Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Masjid Harus Ramah Anak

Masjid Harus Ramah Anak

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 10 Sep 2019
  • visibility 373
  • comment 0 komentar

Masjid adalah bangunan pertama Nabi pasca hijrah. Masjid berfungsi sebagai pusat penyucian hati, pendalaman ilmu dan kaderisasi.

Jamaah shalat lima waktu, termasuk shalat jumat, pengajian ilmu, dan mendidik kader-kader muda Islam sejak dini tentang akidah, ilmu Al Qur’an, dan syariat Islam adalah sebagian kegiatan masjid.

Era Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wa Sallam, masjid benar-benar tempat yang ramah anak. Masjid menjadi tempat yang disukai anak untuk menjalankan aktivitas agama, seperti shalat berjamaah dan mengaji.

Masjid Besar Juwana
Ilustrasi Masjid Besar Juwana. Foto: Ali Munir (LTN)

Nabi Muhammad terbiasa shalat berjamaah sambil bercengkrama dengan cucunya, Hasan-Husain. Nabi ruku’ sambil menggendong cucunya. Nabi tidak marah. Nabi justru mendidik orangtua supaya mengajak anak-anaknya ke masjid agar mereka akrab dan terbiasa di masjid.

Penulis melihat saat di Masjid Nabawi, anak-anak kecil terbiasa ke masjid untuk menunaikan shalat berjamaah dan sambil membawa Al Quran. Mereka menjadikan masjid sebagai tempat shalat berjamaah dan mengaji Al Qur’an.

Manfaat Anak ke Masjid

Ada banyak manfaat mengajak anak ke masjid.

Pertama, membiasakan anak shalat berjamaah. Shalat adalah pondasi agama setelah syahadat. Shalat adalah media komunikasi hamba kepada Allah. Shalat menjadi instrumen tazkiyatun nafsi (pembersihan jiwa) dari hal-hal yang mengotorinya.

Ingat firman Allah:

وأمر اهلك بالصلاة واصطبر عليها

Artinya, Dan perintahkan keluargamu menjalankan shalat dan sabarlah atas shalat tersebut

قوا انفسكم واهليكم نارا

Artinya, Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka

Kedua, menciptakan teman pergaulan yang baik. Teman bagi anak punya pengaruh besar dalam pembentukan karakter. Jika pergaulan baik, maka karakter anak menjadi baik dan sebaliknya, jika teman pergaulan negatif, maka karakter anak menjadi negatif.

Ingat sabda Nabi SAW:

اربع من سعادة المرأ: أن تكون زوجته صالحة وأولاده ابرارا وخلطاؤه صالحين وان يكون رزقه في بلده

Artinya, Empat hal yang menjadi sebagian tanda kebahagiaan seseorang. Pertama, istrinya baik. Kedua, anak-anaknya berbakti. Ketiga, teman pergaulannya baik. Keempat, rizkinya di daerahnya sendiri.

Ketiga, mengajari ilmu Al Qur’an. Al Qur’an adalah firman Allah yang berisi ilmu orang terdahulu, sekarang dan yang Akan datang.

Mempelajari Al Qur’an, mulai cara membacanya dengan baik dan benar, memahami kandungannya dan mengamalkannya adalah kewajiban setiap umat Islam yang harus dibiasakan sejak kecil.

Ingat sabda Nabi:

خيركم من تعلم القرأن وعلمه

Artinya, Sebaik-baiknya kamu semua adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya

Keempat, mengajari ilmu yang dibutuhkan anak, baik yang sifatnya fardlu ain atau fardlu kifayah.

Setelah shalat lima waktu, khususnya ashar dan maghrib, Penulis melihat banyak halaqah ilmu di Masjid Nabawi dengan guru-guru yang mempunyai kompetensi tinggi.

Jika anak sejak kecil aktif dan rajin ke masjid dan mengikuti majelis ilmu ini, maka secara bertahap mereka akan tergores mental cinta ilmu, cinta mengaji, dan cinta muthalaah ilmu.

Ingat sabda Nabi:

طلب العلم فريضة علي كل مسلم ومسلمة

Artinya, Mencari ilmu hukumnya sangat wajib bagi muslim laki-laki dan perempuan

Kelima, menangkal kebiasaan yang negatif yang saat ini melanda mayoritas anak-anak dan remaja. Bermain HP tanpa kenal waktu dengan membuka content yang tidak baik, bermain game yang memboroskan waktu, dan sejenisnya adalah kebiasaan yang membentuk karakter negatif: manja, tidak menghargai waktu, tidak disiplin, dan tidak ada mental kompetisi.

Ingat firman Allah:

وليخش الذين لو تركوا من خلفهم ذرية ضعافا خافوا عليهم

Artinya, Dan seyogianya orang-orang khawatir jika mereka meninggalkan sesudah mereka generasi lemah yang takut pada mereka

Pandangan Fiqh

Manfaat besar membiasakan anak di masjid sejalan dengan pandangan fiqh.

Dalam Bahtsul Masail di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen Margoyoso, Pati, Ahad (8 Muharram 1441 / 8 September 2019) diputuskan beberapa hal penting:

1. Jika anak ramai ketika melakukan shalat jumat, maka solusinya adalah diberitahu dengan isyarah dan jika tidak bisa maka boleh diingatkan dengan ucapan sebagai bagian dari ucapan yang menunjukkan kebaikan.

Dalam kitab Hawi Al Kabir karya Al Mawardi disebutkan bahwa diam mendengarkan khutbah ada dua pendapat.

Dalam qaul qadim hukumnya wajib dan bisa menggugurkan keutamaan shalat jumat dan menjadikan shalat jumat shalat dhuhur.

Sedangkan qaul jadid menyatakan diam mendengarkan khutbah hukumnya sunnah, tidak wajib, sehingga boleh berbicara apalagi jika ada hal yang penting seperti mengingatkan anak-anak yang ramai.

2. Tidak benar pendapat yang melarang anak kecil masuk masjid karena mengganggu pelaksanaan shalat jumat.

Larangan yang ada adalah menjadikan masjid sebagai tempat bermain (mal’ab). Hal ini sulit terjadi karena ketika shalat jumat, masjid dipenuhi banyak jamaah, baik lantai dasar maupun lantai atas.

3. Maksud hadis Nabi فقد لغوت adalah banyak makna, antara lain: meninggalkan adab/tata krama, menyalahi sunnah Nabi, menggugurkan keutamaan shalat jumat, dan lain-lain.

Ragam makna ini tidak lepas dari dua qaul (qadim dan jadid) Imam Syafii yang menyatakan hukum diam mendengarkan khutbah ada yang menyatakan wajib dan sunnah.

Sebagai tambahan:

Dalam literatur fiqh, beberapa hal yang memberatkan anak masuk masjid adalah: (1) Khawatir mengotori masjid dengan aneka macam najis, (2) Menjadikan masjid sebagai tempat mainan (ملعب). dan (3) Mengganggu aktivitas yang ada di masjid

Hal-hal yang memberatkan ini disikapi dengan langkah-langkah edukasi dengan mengajarkan dan mendidik anak pentingnya Menjaga kebersihan, mendidik tata krama ketika di masjid dan menemani mereka di masjid supaya mereka dalam pengawasan yang sesuai dengan koridor syara’.

Jangan sampai anak justru dilarang ke masjid, karena mereka adalah tumpuan agama dan bangsa ini di masa depan. Merekalah nanti yang akan meneruskan estafet kepemimpinan dalam memperjuangkan risalah Islam.

Anak-anak tersebut justru harus dibiasakan ke masjid sejak dini supaya tertanam cinta ibadah, cinta Al Qur’an, cinta ilmu, cinta bergaul dengan orang-orang shalih, dan cinta berjuang di jalan Allah demi izzul Islam wal muslimin.

Beberapa ta’bir:

– قوله ويمنع الصبيان الخ افتي والد الناشري بأن تعليم الصبيان في المسجد أمر حسن والصبيان يدخلون المسجد من عهد رسول الله صلي الله عليه وسلم الي الان من غير نكير. والقول بكراهة دخول الصبيان المسجد ليس علي إطلاقه بل مختص بمن لا يميز لا طاعة فيها ولا حاجة إليها والا فاجر التعليم قد يزيد علي نقصان الآخر بكراهة الدخول (اسني المطالب ج ١ ص ١٨٦)

– وقد منع بعض العلماء من تعليم الصبيان في المسجد قال: وحكي بعضهم خلافا في تعليم الصبيان فيها ويسن أن يصان عن صغير أطلقوا العبارة. والمراد والله اعلم اذا كان صغيرا لا يميز لغير مصلحة ولا فائدة وعن مجنون حال جنونه (الاداب الشرعية ج ٣ ص ٣٨١)

– افتي القفال بمنع تعليم الصبيان في المسجد لان الغالب اضرارهم به وكأنه في غير كاملي التمييز اذا صانهم المعلم عما لا يليق بالمسجد (تحفة المحتاج ج ٦ ص ٢٢٢)

– ادخال الصبيان في المسجد حرام أن غلب تنجيسهم له وأن لم يغلب فمكروه (مغني المحتاج ج ٢ ص ٢٤٨)

Anak Investasi Masa Depan

Bagaimana wajah agama dan bangsa ini di masa depan ?

Jawabannya adalah lihat anak-anak sekarang. Jika anak-anaknya tumbuh dalam bingkai agama dan ilmu, maka masa depan agama dan bangsa menjadi cerah gemilang. Namun jika anak-anak tumbuh dalam budaya instan, jauh dari tuntunan agama dan ilmu, maka wajah agama di masa depan buram dan mengkhawatirkan.

Oleh sebab itu, membiasakan anak ke masjid adalah bagian dari mempersiapkan anak di masa depan sebagai generasi-generasi tangguh yang akan membawa panji kebesaran Islam dalam bidang ilmu dan peradaban.

Melarang anak ke masjid sama dengan menjauhkan mereka dari tempat suci dan melempar mereka ke jurang kebodohan dan kesesatan karena mereka justru akan melampiaskan diri ke tempat yang negatif dan destruktif.

والله اعلم بالصواب

Kajen, PIM, Ahad, 8 Dzulhijjah 1441
8 September 2019

Jamal Makmur Penulis:
Dr. Jamal Makmur, MA adalah Wakil Ketua PCNU Kab. Pati

*) Setiap tulisan opini yang dimuat dalam rubrik #NUKolom menjadi tanggung jawab penulis.
**) Tulisan ini juga diterbitkan di facebook Jamal Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GERAKAN ISLAM RADIKAL DLM PERSPEKTIF FIQIH

    GERAKAN ISLAM RADIKAL DLM PERSPEKTIF FIQIH

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2014
    • account_circle admin
    • visibility 349
    • 0Komentar

    GERAKAN ISLAM RADIKAL DLM PERSPEKTIF FIQIH KH. M. Aniq Muhammadun (Rais Syuriyah PCNU Pati)           الســـــــــــــــــــــــلام عليــــــــــــــــــــــــــكم ورحمة الله وبركاته الحمد لله الذى ارسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله ولو كره الكافرون  والصلا والسلا م على سيدنا ومولانا محمد الذي خضع له الجبابرة والظالمون    وعلى اله واصحابه ومن تبعهم الى يوم يبعثون […]

  • Saat Timnas Garuda dan Pejuang Kemerdekaan Merebut Tahta. Photo by Vienna Reyes on Unsplash.

    Saat Timnas Garuda dan Pejuang Kemerdekaan Merebut Takhta

    • calendar_month Kam, 18 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* SEA Games Kamboja 2023 bakal menjadi kenangan manis di album Timnas Garuda. Bagi penulis dan pastinya Sebagian besar manusia Indonesia, sepakat bahwa, kita tak perlu jadi juara umum, asalkan tim bola kita menang, itu sudah lebih dari cukup. Pasalnya, puasa gelar dalam SEA Games selama 32 tahun akhirnya terbayar. Timnas sepak […]

  • Bedah Buku  “Menatap Massa Depan NU “

    Bedah Buku “Menatap Massa Depan NU “

    • calendar_month Kam, 18 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati hari jadi Ormas Islam Nahdlatul Ulama yang ke-90, LTN PCNU Kabupaten Pati bekerjasama dengan Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), organisasi kemahasiswaan Library Coner serta BEM-Pro PMI Institut Pesantren Mathali’ul Falah menyelenggarakan event launching dan bedah buku “Menatap Masa Depan NU : Membangkitkan Spirit Tashwirul Afkar, Nahdlatul Wathan, dan Nahdlatut Tujjar” Karya Dr. […]

  • brown wooden 9-piece office table and chairs

    Jabatan dan dampak positif keberlanjutan

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.114
    • 0Komentar

      Karir Jabatan sering kali menjadi sebuah kontestasi yang bikin hiruk piruk dunia, baik dunia media sosial danbriin kehidupanya, Ketika seseorang berhasil meraih jabatan tertentu, muncul rasa bangga, baik dari dirinya sendiri maupun dari orang-orang di sekitarnya. Jabatan menawarkan kekuasaan, tanggung jawab, dan peluang untuk membuat perubahan. Namun, di balik itu semua, ada tekanan besar […]

  • NU 'Wali Nikah' Budaya - Agama. Photo by Agung Raharja on Unsplash.

    NU ‘Wali Nikah’ Budaya – Agama

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Perkawinan adalah langkah membangun beradaban. Mengawinkan dua sijoli yang berbeda genre hingga latar belakang lingkungan akan menghasilkan generasi melalui proses romantisme dalam naungan gerimis malam-malam yang penuh kenikmatan. Semua karena di dasari cinta. Maka, cinta adalah prinsip nomor dua. Sebab, prinsip pertamanya adalah perbedaan. Kita dilarang menikah dengan sesama jenis, meski […]

  • Ulama’ Umaro’ Kab. Pati Gelar Istighotsah Bersama

    Ulama’ Umaro’ Kab. Pati Gelar Istighotsah Bersama

    • calendar_month Sab, 2 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    PATI-Pemerintah Kabupaten Pati bersama PCNU Pati secara rutin menggelar istighotsah bersama. Haryanto, Bupati Pati menegaskan bahwa kegiatan ini telah berjalan sejak ia pertama kali menjabat sebagai Bupati Pati. Perlu diketahui, bahwa periode ini merupakan periode ke dua kepemimpinannya. Malam tadi, Jumat (1/11), istighotsah bersama ini kembali digelar di Pendopo Kabupaten Pati. Tujuannya cukup jelas, yakni […]

expand_less