Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Melacak Nasionalisme KH Maimun Zubair

Melacak Nasionalisme KH Maimun Zubair

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 18 Agu 2019
  • visibility 199
  • comment 0 komentar

Oleh: Jamal Ma’mur Asmani*

Foto : Zahir Media

Hari ini, Sabtu, 17 Agustus 2019 – 16 Dzulhijjah 1440 adalah Hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke 74. Usia yang tidak muda lagi untuk ukuran manusia. Diharapkan di usia 74 ini, Indonesia semakin matang demokrasinya, nasionalismenya, Dan mampu menegakkan sila ke 5 Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Di usia yang ke 74 ini, bangsa ini harus melakukan refleksi, restrospeksi dan proyeksi ke depan tentang bagaimana memantapkan wawasan kebangsaan dan keagamaan sebagai pondasi membangun bangsa yang plural dan heterogen seperti Indonesia.

Masih banyak elemen bangsa yang menyuarakan dan memperjuangkan khilafah, formalisasi Syariat Islam dan qishash di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara yang dibingkai dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mereka intens melakukan sosialisasi, edukasi, internalisasi dan idiologisasi kepada kader-kader muda sehingga lahir kader-kader militan di masa depan yang terus menyuarakan khilafah dan sejenisnya di tengah kehidupan bangsa yang menjadikan Pancasila sebagai pandangan dan falsafah hidup bangsa.

Dalam konteks ini, maka mengkaji sosok ulama yang mendalam ilmu agamanya dan terbukti loyalitasnya terhadap Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi suatu kebutuhan untuk bangsa, khususnya kader-kader muda supaya tidak terjebak dan terseret idiologi radikal yang mengusung Khilafah sebagai model ideal bangsa.

KH Maimun Zubair

Salah satu ulama yang terbukti dedikasi Dan loyalitasnya untuk bangsa adalah KH Maimun Zubair, sosok ulama yang mencurahkan segala waktu, tenaga, pikiran dan jiwa-raganya untuk membimbing masyarakat dan bangsa.

Beberapa bukti kuatnya nasionalisme KH Maimun Zubair adalah sebagai berikut:

Pertama, beliau mendidik ribuan santri dalam jangka waktu yang panjang sebagai kader-kader dan tokoh agama dan bangsa di berbagai pelosok Nusantara. Santri-santri Pondok Pesantren Al Anwar tampil sebagai tokoh masyarakat dan bangsa yang memberikan kontribusinya di tengah masyarakat di berbagai bidang, khususnya bidang pendidikan dan pembinaan moral. Peran di balik layar ini menjadi pondasi kiprah kemasyarakatan dan kebangsaan yang abadi sampai hari kiamat. Hubungan kiai-santri tidak hanya di dunia, tapi abadi sampai akhirat.

Kedua, beliau terjun langsung dalam pembangunan bangsa sebagai aktivis partai politik. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi partai pilihan KH Maimun Zubair dalam menyalurkan aspirasi politiknya. PPP sejak dulu menjadi pelabuhan politik para kiai, khususnya sebelum Berdirinya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). KH Maimun Zubair konsisten berada di partai ini sampai akhir hayatnya.

Ketiga, dalam perkembangan Pesantrennya, KH Maimun Zubair mendirikan pesantren yang di dalamnya ada lembaga pendidikan formal, mulai tsanawiyah, aliyah dan bahkan sampai Perguruan Tinggi. Ini menunjukkan wawasan nasionalisme yang kokoh dan mantap dalam rangka kaderisasi pemimpin bangsa di jalur struktural dan formal.

Keempat, beliau mendorong putra-putrinya aktif dalam politik sebagai instrumen mengabdi kepada bangsa dalam rangka membumikan program-program kebangsaan dan kemasyarakatan yang manfaatnya langsung bisa dirasakan grassroots. Tampilnya KH Taj Yasin Maimun sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah tidak lepas dari visi besar KH Maimun Zubair dalam membangun bangsa ini seutuhnya, lahir-batin, jiwa Dan raga.

Kelima, beliau tampil sebagai ulama yang mendamaikan konflik politik tingkat nasional. Semua orang diterima secara legowo tanpa ada yang direndahkan. Dalam konteks Pilpres 2019 kemarin, Jokowi dan Prabowo diterima dengan baik. Beliau merekatkan hubungan dan menyejukkan semua pihak sehingga potensi konflik vertikal dan horizontal bisa dieliminir sedini mungkin.

Basis Epistemologies

Sebagai seorang ulama-nasionalis, KH Maimun Zubair mempunyai basis epistemologis yang kuat yang melandasi kiprah kemasyarakatan dan kebangsaannya. Di antara basis epistemologis tersebut adalah:

Pertama, Islam adalah agama yang membawa rahmah bagi seluruh alam. Dalam konteks berbangsa, cita-cita luhurnya adalah terciptanya baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur (negara sejahtera yang mendapat ampunan Allah).

Dalam konteks ini, maka persatuan nasional adalah keniscayaan yang tidak terbantah. Persatuan nasional menjadi pondasi bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan terus menerus. Benih konflik diminimalisir karena membahayakan persatuan nasional.

Kedua, KH Maimun Zubair adalah tokoh yang memberikan ijazah lagu kebangsaan yang saat ini sangat populer yang dikenal dengan nama lagu Syyubanul Wathan (Pemuda Tanah Air). Lagu tersebut adalah: ya Lal Wathan ya Lal Wathan ya Lal Wathan, hubbul Wathan Minal Iman, Wala takun Minal Hirman, inhadldlu ahlal Wathan, Indonesia Biiladi, Anta Unfanul Fakhama, Kullu Man Ya’tika Yauman, Thamihan Yalqa Himaman. Artinya, wahai Tanah airku, wahai Tanah airku, wahai Tanah airku, mencintai Tanah air termasuk bukti keimanan, jangan jadi penghalang, bangkitlah wahai penduduk Tanah air, Indonesia negeriku, Engkau Simbol Kebanggaan, setiap orang yang ingin menjajahmu, pasti binasa.

Lagu ini menunjukkan nasionalisme KH Maimun Zubair sangat kuat sejak kecil. Beliau merasakan perjuangan bangsa dalam mengusir penjajah dan beratnya mempertahankan kemerdekaan di tengah usaha kaum kolonial yang ingin terus mencengkramkan kolonialismenya di Indonesia.

Ketiga, KH Maimun Zubair mempunyai wawasan keagamaan yang luas dan pandangan kebangsaan yang kosmopolit. Dengan otoritas ilmu agamanya, KH Maimun Zubair gigih memperjuangkan empat pilar bangsa yang disingkat PBNU (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Undang-Undang Dasar 1945). Empat Pilar tersebut adalah kunci kemajuan bangsa. Jika salah satu ada yang diganggu, maka ancaman disintegrasi bangsa sudah di depan mata dan harus dilawan tanpa ampun.

Keempat, KH Maimun Zubair getol menyuarakan keunikan Islam Nusantara sebagai bagian dari kekayaan intelektual dan Kebudayaan Indonesia yang harus dirawat. Salah satu yang disampaikan KH Maimun Zubair adalah tradisi tulisan miring sebagai ekspresi santri Dan umat Islam dalam memberikan makna kitab yang dikaji. Tradisi memberi makna miring adalah khas Nusantara yang tidak dijumpai di negeri lain.

Kebanggaan KH Maimun Zubair terhadap tradisi makna miring ini disampaikan di berbagai forum international sehingga menarik orang luar untuk meneliti dan mengkajinya. Kiai Maimun dalam konteks ini menjadi duta bangsa yang intens mempromosikan keunggulan bangsa di kancah international.

Kelima, KH Maimun Zubair menyampaikan pentingnya nasionalisme dan religiusme bersatu di Bumi Indonesia. Dua pilar ini menjadi paku bumi Indonesia. Jika dua pilar ini bersatu dan kompak, maka perjalanan bangsa ini stabil dan dinamis. Namun, jika keduanya goyah, maka instabilitas negara akan terjadi dan pembangunan akan terganggu.

Kaderisasi Sosok Kiai Maimun

Basis epistemologis dan kiprah nyata keagamaan dan kebangsaan KH Maimun Zubair di atas menjadi teladan bangsa ini untuk terus meneguhkan relasi agama dan negara dalam bingkai persatuan nasional dan relasi resiprokal. Simbiosis-mutualisme agama dan negara menjadi syarat kemajuan bangsa.

Ke depan, harus muncul dan dimunculkan sosok ulama nasionalis seperti KH Maimun Zubair yang mampu mengkampanyekan pentingnya nasionalisme religius dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Saatnya kader-kader muda bangsa meneladani spirit keilmuan KH Maimun Zubair dan kiprah nyata Kebangsaannya supaya solidaritas, soliditas, dan kohesivitas bangsa ini terjaga dengan baik Demi terciptanya baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Dirgahayu RI ke 74, Semoga Jaya Selalu, amiin.

*Wakil Ketua PCNU Pati, Direktur Lembaga Studi Kitab Kuning (LESKA) Pati, Dosen IPMAFA

Mekah, Sabtu, 17 Agustus 2019, Pukul 08.00 pagi Hari di Hotel Kiswah 1 Jarwal

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LAKPESDAM Ajarkan Berkebun di Lahan Sempit

    LAKPESDAM Ajarkan Berkebun di Lahan Sempit

    • calendar_month Kam, 3 Des 2015
    • account_circle admin
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Devisi Litbang telah mengajarkan bagaimana berkebun di lahan sempit serta menggunakan barang-barang bekas sebagai tempat media tanam. Hal ini di lakukan untuk mengurangi sampah.             “Seandainya semua rumah tangga mau menggunakan plastik bekas minyak goreng atau pun yang lainnya sebagai media tanam, maka tak perlu lagi membeli […]

  • Perempuan Tak Jadi Sebab Jauh dari Agama

    Perempuan Tak Jadi Sebab Jauh dari Agama

    • calendar_month Rab, 17 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Hadist dari Sayyidah ‘Aisyah RA, Sesungguhnya Rasulullah bersabda kepada Ummu Salamah: “Janganlah engkau sakiti aku tentang ‘Aisyah. Karena sesungguhnya wahyu itu tidak pernah datang kepadaku ketika aku berada dalam satu selimut bersama dengan salah seorang dari kalian selain Aisyah. (HR.Bukhori) Penjelasan dari hadist ini adalah bahwa seorang perempuan itu tidak menghalangi atau bahkan menjauhkan laki-laki […]

  • Rapat Anggota Tahunan  Koperasi Aneka Jasa 26 Berjalan Sukses

    Rapat Anggota Tahunan Koperasi Aneka Jasa 26 Berjalan Sukses

    • calendar_month Sab, 14 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Kabar NU. Sabtu 14 Maret di Gegung PCNU Lt 3 Koperasi Aneka Jasa 26 mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Dengan di adakan rapat ini harapan kedepannya Koperasi Aneka Jasa 26 dapat berkembang dan bermanfaat untuk umat. “Usia KAJ 26 sdh 20 tahun. Ibarat remaja adalah usia yang produktif. Semoga ke depan lebih berkembang dan maju […]

  • Khidmah Santri Untuk Negeri

    Khidmah Santri Untuk Negeri

    • calendar_month Jum, 20 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Pati. Santri selalu loyal untuk negeri. Hari Santri Nasional (HSN) yg jatuh pada 22 Oktober 2017 mengingatkan bangsa akan besarnya jasa para santri dlm mengusir penjajah, mempertahankan kemerdekaan, dan mengisi kemerdekaan dgn berbagai program, khususnya pendidikan dan ekonomi kerakyatan. “Resolusi Jihad Hadlratussyekh KH M Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 2017 yg mewajibkan umat Islam […]

  • SD Terpadu An Nismah Gelar Akhshow dan Festival FORWALI, Tekankan Sinergi Orang Tua dan Sekolah di Era Digital

    SD Terpadu An Nismah Gelar Talkshow dan Festival FORWALI, Tekankan Sinergi Orang Tua dan Sekolah di Era Digital

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.890
    • 0Komentar

      PATI – SD Terpadu An Nismah, Desa Waruroyo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, menggelar kegiatan Talkshow dan Festival Forum Komunikasi Wali Murid (FORWALI) pada Sabtu (31/01/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Membentuk Generasi Berakhlak dan Berprestasi di Era Digital.” Acara tersebut menghadirkan Ibu Nyai Hj. Nawal Arafah Yasin, istri Wakil […]

  • PCNU - PATI Photo by Pexels

    Perayaan Ulang Tahun

    • calendar_month Sab, 25 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Dikalangan masyarakat umum (awam), bila bertetapan dengan hari kelahirannya, biasanya diadakan perayaan hari ulang tahun, acaranya pun digelar semeriah mungkin, mulai acara potong tumpeng, ucapan selamat, musik-musikan dan lain-lain. Pertanyaan : Bagaimana hukumnya merayakan hari ulang tahun sebagaimana yang terjadi selama ini ? Jawaban : Hukumnya bid’ah hasanah, apabila terdapat umûrun hasanatun. Referensi : Mukhtashor […]

expand_less