Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Ketika Musa Memukul Laut Merah dengan Tongkat

Ketika Musa Memukul Laut Merah dengan Tongkat

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 1 Agu 2022
  • visibility 309
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

“Apakah kau ingat film The Ten Commandments?”

            “Tentu aku ingat. Ada adegan ketika Musa—yang diperankan Charlton Heston—mengangkat tongkatnya, lalu air laut pun terbelah, dan bangsa Israel bisa menyeberang,” ujarnya.

            “Padahal di Alkitab tidak demikian,” kata teman saya. “Di Alkitab, Allah berkata kepada Musa, ‘Berbicaralah kepada bangsa Israel dan suruhlah mereka berjalan terus.’ Sesudah itu barulah Dia menyuruh Musa untuk mengangkat tongkatnya, dan Laut Merah pun terbelah. Jalan itu baru tercipta setelah ada keberanian untuk menempuhnya.”

            Dialog di atas saya temukan dalam buku Paulo Coelho berjudul Seperti Sungai yang Mengalir (2012). Saya mendapatkan pesan yang menarik dan saya mengamininya. Meski saya belum pernah membaca ayat tersebut dalam Alkitab tetapi hukum alam memang sering berkata demikian bahwa keberanian akan memunculkan keajaiban. Ya, jalan keluar justru muncul pada saat setelah melakukannya, bukan pada saat sebelum melakukannya. Dalam realita kehidupan banyak sekali menunjukkan perihal tersebut.

            Misalnya saja pada saat kita hendak menulis, entah itu cerpen, esai, maupun sebuah buku. Kita seringkali dihadapkan kesulitan untuk memulai apa yang hendak kita tulis. Baru satu kata saja ditulis, sudah dihapus lagi, karena merasa kurang bagus. Kita menunggu ide datang. Selama menunggu itu kita tidak juga menggerakkan tangan kita untuk menulis. Walhasil, kita pun tidak menemukan ide itu. Tapi, ide muncul tatkala kita langsung saja menuliskan apa yang ada dalam benak kita. Memang, biasanya tulisan kita di paragraf pertama itu tidak bagus, tapi justru dengan begitu ide itu kita dapatkan.

            Saya sendiri sering mengalami hal itu. Mentok dan writer block, begitu istilah yang sering digunakan orang untuk menggambarkan penulis yang mengalami kemacetan ide, sehingga tulisannya tidak jadi. Namun, pada saat saya memulainya tanpa memikirkan akan menjadi seperti apa tulisan saya, tiba-tiba saja ide bermunculan. Dan menulis pun menjadi lancar. Sungguh sebuah anugerah. Memang tulisan awal itu tidak karuan isinya. Bahkan mungkin tidak ada maknanya sama sekali. Tetapi, begitu ide muncul, tulisan pun menjadi terarah, berbobot, dan bermakna.

            Hal ini juga berlaku dalam bisnis. Ketika seseorang ingin berbisnis biasanya bingung. Bingung yang lumayan kompleks. Tapi biasanya soal modal (uang) yang paling utama, misalnya darimana akan mendapatkan modal bisnisnya. Ide sudah ada tapi mereka menunggu modalnya. Akhirnya, mereka tidak pernah berbisnis karena katanya tidak punya modal. Saya tidak tahu apa mereka pernah memperhatikan orang-orang yang sukses dalam berbisnis. Maksud saya, apakah mereka pernah mengulik bahkan bertanya bahwa para pebisnis sukses itu mengawali bisnisnya dengan sebuah modal?

            Soal modal ini saya pernah melakukan riset kecil-kecilan, entah itu bertanya, membaca, bahkan saya alami sendiri. Kesimpulannya adalah bahwa orang yang sukses bisnis itu tidak pernah menunggu modal. Mereka langsung melakukan sesuatu tanpa pernah menunggu. Apa yang bisa mereka lakukan segera melakukannya. Nah, pada saat proses bisnis itulah modal datang dengan sendirinya, entah itu dari teman, kenalan, atau pun bank.

Biasanya orang-orang seperti ini mempunyai latar belakang kehidupan yang sederhana bahkan kekurangan. Tapi, berkat keberanian untuk memulai usaha, akhirnya mereka berhasil. Ya, bisnis memang butuh modal, kita tidak menafikan itu. Tapi, bukan modal berupa uang yang paling pokok, melainkan karakter dan kepribadian. Itulah modal sesungguhnya. Ketekunan, kesabaran, kejujuran, itulah modal-modal yang mengantarkan mereka kepada modal berupa uang.

Terlalu Banyak Berpikir

            Mengapa kita tidak mendapatkan apa yang hendak kita inginkan? Berdasarkan pengalaman saya dan beberapa orang yang saya temui, kebiasaan berpikir terlalu lama adalah salah satu faktornya. Orang tidak bisa menulis karena kebanyakan berpikir ‘apa yang hendak aku tulis?’ atau ‘ah tulisanku jelek, aku hapus lagi saja’. Pikiran-pikiran semacam itu membuat orang tidak jadi menulis. Yang ada dalam benaknya adalah kesulitan-kesulitan saja. Padahal, tidak ada sebuah tulisan yang langsung bagus. Sebuah tulisan bagus membutuhkan pengeditan juga di sana-sini.

            Begitu juga dalam bisnis. Biasanya orang yang tidak pernah mewujudkan bisnisnya karena kebanyakan berpikir, khususnya pikiran-pikiran negatif. Takut rugi adalah salah satunya. Belum apa-apa mereka sudah mengalkulasikan kalau bisnisnya akan rugi. Padahal bisnisnya saja belum dilakukan, lha kok bisa akan rugi? Ibaratnya, orang semacam itu sudah kalah sebelum bertanding. Terlalu banyak dipikirkan jadinya seperti itu. Anehnya, orang seperti ini biasanya orang yang secara pendidikan lebih tinggi. Segala sesuatunya diukur secara logika. Karena bisnisnya tidak logis maka mereka sudah mendapatkan kesimpulannya bahwa bisnis mereka akan merugi. Oh, My God.

Keberanian Untuk Memulai

            Kembali kepada kisah di atas. Hanya orang-orang yang berani melangkah/memulai yang bisa mendapatkan jalan menuju kesuksesan. Musa disuruh berjalan terlebih dahulu kemudain memukulkan tongkatnya kepada lautan, sehingga lautan pun terbentang menjadi jalan yang bisa dilaluinya.

Kisah Musa tersebut seolah memberi pesan bahwa akan selalu ada jalan bagi orang yang berani untuk melangkah atau memulai. Yang penting adalah keberanian tersebut. Setelah itu akan ada jalan yang dapat ditemukan. Jalan itulah yang menjadi misteri kita, karena tidak akan kita sangka-sangka. Biarlah itu menjadi tugas Tuhan memberikan jalannya kepada kita.

            Soal keberanian ini saya jadi teringat dengan kisah kawan saya. Di hari minggu pada saat kami menonton acara Kokoronotomo, yakni sebuah acara di Metro TV yang mengajak penonton untuk melihat kehidupan di Jepang.

Pada saat itu tiba-tiba salah satu kawan nyeletuk, “Kapan ya kita bisa jalan-jalan ke Jepang?” Obrolan kami pun bergulir ke sana-ke mari perihal bagaimana bisa jalan-jalan ke luar negeri. Salah satu kawan lagi bercerita bahwa ada teman kuliahnya sering bepergian ke luar negeri dengan gratis. Uniknya, kawannya itu tidak pintar-pintar amat, alias biasa saja. Saat kutebak pasti orang itu pintar Bahasa Inggrisnya. Tidak juga, kata teman saya. Dia hanya modal nekat saja. Dia mencari peluang dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya perihal bisa bepergian ke luar negeri secara gratis.

Akhirnya dia menemukan informasi yang diinginkannya. Tanpa banyak berpikir, dia mencobanya. Walhasil dia berhasil. Hingga kini dia sudah mengunjungi beberapa negara, seperti Spanyol, Australia, Singapura, dan Malaysia. Sungguh luar biasa. Modalnya cuma keberanian. Itulah kemudian yang menjadikannya dia menemukan jalan setelah dia melangkah. Entah itu beasiswa, pertukaran pelajar, maupun lewat berkenalan dengan orang dimana kemudian dipercaya untuk ikut terbang ke luar negeri. Amazing.

Hukum Syaja’ah

Dalam bahasa arab keberanian itu artinya as-syaja’ah. Keberanian merupakan jalan untuk mewujudkan sebuah kemenangan. Tanpa keberanian mustahil kemenangan akan diraih. Al-Abbas bin Abdul Muththalib menceritakan kepahlawanan Rasulullah Saw. dalam peperangan Hunain. Ia berkata: “Ketika pasukan kaum muslimin tercerai berai, Rasulullah justru memacu bighalnya ke arah pasukan kaum kafir, sementara aku terus memegang tali kekang bighal tersebut supaya tidak melaju dengan cepat. Saat itu beliau berkata: “Aku adalah seorang nabi bukanlah pendusta. Aku adalah cucu Abdul Muththalib.” (HR: Muslim)

            Dari situ Rasul memberi contoh kepada kita untuk mempunyai sifat berani dalam kebenaran demi mencapai kesuksesan. Tidak hanya kesuksesan, keberanian juga akan membuat jiwa dan mental kita sehat. Hal ini sebagaimana dikatakan Hamka bahwa untuk mencapai hidup bahagia di antaranya memiliki jiwa yang sehat. Kesehatan jiwa dan kesehatan badan merupakan kesatuan yang tidak terpisah.

Oleh karena itu setiap orang sebaiknya menanggulanginya sebab-sebab timbulnya penyakit, baik penyakit secara fisik maupun secara batin, yaitu penyakit hati. Hamka kemudian menyarankan agar membiasakan beberapa pekerjaan yang dapat memelihara kesehatan, yaitu salah satunya adalah syaja’ah alias keberanian. 

Keberanian akan menyertai orang-orang yang istiqamah di jalan Allah yang memunculkan sikap ketenangan dan optimistis. Jadi orang yang istiqamah akan senantiasa berani, tenang, dan optimistis karena yakin berada di jalan yang benar dan yakin pula akan dekatnya pertolongan Allah.

M. Iqbal Dawami, adalah penulis, pengajar, dan editor. Bukunya yang sudah diterbitkan di antaranya: The True Power of Writing; Menulis itu Menyembuhkan (2007), Cita-Cita; The Secret and Power Within (2009), Anak Kecil yang Mengubah Dunia (2010), Sang Pengubah Mitos (2010), Makin Kaya dan Bahagia dengan Keajaiban Memberi (2010), The Miracle of Writing; Memunculkan Keajaiban Menulis (2010), Di Kereta Pramex (2011), Kamus Istilah Populer Islam (2013), dan lain-lain. Dia juga aktif menulis opini dan resensi di media massa.
Penikmat kopi ini juga hobi melakukan jungle tracking dan traveling guna menyelami kehidupan ke berbagai daerah. Dia dapat dikontak di email iqbal.dawami@gmail.com

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tepat pada Hari Sumpah Pemuda, DPC Sarbumusi Pati Dilantik

    Tepat pada Hari Sumpah Pemuda, DPC Sarbumusi Pati Dilantik

    • calendar_month Kam, 28 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Pembacaan deklarasi oleh ketua DPC Sarbumusi Pati PATI – Dewan Pimpinan Cabang Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Kabupaten Pati baru saja dilantik bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Kamis (28/10) pagi tadi.  Tak hanya pelantikan, kegiatan yang dilangsungkan di Aula PCNU Pati tersebut juga disertai dengan deklarasi. Hal ini dikonfirmasi Husaini Ketua Sarbumusi Cabang Pati.  Menurutnya, […]

  • PCNU-PATI

    About Love

    • calendar_month Sen, 15 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 824
    • 0Komentar

    Jatuh cinta adalah salah satu anugerah terbaik. Cinta memberi kita kesempatan untuk memahami banyak hal. Cinta juga menjadikan kita lebih dewasa, lebih berani, dan bertanggung jawab. Cinta pula yang menjadikan manusia sebagai manusia. Masing-masing dari kita memiliki kutipan favorit tentang cinta. Satu, sepuluh, atau bahkan seratus kutipan seperti yang ada dalam buku ini bisa menjadi […]

  • Teken MoU, INISNU dan UniSHAMS Malaysia Langsung Gelar Seminar Konfoerensi Internasional Pcnupati.or.id Temanggung — Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Universiti Islam Antarabangsa Sultan Abdul Halim Mu’adzam Shah (UniSHAMS) Malaysia, sebagai bagian dari penguatan kerja sama internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Penandatanganan ini dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan Seminar Konferensi Internasional bertajuk “Multiculturalism and Religious Moderation: The Perspective of Islamic Studies in Indonesia and Malaysia”, yang digelar pada Kamis, 28 Agustus 2025 di UniSHAMS, Malaysia. Sedangkan tema yang dibawakan UniSHAMS adalah "Pengajian Islam di Nusantara: Cabaran dan Harapan" yang menjadi tindaklanjut konkret pelaksanaan MoU tersebut. MoU ini merupakan salah satu agenda penting dalam rangkaian program Pancadharma Internasional INISNU Temanggung yang diselenggarakan di tiga negara: Singapura, Malaysia, dan Thailand. Rektor INISNU Temanggung, Dr. Muh. Baehaqi, M.M., menyampaikan bahwa penandatanganan MoU ini menjadi langkah konkret dalam memperluas jaringan kerja sama global, khususnya dalam pengembangan studi Islam yang moderat dan berbasis pada nilai-nilai multikulturalisme. Konferensi yang mengiringi momen MoU ini menghadirkan Prof. Madya Dr. Mukhamad Hadi Musolin Subagio, Dekan Kulliyyah Usuluddin, Sains Al-Qur’an & Bahasa Arab UniSHAMS Malaysia, serta Dr. Eny Rahmawati, M.Pd., Dosen Magister Pendidikan Agama Islam INISNU Temanggung, sebagai pembicara utama. Selain itu, sejumlah dosen dan mahasiswa Magister INISNU Temanggung juga turut menjadi presenter, antara lain Dr. Fatmawati Sungkawaningrum, M.S.I. (Dosen Magister Hukum Keluarga Islam INISNU Temanggung), Khailani Khumairoh, Laila Salma, Muhamad Wahid Afiudin dan Agus Akhmat Yani (Mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam INISNU Temanggung). Ketua Panitia Pancadharma Internasional, Dr. Hamidulloh Ibda menegaskan bahwa kerja sama ini bukan hanya simbolik, melainkan akan ditindaklanjuti dengan program nyata seperti pertukaran pelajar, joint research, dan publikasi ilmiah bersama. “Melalui MoU ini, kami ingin membangun kolaborasi berkelanjutan dengan UniSHAMS, sebagai mitra strategis dalam membentuk generasi cendekiawan Muslim yang moderat dan mampu bersaing di level global,” ujarnya. Dekan Kulliyyah of Usuluddin, Quranic Sciences and Arabic Language (KUBRA), Universiti Islam Antarabangsa Sultan Abdul Halim Mu'adzam Shah (UniSHAMS) Malaysia Prof Madya Hadi Musolin Subagio mengatakan bahwa Universiti Islam Antarabangsa Sultan Abdul Halim Mu'adzam Shah (UniSHAMS) Malaysia adalah kampus hak milik pemerintah Provinsi Kedah, Malaysia. "Sejarahnya, pada tahun 1994 mengadaman kerjasama dengan Universitas Al Azhar. Salah satu programnya dulu adalah belajar 3 tahun di Malaysia dan 1 tahun di Mesir," jelasnya. Profesor asal Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia itu menambahkan bahwa pengembangan UniSHAMS 80 persen meminjam dari Al-Azhar, dan sampai saat ini ada 30 persen dosen masih native bahasa Arab Mesir. Selain penandatanganan MoU, seminar konferensi internasional, kegiatan di sana juga dilakukan visiting class antara dosen dan mahasiswa. "Silakan nanti masuk kelas untuk bertukar ilmu dan pengalaman," lanjutnya. Pihaknya juga menambahkan bahwa di UniSHAMS ada lima fakultas dari diploma sampai doktoral. Naib Canselor Pembangunan, Penyelidikan dan Inovasi UniSHAMS Malaysia Prof. Dr. Ahmad Rozelan Bin Yunus menyambut baik kedatangan enam perguruan tinggi dari Indonesia tersebut, yaitu INISNU Temanggung, IAI An Nawawi Purworejo, STAINU Purworejo, STAI Al Anwar Sarang, STAI Al Kamal Sarang, dan Ma'had Aly KH. Maemun Zubair Sarang. "Di sini, rata-rata yang datang adalah kampus yang fokus pada pengkajian Islam, nanti ke depan bisa bekerja sama dari urusan akademik, penyelidikan karena hampir semua yang datang di sini serumpun dengan pengkajian Islam," katanya. Prof Rozelan juga mengatakan bahwa singkatan KUBRA adalah Kulliyyah of Usuluddin, Quranic Sciences and Arabic Language. "Karena namanya panjang disingkat KUBRA," tegas dia. Penandatanganan MoU itu dilakukan di sela-sela Seminar Konferensi Internasional berpusat di Perpustakaan UniSHAMS. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai lembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama serta sejumlah perguruan tinggi mitra, sebagai wujud sinergi dalam membangun peradaban Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Teken MoU, INISNU dan UniSHAMS Malaysia Langsung Gelar Seminar Konfoerensi Internasional Pcnupati.or.id Temanggung — Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Universiti Islam Antarabangsa Sultan Abdul Halim Mu’adzam Shah (UniSHAMS) Malaysia, sebagai bagian dari penguatan kerja sama internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Penandatanganan ini dilaksanakan bertepatan dengan […]

  • MPLS dan MATSAMA di Sekolah-Madrasah Ma’arif NU Jateng Terintegrasi Makesta

    MPLS dan MATSAMA di Sekolah-Madrasah Ma’arif NU Jateng Terintegrasi Makesta

    • calendar_month Kam, 13 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 467
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id-Semarang – Pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi penyusunan kurikulum Masa Orientasi Peserta Didik (MOPDIK) pada Rabu (12/2/2025). Hadir Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhrudin Karmani, Koordinator Tim Penyusun Kurikulum MOPDIK Hamidulloh Ibda, Ketua PW IPNU Jawa Tengah M Irfan Khamid, Ketua PW IPPNU Jawa […]

  • Ketika Peradaban dikendalikan Amarah dan Syahwat

    Ketika Peradaban dikendalikan Amarah dan Syahwat

    • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.050
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Suluk Maleman yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia pada Sabtu (18/4) malam kembali mengajak kita merenung: bagaimana menjaga kemanusiaan di tengah zaman yang tak malu memamerkan kekejaman secara telanjang. Dengan mengangkat tema “Manusia, O Manusia”, kita diajak mengritisi proses de-humanisasi yang sedang berlangsung. Salah satunya seperti yang ditunjukkan dalam peperangan yang saat […]

  • Tausyiyah PBNU soal Pemilu 2014

    Tausyiyah PBNU soal Pemilu 2014

    • calendar_month Sel, 10 Jun 2014
    • account_circle admin
    • visibility 292
    • 0Komentar

    بسم الله الرحمن الرحيم Alhamdulillah, berkat taufiq, hidayah, i’anahdan ‘inayah-Nya, bangsa Indonesia telah selesai melaksanakan agenda kenegaraan yang sangat penting, yakni Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif pada tanggal 9 April 2014. Kendati di sana-sini masih terdapat berbagai kekurangan dan kelemahan yang perlu dibenahi di masa-masa mendatang, namun secara umum Pemilu telah berlangsung dengan aman dan damai. Tiga bulan setelah selesainya […]

expand_less