Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Library Corner IPMAFA Tingkatkan Kualitas Penulisan Via Workshop

Library Corner IPMAFA Tingkatkan Kualitas Penulisan Via Workshop

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 12 Okt 2019
  • visibility 251
  • comment 0 komentar

MARGOYOSO-Library Corner Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar Workshop Academic Skill Writing pada Sabtu (12/10) dengan mengambil tema “Meningkatkan Skill Mahasiswa dalam Penulisan Karya Ilmiah yang Berkualitas”. Acara yang digelar di Aula IPMAFA tersebut bertujuan membekali mahasiswa tingkat akhir supaya mampu meringkas skripsi menjadi artikel ilmiah yang baik dengan menghadirkan M. Sofyan Alnashr (Ketua LPPM IPMAFA) dan Nur Khoiriyah (Editor Jurnal Islamic Review) sebagai narasumber.

Para peserta workshop academic skill writing yang digagas oleh Library Corner Ipmafa 

Lebih dari 200 mahasiswa yang hadir mengikuti workshop antusias memperhatikan pemaparan dari kedua narasumber. Acara diawali dengan sambutan dari Rektor IPMAFA yang diwakili oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. A. Dimyati, M.Ag yang berpesan untuk terus meningkatkan kemampuan menulis ilmiah, “tulisan yang baik adalah yang ditulis, jadi tulis saja baru kemudian dibenahi sesuai kaidah ilmiah”.

Sofyan, narasumber pertama, mengawali workshop dengan menukil kalimat Imam Al-Ghazali untuk memotivasi peserta. “jika engkau bukan anak raja dan juga bukan anak ulama besar, maka menulislah”. Karena dengan menulis ide dan pemikiran itu akan kekal dan dikenal masyarakat. “Toer –penulis novel Bumi Manusia- mengungkapkan bahwa sepandai-pandainya orang, ia akan dilupakan asyarakat dan hilang dari sejarah jika tidak menulis”, imbuhnya.

Selanjutnya, dosen PGMI yang sekaligus pengurus LTN NU Pati ini menjelaskan standar penulisan artikel ilmiah. Menurutnya artikel ilmiah dibagi menjadi tiga bagian, yaitu awal, inti, dan akhir. Bagian awal berisi judul, penulis dan afiliasi, abstrak, dan kata kunci. Bagian inti yaitu pendahuluan (latar belakang, rumusan, dan tujuan), metode dan prosedur penelitian, serta hasil dan pembahasan. Sofyan menjelaskan, “bagian inti terutama hasil dan pembahasan merupakan bagian terpenting dengan porsi pembahasan paling besar. Penulis dapat mengemukakan pendapat sebebas-bebasnya dalam pembahasan, tentu dengan landasan teori yang dipakai”.

“selain teknis penulisan, yang wajib diperhatikan penulis ialah etika penulisan ilmiah. Penulis dilarang melakukan fabrikasi, falsifikasi, dan plagiasi karena itu pelanggaran akademik” terang pria asal Jepara ini. Ia menyoroti banyaknya kasus plagiasi yang justru dilakukan kalangan akademisi sendiri bahkan oleh seorang guru besar. Plagiasi, menurutnya, adalah pemerkosaan akademik karena memaksa ide, gagasan, dan pendapat orang lain untuk memuaskan nafsu akademik menjadikan ide oang lain sebagai pendapatnya.

Pada sesi kedua, Nur Khoiriyah mengajak seluruh peserta praktik menulis artikel ilmiah dengan mengikuti template yang disediakan panitia. “menulis harus dilakukan, maka sekarang saatnya untuk mengeluarkan alat tulis dan menuliskan ide dalam kertas yang tersedia”, pungkasnya. Peserta dipandu sejak mencari topik, judul, hingga membuat kerangka tulisan supaya bisa dikembangkan menjadi artikel ilmiah yang utuh.

Tidak hanya itu, aktivis sosial dan gender ini juga mengadakan kuis berhadiah bagi siapa saja yang mengirimkan tulisannya ke email (surel). “tiga peserta tercepat dan terbaik yang mengirim ke email akan diberikan hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi”, pungkasnya diiringi tepuk tangan riuh peserta. Kuis ini ditujukan untuk memotivasi peserta supaya lebih giat dalam menulis sekaligus output dari workshop ini.(sofyan/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Utamakan Etikabilitas Ketimbang Elektabilitas

    Utamakan Etikabilitas Ketimbang Elektabilitas

    • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 308
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id- Membincang moral atau etika memang saat ini menjadi perhatian bersama. Banyak sekali kasus dimedia massa yang berdedar berkaitan dengan degradasi moral anak bangsa ini. Salah satu kasus amoral yang sempat viral pertengahan februari lalu misalnya. Dimana terdapat 4 pelajar yang yang berasal dari salah satu sekolah di Kabupaten Grobogan, melakukan rudapaksa terhadap siswi […]

  • MA Salafiyah Kajen Borong 31 Medali di Ajang Nasional

    MA Salafiyah Kajen Borong 31 Medali di Ajang Nasional

    • calendar_month Sab, 30 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Pamflet ucapan selamat Kepala MA Salafiyah atas prestasi yang berhasil diraih peserta didiknya PATI – Tiga perlombaan akademik diikuti siswa MA Salafiyah Kajen Minggu (24/10). Ketiga lomba yang diikuti yakni Pateron Olympiad, Lomba Felin Oaseedukasi, dan Gelora Science Competition (GSC) POSI. Dari tiga ajang lomba tersebut, siswa di madrasah yang berada di Kecamatan Margoyoso itu […]

  • PCNU-PATI

    Teknik Menulis Artikel Tembus Scopus dengan Artikel SLR

    • calendar_month Sab, 15 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Temanggung – Banyak teknik, cara atau metode menulis artikel ilmiah untuk tembus di databased Scopus, salah satunya melalui artikel dengan teknik Systematic Literature Review (SLR). Hal itu diungkapkan dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Hamidulloh Ibda, Jumat sore (14/4/2023). Kegiatan tersebut dilaksanakan […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Dekonstruksi Gandulan Sarunge Kiai (Bagian II)

    • calendar_month Sab, 28 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.171
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Sebenarnya, tulisan ini selesai pada bagian pertama, yaitu berjudul Dekonstruksi Gandulan Sarunge Kiai (Bagian I). Namun, karena saya kesel, ya saya lanjutkan di bagian kedua ini. Agar ada jeda. Ambegan disit. Idiom gandulan sarunge kiai dalam wacana populer sering dipahami sebagai simbol kebergantungan atau bahkan kultus individu. Dekonstruksi atas idiom tersebut tentu […]

  • PCNU-PATI Photo by Susan Wilkinson

    Mr. Bunglon

    • calendar_month Ming, 13 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin “Lalu apa rencanamu, Bu Dokter?” Tanya Faris datar. Wajah Najiya kembali mendung. Pandangannya menyapu lantai. Sepasang matanya berkabut. Ia menghela napas sambil menata hati. Ia harus segera mengambil keputusan. Kemana kedua kaki itu akan melangkah selanjutnya. Tak mungkin ia menumpang hidup terus di panti. Kembali ke rumah? Ah, dia belum siap […]

  • PCNU-PATI Photo by Jordan Harrison

    Dakwah ‘Salah Server’

    • calendar_month Kam, 24 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Seorang putra wali (yang juga wali) diberangkatkan haji oleh ayahnya. Namun setiba di Pasai, ia bersama temannya malah memilih ‘sekolah’ disana. Tentunya langkah ini diambil untuk memperdalam agama yang sudah diajarkan oleh sang ayah sebelumnya. Pulang ke jawa, tanah kelahirannya, si putra wali ini mengawali debut dakwah di Kediri. Waktu itu, […]

expand_less