Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Melacak Nasionalisme KH Maimun Zubair

Melacak Nasionalisme KH Maimun Zubair

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 18 Agu 2019
  • visibility 568
  • comment 0 komentar

Oleh: Jamal Ma’mur Asmani*

Foto : Zahir Media

Hari ini, Sabtu, 17 Agustus 2019 – 16 Dzulhijjah 1440 adalah Hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke 74. Usia yang tidak muda lagi untuk ukuran manusia. Diharapkan di usia 74 ini, Indonesia semakin matang demokrasinya, nasionalismenya, Dan mampu menegakkan sila ke 5 Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Di usia yang ke 74 ini, bangsa ini harus melakukan refleksi, restrospeksi dan proyeksi ke depan tentang bagaimana memantapkan wawasan kebangsaan dan keagamaan sebagai pondasi membangun bangsa yang plural dan heterogen seperti Indonesia.

Masih banyak elemen bangsa yang menyuarakan dan memperjuangkan khilafah, formalisasi Syariat Islam dan qishash di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara yang dibingkai dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mereka intens melakukan sosialisasi, edukasi, internalisasi dan idiologisasi kepada kader-kader muda sehingga lahir kader-kader militan di masa depan yang terus menyuarakan khilafah dan sejenisnya di tengah kehidupan bangsa yang menjadikan Pancasila sebagai pandangan dan falsafah hidup bangsa.

Dalam konteks ini, maka mengkaji sosok ulama yang mendalam ilmu agamanya dan terbukti loyalitasnya terhadap Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi suatu kebutuhan untuk bangsa, khususnya kader-kader muda supaya tidak terjebak dan terseret idiologi radikal yang mengusung Khilafah sebagai model ideal bangsa.

KH Maimun Zubair

Salah satu ulama yang terbukti dedikasi Dan loyalitasnya untuk bangsa adalah KH Maimun Zubair, sosok ulama yang mencurahkan segala waktu, tenaga, pikiran dan jiwa-raganya untuk membimbing masyarakat dan bangsa.

Beberapa bukti kuatnya nasionalisme KH Maimun Zubair adalah sebagai berikut:

Pertama, beliau mendidik ribuan santri dalam jangka waktu yang panjang sebagai kader-kader dan tokoh agama dan bangsa di berbagai pelosok Nusantara. Santri-santri Pondok Pesantren Al Anwar tampil sebagai tokoh masyarakat dan bangsa yang memberikan kontribusinya di tengah masyarakat di berbagai bidang, khususnya bidang pendidikan dan pembinaan moral. Peran di balik layar ini menjadi pondasi kiprah kemasyarakatan dan kebangsaan yang abadi sampai hari kiamat. Hubungan kiai-santri tidak hanya di dunia, tapi abadi sampai akhirat.

Kedua, beliau terjun langsung dalam pembangunan bangsa sebagai aktivis partai politik. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi partai pilihan KH Maimun Zubair dalam menyalurkan aspirasi politiknya. PPP sejak dulu menjadi pelabuhan politik para kiai, khususnya sebelum Berdirinya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). KH Maimun Zubair konsisten berada di partai ini sampai akhir hayatnya.

Ketiga, dalam perkembangan Pesantrennya, KH Maimun Zubair mendirikan pesantren yang di dalamnya ada lembaga pendidikan formal, mulai tsanawiyah, aliyah dan bahkan sampai Perguruan Tinggi. Ini menunjukkan wawasan nasionalisme yang kokoh dan mantap dalam rangka kaderisasi pemimpin bangsa di jalur struktural dan formal.

Keempat, beliau mendorong putra-putrinya aktif dalam politik sebagai instrumen mengabdi kepada bangsa dalam rangka membumikan program-program kebangsaan dan kemasyarakatan yang manfaatnya langsung bisa dirasakan grassroots. Tampilnya KH Taj Yasin Maimun sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah tidak lepas dari visi besar KH Maimun Zubair dalam membangun bangsa ini seutuhnya, lahir-batin, jiwa Dan raga.

Kelima, beliau tampil sebagai ulama yang mendamaikan konflik politik tingkat nasional. Semua orang diterima secara legowo tanpa ada yang direndahkan. Dalam konteks Pilpres 2019 kemarin, Jokowi dan Prabowo diterima dengan baik. Beliau merekatkan hubungan dan menyejukkan semua pihak sehingga potensi konflik vertikal dan horizontal bisa dieliminir sedini mungkin.

Basis Epistemologies

Sebagai seorang ulama-nasionalis, KH Maimun Zubair mempunyai basis epistemologis yang kuat yang melandasi kiprah kemasyarakatan dan kebangsaannya. Di antara basis epistemologis tersebut adalah:

Pertama, Islam adalah agama yang membawa rahmah bagi seluruh alam. Dalam konteks berbangsa, cita-cita luhurnya adalah terciptanya baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur (negara sejahtera yang mendapat ampunan Allah).

Dalam konteks ini, maka persatuan nasional adalah keniscayaan yang tidak terbantah. Persatuan nasional menjadi pondasi bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan terus menerus. Benih konflik diminimalisir karena membahayakan persatuan nasional.

Kedua, KH Maimun Zubair adalah tokoh yang memberikan ijazah lagu kebangsaan yang saat ini sangat populer yang dikenal dengan nama lagu Syyubanul Wathan (Pemuda Tanah Air). Lagu tersebut adalah: ya Lal Wathan ya Lal Wathan ya Lal Wathan, hubbul Wathan Minal Iman, Wala takun Minal Hirman, inhadldlu ahlal Wathan, Indonesia Biiladi, Anta Unfanul Fakhama, Kullu Man Ya’tika Yauman, Thamihan Yalqa Himaman. Artinya, wahai Tanah airku, wahai Tanah airku, wahai Tanah airku, mencintai Tanah air termasuk bukti keimanan, jangan jadi penghalang, bangkitlah wahai penduduk Tanah air, Indonesia negeriku, Engkau Simbol Kebanggaan, setiap orang yang ingin menjajahmu, pasti binasa.

Lagu ini menunjukkan nasionalisme KH Maimun Zubair sangat kuat sejak kecil. Beliau merasakan perjuangan bangsa dalam mengusir penjajah dan beratnya mempertahankan kemerdekaan di tengah usaha kaum kolonial yang ingin terus mencengkramkan kolonialismenya di Indonesia.

Ketiga, KH Maimun Zubair mempunyai wawasan keagamaan yang luas dan pandangan kebangsaan yang kosmopolit. Dengan otoritas ilmu agamanya, KH Maimun Zubair gigih memperjuangkan empat pilar bangsa yang disingkat PBNU (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Undang-Undang Dasar 1945). Empat Pilar tersebut adalah kunci kemajuan bangsa. Jika salah satu ada yang diganggu, maka ancaman disintegrasi bangsa sudah di depan mata dan harus dilawan tanpa ampun.

Keempat, KH Maimun Zubair getol menyuarakan keunikan Islam Nusantara sebagai bagian dari kekayaan intelektual dan Kebudayaan Indonesia yang harus dirawat. Salah satu yang disampaikan KH Maimun Zubair adalah tradisi tulisan miring sebagai ekspresi santri Dan umat Islam dalam memberikan makna kitab yang dikaji. Tradisi memberi makna miring adalah khas Nusantara yang tidak dijumpai di negeri lain.

Kebanggaan KH Maimun Zubair terhadap tradisi makna miring ini disampaikan di berbagai forum international sehingga menarik orang luar untuk meneliti dan mengkajinya. Kiai Maimun dalam konteks ini menjadi duta bangsa yang intens mempromosikan keunggulan bangsa di kancah international.

Kelima, KH Maimun Zubair menyampaikan pentingnya nasionalisme dan religiusme bersatu di Bumi Indonesia. Dua pilar ini menjadi paku bumi Indonesia. Jika dua pilar ini bersatu dan kompak, maka perjalanan bangsa ini stabil dan dinamis. Namun, jika keduanya goyah, maka instabilitas negara akan terjadi dan pembangunan akan terganggu.

Kaderisasi Sosok Kiai Maimun

Basis epistemologis dan kiprah nyata keagamaan dan kebangsaan KH Maimun Zubair di atas menjadi teladan bangsa ini untuk terus meneguhkan relasi agama dan negara dalam bingkai persatuan nasional dan relasi resiprokal. Simbiosis-mutualisme agama dan negara menjadi syarat kemajuan bangsa.

Ke depan, harus muncul dan dimunculkan sosok ulama nasionalis seperti KH Maimun Zubair yang mampu mengkampanyekan pentingnya nasionalisme religius dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Saatnya kader-kader muda bangsa meneladani spirit keilmuan KH Maimun Zubair dan kiprah nyata Kebangsaannya supaya solidaritas, soliditas, dan kohesivitas bangsa ini terjaga dengan baik Demi terciptanya baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Dirgahayu RI ke 74, Semoga Jaya Selalu, amiin.

*Wakil Ketua PCNU Pati, Direktur Lembaga Studi Kitab Kuning (LESKA) Pati, Dosen IPMAFA

Mekah, Sabtu, 17 Agustus 2019, Pukul 08.00 pagi Hari di Hotel Kiswah 1 Jarwal

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ulama Standar Ganda. Photo by Fabien Bazanegue on Unsplash.

    Ulama Standar Ganda

    • calendar_month Kam, 2 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 494
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Dari sekian juta orang islam di Indonesia, coba kita ambil sampel, 1.000 orang secara random. Lalu, kita kelompokkan siapa yang melakukan shalat tahajjud rutin. Golongan ke dua, shalat dhuha rutin dan golongan terakhir, yang tak pernah absen shalat lima waktu. Tentu jawabannya sudah bisa di prediksi. Kesalehan ritual bukan lagi sebuah […]

  • Jelang Ruqyah Massal di Gembong, MWC Tepis Asumsi Negatif Warga

    Jelang Ruqyah Massal di Gembong, MWC Tepis Asumsi Negatif Warga

    • calendar_month Sen, 4 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 707
    • 0Komentar

    GEMBONG-Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) dan Tim Jolosutro Pati akan menggelar rukyah massal dalam waktu dekat. hal ini disampaikan oleh salah satu praktisi rukyah JRA, Fahruddin. “Sudah Kami agendakan untuk menggelar ruqyah massal di Gembong minggu ini” tuturnya singkat. Flyer Ruqyah Aswaja di SMK NU Gembong, Minggu (10/11) esok Dikonfirmasi dari panitia Ruqyah Massal Gembong, M. […]

  • LPBI NU Pusat Dan PC Ansor Pati Salurkan Air Bersih

    LPBI NU Pusat Dan PC Ansor Pati Salurkan Air Bersih

    • calendar_month Jum, 6 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Menyikapi kemarau panjang dan melihat kondisi beberapa daerah di wilayah Kabupaten Pati yang mengalami kekeringan, Pengurus Cabang  GP Ansor Pati mendatangi sejumlah titik terparah bencana kekeringan di kabupaten Pati, Senin (2/11). Mereka mendatangkan pasokan air bersih untuk menutupi kekeringan yang melanda sumur-sumur warga. Gerakan sosial yang terselenggara atas kerja sama Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim […]

  • Hasilkan Rp 85 Juta Sebulan, Lazisnu Winong Galakkan Zakat Produktif

    Hasilkan Rp 85 Juta Sebulan, Lazisnu Winong Galakkan Zakat Produktif

    • calendar_month Jum, 24 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 564
    • 0Komentar

    Paket Pertaminu untuk warga kurang mampu dari dana ummat yang dikelola oleh Lazisnu Winong. Penyalurannya bantuan semacam ini tidak dilakukan oleh Lazisnu sendiri, tetapi diserahkan kepada Banom dan lembaga lain sesuai dengan program mereka masing-masing WINONG – Lazisnu Kecamatan sudah tak asing bagi para pengurus NU di Kabupaten Pati. Prestasinya dalam mengelola keuangan dengan prinsip dari […]

  • PCNU-PATI Photo by sam sul

    Peran Pesantren Sebagai Pengembangan Civil Society

    • calendar_month Sab, 3 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 522
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Berbicara tentang pemberdayaan masyarakat dalam konteks Indonesia, tentunya sangat kompleks sekali ranah dan dimensinya.  Mulai dari banyaknya angka kemiskinan, keterbelakangan masyarakat, dan kurang terciptanya lapangan pekerjaan yang merata, sehingga dari situ dibutuhkan para agen perubahan sosial untuk memberikan sumbangsih pemikiran dan solusi terhadap masyarakat. Agar problem solving di masyarakat bisa teratasi […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Dekonstruksi Gandulan Sarunge Kiai (Bagian II)

    • calendar_month Sab, 28 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.740
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Sebenarnya, tulisan ini selesai pada bagian pertama, yaitu berjudul Dekonstruksi Gandulan Sarunge Kiai (Bagian I). Namun, karena saya kesel, ya saya lanjutkan di bagian kedua ini. Agar ada jeda. Ambegan disit. Idiom gandulan sarunge kiai dalam wacana populer sering dipahami sebagai simbol kebergantungan atau bahkan kultus individu. Dekonstruksi atas idiom tersebut tentu […]

expand_less