Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Keterwakilan Perempuan

Keterwakilan Perempuan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 16 Feb 2024
  • visibility 257
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Pada waktu itu saya bersama teman-teman berkunjung kerumah seorang sejarawan Pati. Disana kami tak hanya bertamu, melainkan diskusi soal sejarah Kabupaten Pati dan Jawa pada umumnya. Kami juga sempat berbincang soal tokoh-tokoh perempuan zaman dulu yang banyak dikaburkan oleh sejarah. Padahal perjuangan para perempuan zaman dahulu tak kalah hebat dengan perjuangan perempuan zaman sekarang. Zaman dahulu banyak tokoh perempuan yang menjadi pemimpin dan ahli siasat. Namun karena munculnya patriarkisme yang begitu masif, maka jejak tersebut dibelokkan bahkan dimanipulasi untuk kepentingan tertentu.

Hingga saat ini pun saya masih merasakan dan melihat bahwa perempuan yang memilih berjuang diranah publik tampaknya masih dianggap sebelah mata. Urusan domestik sumur, kasur, dan dapur masih menjadi momok yang selalu dipojokkan untuk kaum perempuan. Saya misalnya. Diumur yang terbilang cukup matang ini, desakan demi desakan selalu saya terima untuk memaksa saya segera melepas masa lajang. Pelabelan bahwa perempuan yang berkarir akan sulit mendapat jodoh, dan perempuan yang tak kunjung menikah akan mendapat cap perawan tua selalu dilayangkan oleh keluarga besar dan kawan yang lain. Ketika saya menanggapi dengan penjelasan yang logis, lagi-lagi saya dibenturkan dengan dalih agama yang mengatakan nanti akan kualat dan sebagainya.

 

Namun setelah mendengar salah satu podcast di youtube NU Pati bersama pimpinan Bawaslu Kabupaten Pati Ibu Ayu Dwi Lestari beberapa hari yang lalu, saya sedikit bisa bernapas lega. Dalam perbincangan tersebut Ibu Ayu bercerita soal bagaimana jatuh bangunnya ia sehingga kini mampu menjadi satu-satunya perempuan di Bawaslu dari unsur pimpinan. Bahkan sepak terjang dan pengalaman ia terjun di dunia politik sudah ia mulai sejak masih muda.

 

Menariknya, keterlibatan dirinya dalam Bawaslu ternyata mampu memberi kedamaian dalam menyelesaikan sebuah kasus. Satu contoh yang dipaparkan adalah ketika pemilu tahun lalu ada salah satu caleg yang datang ke kantor Bawaslu dengan marah-marah. Para pimpinan laki-laki yang berusaha mendinginkan suasana tampak kewalahan bahkan turut terpancing emosi juga. Akhirnya Ibu Ayu dipanggil untuk ikut membantu, dan berhasil. Dalam perbincangan yang berlangsung 34 menit itu, ada satu kata pamungkas yang ia lontarkan. Laki-laki jika melawan perempuan, menang ora kondang kalah wirang.

 

 

Perempuan dan segala yang melekat pada dirinya merupakan sesuatu yang mesti dihargai. Kapabilitas, skill, ide dan tubuhnya sekalipun adalah sesuatu yang berharga. Maka tak boleh dirinya direndahkan hanya karena statusnya sebagai perempuan. Dan kemarin hari rabu pada saat saya turut andil ikut menyumbangkan suara pada pemilu, saya menyaksikan telah banyak para perempuan yang ikut berkompetisi dalam pemilu kali ini. Saya percaya keterwakilan perempuan tersebut adalah untuk memperjuangankan hak-hak para perempuan lainnya dan masyarakat pada umumnya sebagai penyeimbang untuk menciptakan kehidupan yang berkeadilan.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tulis Buku hingga Viral, Ini Misi Gus Nanal

    Tulis Buku hingga Viral, Ini Misi Gus Nanal

    • calendar_month Sel, 21 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 316
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Kiai Nanal Ainal Fauz atau akrab disampa Gus Nanal kembali membuat gebrakan. Kiai muda asal Pati itu, baru-baru ini melaunching sebuah buku dengan tema yang cukup ramai dipergunjingkan khalayak. Hingga berita ini diturunkan, buku dengan judul Fakta Sejarah: Hubungan Ulama Nusantara dan Sadah Ba’alawi tersebut sudah laku ribuan copy. Padahal, buku terbitan […]

  • Kolom Ramadan Tanpa Honor

    Kolom Ramadan Tanpa Honor

    • calendar_month Sen, 3 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Ramadan 1445 H lalu, saya berkomitmen menulis artikel sebulan penuh di pcnupati.or.id. Terlaksakanah? Ya, terlaksana. Anda bisa cek sendiri di Kolom Ramadan. Pada Ramadan 1446 H tahun 2025 ini, saya kembali lagi berkomitmen menulis artikel di rubrik Kolom Ramadan. Tanpa honor. Tanpa gaji. La kok iso piye kuwi leh? Ya iso lah. […]

  • Pelaksanaan Muktamar NU Resmi Ditetapkan, Ini Tanggal Mainnya

    Pelaksanaan Muktamar NU Resmi Ditetapkan, Ini Tanggal Mainnya

    • calendar_month Sel, 7 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 229
    • 0Komentar

      Penetapan tanggal Muktamar NU JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan gelaran Muktamar ke-34 NU di Provinsi Lampung diselenggarakan pada 23-25 Desember 2021. Ketetapan ini berdasarkan keputusan Konferensi Besar (Konbes) NU di Jakarta pada 26 September 2021 lalu. Ketetapan diputuskan ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil  Staquf, Ketua […]

  • Haul Tokoh NU, Empat Malam Pembacaan Manaqib Mbah Karim

    Haul Tokoh NU, Empat Malam Pembacaan Manaqib Mbah Karim

    • calendar_month Ming, 17 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Para santri menyimak pembacaan manaqib KH. Muhammad Karim dari Gus Faiz Aminuddin, Sabtu (16/10) malam.  GEMBONG – Haul KH. Muhammad Karim ke-38 yang akan berlangsung minggu depan, telah bergema. Rangkaian kegiatan yang sudah dimulai sejak Jumat (16/10) lalu.  “Sebelum agenda inti, tanggal 23 sampai 24 Oktober malam, ada rangkaian acara yang sudah kami mulai sejak […]

  • Hukum Mengusap Tangan Setelah Berdoa

    Hukum Mengusap Tangan Setelah Berdoa

    • calendar_month Sen, 26 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Pertanyaan : Ada salah satu praktik orang – orang ketika berdoa mereka mengangkat kedua tangan dan setelah selesai, mereka mengusapkannya ke wajah. akan tetapi setelah doa qunut di saat sholat subuh mengapa ada yang mengusapkan tanganya ke wajah dan ada yang tidak, mohon dijelaskan cara yang benar itu bagaimana ?   Jawaban :Setelah berdo`a dianjurkan […]

  • Ajak Boikot, Tayangan Trans 7 Juga Sakiti NU Pati

    Ajak Boikot, Tayangan Trans 7 Juga Sakiti NU Pati

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 2.659
    • 0Komentar

    Pati – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati mengajak masyarakat untuk memboikot Trans7. Mereka menilai ikut tersakiti dengan tayangan tersebut. Ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim mengaku ikut prihatin dengan tayangan Xpose Uncersored Trans7. Ia menilai tayangan tersebut tak mencerminkan dunia pesantren. Menurutnya, framing yang ditampilkan dalam program tersebut sudah tidak bisa ditolerir. Apalagi […]

expand_less