Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Membentuk Pendidikan Karakter Ala Kiai Sahal Mahfudh

Membentuk Pendidikan Karakter Ala Kiai Sahal Mahfudh

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 18 Mar 2023
  • visibility 128
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Pendidikan selama ini yang kita pahami merupakan sebuah cara untuk mengarahkan pada kognitif dan psikomotorik anak dengan tujuan untuk membentuk karakter peserta didik. Karena sesuai dengan undang-undang pendidikan nasional dijelaskan, bahwa pendidikan dilakukan secara demokratis, berkeadilan, dan tidak deskriminasi dengan menjunjung tinggi nilai keagaman, nilai budaya, dan keseragaman bangsa.

Selain itu juga, pendidikan bisa diartikan sebagai suatu proses yang dinamis dan kompleks yang sangat dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal. Sehingga dari situ,pendidikan tidak hanya sekadar mekanisme membentuk pengetahuan manusia, melainkan sebagai proses yang terus berkelanjutan.

Oleh karena itu, untuk bisa menuju ke ranah tersebut menurut KH. Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh yang selanjut disebut Kiai Sahal. Maka diperlukan pendampingan,pengarahan, dan pembinaan secara kontinyu dengan maksud dan tujuan untuk mencatak karakter dan manusia yang beradab dan berbudaya.

Lebih lanjut Kiai Sahal dengan merujuk pada konsep yang dikemukakannya di atas menyatakan, bahwa pendidikan bukan sekedar pengajaran ilmu pengetahuan, lebih dari itu Kiai Sahal berpendirian bahwa pendidikaan adalah proses internalisasi ilmu itu sendiri.

Menurutnya pendidikan dan pengajaran dalam hal tertentu memang merupakan dua hal yang sama tetapi sebenarnya keduanya merupakan term yang berbeda. Kiai Sahal mengemukakan bahwa jika pengajaran secara sistemik lebih menekankan pada aspek “kognitif” dengan asumsi bahwa pemahaman keilmuan yang baik akan menuntun peserta didiknya ke arah kehidupan yang lebih baik, maka pendidikan menurut Kiai Sahal adalah proses internalisasi yang menekankan pada aspek afektif dan lebih dari itu pendidikan diharapkan mampu mengembangkan dirinya menjadi perangkat psiko-motorik sehingga peserta didiknya mampu menempatkan pendidikannya sebagai pemandu aktifitas, sesedikit apapun ilmu atau pengetahuan yang diserapnya.

Dengan kata lain pendidikan yang menjadi rumusan Kiai Sahal adalah mengajarkan yang dengan segala aspeknya sekaligus mengupayakan ajaran itu supaya menjadi sikap dan perilaku. Jadi pendidikan yang mengelola esensi manusia secara utuh meliputi fisiknya, rasionya, jiwanya, kehidupan materialnya, juga meliputi kehidupan sepiritualnya sebagai bidang garapan ruhani untuk pembentukan watak dan karakteristik.

Dalam hal ini Kiai Sahal menyitir sebuah hadits:

من ربى صغيرا حتى يقول لا اله الا الله لم يحاسبه الله

Barangsiapa mendidik seorang anak kecil sampai dia mengucapkan kalimat “lailaha illallah” maka Allah tidak akan menghisab (menghitung segala amalnya di hari perhitungan yaitu hari kiyamat) orang itu.

Dengan menganalisa hadits tersebut, Kiai Sahal berpendapat bahwa dalam hadits di atas tidak digunakan kata “allama” yang bererti sekedar mengajar tetapi digunakan kata “rabba” yang berarti mendidik yaitu mengajar sampai materi yang diajarkannya itu benar-benar difahami dan diselami ajaranya untuk dilakukan. Ini berarti sekali lagi Kiai Sahal menegaskan bahwa pendidikan bukan sekedar mengajarkan atau kegiatan mentransfer pengetahuan semata, pendidikan dengan demikian juga bertanggung jawab terhadap perilaku dan watak peserta didik.

Atas dasar pandangannya ini, pendidikan dalam konteks kehidupan ini menurutnya bertujuan untuk mewujudkan kebahagian hidup manusia di dunia dan akhirat (sa’adah daraini).

Dengan demikian, sebagaimana konsep Kihajar Dewantara tujuan dari pendidikan adalah untukmembentuk karakter, budi pikerti, daya, karsa, beradab,dan menumbuhkan manusia merdeka yang berbudaya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wejangan Rois Syuriyah dalam Rapat Pleno PCNU Pati

    Wejangan Rois Syuriyah dalam Rapat Pleno PCNU Pati

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 175
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – PCNU Pati menggelar Rapat Pleno I pada Ahad (13/7) pagi. Kegiatan wajib ini dilaksanakan di Gedung SMK NU Pati, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. KH. Minanurrahman, Rois Syuriyah PCNU Pati, dalam pengangarahannya menegaskan bahwa, konsen NU Pati adalah menjaga ukhuwah. Kalaupun terjun ke politik, lanjut dia, yang musti dipegang oleh pengurus NU adalah […]

  • Pemimpinan Perempuan dalam Perspektif Islam

    Pemimpinan Perempuan dalam Perspektif Islam

    • calendar_month Sel, 3 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 127
    • 0Komentar

     Oleh : Sulistiani* Sejak konferensi perempuan sedunia di Mexico City tahun 1975, gender development, tequality, sudah dicanangkan, bahkan sebelum itu pembangunan dan peran kaum perempuan selalu bermasalah dan tidak terselesaikan. Namun semenjak wawasan gender dipertimbangkan dalam pembangunan bangsa dari hasil penelitian kaum feminis sosialis sejak itu arus pengutamaan gender melanda dunia. Dan tak dipandang sebelah […]

  • Sosok Pengkader Hebat Telah Berpulang

    Sosok Pengkader Hebat Telah Berpulang

    • calendar_month Sen, 15 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 124
    • 0Komentar

     Dr. Jamal Makmur Asmani* Wakil ketua PCNU Pati, Dr. Jamal Makmur Asmani (kanan) bersama dengan KH. Ali Munfaat saat berziarah di maqbarah KH. Maimoen Zubair di Ma’la tahun 2019 Pagi ini seakan tidak percaya kabar wafatnya KH. Ali Munfaat, Ketua PCNU Pati, Periode 20013-2019. Banyak sekali kenangan bersama beliau. Kesan paling kuat adalah beliau, Bapak […]

  • Seperti Ini Potret Toleransi di Desa Jrahi<br>

    Seperti Ini Potret Toleransi di Desa Jrahi

    • calendar_month Sab, 30 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 162
    • 0Komentar

    PATI -Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, terkenal dengan sebutan Desa Wisata Pancasila. Di sana terdapat beberapa agama. Namun dengan kerukunan dan toleransi yang ada, masyarakat bisa hidup berdampingan.  Di sana, ada tiga agama dan satu penghayat kepercayaan yang dipeluk. Yakni, Agama Islam, Kristen, Budha dan Sapto Darmo.  Potret kerukunan di Desa Jrahi terlihat saat […]

  • PCNU-PATI

    Kubah

    • calendar_month Jum, 25 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Pada tahun 1977, sebuah cerita pendek yang berjudul Jasa-Jasa Buat Sanwirya memperoleh Hadiah Harapan Sayembara Kincir Emas Radio Nederlands Wereldomroep. Lalu pada tahun 1980, novel karangannya yang berjudul Kubah memenangkan hadiah Yayasan Buku Utama. Selanjutnya tiga novelnya yang berjudul Ronggeng Dukuh Paruk (1982), Lintang Kemukus Dini Hari (1985), dan Jentera Bianglala (1986) meraih hadiah Yayasan […]

  • Ratusan Kader IPPNU Ikuti Sosialisasi Pengawasan Pemilu

    Ratusan Kader IPPNU Ikuti Sosialisasi Pengawasan Pemilu

    • calendar_month Kam, 21 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 109
    • 0Komentar

    PATI-Pemilu 2024 memang masih jauh. Namun, persiapan deni persiapan telah dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya adalah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)  yang mulai getol mengampanyekan Pemilu sehat dan Bermartabat. Para peserta sosialisasi Pengawasan Pemilu 2024 berpose bersama pimpinan dan staf Bawaslu Pati. Semua peserta merupakan aktivis IPPNU dari seluruh kecamatan di Kabupaten Pati.  Setrlah program […]

expand_less