh untuk mengikrarkan taubat kepada Allah dan memohon ampunan dan kasih sayang Nya. Marilah kita introspeksi diri atas segala amal perbuatan kita, marilah kita berhenti dari segala perbuatan dosa. Marilah kita buang kesombongan dan keangkuhan yang telah membuat kita abai dari perintah-perintah Allah. Sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun dan Penyayang, jelas KH. M. Aniq Muhammadun dalam khotbahnya.
“Peserta salat istisqa sedikitnya ada 1000 an lebih terdiri dari warga  Kecamatan Pati Kota dari kepala desa dan perangkatnya, pemerintah daerah (pemda), warga NU dan badan otonomnya, serta anak-anak sekolah menengah atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) yang mengikuti salat istisqa. Mereka berharap agar musim penghujan segera tiba, sehingga kawasan Pati Kota tak lagi kekeringan.,” ujar Baharudin, Ketua Panitia Salat Istisqa dari LKK PCNU.
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Piagam Kebangsaan

    • calendar_month Sel, 11 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Dengan demikian keterlibatan warga NU dengan partai politik yang adabersifat individual, tidak atas nama organisasi, karena NU telah kembalimenjadi organisiasi sosial keagamaan yang mengurusi masalah sosial,pendidikan dan dakwah. Namun demikian NU mengimbau pada warganyaagar melakukan politik secara benar dan bertanggung jawab dan dengan citacita menegakkan akhlaqul karimah dan dijalankan dengan proses yang selaluberpegang pada prinsi […]

  • Kiai Karismatik Dari Kajen

    Kiai Karismatik Dari Kajen

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Tokoh Ulama; Orang pertama yang disowani Gus Dur segera setelah dia jadi presiden adalah Almarhum Kiai Abdullah Salam di Kajen, Pati, yang lebih akrab dipanggil Mbah Dullah. Saat mendengar Gus Dur hendak bertandang ke rumahnya, awalnya Mbah Dullah keberatan, sebab saat itu Gus Dur sudah jadi umara (penguasa). Tetapi pada akhirnya Mbah Dullah bilang: “Kalau […]

  • Guru MAN 1 Pati Ciptakan Buku Ajar Kimia

    Guru MAN 1 Pati Ciptakan Buku Ajar Kimia

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 281
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Prestasi membanggakan berhasil diraih salah satu guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pati, Juremi, di tingkat Kabupaten Pati. Melalui salah satu karyanya, yakni Buku Ajar Kimia untuk pembelajaran di MA/SMA, dirinya berhasil meraih penghargaan kategori The Best Achievement “The Best Innovative Teacher 2024”. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten […]

  • PCNU Dampingi Takmir Masjid dan Pemdes yang Berpolemik

    PCNU Dampingi Takmir Masjid dan Pemdes yang Berpolemik

    • calendar_month Rab, 4 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 193
    • 0Komentar

      PATI-Polemik terjadi anatar Pemerintah Desa (Pemdes) dengan takmir Masjid Al-Muhlisin Desa Kedungwinong, kecamatan Sukolilo. Konflik ini dipicu akibat tidak adanya izin dari  Pemerintah Desa (Pemdes) setempat kepada takmir masjid terkait rencana renovasi salah satu makam di sana yang juga melibatkan CSR PLN. Berdasarkan keterangan, Takmir Masjid Al-Muhlisin, Kiai Maswan, renovasi yang dimaksud yakni berupa […]

  • Hj. Salamah Aniq Sampaikan Tausyiah di Darul Hadlanah

    Hj. Salamah Aniq Sampaikan Tausyiah di Darul Hadlanah

    • calendar_month Sen, 25 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Margoyoso- Dalam rangka memperingati Maulid Nabi SAW Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU Pati (YKMNU)mengadakan pengajian akbar serta harlah berdirinya Panti Asuhan Darul Hadlanah, di gedung setempat  Jum’at, (15/1). Acara yang dikemas dalam bentuk pengajian ini berjalan dengan lancar dan khidmad. Acara kali ini berbeda pada tahun-tahun sebelumnya. Karena pada tahun ini peserta yang menghadiri lebih banyak […]

  • Meriahnya Kenduri Kupatan di Wonosekar Gembong

    Meriahnya Kenduri Kupatan di Wonosekar Gembong

    • calendar_month Kam, 18 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Ribuan ketupat dan lepet diarak warga Wonosekar, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Rabu (17/4/2024) siang. Kegiatan ini dilaksanakan Pemerintah Desa (Pemdes) Wonosekar agar anak-anak muda tertarik dan tidak meninggalkan budaya syawalan. Sebagaimana diketahui, masyarakat Muslim Jawa punya tradisi lebaran ketupat yang dirayakan sepekan setelah Idulfitri. Acara bertajuk Kenduri Seribu Ketupat ini sudah dua tahun […]

expand_less