Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Melacak Nasionalisme KH Maimun Zubair

Melacak Nasionalisme KH Maimun Zubair

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 18 Agu 2019
  • visibility 521
  • comment 0 komentar

Oleh: Jamal Ma’mur Asmani*

Foto : Zahir Media

Hari ini, Sabtu, 17 Agustus 2019 – 16 Dzulhijjah 1440 adalah Hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke 74. Usia yang tidak muda lagi untuk ukuran manusia. Diharapkan di usia 74 ini, Indonesia semakin matang demokrasinya, nasionalismenya, Dan mampu menegakkan sila ke 5 Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Di usia yang ke 74 ini, bangsa ini harus melakukan refleksi, restrospeksi dan proyeksi ke depan tentang bagaimana memantapkan wawasan kebangsaan dan keagamaan sebagai pondasi membangun bangsa yang plural dan heterogen seperti Indonesia.

Masih banyak elemen bangsa yang menyuarakan dan memperjuangkan khilafah, formalisasi Syariat Islam dan qishash di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara yang dibingkai dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mereka intens melakukan sosialisasi, edukasi, internalisasi dan idiologisasi kepada kader-kader muda sehingga lahir kader-kader militan di masa depan yang terus menyuarakan khilafah dan sejenisnya di tengah kehidupan bangsa yang menjadikan Pancasila sebagai pandangan dan falsafah hidup bangsa.

Dalam konteks ini, maka mengkaji sosok ulama yang mendalam ilmu agamanya dan terbukti loyalitasnya terhadap Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi suatu kebutuhan untuk bangsa, khususnya kader-kader muda supaya tidak terjebak dan terseret idiologi radikal yang mengusung Khilafah sebagai model ideal bangsa.

KH Maimun Zubair

Salah satu ulama yang terbukti dedikasi Dan loyalitasnya untuk bangsa adalah KH Maimun Zubair, sosok ulama yang mencurahkan segala waktu, tenaga, pikiran dan jiwa-raganya untuk membimbing masyarakat dan bangsa.

Beberapa bukti kuatnya nasionalisme KH Maimun Zubair adalah sebagai berikut:

Pertama, beliau mendidik ribuan santri dalam jangka waktu yang panjang sebagai kader-kader dan tokoh agama dan bangsa di berbagai pelosok Nusantara. Santri-santri Pondok Pesantren Al Anwar tampil sebagai tokoh masyarakat dan bangsa yang memberikan kontribusinya di tengah masyarakat di berbagai bidang, khususnya bidang pendidikan dan pembinaan moral. Peran di balik layar ini menjadi pondasi kiprah kemasyarakatan dan kebangsaan yang abadi sampai hari kiamat. Hubungan kiai-santri tidak hanya di dunia, tapi abadi sampai akhirat.

Kedua, beliau terjun langsung dalam pembangunan bangsa sebagai aktivis partai politik. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi partai pilihan KH Maimun Zubair dalam menyalurkan aspirasi politiknya. PPP sejak dulu menjadi pelabuhan politik para kiai, khususnya sebelum Berdirinya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). KH Maimun Zubair konsisten berada di partai ini sampai akhir hayatnya.

Ketiga, dalam perkembangan Pesantrennya, KH Maimun Zubair mendirikan pesantren yang di dalamnya ada lembaga pendidikan formal, mulai tsanawiyah, aliyah dan bahkan sampai Perguruan Tinggi. Ini menunjukkan wawasan nasionalisme yang kokoh dan mantap dalam rangka kaderisasi pemimpin bangsa di jalur struktural dan formal.

Keempat, beliau mendorong putra-putrinya aktif dalam politik sebagai instrumen mengabdi kepada bangsa dalam rangka membumikan program-program kebangsaan dan kemasyarakatan yang manfaatnya langsung bisa dirasakan grassroots. Tampilnya KH Taj Yasin Maimun sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah tidak lepas dari visi besar KH Maimun Zubair dalam membangun bangsa ini seutuhnya, lahir-batin, jiwa Dan raga.

Kelima, beliau tampil sebagai ulama yang mendamaikan konflik politik tingkat nasional. Semua orang diterima secara legowo tanpa ada yang direndahkan. Dalam konteks Pilpres 2019 kemarin, Jokowi dan Prabowo diterima dengan baik. Beliau merekatkan hubungan dan menyejukkan semua pihak sehingga potensi konflik vertikal dan horizontal bisa dieliminir sedini mungkin.

Basis Epistemologies

Sebagai seorang ulama-nasionalis, KH Maimun Zubair mempunyai basis epistemologis yang kuat yang melandasi kiprah kemasyarakatan dan kebangsaannya. Di antara basis epistemologis tersebut adalah:

Pertama, Islam adalah agama yang membawa rahmah bagi seluruh alam. Dalam konteks berbangsa, cita-cita luhurnya adalah terciptanya baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur (negara sejahtera yang mendapat ampunan Allah).

Dalam konteks ini, maka persatuan nasional adalah keniscayaan yang tidak terbantah. Persatuan nasional menjadi pondasi bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan terus menerus. Benih konflik diminimalisir karena membahayakan persatuan nasional.

Kedua, KH Maimun Zubair adalah tokoh yang memberikan ijazah lagu kebangsaan yang saat ini sangat populer yang dikenal dengan nama lagu Syyubanul Wathan (Pemuda Tanah Air). Lagu tersebut adalah: ya Lal Wathan ya Lal Wathan ya Lal Wathan, hubbul Wathan Minal Iman, Wala takun Minal Hirman, inhadldlu ahlal Wathan, Indonesia Biiladi, Anta Unfanul Fakhama, Kullu Man Ya’tika Yauman, Thamihan Yalqa Himaman. Artinya, wahai Tanah airku, wahai Tanah airku, wahai Tanah airku, mencintai Tanah air termasuk bukti keimanan, jangan jadi penghalang, bangkitlah wahai penduduk Tanah air, Indonesia negeriku, Engkau Simbol Kebanggaan, setiap orang yang ingin menjajahmu, pasti binasa.

Lagu ini menunjukkan nasionalisme KH Maimun Zubair sangat kuat sejak kecil. Beliau merasakan perjuangan bangsa dalam mengusir penjajah dan beratnya mempertahankan kemerdekaan di tengah usaha kaum kolonial yang ingin terus mencengkramkan kolonialismenya di Indonesia.

Ketiga, KH Maimun Zubair mempunyai wawasan keagamaan yang luas dan pandangan kebangsaan yang kosmopolit. Dengan otoritas ilmu agamanya, KH Maimun Zubair gigih memperjuangkan empat pilar bangsa yang disingkat PBNU (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Undang-Undang Dasar 1945). Empat Pilar tersebut adalah kunci kemajuan bangsa. Jika salah satu ada yang diganggu, maka ancaman disintegrasi bangsa sudah di depan mata dan harus dilawan tanpa ampun.

Keempat, KH Maimun Zubair getol menyuarakan keunikan Islam Nusantara sebagai bagian dari kekayaan intelektual dan Kebudayaan Indonesia yang harus dirawat. Salah satu yang disampaikan KH Maimun Zubair adalah tradisi tulisan miring sebagai ekspresi santri Dan umat Islam dalam memberikan makna kitab yang dikaji. Tradisi memberi makna miring adalah khas Nusantara yang tidak dijumpai di negeri lain.

Kebanggaan KH Maimun Zubair terhadap tradisi makna miring ini disampaikan di berbagai forum international sehingga menarik orang luar untuk meneliti dan mengkajinya. Kiai Maimun dalam konteks ini menjadi duta bangsa yang intens mempromosikan keunggulan bangsa di kancah international.

Kelima, KH Maimun Zubair menyampaikan pentingnya nasionalisme dan religiusme bersatu di Bumi Indonesia. Dua pilar ini menjadi paku bumi Indonesia. Jika dua pilar ini bersatu dan kompak, maka perjalanan bangsa ini stabil dan dinamis. Namun, jika keduanya goyah, maka instabilitas negara akan terjadi dan pembangunan akan terganggu.

Kaderisasi Sosok Kiai Maimun

Basis epistemologis dan kiprah nyata keagamaan dan kebangsaan KH Maimun Zubair di atas menjadi teladan bangsa ini untuk terus meneguhkan relasi agama dan negara dalam bingkai persatuan nasional dan relasi resiprokal. Simbiosis-mutualisme agama dan negara menjadi syarat kemajuan bangsa.

Ke depan, harus muncul dan dimunculkan sosok ulama nasionalis seperti KH Maimun Zubair yang mampu mengkampanyekan pentingnya nasionalisme religius dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Saatnya kader-kader muda bangsa meneladani spirit keilmuan KH Maimun Zubair dan kiprah nyata Kebangsaannya supaya solidaritas, soliditas, dan kohesivitas bangsa ini terjaga dengan baik Demi terciptanya baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Dirgahayu RI ke 74, Semoga Jaya Selalu, amiin.

*Wakil Ketua PCNU Pati, Direktur Lembaga Studi Kitab Kuning (LESKA) Pati, Dosen IPMAFA

Mekah, Sabtu, 17 Agustus 2019, Pukul 08.00 pagi Hari di Hotel Kiswah 1 Jarwal

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Keluarga NU Dzikir Bersama

    Ribuan Keluarga NU Dzikir Bersama

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 482
    • 0Komentar

    Hariati (kanan) bersama keluarga kecilnya sedang mengamalkan ijazah dari PCNU Pati untuk menangkal covid 19 PATI-Ribuan Keluarga NU di Pati serentak membaca sholawat nariyah malam ini, Sabtu (4/4). Hal ini sejalan dengan intruksi PCNU Pati terkait usaha lahiriyah melawan covid 19 yang kini sedang merebak. Tujuannya bukan hanya membebaskan corona dari Kabupaten Pati, namun juga […]

  • Training of Trainer Pusat Informasi dan Konseling Remaja CAH PATI PC IPNU IPPNU Kabupaten PATI

    Training of Trainer Pusat Informasi dan Konseling Remaja CAH PATI PC IPNU IPPNU Kabupaten PATI

    • calendar_month Sab, 10 Okt 2015
    • account_circle admin
    • visibility 430
    • 0Komentar

    Kegiatan yang berjudul Training of Trainer bagi anggota Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja) Cah Pati diselenggarakan oleh PIK Remaja Cah Pati PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati pada tanggal 19-20 September 2015 di Gedung NU Pati. Kegiatan ini didukung oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Pati dan bekerjasama dengan Aliansi Remaja Independen […]

  • SMA Negeri 1 TAYU Berpartisipasi dalam Penanaman 4.000 Bibit Tanaman Mangrove di Desa Tluwuk

    SMA Negeri 1 TAYU Berpartisipasi dalam Penanaman 4.000 Bibit Tanaman Mangrove di Desa Tluwuk

    • calendar_month Kam, 31 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 551
    • 0Komentar

    PATI-Puluhan siswa dari SMA Negeri 1 Tayu berpartisipasi dalam penanaman 4.000 bibit mangrove di Desa Tluwuk, Pati, pada 29 Oktober 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Masyarakat yang dimotori oleh LPMM UNNES dan Saka Energi Muriah Ltd (SEML). SMA Negeri 1 Tayu aktif dalam program adiwiyata yang bertujuan menciptakan sekolah peduli lingkungan. Program […]

  • PCNU-PATI Photo by Museum of New Zealand Te Papa Tongarewa

    Puisi-Puisi Ardhi Ridwansyah

    • calendar_month Ming, 21 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 544
    • 0Komentar

    ELEGI BUKA PUASA Ramah azan menyapa senja Lepas dahaga biar tak usang Ucap syukur termaktub dalam tetes air Yang melintasi kerongkongan; Rekah jiwa di bulan berkah. Ingin lekas hati pulang Namun jalan tak lekas luang Mobil motor berbagi ruang Saling tegur mesin menderu jalang. Ingat opor ayam kepala meriang Dan kurma goda selera menuai bara […]

  • Peserta Ma’arif Cilacap Registrasi Pertama Kali di Porsema

    Peserta Ma’arif Cilacap Registrasi Pertama Kali di Porsema

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 395
    • 0Komentar

    Semarang – Pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kabupaten Cilacap datang pertama kali yaitu pukul 04.00 WIB atau sata subuh dan registrasi pertama kali dalam kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XII di Kabupaten Semarang, Kamis (9/2/2023). Ketua Panitia Porsema Cilacap Sholikin, mengatakan bahwa LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Cilacap membawa 155 peserta lomba. […]

  • Respon Pidato Muktamar, Ketua Ma'arif Jateng Desak Presiden Tepati Janji

    Respon Pidato Muktamar, Ketua Ma’arif Jateng Desak Presiden Tepati Janji

    • calendar_month Kam, 27 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18.963
    • 0Komentar

    JOMBANG — Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani, menyambut baik sekaligus siap menagih komitmen pemerintah atas pidato yang disampaikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur pada Kamis (27/8/2026). ‎ ‎Dalam pidatonya, Presiden Prabowo secara terbuka menyampaikan komitmennya untuk mendistribusikan bantuan perangkat […]

expand_less