Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Mbah Abdul Wahab Hasbullah Pejuang NKRI

Mbah Abdul Wahab Hasbullah Pejuang NKRI

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 21 Mar 2022
  • visibility 113
  • comment 0 komentar

 

Nama Abdul Wahab di Indonesia tentu banyak sekali kita temukan di berbagai daerah. Sebuah nama yang kerap dipakai baik dari kalangan priyayi, pemimpin, dan bahkan orang awam. Akan tetapi, kalau saja disebut dengan menambahi nama Kiai Wahab, maka hampir bisa dipastikan yang dimaksud adalah  KH. Abdul Wahab Hasbullah yang dikenal luas semua kalangan masyarakat di Indonesia.

Jika disebut Kiai Wahab, orang yang pernah bergaul dengannya maka akan mudah teringat imagesosok kiai yang bertubuh kecil, bersikap gagah, dan berwibawa. Dan ditambah kulitnya yang hitam tidak mengurangi sinar wajahnya yang menyimpan sifat kasih sayang kepada siapa pun. Beliau juga tidak memiliki sifat pemarah dan pendendam, karena tokoh besar ini lebih banyak menampakkan hidupnya dengan sencehumor di hadapan siapa pun. 

Oleh karena itu, orang yang dekat dengannya tidak merasa jemu dan bosan saat berdialog, justru bagi sebagian orang semua kata-kata yang dilontarkan oleh Kiai Wahab bermakna baru dan mengandung nilai-nilai kebenaran dan penuh makna. Sehingga di mata masyarakat beliau merupakan tokoh penuntun umat dan bangsa.

Selain itu, Kiai Wahab adalah salah satu pendiri organisasi kemasyarakatan keagamaan terbesar di Indonesia. Bersama dengan Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Bisri Syansuri Nahdlatul Ulama (NU) berdiri. Dari ide pertama beliaulah, NU hingga kini terus melebarkan sayapnya hingga ke penjuru dunia.

Kiai Wahab juga terkenal sebagai seorang pemimpin pergerakan dan organisitoris. Secara aktif, beliau membangun semangat masyarakat untuk aktif bergerak dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari kekangan kolonialisme. Bersama-sama dengan tokoh bangsa seangkatnya, beliau ikut merintis pergerakan kemerdekaan rakyat Indonesia.

Seperempat abad sebelum Indonesia mencapai kemerdekaan, beliau telah mengambil peranan penting dalam menyusun pergerakan kemerdekaan serta memperjuangkannya melalui sumbangan pemikiran, tenaga, harta, ilmu dan bahkan keselamatan jiwanya dia pertaruhkan. Demi memukul mundur kolonial Belanda hingga Jepang di pangkuan ibu pertiwi kita.

 Kiai Wahab dikenal sebagai pemimpin pasukan-pasukan pejuang di masa penjajahan dan saat-saat usaha merebut kemerdekaan mulai berkorban. Beliau adalah seorang pemimpin besar perjuangan dengan memimpin “Barisan Ulama Mujahidin” di medan perang. Dengan didampingi oleh KH. Masykur, sebagai ketua markas tertinggi “Sabilillah”, Kiai Wahab bahu membahu dengan para pemimpin serta para pejuang lainnya, memimpin pasukannya untuk memerangi serangan dari musuhnya.  

Sebagai suatu bangsa yang besar dan mempunyai cita-cita yang tinggi. Beliau memilih iman, Islam, dan ihsan sebagai landasan pembinaan karakter bangsa untuk berkhitmad kepada cita-cita bangsa, yang dalam ajaran Islam, hal ini dibenarkan dan dianjurkan.

Dikorbarkannya semangat juang yang pantang menyerah dan ditanamkannya keinsyafan masyarakat untuk mau berkorban demi kepentingan orang banyak dan masyarakat secara menyeluruh. Itu semua dilakukannya tidak lain adalah untuk kemerdekaan NKRI dan demi cita-cita bangsa yang besar.

Selain itu, pernah suatu ketika para kiai di berbagai penjuru daerah, termasuk Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari , ditangkap dan dipenjarakan oleh tentara Jepang, Kiai Wahab-lah yang maju menentang untuk mempertaruhkan nyawa dan melakukan diplomasi dengan penjajah, hingga sebagian besar kiai dibebaskan. Dan ketika terjadi ketegangan dan pemberontakan PKI, melalui NU dan bersama-sama kiai lain, dengan kecerdasan luar biasa, Kiai Wahab-lah yang mampu mengimbangi propaganda dan siasat licik kaum komunis itu.

Oleh karena itu, berkat sumbangsihnya terhadap bangsa dan perannya sebagai tokoh penggerak masyarakat, serta jasa beliau dalam melakukan diplomasi, dan menaklukan lawan-lawannya. Beliau didaulat sebagai tokoh nasionalis serta pahlawan bangsa.

Semasa hidupnya, Kiai Wahab menghabiskan waktunya hanya demi NU dan bangsa yang tercinta. Bagi Kiai Wahab, NU adalah segala-galanya. Maka tidak mengherankan, apabila beliau mengangungkan Allah dengan segenap jiwa dan raganya. Dan dari sini pula disalurkan semangat cita-cita umat dengan segala lapisannya, mulai dari pedagang, petani, buruh, pemuda, hingga semua unsur elemen masyarakat.

Sebagai seorang pemangku di pesantren, Kiai Wahab, sebagaimana dijelaskan oleh KH. Idham Chalid hendak menjadikan NU sebuah pesantren dalam format yang besar dalam arti yang seluas-luasnya. Baik digunakan untuk tempat beribadah, menuntut ilmu, bergotng-royong, dan tempat untuk mengabdikan dirinya kepada masyarakat dengan menyumbangkan karya-karya yang bermanfaat.

Maka, berkat dedikasi dan semangat juangnya dalam membela tanah air. Kiai Wahab menjadi sumber inspirasi bagi pengikutnya. Ia merupakan sumber ilham perjuangan Islam dan umatnya. Dan sebaliknya, bagi musuh-musuhnya, ia merupakan obyek untuk mencaci-maki dan memukul kekuatan-kekuatannya. Akan tetapi, itu semua tidak mempengaruhi jiwanya yang ikhlas dalam berjuang.

Dengan demikian,  haruslah dicatat dalam sejarah dan ditanamkan dalam benak masyarakat atas jasa-jasa  Kiai Wahab di negeri ini, agar generasi yang dibina oleh beliau dapat mengambil teladan serta bercita-cita untuk meneruskan perjuangannya, sebagai tanda terimakasih atas jasa-jasa yang tidak terkirakan terhadap bangsa dan negara. (Siswanto, Perintis Taman Baca ABATA Trikoyo)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU PATI - Ilustrasi Please Forgive me. Photo by Brett Jordan on Unsplash.

    Maaf dan Terima Kasih

    • calendar_month Jum, 13 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Hidup tak luput dari perselisihan. Bagaimanapun jalannya disana pasti akan berjumpa dengan perselisihan. Salah paham, lebih mengedepankan ego dan sengaja melukai merupakan bibit awal timbulnya perselisihan. Dari perselisihan kita bisa belajar dewasa, sekaligus bijaksana, dalam berbicara dan bertindak. Beberapa waktu lalu saya tengah menghadapi perselisihan dengan seorang kawan. Salah paham dan mengedepankan ego lah penyebabnya. […]

  • KH. Sya'roni Gantikan KH. Thoifur Pimpin NU Trangkil

    KH. Sya’roni Gantikan KH. Thoifur Pimpin NU Trangkil

    • calendar_month Sab, 27 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 165
    • 0Komentar

    TRANGKIL – Kursi kepemimpinan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Trangkil baru saja berpindah tangan. Hal ini, setelah dilaksanakannya konferensi di Desa Kertomulyo, Trangkil pada Jumat (26/8) kemarin. Duet KH. Badruddin Syatibi dan KH. Thoifur Alam sebagai Ro’is Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah MWC NU Trangkil dan pungkas dengan manis pada bulan ini. Sebagai penerusnya, […]

  • PCNU-PATI

    Imam Qusyairi

    • calendar_month Jum, 13 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Oleh : M. Harir Keagungan Persia tanpa sufisme ibarat seekor burung tanpa pita suara. Tak bersiul. Kalaupun punya, ricauanya paling banter hanya ceracau biasa. Ajaran sufisme yang mana memuat nilai kearifan dan hikmah, kicaunya hingga kini senantiasa menelusup di gendang-gendang telinga dan relung-relung hati setiap manusia. Teladannya yang sejuk begitu menghaluskan hati dan makin masyhur […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Perempuan Dalam Tradisi Pesantren. Photo by Mufid Majnun on Usnplash.

    Perempuan dalam Tradisi Pesantren

    • calendar_month Ming, 17 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Tradisi pesantren selama ini yang kita kenal mempunyai kehidupan yang diwarnai dengan norma-norma ajaran Islam. Di mana ajaran Islam ini menekankan pada sikap patuh dan tawadlu’ kepada pengasuh pesantren (kiai). Seperti yang dijelaskan oleh Zamakhsyari Dhofir dalam bukunya, Tradisi Pesantren, sikap patuh dan tawadlu’ ini bisa terbentuk. Hal ini tidak lepas setiap harinya di lingkngan […]

  • Ansor - Fatayat NU Buka Lapak

    Ansor – Fatayat NU Buka Lapak

    • calendar_month Ming, 29 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id -GEMBONG – Ada satu hal yang unik di sela-sela Hajatan Resepsi 1 Abad NU MWC NU Gembong dan Harlah ke-37 Pagar Nusa, Ahad (29/1). Dengan kreatifitasnya, para punggawa dari PAC GP Ansor dan Fatayat NU Gembong menggelar lapak di halaman parkir Lapangan Futsal Desa Gembong. Produk-produk khas Gembong dijajakan di lapak tersebut. Mulai dari […]

  • white concrete building during daytime

    Santri dan Literasi

    • calendar_month Sab, 25 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Pesantren pada umumnya merupakan model pendidikan yang menekankan pada khazanah keilmuan kitab kuning dan ilmu agama. Sehingga pesantren lebih terkenal di lingkungan masyarakat sebagai lembaga pendidikan non formal yang fokus pada pendidikan keagamaan dan pendidikan karakter terhadap para santri. Sedangkan santri sendiri di dalam pondok pesantren merupakan salah satu unsur penting yang […]

expand_less