Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Nabi Musa & Seorang Pemuda Fasiq

Nabi Musa & Seorang Pemuda Fasiq

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 8 Okt 2024
  • visibility 332
  • comment 0 komentar

Oleh : Muhammad Rofiq

Dikisahkan pada zaman Nabi Musa A.S , ada seorang pemuda pemuda dari golongan Yahudi. Dia sangat meresahkan masyarakat Yahudi pada waktu itu. Perilaku kejahatannya sudah mashyur di seluruh negeri. Siapapun akan ketakutan apabila disebutkan namanya dan siapapun yang berani mengganggunya, maka tidak akan selamat. Hal itu menyebabkan kekacauan di kalangan umat Nabi Musa A.S. Mereka tidak mampu menahan kejahatan pemuda itu lagi, Sehingga mereka pun berdoa kepada Allah SWT agar menyelesaikan permasalahan ini.

Lalu Allah SWT memberikan wahyu kepada Nabi Musa A.S “ Wahai Musa, sesungguhnya di tengah-tengah Kaum Bani Israil, ada seorang pemuda jahat, maka keluarkanlah dia dari negeri mereka, sehingga tidak ada satupun api yang menyala akibat kejahatanya”. Lalu Nabi Musa A.S mendatangi pemuda itu dan mengusirnya dari kota. Pemuda itu pun pergi dari kota menuju suatu desa. Namun di desa itu, pemuda itu berbuat kejahatan lagi. Lalu Allah SWT menyuruh Nabi Musa A.S untuk mengusirnya dari desa itu.

Nabi Musa A.S pun mengusirnya dari desa itu ke tanah gersang, dimana tidak ada manusia, hewan, tumbuhan dan tidak ada makhluk hidup sama sekalipun ditempat itu. Sehingga akhirnya pemuda itu pun jatuh sakit di tempat itu. Dia jatuh tersungkur di tanah, kepalanya tergeletak tidak berdaya di atas debu-debu gersang berhamburan. Tidak ada satupun makhluk hidup yang menemaninya. Hanya gurun gersang, hawa panas dan sengatan mentari yang membakar kulitnya. Lalu dengan sisa tenaganya serta terbata-bata, ia berkata:

“ Seandainya ibuku ada disini memangku kepalaku ini, pastilah ia akan mengasihiku dan ia akan menangisi kehinaan yang aku dapatkan ini”

“Seandainya ayahku ada disini pastilah ia akan menolongku, memangkul tubuh kurusku ini dan menyelesaikan masalahku ini”

“ Seandainya istriku  ada disini, pasti ia akan menangisiku sakarat mautku dan  seandainya anak-anakku ada disini, pasti mereka akan menangis di belakang jasad lemahku ini. Dan mereka pasti akan berkata: “ Ya Allah, ampunilah bapak kami ini, lelaki yang terasingkan lagi lemah, lelaki yang terusir dari negerinya menuju desa, dari desa menuju dusun terpencil, dari dusun terpencil menuju tanah gersang tak berpenghuni dan di tanah gersang ini, ia harus pergi menuju akhirat hanya membawa keputusasaan akan segala hal”.

Masih dalam keadaan sakarat maut, ia pun berdoa,: “ Ya Allah, Engkaulah yang telah memutuskan aku dari orangtuaku,istriku,anak-anakku, aku memohon jangan putuskan aku dari kasih sayangmu. Engkau boleh saja membakar hatiku dengan memisahkan aku dengan orang-orang yang aku cintai, namun jangan bakar diriku dengan api nerakamu karena maksiat-maksiat yang telah aku perbuat.”

Maka Allah SWT mengirimkan kepadanya dua orang bidadari surga yang menyerupai ibu dan istrinya, lalu mengutus anak-anak surga kepadanya untuk menyerupai anak-anaknya dan mengutus seorang malaikat kepadanya untuk menyerupai ayahnya. Kemudian  utusan-utusan Allah itu duduk di kedua sisinya dan menangisi sakaratul mautnya. Si pemuda itu pun berkata,” Sungguh ayah ibuku, istriku dan anak-anakku telah hadir disisiku.” Maka hatinya pun menjadi sejuk seperti berada di kebun hijau yang penuh bunga-bunga bermekaran.Si pemuda itu pun meninggalkan dunia yang fana ini menuju kasih sayang Allah SWT yang tiada taranya dalam keadaan suci lagi terampuni.

Tak lama kemudian Allah memberikan wahyu kepada Nabi Musa A.S,” Wahai Musa,  pergilah kau ke gurun ini, di suatu tempat ini. Sesungguhnya disana telah wafat salah seorang wali dari wali-waliku.” Nabi Musa A.S pun pergi ke tempat itu dan menemukan jasad seorang manusia yang tergeletak di tengah-tengah gurun yang luas lagi gersang. Maka ketika Nabi Musa A.S memperhatikan wajah jenazah itu, Nabi Musa A.S teringat pemuda yang ia usir atas perintah Allah dari negerinya menuju desa, dari desa menuju dusun terpencil, dari dusun terpencil menuju tanah gersang tak berpenghuni. Lalu Nabi Musa A.S berkata,” Ya Tuhanku, bukankah dia ini adalah pemuda yang Engkau perintahkan aku untuk mengusirnya dari negerinya menuju desa, dari desa menuju dusun terpencil, dari dusun terpencil menuju tanah gersang ini.”

Allah SWT menjawab, “ Ya kamu benar, Musa. Aku telah merahmatinya dan memberi balasan kepadanya atas rintihannya akan kondisi hidupnya yang terusir dari negerinya, terpisahkan dari kedua orang tuanya, terpisahkan dari istrinya, terpisahkan dari anak-anaknya. Lalu aku  mengutus dua orang bidadari surga yang menyerupai ibu dan istrinya, lalu mengutus anak-anak surga kepadanya untuk menyerupai anak-anaknya dan mengutus seorang malaikat kepadanya untuk menyerupai ayahnya untuk menemaninya di saat akhir kepergianya dari dunia menuju akhirat. Ketika seorang yang terasing & terusir mati, maka menangislah seluruh penduduk langit dan bumi karena berbelas kasih padanya. Tangisan mereka menggetarkan  tiang-tiang ‘Arsy, lalu bagaimana mungkin Aku tidak mengasihinya ? sementara Aku adalah Dzat Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ? “

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringati HSN dan Maulid Nabi, MWCNU Kayen Gelar Ngaji dan Sholawat

    Peringati HSN dan Maulid Nabi, MWCNU Kayen Gelar Ngaji dan Sholawat

    • calendar_month Sab, 22 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) menggelar Ngaji dan Sholat di Alun-alun Kayen, Jumat (21/10) malam. Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2022 ini juga dimeriahkan 1.000 penerbang dari hadroh se-Kecamatan Kayen. “Ngaji dan Sholawat yang dimeriahkan 1.000 terbang ini memiliki tujuan Habblum Minallah dan Hablum Minannas,” ungkap Rois Syuriah […]

  • Peringati Isra Miraj, MA Manahijul Huda Ngagel Gelar Lomba Cerkas Sinaba’

    Peringati Isra Miraj, MA Manahijul Huda Ngagel Gelar Lomba Cerkas Sinaba’

    • calendar_month Jum, 16 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.141
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Dalam rangka memperingati peristiwa agung Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, Madrasah Aliyah Manahijul Huda Ngagel, Dukuhseti, Pati, kembali menyelenggarakan lomba Cerdas Tangkas Siroh Nabawiyah (Sinaba’) pada tahun 2026. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan siswa dari kelas X hingga XII. Pelaksanaan lomba Cerkas Sinaba’ ini bertujuan untuk mengenang kembali perjalanan dan perjuangan Nabi […]

  • Lazisnu Pati Luncurkan Aplikasi Aamil

    Lazisnu Pati Luncurkan Aplikasi Aamil

    • calendar_month Ming, 3 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 245
    • 0Komentar

    PATI-Dalam rangka memberikan dukungan kepada gerakan Filantropi Santri, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (NUCARE LAZISNU) Pati bekerjasama dengan Pesantren Virtual  merilis aplikasi AAMIL. Aplikasi ini ditujukan untuk mempermudah manajemen Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS) dalam sekala kecil dan menengah. Halaman utama AAMIL Selain itu,  Aplikasi ini diharapkan dapat membantu lembaga-lembaga pengelola dan […]

  • Tanggapi Perpres Nomor 82 Tahun 2021, PCNU : Memang Sudah Kewajiban Pemerintah

    Tanggapi Perpres Nomor 82 Tahun 2021, PCNU : Memang Sudah Kewajiban Pemerintah

    • calendar_month Ming, 19 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 280
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim saat diwawancarai oleh rekan-rekan wartawan terkait Perpres Nomor 82 Tahun 2021 usai trasyakuran atas disahkannya Perpres tersebut PATI – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati, Kiai Yusuf Hasyim mengatakan bahwa terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) nomor 82 tahun 2021 menjadi angin segar bagi Pesantren. Hal itu ia ungkapkan saat menghadiri tasyakuran atas […]

  • Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM) NU Jateng Apresiasi   Darul Hadlanah

    Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM) NU Jateng Apresiasi Darul Hadlanah

    • calendar_month Sab, 21 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Bertepatan dengan tahun baru Hijriyah Panti Asuhan Darul Hadlanah yang berada di desa Waturoyo Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati, kedatangan tim monitoring dan evaluasi dari pimpinan Muslimat NU Jawa tengah, Sabtu, (17/10). Kunjungan ini bertujuan untuk mengetahui program kerja dan kegiatan yang ada di Panti Asuhan Darul Hadlanah, mulai dari aspek pendidikan, ketrampilan, sistem pembelajaran, administrasi […]

  • PCNU-PATI

    Ketakwaan: Puncak Puasa Sebenarnya

    • calendar_month Ming, 7 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Mengapa puasa Ramadan penting? Ya, saya kira ini pertanyaan yang sering muncul di setiap Ramadan. Sebenarnya, puasa Ramadan ini hanya menjadi bagian dari alat, metode, atau cara umat Islam menuju ketakwaan. Kita bisa simak Surat QS Al-Baqarah 183 yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang […]

expand_less