Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mahasiswa KKN Undang Guru Se-Kecamatan Gembong Ikuti Workshop

Mahasiswa KKN Undang Guru Se-Kecamatan Gembong Ikuti Workshop

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 13 Nov 2021
  • visibility 204
  • comment 0 komentar
img-20211111-wa0027-1081649
H. Suwarno (tengah), Pengawas Madrasah tengah mensimulasikan penggunaan media elektronik, smartphone untuk menunjang media pembelajaran didampingi moderator, Maulana Luthfi Karim (kiri) dan pemateri kedua, Suroningsih. 

GEMBONG – KKN Terintegrasi 2021 Stai Pati yang melaksanakan tugasnya di MI Hidayatul Islam (MHI) Gembomg kembali melakukan gebrakan. Bertempag di Gedung MHI, Kamis (11/11) lalu, enam punggawa mahasiswa Stai Pati mengundang guru MI se-Kecamatan Gembong untuk mengikuti workshop terkait media pembelajaran. 

“Kami melaksanakan program ini selain untuk menjalankan program kerja juga melihat kondisi di lapangan,” tutur Sri Utami, salah satu anggota KKN. 

Menurutnya, media pembelajaran penting untuk disosialisasikan kepada para guru. Sebab, lanjut Utami, media yang menarik juga akan memberikan stimulasi kepada peserta didik untuk lebih giat belajar. 

Mengambil tema ‘Pengelolaan Media Pembelajaran Pada Tingkat MI dalam Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa’, workshop yang dimoderatori ketua LTN NU Gembong, Maulana Luthfi Karim tersebut menghadirkan dua pemateri dari dua instansi berbeda. 

H. Suwarno, Pengawas Madrasah Kemenag Kabupaten Pati, menjadi pemateri pertama, sementara pemateri kedua meruapakan dosen PG PIAUD Stai Pati, Suroningsih. Keduanya menyampaikan materi yang berbeda. 

Suwarno dalam pemaparannya mengedepankan pemberdayaan teknologi dalam KBM. Menurut pria yang juga menjabat sebagai ketua LP Ma’arif MWC NU Gembong tersebut, smartphone sudah seperti jimat yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia di masa kini. 

“Kita jangan menghindari teknologi, tapi memanfaatkannya dengan bijak,” tutur dia. 

Lebih lanjut, ia mengutarakan tiga poin yang harus diperhatikan guru dan orang tua dalam memanfaatkan teknologi yang ada untuk media pembelajaran. 

“Anak-anak tidak bisa lepas HP, jadi tidak mungkin menyapih mereka dari HP, yang bisa kita lakukan adalah mengontrol,” imbuh dia. 

Suwarno melanjutkan, bahwa dalam mengontrol anak dalam menggunakan HP sebagai media pembelajaran ada dua langkah yang wajib diambil. Pertama, perhatian penuh terhadap pemakaian HP dan kedua, limitasi waktu. 

“Batasi anak, beri waktu untuk memakai HP, misal sehari dua jam, sisanya, merek tidak boleh pegang HP,” tuturnya. 

img-20211113-wa0009-1949930
Para mahasiswa KKN Terintegrasi 2021 Stai Pati di MI Hidayatul Islam Gembong berpose bersama pemateri Suroninhsih dan moderator, Maulana Luthfi Karim 

Sementara Suroningsih, selain menekankan pada penggunaan teknologi, ia memberikan alternatif media pembelajaran yang lebih terjangkau bagi para guru. 

“Kita bisa menggunakan bahan-bahan bekas untuk membuat mini game, sehingga pembelajaran terasa menyenangkan,” ungkap dia, mantab. 

Ning, panggilan akrab wanita asal Wedarijaksa ini, mebegaskan bahwa media pembelajaran tak harus mahal. Menurutnya, yang terpenting adalah esensinya. 

“Yang penting visualnya menarik,” imbuh dia.

Pada penghujung pertemuan, ia mengajak para guru MI tersebut untuk praktik membuat minigame dari benda-benda bekas, seperti kardus, kertas warna, dan kotak sabun bekas. 

Suasana mendadak pecah ketika para guru ternyata sangat menikmati keseruan praktik pembuatan media pembelajaran dari bahan bekas. 

Menurut Sri Daningsih, salah satu peserta memgungkapkan antusiasmenya dihadapan pemateri dan peserta yang lain. Ia menilai, workshop media pembelajaran sangat bermanfaat untuk menunjang semangat belajar peserta didik.

“Sangat bermanfaat, dan tidak harus mahal,” tuturnya. 

Sementara itu, Amin, peserta lainnya memandang pemgelolaan media pembelajaran juga dapat menjadi sarana untuk menyajikan materi pelajaran dengan cara yang lebih humanis dan menyenangkan.

“Pembelajaran bisa semenyenangkan ini. Saya yakin murid-murid akan suka,” terang dia.(lut/ltn).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI

    Kiai Sahal, Pesantren, dan Mitigasi Bencana

    • calendar_month Jum, 15 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 169
    • 0Komentar

    KH. Sahal Mahfudh, ulama karismatik asal Kajen Pati ini pada akhir tahun 80an pernah menulis sebuah makalah yang dengan eksplisit menunjuk pesantren sebagai tempat membina (mengajar dan mendidik) para santri agar peduli terhadap lingkungan. Kiai Sahal optimis pesantren dapat melakukan pembinaan lingkungan hidup agar tidak menyulitkan generasi masa depan. Saat ini, bencana alam yang melanda […]

  • MWCNU Kawedanan Juwana Koordinasi Sinergi Program

    MWCNU Kawedanan Juwana Koordinasi Sinergi Program

    • calendar_month Ming, 16 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Wedarijaksa 16/02/2020, MWC NU Wedarijaksa menjadi tuan rumah anjangsana NU Kawedanan Juwana dengan agenda rapat: koordinasi, konsolidasi dan sinergi program. Acara yang diselenggarakan di gedung NU itu dihadiri oleh 20 peserta dari MWCNU Wedarijaksa, MWCNU Trangkil, MWCNU Juwana dan MWCNU Batangan. Rapat koordinasi itu dipimpin oleh KH. Dr. Jamal Ma’mur, MA selaku wakil Ketua PCNU […]

  • Terdampak Pandemi Covid-19, Mahasiswa KKN IAIN Kudus Lakukan Observasi UMKM

    Terdampak Pandemi Covid-19, Mahasiswa KKN IAIN Kudus Lakukan Observasi UMKM

    • calendar_month Ming, 12 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 175
    • 0Komentar

    TAMBAKROMO, Mahasiswa KKN IAIN Kudus Kemarin melakukan observasi terhadap pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19 . Pandemi Covid-19 ini memberikan pengaruh yang cukup siginifikan terhadap aspek kehidupan, tidak terkecuali Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang juga terkena dampak dari pandemi Covid-19 tersebut. Kasno, salah satu pembuat tempe dari Desa Tambakromo Kecamatan Tambakromo mengeluhkan menurunkannya […]

  • PCNU-PATI

    FKPT Jawa Tengah Sukses Gelar Coaching Enumerator IPR dan IRT

    • calendar_month Sel, 25 Jun 2024
    • account_circle admin
    • visibility 168
    • 0Komentar

    SEMARANG- Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah baru-baru ini menggelar Coaching Enumerator Indeks Potensi Radikalisme (IPR) dan Indeks Risiko Terorisme (IRT) Tahun 2024 secara virtual Zoom Meeting, yang diikuti sebanyak 57 peserta terdiri dari 27 enumerator IPR dan 30 enumerator IRT pada Jumat, 21/06/2024. Acara dibuka langsung oleh Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) […]

  • Eksistensi NU dalam Menjaga Nasionalisme Bangsa

    Eksistensi NU dalam Menjaga Nasionalisme Bangsa

    • calendar_month Kam, 29 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 172
    • 0Komentar

     Oleh: Siswanto Nahdlatul Ulama (NU) sebagaimana yang kita ketahui merupakan organisasi sosial kemasyarakatan keagamaan terbebesar di Indonesia. Bahkan, ada yang mengatakan organisasi terbesar di dunia. Menurut Greg Fealy (2003), hadirnya NU sebagai organisasi sosial keagamaan yang mendorong lahirnya tatanan kehidupan bernegara yang berkeadaban. Selain sebagai organisasi terbesar di Indonesia, NU juga ikut bertanggungjawab untuk memberikan […]

  • 52 Orang Lolos Diklatsar Banser

    52 Orang Lolos Diklatsar Banser

    • calendar_month Ming, 13 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 162
    • 0Komentar

    MARGOREJO-Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Margorejo menjalani hajat besar jelang pertengahan bulan ini. Sejak Jumat (11/10) kemarin, pihak PAC Ansor menggelar Diklatsar Banser yang diikuti sedikitnya 52 peserta di TPQ Al Musthofa, Sokobubuk, Margorejo. Pembukaan Diklatsar Banser di TPQ Al Musthofa, Sokobubuk, Margorejo, Jumat (11/10) Hal ini disampaikan oleh Abdul Qohar, S.Pd., […]

expand_less