Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » NU dalam Membendung Radikalisme

NU dalam Membendung Radikalisme

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 26 Agu 2023
  • visibility 709
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Berbicara mengenai radikalisme tentunya tidak lepas dari unsur kekerasan. Karena radikalisme sendiri berasal dari kata radikal dan isme. Sedangkan radikal sendiri adalah akar dan isme adalah paham. Maka, pengertian radikalisme pada awalnya merupakan paham yang sampai ke akar-akarnya.

Sedangkan radikalisme dalam Islam dipahami sebagai paham yang dianut oleh kelompok Islam yang mendasarkan pada akar ajaran Islam. Pengertian ini adalah pengertian yang positif dimana radikalisme Islam berorientasi pada ajaran Islam.

Dalam perkembangannya, seiring dengan maraknya aksi kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah kelompok Islam di dunia Islam, maka radikalisme sering dipahami sebagai paham yang dianut oleh kelompok-kelompok Islam yang diperjuangkan  dengan cara-cara kekerasan dan pemaksaan.

Selain itu juga, mereka biasanya menolak system sosial dan politik yang berlaku di Masyarakat dan negara yang dianggap tidak berasal dari Islam yang mereka pahami. Pada tahap selanjutnya, mereka berusaha mengubah system sosial dan politik itu ke system yang mereka anut. Cara-cara mengubah system itu biasanya dilakukan dengan cara-cara kekerasan. Kelompok-kelompok radikal tidak segan-segan melakukan kekerasan demi menuntaskan pejuangannya.

Apa yang Menyebabkan Mereka Radikal

Perlu kita ketahui, kenapa mereka melakukan militansi perjuangan Islam dengan cara-cara kekerasan? Dalam hal ini, merujuk dari buku membentengi sekolahn dari radikalisme yang diterbitkan oleh Kemenag setidaknya ada tiga penyebab  radikalisme Islam.

Pertama, mereka melakukan aksi radikalisme dikarenakan adanya pemahaman bahwa untuk mengubah Masyarakat sampai ke akar-akarnya menjadi kebih Islami seperti yang mereka pahami harus dilakukan dengan cara-cara kekerasan. Mereka percaya bahwa mandat Alquran untuk ‘amar ma’ruf nahi munkar’ harus diterapkan secara harfiah, ketat, tanpa syarat atau pengecualian. Dengan merejuk dari konsep ini, mereka berpandangan bahwa seluruh kemaksiatan harus diubah oleh umat Islam dengan fisik, tidak hanya diserahkan kepada penguasa.

Dengan begitu, melalui pemahaman inilah mereka melakukan aksi kekerasan untuk mengubah kemaksiatan. Bagi mereka, penghancuran tempat-tempat maksiat adalah bagian dari Upaya untuk mengubah kemungkaran yang telah diajarkan oleh ajaran Islam.

Kedua, aksi kekerasan yang dilakukan kelompok Islam didasarkan akan adanya anggapan dan penilaian sepihak bahwa kondisi umat Islam sekaranmg telah menjadi sekuler, tidak mempraktekkan ajaran Islam yang murni, amoral, dan penguasa yang thaghut. Dalam pandangan mereka kondisi ini diperparah dengan tidak terpeliharanya akhlak Islam sehingga perbuatan tercela semakin marak. Penyakit moral sudah semakin merajalela di Masyarakat. Akibatnya mereka ingin Kembali ke ajaran Islam yang paling mendasar dengan cara dan keyakinan yang dipahaminya.

Oleh karena itu, menurut mereka, semua ini harus diubah dengan cara-cara kekerasan, bukan lagi dengan cara-cara moderat yang cenderung lemah dan tidak berdaya.

Ketiga, aksi radikalisme dilakukan oleh kelompok-kelompok Islam sebagai reaksi dari kebijakan politik barat yang cenderung meminggirkan dan menghancurkan dunia Islam. Mereka juga memiliki hubungan solidaritas yang kuat terhadap perjuangan dunia Islam, seperti Palestina. Itu sebabnya, fasilitas-fasilitas Barat, seringkali menjadi sasaran empuk dari aksi radikalisme.

Oleh karena itu, pemberantasan dan pencegahan radikalisme adalah tantangan yang kompleks dan memerlukan pendekatan multidimensi. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai lembaga sosial kemasyarakat terbesar di dunia memiliki peran penting dalam membendung gerakan radikalisme. Melalui instansi pendidikannya NU memiliki langkah-langkah strategis antara lain yaitu;

Pertama, melakukan pendidikan yang berbasis nilai-nilai moderat untuk memastikan bahwa kurikulum dan pendekatan pendidikannya mendorong nilai-nilai toleransi, moderat, dan menghormati keberagaman.

Kedua, mengadakan pelatihan guru dan dosen artinya adalah melatih para guru dan dosen untuk mengenali tanda-tanda radikalisme serta memberikan mereka alat untuk menghadapinya bisa menjadi langkah penting. Mereka dapat menjadi agen perubahan yang efektif dengan mendidik dan membimbing para siswa untuk mengembangkan pandangan yang inklusif dan rasional.

Ketiga, mengadakan ruang dialog dan diskusi terbuka untuk semua instansi dan lembaga, seperthalnya mengadakan forum diskusi, seminar, dan lokakarya yang mendorong berbagai pandangan bisa membantu mencegah penyatuan pemikiran di dalam kelompok-kelompok yang mungkin rentan terhadap radikalisme.

Oleh karena itu dari pelbagai cara yang dicanangkan oleh NU yang perlu diingat dan dicatat bahwa pencegahan radikalisme adalah tanggung jawab bersama dan memerlukan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan, pemerintah, agama, dan masyarakat sipil. Tujuannya tidak lain adalah agar paham radikalisme tidak merajarela dan keberadaannya bisa diredam dengan adanya Kerjasama antar-lintas agama dan instansi.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LP Ma’arif Jateng dan CCNU Wuhan Siap Berkolaborasi Tingkatkan Kapasitas Guru

    LP Ma’arif Jateng dan CCNU Wuhan Siap Berkolaborasi Tingkatkan Kapasitas Guru

    • calendar_month Sen, 27 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.735
    • 0Komentar

      Wuhan, China – Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Jawa Tengah menjajaki kerja sama dengan Central China Normal University atau CCNU di Wuhan, China, dalam upaya peningkatan kapasitas guru di bawah naungan LP Ma’arif NU Jawa Tengah. Penjajakan kolaborasi tersebut dibahas dalam sebuah diskusi yang dihadiri Sekretaris LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Dr. M. Ahsanul […]

  • Ketua Dewan Pengawas LPPL Temanggung TV Lantik Direksi Baru

    Ketua Dewan Pengawas LPPL Temanggung TV Lantik Direksi Baru

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 482
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id Temanggung – Pemerintah Kabupaten Temanggung menggelar acara pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bhumi Phala Wisata serta Dewan Direksi Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Temanggung TV untuk periode 2025-2030, Senin (6/10/2025), di Pendopo Jenar Kompleks Kantor Bupati Temanggung. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Temanggung Agus Setyawan yang […]

  • Download Logo Muktamar ke-34 NU (Vektor, PNG, dan JPG)

    Download Logo Muktamar ke-34 NU (Vektor, PNG, dan JPG)

    • calendar_month Sel, 2 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 862
    • 0Komentar

    Logo Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama PATI – Download logo Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama dalam bentuk file vektor (cdr dan AI), PNG Transparant, dan JPG. Muktamar ke-34 NU telah diputuskan akan diselenggarakan pada 23-25 Desember 2021 di Lampung.  Manandai kegiatan akbar tersebut, PBNU pun secara resmi telah meluncurkan logo resmi Muktamar ke-34 NU tersebut.  Dilansir NU Pati […]

  • PCNUPati.or.id, Pati – Gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan menghantam hingga area Masjid Agung Baitunnur Pati saat demo 13 Agustus 2025, kemarin. LPBHNU Pati pun menyayangkan tindakan represif aparat. Beredar video, gas air mata ditembakkan hingga halaman Masjid Agung. Sejumlah warga pun menjadi korban. Naasnya, bukan hanya massa demo yang terkana imbas. Warga yang hendak jemaah pun menjadi korban. Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Pati Ahmad Shofwan angkat bicara. Menurutnya demo merupakan hak masyarakat. ”Menanggapi tindakan represif tindakan aparat yang sampai mengejar ke masjid agung. Yang pertama, demo itu hak dan sudah diatur dalam undang-undang, bahwa menyampaikan pendapat di muka umum itu boleh. Kemarin demo itu memang legal dan berizin masih batas waktu yang diperbolehkan,” ujar Shofwan, Kamis (14/8/2025). Ia pun menyayangkan tindakan kepolisian yang dinilai terlalu represif. Apalagi pihak kepolisian sampai menembakkan gas air mata ke halaman Masjid Agung Pati. ”Sementara tindakan aparat polisi mengejar para demonstran sampai masjid sangat disayangkan. Karena masjid itu tempat ibadah. Tidak boleh aparat itu represif sampai ke sana. Karena di sana bukan para pendemo. Ada masyarakat yang ingin ibadah,” tutur dia. Tindakan aparat ini membuat sejumlah masyarakat menjadi korban. Bahkan banyak masyarakat yang hendak jamaah, ibu-ibu dan anak-anak terkena imbasnya. ”Apalagi gas air mata itu memang diarahkan ke halaman parkir mobil (masjid) dan juga ke tempat wudlu. Itu saya sayang kan,” ungkap dia. Tak hanya itu, tindakan aparat juga dinilai terlalu berlebihan lantaran juga menembakkan gas air mata di gang-gang permukiman warga.Ia pun berharap kejadian semacam ini tak terjadi lagi. ”Pak Kapolda, Kapolres harus mengevaluasi dan berbenah kejadian tidak terulang lagi. Di gang sampai masyarakat kena. itu tidak boleh. Kalau menangkap pendemo yang rusuh silahkan. Saya pastikan pendemo yang rusuh itu didatangkan dari luar sengaja membikin rusuh. Bukan orang Pati. Orang Pati tidak seperti itu,” tandas dia. Sementara itu, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto mengaku pihaknya sudah sesuai SOP. Meskipun, banyak ibu hingga anak yang menjadi korban. ”Oke, tentunya protap SOP yang dilakukan oleh pihak kepolisian sudah sesuai. Karena kita dari awal pada saat aksi unjuk rasa yang damai Itu berjalan dengan lancar dan kita menjamin keamanan dari para demonstran,” pungkasnya.

    Gas Air Mata Hantam Area Masjid Agung, LPBHNU Pati: Aparat Jangan Represif

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 592
    • 0Komentar

      PCNUPati.or.id, Pati – Gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan menghantam hingga area Masjid Agung Baitunnur Pati saat demo 13 Agustus 2025, kemarin. LPBHNU Pati pun menyayangkan tindakan represif aparat. Beredar video, gas air mata ditembakkan hingga halaman Masjid Agung. Sejumlah warga pun menjadi korban. Naasnya, bukan hanya massa demo yang terkana imbas. Warga […]

  • 𝐁𝐀𝐙𝐍𝐀𝐒 𝐑𝐈 𝐁𝐢𝐚𝐲𝐚𝐢 𝐏𝐞𝐧𝐮𝐡 𝐏𝐞𝐥𝐚𝐭𝐝𝐚 𝐌𝐚𝐠𝐚𝐧𝐠 𝐉𝐞𝐩𝐚𝐧𝐠 𝐋𝐏 𝐌𝐚'𝐚𝐫𝐢𝐟 𝐏𝐖𝐍𝐔 𝐉𝐚𝐭𝐞𝐧𝐠 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐏𝐞𝐬𝐞𝐫𝐭𝐚 𝐊𝐮𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐚𝐦𝐩𝐮

    𝐁𝐀𝐙𝐍𝐀𝐒 𝐑𝐈 𝐁𝐢𝐚𝐲𝐚𝐢 𝐏𝐞𝐧𝐮𝐡 𝐏𝐞𝐥𝐚𝐭𝐝𝐚 𝐌𝐚𝐠𝐚𝐧𝐠 𝐉𝐞𝐩𝐚𝐧𝐠 𝐋𝐏 𝐌𝐚’𝐚𝐫𝐢𝐟 𝐏𝐖𝐍𝐔 𝐉𝐚𝐭𝐞𝐧𝐠 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐏𝐞𝐬𝐞𝐫𝐭𝐚 𝐊𝐮𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐚𝐦𝐩𝐮

    • calendar_month Jum, 24 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.991
    • 0Komentar

    Meraih masa depan yang lebih baik melalui program magang ke Jepang seringkali terhalang oleh tingginya biaya persiapan. Banyak pemuda berpotensi yang memiliki semangat juang tinggi harus mengubur mimpinya hanya karena keterbatasan ekonomi keluarga. Menjawab tantangan tersebut, LP Ma`arif PWNU Jawa Tengah bekerjasama dengan BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) RI hadir memberikan dukungan penuh terhadap pembiayaan […]

  • PCNU-PATI

    Usai UKT, Pendekar Pagar Nusa Gelar Bersih-Bersih Waduk

    • calendar_month Kam, 29 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. GEMBONG – Usai melaksakan UKT, para pendekar Pencak Silat NU, Pagar Nusa melakukan aksi bersih waduk, Kamis (29/12). Agenda ini dilaksanakan di kawasan Waduk Seloromo, Gembong.  Andif Prasetyo, Lembaga Wasit dan Juri PC Pagar Nusa Kabupaten Pati yang menemani peserta UKT menegaskan bahwa aksi ini dilaksanakan dalam rangka membentuk karakter anak.  “Setelah UKT, kita […]

expand_less