Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » NU – Pemkab Pati Mengadakan Sholat Istisqo’

NU – Pemkab Pati Mengadakan Sholat Istisqo’

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 13 Nov 2015
  • visibility 329
  • comment 0 komentar

Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Pati membuat krisis air di Bumi Mina Tani semakin parah. Kecamatan Pati yang selama ini jarang terkena imbas kekeringan, tahun ini juga terkena dampaknya. Kondisi ini membuat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama dengan Pemerintah Kabupaten Pati bersama warga Pati  melakukan sholat Istisqo’ di alun-alun Pati,Senin (9/11/205) kemarin.
“Kami sangat prihatin dengan sebagian besar warga Pati telah mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih, padahal air bersih adalah kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan keadaan yang seperti kami dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Pati dengan Pemerintah Kabupaten mengadakan sholat Istisqo’ perkawedanan, pertama yaitu Pati Kota yang bertempat di alun-alun, selanjutnya alun-alun Tayu, Alun-alun Kayen, Lapangan Sepak Bola Sleko dan yang terakhir alun-alun Juwana,”ujar Ali Munfaat, Ketua PCNU Pati.
Bertindak sebagai khotib KH M. Aniq Muhammadun (Rois syariah PCNU Pati) dan sebagai Imam KH. Abdul Mun’im Pengasuh PP Al- Ikhlas Pati Kota.
Pada hari ini, dibawah panasnya terik matahari, ketika datang peringatan Allah berupa kekeringan yang berkepanjangan, kita bersama berkumpul ditempat ini guna menunaikan sholat istisqo’, seluruh kita baik yang tua maupun yang muda,  laki-laki maupun perempuan, miskin maupun kaya, besar maupun kecil, dari kalangan pejabat ataupun rakyat bersimpuh dihadapan Alloh untuk mengikrarkan taubat kepada Allah dan memohon ampunan dan kasih sayang Nya. Marilah kita introspeksi diri atas segala amal perbuatan kita, marilah kita berhenti dari segala perbuatan dosa. Marilah kita buang kesombongan dan keangkuhan yang telah membuat kita abai dari perintah-perintah Allah. Sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun dan Penyayang, jelas KH. M. Aniq Muhammadun dalam khotbahnya.
“Peserta salat istisqa sedikitnya ada 1000 an lebih terdiri dari warga  Kecamatan Pati Kota dari kepala desa dan perangkatnya, pemerintah daerah (pemda), warga NU dan badan otonomnya, serta anak-anak sekolah menengah atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) yang mengikuti salat istisqa. Mereka berharap agar musim penghujan segera tiba, sehingga kawasan Pati Kota tak lagi kekeringan.,” ujar Baharudin, Ketua Panitia Salat Istisqa dari LKK PCNU.
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 206 Mahasiswa Akan Dilepas untuk Mengabdi Kepada Masyarakat

    206 Mahasiswa Akan Dilepas untuk Mengabdi Kepada Masyarakat

    • calendar_month Jum, 19 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 299
    • 0Komentar

    PATI-Pengabdian merupakan salah satu tugas utama mahasiswa. Sebab, mahasiswa tidak hanya berkecimpung di dunia akademik saja nantinya. Sebagai agen perubahan, skill bersosialisasi wajib dimiliki oleh segenap mahasiswa guna menyerap aspirasi dan membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat. Pembekalan KKN Mahasiswa di Aula lantai 2 IPMAFA  Oleh sebab itu, pengabdian masyarakat perlu dilakukan sebagai […]

  • Pengukuhan Pengurus IKA SMANTA masa bakti 2024-2029

    Pengukuhan Pengurus IKA SMANTA masa bakti 2024-2029

    • calendar_month Sen, 11 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Tayu.Dalam rangka meningkatkan jalinan silaturahim alumni antar angkatan telah di adakan pengukuhan Ikatan Keluarga Alumni SMA Negeri 1 Tayu (IKA SMANTA) Masa Bakti 2024-2029 bertempat di Aula SMA Negeri 1 Tayu Kamis, 7 November 2024 kemarin. Dalam sambutannya Setyo Haryono, S.Pd., M.Pd. selaku pembina IKA SMANTA menyatakan bahwa pengukuhan pengurus ini sebagai salah satu strategi […]

  • Lima Hari Sekolah Belum Final, PCNU Pati: Jangan Sampai Matikan TPQ dan Madin

    Lima Hari Sekolah Belum Final, PCNU Pati: Jangan Sampai Matikan TPQ dan Madin

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 289
    • 0Komentar

      Pcnu.or.id, Pati – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menyebut kebijakan lima hari sekolah belum final dan masih menjadi wacana. Ia pun berharap kebijakan Bupati Pati Sudewo ini tidak mematikan lembaga pendidikan agama seperti TPQ maupun Madin. Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pati KH Minanurrohman mengatakan lembaga pendidikan agama perlu dijaga untuk menjaga moralitas […]

  • PCNU-PATI

    BANSER Pati Akan Adakan Apel Akbar

    • calendar_month Sab, 15 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Juwana.  Pimpinan Cabang GP Ansor dan Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serba Guna (Satkorcab Banser) Kabupaten Pati akan menggelar apel akbar 5000 Banser. Kegiatan yang diselenggarakan  besok pada hari Minggu (16/10) akan bertempat di Pulau Seprapat, Juwana ini bakal dihadiri Satkornas Banser Pimpinan Pusat GP Ansor. Kasatkorcab Banser Pati H. M. Soetomo menjelaskan peserta apel […]

  • PCNU-PATI

    Tradisi Ruwahan Sebagai Tradisi Local Wisdom Masyarakat

    • calendar_month Sab, 2 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Setiap memasuki bulan Sya’ban masyarakat desa pada umumnya melanggengkan tradisi kirim doa yang ditujukan kepada para leluruh dan kerabat yang sudah meninggal. Tradisi ini sudah berjalan dari dulu sampai sekarang. Tradisi ruwahan ini juga biasanya dilakukan baik di masjid, mushola dan makam. Hal ini dilakukan masyarakat tidak lain adalah karena adanya […]

  • PCNU-PATI Photo by Surface

    Bahagiakah dengan Pekerjaan Anda?

    • calendar_month Sen, 12 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami “Setiap orang punya waktu untuk melakukannya. Tapi mereka tak punya keberanian. Pekerjaan merupakan berkah kalau bisa membantu kita berpikir tentang tindakan-tindakan kita, tetapi pekerjaan itu menjadi kutukan kalau hanya digunakan sebagai alasan supaya kita tidak perlu berpikir tentang makna kehidupan kita” (Paulo Coelho) “Setelah gak kerja di situ lagi, terus […]

expand_less