Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Indikator Sempurnanya Seorang Mukmin

Indikator Sempurnanya Seorang Mukmin

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 18 Nov 2021
  • visibility 422
  • comment 0 komentar

surah-al-sajdah-4-324x160-5853155

 Hadist dari Abu Huroiroh RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Sempurnanya iman seseorang yaitu dengan akhlaknya yang paling baik. Dan yang terpilih diantara kalian adalah orang yang paling baik akhlaknya dalam memperlakukan seorang perempuan.” Jadi berdasarkan hadist ini hierarki (tingkatan) orang beriman itu indikatornya adalah akhlaknya. Paling baik diantara yang baik ialah baik dalam bagaimana ia memperlakukan perempuan. Lagi, hadist kedua dari Abi Hurairah RA berkata, pernah datang seorang laki-laki kepada Rasulullah SAW, maka bertanya laki-laki tersebut kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk aku temani (perlakukan) dengan sebaik-baiknya? Maka Rasulullah menjawab: Ibumu, kemudian siapa lagi ya Rasul? Rasulullah menjawab, Ibumu. Siapa lagi ya Rasul? Rasulullah menjawab lagi, Ibumu. Siapa lagi wahai Rasul, Rasulullah menjawab, lalu kemudian ayahmu.” (HR.Imam Muslim)

Hadist ini menjelaskan bagaimana kemuliaan seorang Ibu. Sehingga ia harus dihormati dengan sebaik-baiknya, sampai Rasulullah menyebutnya hingga tiga kali baru kemudian ayah. Nah, tentang berbuat baik kepada Ibu, sudah tentu tidak diperdebatkan lagi. Tapi kita masih perlu refleksi apakah penghormatan kepada ibu sudah tepat atau belum. Terkadang pemahaman kita tidak sama dengan apa yang kita praktekkan. Lebih-lebih jika pemahaman kita sempit. Pengertian ibu dalam hal ini bisa kita perluas maknanya, bukan hanya sebatas pada ibu kita secara biologis melainkankepada ibu-ibu yang lain pula.

Mereka berhak untuk dihargai dan dihormati serta dipenuhi hak-haknya sebagai manusia. Pertanyaannya mengapa Rasulullah mengulangi sampai tiga kali dalam hal memuliakan seorang ibu? Jawabannya karena peran yang dijalani seorang ibu/perempuan itu sangat berat, lebih berat daripada laki-laki. Ketika ibu/perempuan sedang menjalankan fungsi biologis/kodratinya (menstruasi, hamil, melahirkan, menyusui) yang terkena dampaknya bukan hanya fisik yang merasa kesakitan, tapi juga psikisnya. Karena setiap perempuan pasti mengalami hal yang berbeda ketika sedang menjalani peran tersebut.

Memang ada yang merasa biasa saja, tapi untuk yang lain ada yang merasakan kesakitan. Misal saja ketika menstruasi, ada beberapa bahkan banyak perempuan yang sampai-sampai tidak bisa banyak gerak sebab merasakan sakit yang luar biasa. Contoh lain ketika sedang melahirkan, seorang ibu/perempuan bertaruh antara hidup dan mati untuk kehadiran sang calon buah hati. Ibu itu menjalankan peran regenerasi kemanusiaan. Bagaimana jika tidak ada ibu, tidak akan ada keberlanjutan kehidupan manusia. Hadist ini juga mengundang laki-laki untuk mendukung peran ibu/perempuan agar menjalankan fungsi biologis (kodratnya) secara aman, nyaman,dan selamat agar bisa tetap berbahagia tentunya dari dukungan dan support pasangan dan keluarga.

Selanjutnya hadist dari Sayyidah Aisyah RA bercerita, “Rasulullah SAW setiap putrinya Sayyidah Fatimah datang beliau akan selalu menyambut dengan suka cita (ucapan selamat datang). Dan dari umi hani pun bercerita, ketika aku datang kepada Rasulullah SAW, Rasulullah SAW pun menyambut dengan suka cita. Umi Hani adalah putri dari paman Rasulullah SAW Abu Thalib.” Kesaksian tersebut tidak hanya datang dari Sayyidah Aisyah tetapi juga dari umi hani. Secara umum hadist ini memberikan tuntutan kepada kita agar menyambut kedatangan seseorang (tamu) yang datang kerumah kita dengan suka cita (perasaan gembira) sebagai bentuk penghormatan. Mengapa Rasulullah melakukan hal demikian? Karena pada masa pra Islam dulu keberadaan seorang perempuan sangat tidak dianggap bahkan diperlakukan sangat tidak manusiawi.

Oleh karena itu perbuatan Rasulullah ini sangat revolusioner karena melawan arus yang sudah tercipta bahwa menganggap perempuan tidak memiliki hak yang sama dengan laki-laki. Hal yang selalu ditekankan Rasulullah adalah soal akhlak. Bahkan indikator keimanan seseorang dilihat dari akhlaknya. Nah ini Rasul memberikan contoh pada hal-hal yg spesifik. Selain itu Rasul juga memberi teladan bahwa kita harus menghargai dan menghormati siapapun termasuk kepada perempuan.

Hadist selanjutnya dari Abu Thufail RA berkata, “Saya melihat Rasulullah SAW sedang membagi daging lalu datanglah seorang perempuan kepada Nabi. Maka Nabi menggelar sorban untuk perempuan itu lalu perempuan itu duduk diatasnya. Kemudian Abu Thufail bertanya: siapa dia? Maka para sahabat menjawab: dia adalah ibu yang telah menyusui Rasulullah SAW.”(HR.Abu Dawud) Dari hadist ini menggambarkan sebuah kisah Rasulullah SAW yang begitu menghormati seorang perempuan. Ternyata perempuan ini adalah ibu susuan yang telah menyusui Rasulullah SAW pada saat beliau masih kecil. Perempuan ini bernama Halimah Assa’diyah dari Bani Saad.

Zaman dahulu masyarakat Arab biasa membiarkan seorang bayi disusukan kepada perempuan lain yang bukan ibu kandungnya, yang kemudian diberi upah atas jasa tersebut. Dari hadist diatas ceritanya ibunda Halimah pada saat itu sedang keluar untuk mencari anak yang bisa disusui dalam rangka mencari penghasilan karena saat itu sedang masa paceklik. Akhirnya beliau bertemu Rasulullah dan memberikan asi untuk Rasulullah kecil dan merawat beliau. Rasulullah tidak begitu saja melupakan ibu Halimah yang telah menyusui beliau sehingga ketika sampai dewasa pun Rasulullah tetap hormat pada Ibu Halimah. Meskipun hal itu sudah menjadi masa lalu, tetapi Rasulullah tidak melupakan jasa ibu Halimah, sehingga ketika bertemu pun beliau masih senantiasa menghormati dengan menggelarkan sorban beliau untuknya. Oleh karena demikian, sesungguhnya Rasulullah telah memberikan pengajaran kepada kita untuk senantiasa menghormati orang lain, meskipun kebaikan itu terjadi di masa lalu.

Hadist selanjutnya dari Anas RA berkata, “Rasulullah SAW melihat perempuan dan anak-anak datang menuju kepada Rasulullah. Dan berkata anas: saya mengira bahwa mereka pulang dari pesta pernikahan, maka Rasulullah berdiri dan menghadapkan badan dan wajah Rasul kepada mereka: ya Allah, kalian semua adalah orang yang paling aku cintai, dan Nabi mengatakan itu sampai tiga kali.” (HR.imam Bukhori) Didalam hadist tersebut Nabi memberi contoh bagaimana rasul sangat antusias (sangat menghormati) pada keberadaan perempuan dan anak-anak, yang mana pada zaman dahulu masyarakat tidak berempati pada perempuan. Begitu juga terhadap seorang anak pun kita harusnya memandang dengan penuh kasih sayang. Selain itu, nabi memberi contoh tersebut karena mereka adalah bagian dari kita. Kita harus menghormatinya dalam hal kemanusiaan.

Selanjutnya ada hadist dari Abi Huroiroh RA, “Ada seorang perempuan yang hitam kulitnya sering datang ke masjid (merawat masjid) lalu kemudian perempuan itu meninggal. Suatu ketika Nabi mencari perempuan tersebut karena biasanya Nabi melihat perempuan tersebut (Ummu Mahjan) di masjid. Maka nabi bertanya kepada para sahabatnya. Kata para sahabat bahwa Ummu Mahjan telah meninggal. Nabi merasa kecewa karena tidak ada yang memberi tahu beliau soal meninggalnya Ummu Mahjan.

 Lalu kemudian Nabi minta diantarkan untuk mendatangi kuburannya dan kemudian Nabi sholat serta mendoakan Ummu Mahjan diatas makamnya.” Hadist ini sangat luar biasa bahwa Rasulullah memberikan teladan bagaimana beliau menghormati seorang perempuan dengan tidak memandang warna kulit, dan pekerjaannya. Ketika Ummu Mahjan meninggal Rasulullah menanyakan keberadaan beliau kepada para sahabatnya, oleh karena para sahabatnya tidak memberi tahu, setelah itu Nabi meminta diantarkan ke makam Ummu Mahjan untuk mendoakan. Dari perbuatan Nabi tersebut, kita bisa mencontoh bahwa untuk menghormati orang lain tidak boleh hanya memandang dari jenis kelamin, status sosial, pekerjaan, warna kulit atau yang lainnya. Satu hal yang pasti bahwa kita semua itu sama dihadapan Allah, jadi sudah sepantasnya untuk saling menghormati dan menghargai antar sesama. Bahkan kepada seorang perempuan yang memilih bekerja di sektor publik, kita tidak boleh menstigma bahwa apa yang dilakukan adalah hal negatif.

Ada banyak faktor yang pastinya melatarbelakangi seorang perempuan memilih bekerja di sektor publik layaknya seorang laki-laki.

Hadist selanjutnya dari Saad bin Abi Waqqas RA berkata, “Suatu saat umar bin Khattab meminta izin kepada Rasul untuk masuk ke dalam rumahnya yang pada saat itu sedang ada banyak para perempuan dari bani Quraisy yang sedang berdialog/bertanya kepada Nabi menanyakan banyak hal. Para perempuan ini bertanya dengan suara sangat keras dan tinggi daripada suara nabi. Lalu ketika Umar meminta izin untuk masuk, mereka (para perempuan) segera masuk ke dalam hijab (tirai/satir/penghalang). Nabi mengizinkan umar untuk masuk, dan ketika umar masuk Nabi tertawa. Umar bertanya, kenapa engkau tertawa ya Rasul? Maka Nabi menjawab, saya terheran dengan mereka (para perempuan) yang tadi ada disekitar saya.

Ketika mereka mendengar suaramu wahai umar mereka tergesa-gesa segera masuk kedalam hijab. Umar menimpali, sesungguhnya engkau yang lebih berhak untuk dihormati atau disegani ya Rasul. Lalu umar menemui para perempuan tersebut dan bertanya kepada mereka, kenapa kalian lebih menghormatiku daripada hormat kepada Nabi? Maka mereka menjawab, sesungguhnya anda itu lebih galak dan kasar dibandingkan Rasulullah. Itulah kenapa kami tergesa-gesa masuk ke dalam hijab.”(HR.Bukhori) Jadi ini merupakan kisah yang sangat menarik. Betapa mulianya akhlak Rasulullah dalam menghargai siapapun yang ingin berdialog dengan beliau. Tidak hanya bersama sahabat laki-laki, tetapi juga para perempuan seperti yang diterangkan pada hadist tersebut. Dan kita juga bisa melihat bahwa siapa saja yang berada di dekat Nabi ia akan merasa nyaman dan damai karena kelembutan sikapnya. (Inayatun Najikhah)

 

 

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pentas Seni Warnai Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Sako Pandu Ma’arif NU Jateng

    Pentas Seni Warnai Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Sako Pandu Ma’arif NU Jateng

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.680
    • 0Komentar

      Kegiatan Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian yang diselenggarakan oleh Sako Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah di Bumi Perkemahan (Buper) Candrabirawa, Ungaran, Kabupaten Semarang, berlangsung semarak. Salah satu agenda yang menyedot perhatian adalah pentas seni dari perwakilan kabupaten dan kota se-Jawa Tengah, yang digelar pada Selasa (16/12/2025) malam. Sebanyak 700 peserta dari berbagai daerah menampilkan ragam […]

  • LF-NU Pati Rembug Empat Hal Penting

    LF-NU Pati Rembug Empat Hal Penting

    • calendar_month Sen, 29 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 624
    • 0Komentar

    PATI-Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kabupaten Pati, Ahad (28/7) menyelenggarakan rapat Koordinasi dan orientasi internal pengurus. Bertempat di Pesantren Raudlatul Ulum Kajen, rapat tersebut dihadiri oleh ketua PCNU Kabupaten Pati, K. Yusuf Hasyim. Rapat koordninasi LF-NU di Ponpes Roudlotul Ulum Kajen Dalam sambutannya K. Hasyim berharap agar LFNU tetap solid dan tidak hanya berjam’iyyah saja. […]

  • LTNNU Pati Salurkan Paket Sembako untuk Warga Kurang Mampu

    LTNNU Pati Salurkan Paket Sembako untuk Warga Kurang Mampu

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.021
    • 0Komentar

      ​Pcnupati or.id – Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kabupaten Pati menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan sejumlah paket sembako kepada warga kurang mampu di wilayah Pati Kota, Selasa (27/1/2026). Aksi sosial ini digelar dalam rangka menyongsong Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama yang jatuh pada 31 Januari mendatang. ​Ketua LTNNU Pati, Angga Saputra, menjelaskan […]

  • Ini Komentar NU Soal Prokes dan PPKM

    Ini Komentar NU Soal Prokes dan PPKM

    • calendar_month Sab, 3 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 443
    • 0Komentar

    KH. Afifuddin Muhajir, Rois Syuriyah PBNU KOTA-Masa pandemi yang telah mencapai satu tahun lebih, membuat sebagian kalangan masyarakat mulai jenuh. Salah satu wujud kejenuhan mereka adalah dengan mengabaikan protokol kesehatan.  Beberapa warga mulai tidak mengenakan masker saat keluar rumah. Padahal pandemi corona masih mengintai masyarakat luas.  Peraturan yang ketat dan tepat sudah selayaknya digalakkan. Dengan […]

  • Ribuan Santri Serbu Desa Wonosekar Ikuti HBH NU

    Ribuan Santri Serbu Desa Wonosekar Ikuti HBH NU

    • calendar_month Sab, 19 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 484
    • 0Komentar

    Ribuan Santri Serbu Desa Wonosekar Ikuti HBH NU pcnupati.or.id – Kegiatan Halal bi Halal (HBH) MWCNU Kecamatan Gembong berlangsung khidmat pada Sabtu (19/4) siang. Berlokasi di halaman Masjid Hidayatul Muttaqin, santri dan warga NU antusias mengikuti agenda tersebut. Menurut data panitia, ada seribu orang lebih memadati masjid NU yang berada di Dukuh Mijen, Desa Wonosekar, […]

  • PCNU-PATI

    PMI Pati Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Sinomwidodo

    • calendar_month Jum, 2 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 501
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati kunjungi korban banjir bandang di Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Kamis (1/12/2022) siang. Ketua PMI Pati, Haryanto bersama para relawan mendistribusikan bantuan untuk korban terdampak banjir bandang serta korban meninggal dunia, atas musibah di desa tersebut. Didampingi Wakil Ketua I bidang kebencanaan Sugiyono serta Kepala Markas PMI Kabupaten […]

expand_less