Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » NU dalam Membendung Radikalisme

NU dalam Membendung Radikalisme

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 26 Agu 2023
  • visibility 812
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Berbicara mengenai radikalisme tentunya tidak lepas dari unsur kekerasan. Karena radikalisme sendiri berasal dari kata radikal dan isme. Sedangkan radikal sendiri adalah akar dan isme adalah paham. Maka, pengertian radikalisme pada awalnya merupakan paham yang sampai ke akar-akarnya.

Sedangkan radikalisme dalam Islam dipahami sebagai paham yang dianut oleh kelompok Islam yang mendasarkan pada akar ajaran Islam. Pengertian ini adalah pengertian yang positif dimana radikalisme Islam berorientasi pada ajaran Islam.

Dalam perkembangannya, seiring dengan maraknya aksi kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah kelompok Islam di dunia Islam, maka radikalisme sering dipahami sebagai paham yang dianut oleh kelompok-kelompok Islam yang diperjuangkan  dengan cara-cara kekerasan dan pemaksaan.

Selain itu juga, mereka biasanya menolak system sosial dan politik yang berlaku di Masyarakat dan negara yang dianggap tidak berasal dari Islam yang mereka pahami. Pada tahap selanjutnya, mereka berusaha mengubah system sosial dan politik itu ke system yang mereka anut. Cara-cara mengubah system itu biasanya dilakukan dengan cara-cara kekerasan. Kelompok-kelompok radikal tidak segan-segan melakukan kekerasan demi menuntaskan pejuangannya.

Apa yang Menyebabkan Mereka Radikal

Perlu kita ketahui, kenapa mereka melakukan militansi perjuangan Islam dengan cara-cara kekerasan? Dalam hal ini, merujuk dari buku membentengi sekolahn dari radikalisme yang diterbitkan oleh Kemenag setidaknya ada tiga penyebab  radikalisme Islam.

Pertama, mereka melakukan aksi radikalisme dikarenakan adanya pemahaman bahwa untuk mengubah Masyarakat sampai ke akar-akarnya menjadi kebih Islami seperti yang mereka pahami harus dilakukan dengan cara-cara kekerasan. Mereka percaya bahwa mandat Alquran untuk ‘amar ma’ruf nahi munkar’ harus diterapkan secara harfiah, ketat, tanpa syarat atau pengecualian. Dengan merejuk dari konsep ini, mereka berpandangan bahwa seluruh kemaksiatan harus diubah oleh umat Islam dengan fisik, tidak hanya diserahkan kepada penguasa.

Dengan begitu, melalui pemahaman inilah mereka melakukan aksi kekerasan untuk mengubah kemaksiatan. Bagi mereka, penghancuran tempat-tempat maksiat adalah bagian dari Upaya untuk mengubah kemungkaran yang telah diajarkan oleh ajaran Islam.

Kedua, aksi kekerasan yang dilakukan kelompok Islam didasarkan akan adanya anggapan dan penilaian sepihak bahwa kondisi umat Islam sekaranmg telah menjadi sekuler, tidak mempraktekkan ajaran Islam yang murni, amoral, dan penguasa yang thaghut. Dalam pandangan mereka kondisi ini diperparah dengan tidak terpeliharanya akhlak Islam sehingga perbuatan tercela semakin marak. Penyakit moral sudah semakin merajalela di Masyarakat. Akibatnya mereka ingin Kembali ke ajaran Islam yang paling mendasar dengan cara dan keyakinan yang dipahaminya.

Oleh karena itu, menurut mereka, semua ini harus diubah dengan cara-cara kekerasan, bukan lagi dengan cara-cara moderat yang cenderung lemah dan tidak berdaya.

Ketiga, aksi radikalisme dilakukan oleh kelompok-kelompok Islam sebagai reaksi dari kebijakan politik barat yang cenderung meminggirkan dan menghancurkan dunia Islam. Mereka juga memiliki hubungan solidaritas yang kuat terhadap perjuangan dunia Islam, seperti Palestina. Itu sebabnya, fasilitas-fasilitas Barat, seringkali menjadi sasaran empuk dari aksi radikalisme.

Oleh karena itu, pemberantasan dan pencegahan radikalisme adalah tantangan yang kompleks dan memerlukan pendekatan multidimensi. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai lembaga sosial kemasyarakat terbesar di dunia memiliki peran penting dalam membendung gerakan radikalisme. Melalui instansi pendidikannya NU memiliki langkah-langkah strategis antara lain yaitu;

Pertama, melakukan pendidikan yang berbasis nilai-nilai moderat untuk memastikan bahwa kurikulum dan pendekatan pendidikannya mendorong nilai-nilai toleransi, moderat, dan menghormati keberagaman.

Kedua, mengadakan pelatihan guru dan dosen artinya adalah melatih para guru dan dosen untuk mengenali tanda-tanda radikalisme serta memberikan mereka alat untuk menghadapinya bisa menjadi langkah penting. Mereka dapat menjadi agen perubahan yang efektif dengan mendidik dan membimbing para siswa untuk mengembangkan pandangan yang inklusif dan rasional.

Ketiga, mengadakan ruang dialog dan diskusi terbuka untuk semua instansi dan lembaga, seperthalnya mengadakan forum diskusi, seminar, dan lokakarya yang mendorong berbagai pandangan bisa membantu mencegah penyatuan pemikiran di dalam kelompok-kelompok yang mungkin rentan terhadap radikalisme.

Oleh karena itu dari pelbagai cara yang dicanangkan oleh NU yang perlu diingat dan dicatat bahwa pencegahan radikalisme adalah tanggung jawab bersama dan memerlukan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan, pemerintah, agama, dan masyarakat sipil. Tujuannya tidak lain adalah agar paham radikalisme tidak merajarela dan keberadaannya bisa diredam dengan adanya Kerjasama antar-lintas agama dan instansi.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Keluarga NU Dzikir Bersama

    Ribuan Keluarga NU Dzikir Bersama

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 537
    • 0Komentar

    Hariati (kanan) bersama keluarga kecilnya sedang mengamalkan ijazah dari PCNU Pati untuk menangkal covid 19 PATI-Ribuan Keluarga NU di Pati serentak membaca sholawat nariyah malam ini, Sabtu (4/4). Hal ini sejalan dengan intruksi PCNU Pati terkait usaha lahiriyah melawan covid 19 yang kini sedang merebak. Tujuannya bukan hanya membebaskan corona dari Kabupaten Pati, namun juga […]

  • Kiai Jangan Sampai Kalah dengan AI

    Kiai Jangan Sampai Kalah dengan AI

    • calendar_month Jum, 17 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 523
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Temanggung – Ketua Tanfidziyah PCNU Temanggung KH Muchamad Nurul Yaqin (Gus Nurul Yaqin) menegaskan bahwa kiai atau ulama Nahdlatul Ulama tidak boleh kalah dengan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.   Hal itu diungkapkan dalam Refleksi dan Istighosah dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-102 NU bertajuk “Bekerja Bersama Umat untuk Indonesia Maslahat” di aula […]

  • MWCNU Kawedanan Juwana Koordinasi Sinergi Program

    MWCNU Kawedanan Juwana Koordinasi Sinergi Program

    • calendar_month Ming, 16 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 468
    • 0Komentar

    Wedarijaksa 16/02/2020, MWC NU Wedarijaksa menjadi tuan rumah anjangsana NU Kawedanan Juwana dengan agenda rapat: koordinasi, konsolidasi dan sinergi program. Acara yang diselenggarakan di gedung NU itu dihadiri oleh 20 peserta dari MWCNU Wedarijaksa, MWCNU Trangkil, MWCNU Juwana dan MWCNU Batangan. Rapat koordinasi itu dipimpin oleh KH. Dr. Jamal Ma’mur, MA selaku wakil Ketua PCNU […]

  • Puncak Haul Mbah Mutamakkin Kajen Berlangsung Malam Ini

    Puncak Haul Mbah Mutamakkin Kajen Berlangsung Malam Ini

    • calendar_month Kam, 27 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 750
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Puncak haul Syaikh Ahmad Mutamakin Kajen berlangsung malam ini, Kamis (27/7). Sedikitnya tiga ribu tamu undangan memadati area makam. Sementara, enam ribu undangan lainnya ditempatkan di Masjid Kajen. Sedangkan untuk jama’ah umum, diperkenankan untuk menduduki pos-pos yang telah ditentukan panitia. Strategi ini dilakukan untuk memecah titik kerumunan. Sebab, diperkirakan, pada malam ini ada […]

  • Siswa SMA NU 1 kradenan Raih Gelar Duta Literasi Kabupaten Blora Tahun 2025

    Siswa SMA NU 1 kradenan Raih Gelar Duta Literasi Kabupaten Blora Tahun 2025

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.640
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Agrinza Regina Nurfelis Nela siswi kelas XII SMA NU 1 Kradenan dinobatkan sebagai Duta Literasi Kabupaten Blora Tahun 2025. (Blora, 12/11/2025) Pemilihan duta literasi tersebut di gelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Blora pada Festival Literasi Kabupaten Blora 2025 yang berlangsung pada 11–15 November 2025 di halaman DPK Blora. Kegiatan ini […]

  • PCNU - PATI

    Nur Khoiriyah, Terpilih Menjadi Ketua KOPRI

    • calendar_month Rab, 6 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 434
    • 0Komentar

    Pati. Nur Khoiriyah, terpilih sebagai Ketua KOPRI PC PMII Pati masa khidmah 2022-2023 pada Konferensi Cabang (Konfercab) XIV PMII Pati di aula bertempat di SMA Muria, 2/7 beberapa waktu lalu. Konfercab merupakan forum tertinggi di level kepengurusan cabang PMII yang meliputi penyampaian LPJ kepengurusan sebelumnya, merumuskan organisasi yang nantinya akan dibawa pemilihan ketua yang baru. […]

expand_less