Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » NU dalam Membendung Radikalisme

NU dalam Membendung Radikalisme

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 26 Agu 2023
  • visibility 697
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Berbicara mengenai radikalisme tentunya tidak lepas dari unsur kekerasan. Karena radikalisme sendiri berasal dari kata radikal dan isme. Sedangkan radikal sendiri adalah akar dan isme adalah paham. Maka, pengertian radikalisme pada awalnya merupakan paham yang sampai ke akar-akarnya.

Sedangkan radikalisme dalam Islam dipahami sebagai paham yang dianut oleh kelompok Islam yang mendasarkan pada akar ajaran Islam. Pengertian ini adalah pengertian yang positif dimana radikalisme Islam berorientasi pada ajaran Islam.

Dalam perkembangannya, seiring dengan maraknya aksi kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah kelompok Islam di dunia Islam, maka radikalisme sering dipahami sebagai paham yang dianut oleh kelompok-kelompok Islam yang diperjuangkan  dengan cara-cara kekerasan dan pemaksaan.

Selain itu juga, mereka biasanya menolak system sosial dan politik yang berlaku di Masyarakat dan negara yang dianggap tidak berasal dari Islam yang mereka pahami. Pada tahap selanjutnya, mereka berusaha mengubah system sosial dan politik itu ke system yang mereka anut. Cara-cara mengubah system itu biasanya dilakukan dengan cara-cara kekerasan. Kelompok-kelompok radikal tidak segan-segan melakukan kekerasan demi menuntaskan pejuangannya.

Apa yang Menyebabkan Mereka Radikal

Perlu kita ketahui, kenapa mereka melakukan militansi perjuangan Islam dengan cara-cara kekerasan? Dalam hal ini, merujuk dari buku membentengi sekolahn dari radikalisme yang diterbitkan oleh Kemenag setidaknya ada tiga penyebab  radikalisme Islam.

Pertama, mereka melakukan aksi radikalisme dikarenakan adanya pemahaman bahwa untuk mengubah Masyarakat sampai ke akar-akarnya menjadi kebih Islami seperti yang mereka pahami harus dilakukan dengan cara-cara kekerasan. Mereka percaya bahwa mandat Alquran untuk ‘amar ma’ruf nahi munkar’ harus diterapkan secara harfiah, ketat, tanpa syarat atau pengecualian. Dengan merejuk dari konsep ini, mereka berpandangan bahwa seluruh kemaksiatan harus diubah oleh umat Islam dengan fisik, tidak hanya diserahkan kepada penguasa.

Dengan begitu, melalui pemahaman inilah mereka melakukan aksi kekerasan untuk mengubah kemaksiatan. Bagi mereka, penghancuran tempat-tempat maksiat adalah bagian dari Upaya untuk mengubah kemungkaran yang telah diajarkan oleh ajaran Islam.

Kedua, aksi kekerasan yang dilakukan kelompok Islam didasarkan akan adanya anggapan dan penilaian sepihak bahwa kondisi umat Islam sekaranmg telah menjadi sekuler, tidak mempraktekkan ajaran Islam yang murni, amoral, dan penguasa yang thaghut. Dalam pandangan mereka kondisi ini diperparah dengan tidak terpeliharanya akhlak Islam sehingga perbuatan tercela semakin marak. Penyakit moral sudah semakin merajalela di Masyarakat. Akibatnya mereka ingin Kembali ke ajaran Islam yang paling mendasar dengan cara dan keyakinan yang dipahaminya.

Oleh karena itu, menurut mereka, semua ini harus diubah dengan cara-cara kekerasan, bukan lagi dengan cara-cara moderat yang cenderung lemah dan tidak berdaya.

Ketiga, aksi radikalisme dilakukan oleh kelompok-kelompok Islam sebagai reaksi dari kebijakan politik barat yang cenderung meminggirkan dan menghancurkan dunia Islam. Mereka juga memiliki hubungan solidaritas yang kuat terhadap perjuangan dunia Islam, seperti Palestina. Itu sebabnya, fasilitas-fasilitas Barat, seringkali menjadi sasaran empuk dari aksi radikalisme.

Oleh karena itu, pemberantasan dan pencegahan radikalisme adalah tantangan yang kompleks dan memerlukan pendekatan multidimensi. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai lembaga sosial kemasyarakat terbesar di dunia memiliki peran penting dalam membendung gerakan radikalisme. Melalui instansi pendidikannya NU memiliki langkah-langkah strategis antara lain yaitu;

Pertama, melakukan pendidikan yang berbasis nilai-nilai moderat untuk memastikan bahwa kurikulum dan pendekatan pendidikannya mendorong nilai-nilai toleransi, moderat, dan menghormati keberagaman.

Kedua, mengadakan pelatihan guru dan dosen artinya adalah melatih para guru dan dosen untuk mengenali tanda-tanda radikalisme serta memberikan mereka alat untuk menghadapinya bisa menjadi langkah penting. Mereka dapat menjadi agen perubahan yang efektif dengan mendidik dan membimbing para siswa untuk mengembangkan pandangan yang inklusif dan rasional.

Ketiga, mengadakan ruang dialog dan diskusi terbuka untuk semua instansi dan lembaga, seperthalnya mengadakan forum diskusi, seminar, dan lokakarya yang mendorong berbagai pandangan bisa membantu mencegah penyatuan pemikiran di dalam kelompok-kelompok yang mungkin rentan terhadap radikalisme.

Oleh karena itu dari pelbagai cara yang dicanangkan oleh NU yang perlu diingat dan dicatat bahwa pencegahan radikalisme adalah tanggung jawab bersama dan memerlukan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan, pemerintah, agama, dan masyarakat sipil. Tujuannya tidak lain adalah agar paham radikalisme tidak merajarela dan keberadaannya bisa diredam dengan adanya Kerjasama antar-lintas agama dan instansi.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harlah NU  dengan Lomba Cerpen

    Harlah NU dengan Lomba Cerpen

    • calendar_month Sab, 8 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Pati. Lembaga Pendidikan Lutful Ulum Pasucen Pati, dalam merayakan Harlah NU Ke- 91 mengadakan lomba menulis cerpen, mulai dari tinggkatan MI, Mts, dan MA, hal tersebut dilakukan untuk menumbuhkan minat bakat menulis anak mulai sejak dini.             “Kegitan lomba cerpen ini sudah berlangsung sejak tahun lalu, jika tahun lala di khususkan buat tinggkatan MA saja, […]

  • Jakenan Bentuk Panitia Hari Santri 2019

    Jakenan Bentuk Panitia Hari Santri 2019

    • calendar_month Kam, 26 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 577
    • 0Komentar

    JAKENAN – Komponen masyarakat di kecamatan Jakenan, Kamis (26/9/2019) pagi membentuk panitia peringatan Hari Santri Nasional 2019. Dengan prakarsa MWCNU Kecamatan Jakenan, pertemuan yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat Jakenan itu akhirnya berhasil menyusun kepanitian Hari Santri 2019 yang terdiri atas berbagai komponen di Jakenan. Rais dan Ketua MWCNU Jakenan bersama Kapolsek, Danramil, Kepala KUA, […]

  • Ketua Dewan Pengawas LPPL Temanggung TV Lantik Direksi Baru

    Ketua Dewan Pengawas LPPL Temanggung TV Lantik Direksi Baru

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 477
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id Temanggung – Pemerintah Kabupaten Temanggung menggelar acara pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bhumi Phala Wisata serta Dewan Direksi Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Temanggung TV untuk periode 2025-2030, Senin (6/10/2025), di Pendopo Jenar Kompleks Kantor Bupati Temanggung. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Temanggung Agus Setyawan yang […]

  • Lazisnu Dukuhseti Launching MLU, Gress dari Showroom

    Lazisnu Dukuhseti Launching MLU, Gress dari Showroom

    • calendar_month Jum, 25 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 587
    • 0Komentar

    Prosesi Launching MLU. Sebelum dilaunching, terlebih dahulu di doakan oleh Rois Syuriyah PCNU Pati, KH. Aniq Muhammadun DUKUHSETI – Usai dilantik Jumat (25/2) sore, pengurus MWC-NU langsung melakukan gebrakan. Melalui NU Care Lazisnu setempat, para punggawa NU tersebut segera melaunching Mobil Layanan Ummat (MLU). “Setelah pelantikan di Gedung IPHI, kami langsung melaunching MLU di lokasi […]

  • Sudah Saatnya MWCNU Batangan  Lebih Maju

    Sudah Saatnya MWCNU Batangan Lebih Maju

    • calendar_month Sen, 7 Des 2015
    • account_circle admin
    • visibility 503
    • 0Komentar

    Sabtu, (28/11/15) kemarin MWNU Kec Batangan mengadakan konferensi yang bertempat di MA Tarbiyatul Islamiyah Lengkong Batangan, turut hadir dalam acara tersebut para Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama, Muslimat, Fatayat, Muspika, Polsek, Dandim serta para tamu undangan. “Sudah waktunya reorganisasi ini di lakukan dan di gantikan yang muda, lebih berwawasan luas dan lebih semangat dalam memimpin, saya […]

  • Mbah Hasyim Mengantar Santrinya ke Kajen

    Mbah Hasyim Mengantar Santrinya ke Kajen

    • calendar_month Kam, 13 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 830
    • 0Komentar

    Siapa sih yang tak kenal Hadratussyaikh Mbah Hasyim Asy’ari, kakek Gus Dur, pendiri NU, dan “sumber” ilmu dari sejumlah kiai besar di Jawa itu? Sudah pasti ada banyak kisah tentang kiai besar ini. Sebagian besar kisah tentang beliau sudah pasti pernah dituturkan, baik oleh para muridnya atau oleh orang-orang lain yang pernah mengenal sosok ini. […]

expand_less