Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mahasiswa KKN Undang Guru Se-Kecamatan Gembong Ikuti Workshop

Mahasiswa KKN Undang Guru Se-Kecamatan Gembong Ikuti Workshop

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 13 Nov 2021
  • visibility 482
  • comment 0 komentar
img-20211111-wa0027-1081649
H. Suwarno (tengah), Pengawas Madrasah tengah mensimulasikan penggunaan media elektronik, smartphone untuk menunjang media pembelajaran didampingi moderator, Maulana Luthfi Karim (kiri) dan pemateri kedua, Suroningsih. 

GEMBONG – KKN Terintegrasi 2021 Stai Pati yang melaksanakan tugasnya di MI Hidayatul Islam (MHI) Gembomg kembali melakukan gebrakan. Bertempag di Gedung MHI, Kamis (11/11) lalu, enam punggawa mahasiswa Stai Pati mengundang guru MI se-Kecamatan Gembong untuk mengikuti workshop terkait media pembelajaran. 

“Kami melaksanakan program ini selain untuk menjalankan program kerja juga melihat kondisi di lapangan,” tutur Sri Utami, salah satu anggota KKN. 

Menurutnya, media pembelajaran penting untuk disosialisasikan kepada para guru. Sebab, lanjut Utami, media yang menarik juga akan memberikan stimulasi kepada peserta didik untuk lebih giat belajar. 

Mengambil tema ‘Pengelolaan Media Pembelajaran Pada Tingkat MI dalam Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa’, workshop yang dimoderatori ketua LTN NU Gembong, Maulana Luthfi Karim tersebut menghadirkan dua pemateri dari dua instansi berbeda. 

H. Suwarno, Pengawas Madrasah Kemenag Kabupaten Pati, menjadi pemateri pertama, sementara pemateri kedua meruapakan dosen PG PIAUD Stai Pati, Suroningsih. Keduanya menyampaikan materi yang berbeda. 

Suwarno dalam pemaparannya mengedepankan pemberdayaan teknologi dalam KBM. Menurut pria yang juga menjabat sebagai ketua LP Ma’arif MWC NU Gembong tersebut, smartphone sudah seperti jimat yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia di masa kini. 

“Kita jangan menghindari teknologi, tapi memanfaatkannya dengan bijak,” tutur dia. 

Lebih lanjut, ia mengutarakan tiga poin yang harus diperhatikan guru dan orang tua dalam memanfaatkan teknologi yang ada untuk media pembelajaran. 

“Anak-anak tidak bisa lepas HP, jadi tidak mungkin menyapih mereka dari HP, yang bisa kita lakukan adalah mengontrol,” imbuh dia. 

Suwarno melanjutkan, bahwa dalam mengontrol anak dalam menggunakan HP sebagai media pembelajaran ada dua langkah yang wajib diambil. Pertama, perhatian penuh terhadap pemakaian HP dan kedua, limitasi waktu. 

“Batasi anak, beri waktu untuk memakai HP, misal sehari dua jam, sisanya, merek tidak boleh pegang HP,” tuturnya. 

img-20211113-wa0009-1949930
Para mahasiswa KKN Terintegrasi 2021 Stai Pati di MI Hidayatul Islam Gembong berpose bersama pemateri Suroninhsih dan moderator, Maulana Luthfi Karim 

Sementara Suroningsih, selain menekankan pada penggunaan teknologi, ia memberikan alternatif media pembelajaran yang lebih terjangkau bagi para guru. 

“Kita bisa menggunakan bahan-bahan bekas untuk membuat mini game, sehingga pembelajaran terasa menyenangkan,” ungkap dia, mantab. 

Ning, panggilan akrab wanita asal Wedarijaksa ini, mebegaskan bahwa media pembelajaran tak harus mahal. Menurutnya, yang terpenting adalah esensinya. 

“Yang penting visualnya menarik,” imbuh dia.

Pada penghujung pertemuan, ia mengajak para guru MI tersebut untuk praktik membuat minigame dari benda-benda bekas, seperti kardus, kertas warna, dan kotak sabun bekas. 

Suasana mendadak pecah ketika para guru ternyata sangat menikmati keseruan praktik pembuatan media pembelajaran dari bahan bekas. 

Menurut Sri Daningsih, salah satu peserta memgungkapkan antusiasmenya dihadapan pemateri dan peserta yang lain. Ia menilai, workshop media pembelajaran sangat bermanfaat untuk menunjang semangat belajar peserta didik.

“Sangat bermanfaat, dan tidak harus mahal,” tuturnya. 

Sementara itu, Amin, peserta lainnya memandang pemgelolaan media pembelajaran juga dapat menjadi sarana untuk menyajikan materi pelajaran dengan cara yang lebih humanis dan menyenangkan.

“Pembelajaran bisa semenyenangkan ini. Saya yakin murid-murid akan suka,” terang dia.(lut/ltn).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harlah LP Ma’arif, PCNU : Kontribusinya Sangat Besar

    Harlah LP Ma’arif, PCNU : Kontribusinya Sangat Besar

    • calendar_month Ming, 19 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 528
    • 0Komentar

    PATI – Hari ini, Minggu (19/9) Lembaga Pendidikan Ma’arif NU tepat berusia 92 tahun. Dalam usia yang tak lagi muda, Lembaga di bawah naungan ormas islam terbesar di dunia ia telah banyak menghasilkan karya nyata di dunia pendidikan.  Hanya saja, harapan demi harapan masih digantungkan kepada LP Ma’arif dalam memajukan pendidikan. Menurut K. Yusif Hasyim, […]

  • Kunci Langgengnya Ikatan Pernikahan

    Kunci Langgengnya Ikatan Pernikahan

    • calendar_month Sel, 14 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 510
    • 0Komentar

    Oleh : Angga Saputra Pcnupati.or.id. – Angka perceraian di Pati tergolong tinggi. Berdasarkan data Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Pati,  terdapat 2.247 kasus selama tahun 2024. Angka perceraian tersebut didominasi oleh cerai gugat (diajukan istri) daripada cerai talak (diajukan suami). Rinciannya, cerai talak 538 kasus dan cerai gugat sebanyak 1.709 kasus. Adapun penyebab perceraian dikarenakan beberapa […]

  • Mbah Maimun Zubair Sarang

    Mbah Maimun Zubair Sarang

    • calendar_month Jum, 9 Mei 2014
    • account_circle admin
    • visibility 622
    • 0Komentar

    PCNU Kab Pati, [Cerita dalam Cerita…] #Mbah Maimun Zubair, Sarang.  Belum lama ini saya terlibat perbincangan dengan sodara saya di Kauman, Surakarta. Sambil menunggu tokonya, kami terhanyut dalam pembicaraan begitu hangat. Tiba-tiba, entah arah pembicaraannya kemana, lalu sodara saya ini bercerita tentang sosok Mbah Maimun Zubair, Sarang. Sodara saya mengatakan begini,  “Dulu ana sering bolak-balik […]

  • PCNU-PATI

    Pesantren sebagai Center of  Parenting Anak

    • calendar_month Sab, 15 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Dari dulu sampai sekarang pondok pesantren (ponpes) identik disebut sebagai pendidikan keagamaan. Karena dalam kegiatan sehari-hari muatan kitab kuning selalu diberikan kepada para santri. Sehingga ponpes disebut sebagai pendidikan kultural yang masih eksis dalam membina karakter santri. Di dalam ponpes para santri pada umumnya akan mendapatkan pola asuh (parenting) yang diampu langsung […]

  • Menggalakkan Tradisi Menulis di Kalangan Pesantren Pati

    Menggalakkan Tradisi Menulis di Kalangan Pesantren Pati

    • calendar_month Sen, 9 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Peradaban Islam adalah “peradaban buku”. Tidaklah berlebihan dengan pernyataan itu, mengingat Al-Qur’an—sebagai kitab suci—dapat disebut sebagai teks sentral dalam sejarah peradaban Islam. Hal itu bisa dibuktikan lewat sejarah. Penanda pertama ditandai dengan turunnya ayat Al-Qur’an yang pertama kali, berbunyi: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan […]

  • Inisnu Lestarikan Nyadran, Ketua PCNU Sebut “Ben Ora Kepaten Obor”

    Inisnu Lestarikan Nyadran, Ketua PCNU Sebut “Ben Ora Kepaten Obor”

    • calendar_month Sab, 22 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 639
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Temanggung – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1446 H tahun 2025, keluarga besar Kampus Hijau yang terdiri atas Inisnu Temanggung, Akper Alkautsar, TK/PAUD ELPIST, MI ELPIST, KBIHU Babussalam NU Temanggung menggelar Nyandran Kampus Hijau bertajuk “Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Mempererat Silaturahmi” pada Jumat (21/2/2025). Kegiatan yang berlokasi di halaman rektorat Inisnu Temanggung itu […]

expand_less