Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Mengelola Energi Kreatif Pegiat Lesbumi Dalam Berkesenian dan Berkebudayaan

Mengelola Energi Kreatif Pegiat Lesbumi Dalam Berkesenian dan Berkebudayaan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 2 Nov 2024
  • visibility 390
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Syafii Pahlevi

Menghidupkan spirit berkesenian dan berkebudayaan meniscayakan adanya beberapa unsur pendukung, selain kemampuan praksis personal juga ditopang oleh penerimaan masyarakat pendukungnya. Sehingga hal ini memerlukan beragam gagasan yang saling bersinergi, yang kemudian dikolaborasikan menjadi satu gerakan atau perhelatan yang menyatu.

Selain itu, kebutuhan adanya resource atau sumber daya penunjang bagi kegiatan berkesenian dan berkebudayaan itu mengharuskan para pegiat seni-budaya, khususnya para pegiat Lesbumi, untuk membuka diri dan membangun koneksitas dengan para steakholder.  Pelibatan pihak steakholder ini bukan semata-mata untuk membantu memberikan pendanaan, tapi lebih dari itu adalah sebagai pihak yang menjadi bagian dari tim penggerak motivasi dan edukasi bagi pengembangan program seni-budaya.

Untuk menjadi pegiat seni-budaya yang dipandang kredibel dan dipercaya untuk bekerjasama dengan steakholder, tentu mensyaratkan adanya private value (nilai diri) yang menunjang kekuatan kapasitas personal. Setiap pegiat Lesbumi harus membangun branding personal yang baik untuk bisa merangkai jejaring dengan berbagai pihak, utamanya mereka yang concern terhadap aktivitas berkesenian dan berkebudayaan.

Keberanian untuk merancang setiap gagasan harus pula disertai keyakinan dan keberanian untuk mengeksekusi gagasan tersebut. Sebagai contoh, kita memiliki gagasan menyelenggarakan suatu event seni-budaya maka kita harus berani membangun komunikasi dan bekerjasama dengan pihak-pihak yang memiliki kekuatan pengaruh dan kekuatan sumber daya. Pihak-pihak tersebut bisa dari kalangan pelaku usaha, pemerintah, ormas, institusi pendidikan, dan lain-lain.

Selanjutnya kita juga harus bisa membuktikan diri sebagai pihak yang layak dipercaya untuk diajak bekerjasama. Karena itu setiap kita telah menyelenggarakan kerjasama perhelatan seni-budaya kita harus sesegera mungkin membuat catatan evaluasi, baik itu dari segi ketidaksempurnaan penyelenggaraan maupun sisi positifnya. Harus pula membuat laporan pertanggungjawaban jika  pihak yang kita ajak kerjasama adalah pemerintah. Termasuk penting juga membuat surat ucapan terima kasih kepada para pihak yang turut menunjang kegiatan kita.

Sederhananya, kesemua itu meniscayakan adanya manajemen yang baik dalam pengelolaan organisasi seni-budaya semacam Lesbumi. Pendek kata, para pegiat Lesbumi perlu membuat tahapan-tahapan proses capacity building untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa Lesbumi adalah organisasi yang kredibel dan sangat kompeten di bidangnya. Tahapan proses itu antara lain :

  1. Membangun branding personal yang baik sehingga dipandang pihak lain sebagai orang yang memiliki nilai kepemimpinan karismatik.
  2. Merangkai jejaring untuk membangun koneksitas dan sinergitas dengan para steakholder maupun masyarakat pendukung gerakan kebudayaan.
  3. Meramu gagasan yang memiliki nilai jual dan sekaligus memiliki spirit sosial.
  4. Merancang model aktualisasi gagasan tersebut, termasuk menyiapkan upaya-upaya alternatifnya.
  5. Membangun networking atau pengorganisasian yang memiliki soliditas yang tinggi.
  6. Jangan berhenti untuk selalu mencoba dan membaca peluang.

Demikian sekilas pemikiran yang bisa kita diskusikan bersama dalam upaya mengembangkan dan memajukan program berkesenian dan berkebudayaan.

*Disampaikan pada kegiatan “Lokakarya Manajemen Organisasi Seni-Budaya” (Kemendikbudristek Bersama Lesbumi PWNU Jawa Tengah)

** Wakil Ketua Lesbumi PWNU Jawa Tengah

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‎Rektor INISNU Launching Tax Center INISNU

    ‎Rektor INISNU Launching Tax Center INISNU

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.110
    • 0Komentar

    ‎ ‎Temanggung – Usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Kanwil DJP Jawa Tengah II, Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda secara resmi meluncurkan Tax Center INISNU pada Jumat (27/2/2026) di ruang rektorat lantai I kampus setempat. ‎ ‎Peresmian ditandai dengan pemotongan pita sebagai simbol dimulainya operasional pusat edukasi perpajakan tersebut. Launching ini menjadi […]

  • a large auditorium filled with lots of wooden seats

    Jabatan, Ambisi, dan Bahaya Demam Panggung

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Oleh: Zaenal Arifin* Jabatan sering kali dianggap sebagai puncak pencapaian seseorang dalam karir. Ketika seseorang berhasil meraih jabatan tertentu, muncul rasa bangga, baik dari dirinya sendiri maupun dari orang-orang di sekitarnya. Jabatan menawarkan kekuasaan, tanggung jawab, dan peluang untuk membuat perubahan. Namun, di balik itu semua, ada tekanan besar yang harus dihadapi. Jabatan bukan hanya […]

  • Foto: Suasana takbir keliling di Desa Pancasila Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati.

    Potret Takbir Keliling di Desa Pancasila Pati, Non IsIam Ikut Menikmati

    • calendar_month Ming, 30 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 394
    • 0Komentar

      Pati – Takbir Keliling di Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, Jawa Tengah berjalan meriah, Minggu (30/3/2025). Kaum non IsIam atau nonis ikut menikmati takbir keliling di desa yang berjuluk Desa Pancasila itu. Desa Jrahi dijuluki Desa Pancasila lantaran keanekaragaman agama yang dianut warganya. Desa Jrahi memiliki warga yang menganut tiga agama. Yakni IsIam, […]

  • PCNU PATI - PR Fatayat NU Bermi Terbentuk, PAC Tinggal Satu yang Belum

    PR Fatayat NU Bermi Terbentuk, PAC: Tinggal Satu yang Belum

    • calendar_month Sab, 13 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 233
    • 0Komentar

    GEMBONG – Ranting Fatayat NU Desa Bermi, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati telah sah memiliki ketua baru setelah sekian lama mengalami kekosongan kepemimpinan. Hal ini berkat mediasi antara PAC Fatayat NU Gembong dengan ketua Ranting NU Bermi dan beberapa pemudi setempat. Hal ini berlangsung selama beberapa bulan sebelum akhirnya dilakukan pemilihan pada Jumat (12/8). Menurut Ariful […]

  • Pagar Nusa Gabus Kunjungi Tokoh NU, K. Khusairi : Kami Punya Tujuan Khusus

    Pagar Nusa Gabus Kunjungi Tokoh NU, K. Khusairi : Kami Punya Tujuan Khusus

    • calendar_month Sel, 3 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 245
    • 0Komentar

    GABUS-Pengurus Anak Cabang Pencak Silat Pagar Nusa Kecamatan Gabus melakukan kunjungan ke beberapa tokoh di Kabupaten Pati. Orang-orang yang dikunjungi merupakan para pejuang babad alas Pagar Nusa (PN) di Pati serta tokoh-tokoh yang memiliki andil bagi eksistensi PN. K. Khusairi ketua PAC Pagar Nusa Gabus menegaskan acara sowan tersebut terselenggara berkat ide dari kawan-kawan PN […]

  • Kontingen Kabupaten Pati Diberangkatkan Pj Bupati untuk Mengikuti Porsema Tingkat Jawa Tengah 

    Kontingen Kabupaten Pati Diberangkatkan Pj Bupati untuk Mengikuti Porsema Tingkat Jawa Tengah 

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Penjabat Bupati Pati Henggar Budi Anggoro, melepas keberangkatan Kontingen Kabupaten Pati yang akan mengikuti Kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) ke-12 tingkat Jawa Tengah Tahun 2023. Kontingen diberangkatkan dari Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (9/2/2023). Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati KH Yusuf Hasyim, Ketua dan Pengurus […]

expand_less