Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Kerja Harian (di) Tirikan

Kerja Harian (di) Tirikan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 12 Okt 2022
  • visibility 113
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Saya baru saja selesai minum kopi pada sebuah cafe di salah satu yang ada di bumi mina. Aktifitas minum kopi tersebut bukan tanpa maksud dan tujuan. Akan tetapi sebab ada berbagai hal, ada kisah cerita yang di curhat kan, ada sebuah halangan rintangan yang harus segera di selesaikan dan di uraikan demi sebuah informasi harian.

Kisah ceritanya bagini; kata teman saya yang pekerjaannya harian pada sebuah media portal online  sosial. Namanya pekerja sosial jadi tak ada gaji bulanan, triwulan, semesteran, bahkan tahunan. Meskipun kerjanya harian akan tetapi apresiasi jadi sebuah guyonan. Menggelikan bukan?

Nah, setelah saya mendengarkan curhatan yang notabene sebagai laporan, tentu hal ini menjadi sebuah perhatian dengan seksama. Mereka kerja harian dan dikecewakan, pasalnya kemarin para pekerja harian tersebut mengajukan anggaran untuk sebuah kegiatan, yang nota bene iput dan outputnya adalah untuk keberlangsungan portal online harian yang bisa memberikan informasi kepada sidang pembaca dengan update dan terupdate.

Namun, sebuah jawaban yang diterima adalah nihil, tak ada anggaran, sungguh menggelikan bukan? Para pekerja harian tak diberikan skala prioritas, padahal kegiatan penjaringan untuk menemukan bakat bakat tersembunyi tersebut bukan sebagai rutinan, akan tetapi kadang kadang dan apabila di butuhkan.

Kerja harian di tirikan, ini terjadi di berbagai lini, sebab kerjanya tak terlihat, bahkan tanpa mengenal waktu, pagi, siang, sore, bahkan malam ketika ada panggilan untuk membuat sebuah berita, memberikan sebuah warta kepada pembaca jika ditempat ini, di tanggal ini, di hari ini ada kegiakan yang harus di informasikan kepada siapa saja, kepada para pembaca yang saat ini sedang menunggu infomasi dari benda kotak kecil yang selalu dibawa kemana saja.

Setelah teman saya menjelaskan itu semua. Saya menghela nafas dengan penuh semangat. Dengan santainya saya menceletuk

“Mas namanya juga pekerja sosial, ya harus diterima dengan sosialis meskipun kadang kadang kita jadi sial sial sebab sudah mengorbankan tenaga, waktu, pikiran, demi untuk membuat informasi harian. Tak usah di sesali saya yakin nanti entah kapan pasti ada solusi”

Mendengar itu, tampak teman saya sepeti tertampar tapi tanpa menggunakan tangan. Mau mengajukan pledoi atau sekadar berdebat, apa gunanya. Sebab semuanya adalah realitas. Kalau sudah memilih jalan ninja untuk menjadi pekerja sosial di media sosial, tentu harus di terima segala konsekuensi nya apa pun itu, meskipun kerja harian kita di tirikan oleh pimpinan.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Lena Polishko

    Percaya

    • calendar_month Sen, 5 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Benar hidup tak semudah langkahkan kaki Kadang berat, kadang letih Suatu hari kan ku ingat hari ini Mampu berdiri, walau tak bisa berlari Ku rasa bebanku terlalu berat Apa ku kuat? Selalu bertanya Apa ku bisa Ada saja masalah yang datang menghadang Esok kan bagaimana ku tak tau apa Hari […]

  • Sambut Ramadhan, Ini Pesan PCNU untuk Warga

    Sambut Ramadhan, Ini Pesan PCNU untuk Warga

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 102
    • 0Komentar

     Ketua PCNU Pati memberikan imbauan kepada warga NU untuk  PATI-Di tengah pandemi covid 19 yang sedang melanda Indonesia, kaum muslimin dihadapkan dengan Bulan Ramadhan 1441 H. Momentum ini bisa menjadi media muhasabah diri dan merapat kepada Allah. Namun demikian, puasa tahun ini diakui oleh PCNU Pati, merupakan puasa terberat. “Kita nanti berpuasa dalam keadaan pandemi […]

  • Ribuan Warga Hadiri Haul Mbah Sahal di Kajen

    Ribuan Warga Hadiri Haul Mbah Sahal di Kajen

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Pati, NU OnlineSuasana kediaman almaghfurlah KH MA Sahal Mahfudh di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Selasa (13/1), tampak khidmat meski hujan megguyur desa setempat dan sekitarnya sejak pagi. Ribuan warga antusias menghadiri peringatan haul pertama atau satu tahun wafatnya Rais Aam PBNU itu. Hadir dalam tahlil umum tersebut perwakilan PBNU, antara lain […]

  • Photo by Valentin Lacoste

    Merajut Kerukunan Masyarakat Melalui Solidaritas

    • calendar_month Sab, 27 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Kemajemukan bangsa di Indonesia merupakan sebuah keniscayaan yang berbeda-beda antara agama, ras, suku, etnik, etnis, budaya, dan adat-istiadat. Itu semuanya merupakan gambaran masyarakat Indonesia. Dan tentunya perlu diantisipasi dan diwadahi biar tidak terjadi konflik antar perbedaan agama, ras, dan suku. Karena agama merupakan keyakinan dari masing-masing pemeluknya, sehingga agama sebagai sistem […]

  • Harlah NU  dengan Lomba Cerpen

    Harlah NU dengan Lomba Cerpen

    • calendar_month Sab, 8 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Pati. Lembaga Pendidikan Lutful Ulum Pasucen Pati, dalam merayakan Harlah NU Ke- 91 mengadakan lomba menulis cerpen, mulai dari tinggkatan MI, Mts, dan MA, hal tersebut dilakukan untuk menumbuhkan minat bakat menulis anak mulai sejak dini.             “Kegitan lomba cerpen ini sudah berlangsung sejak tahun lalu, jika tahun lala di khususkan buat tinggkatan MA saja, […]

  • Ilustrasi Kisah Pencuri Sajadah Mbah Dullah Salam - PCNU PATI, Photo by Thirdman on Pexels

    Kisah Pencuri Sajadah Mbah Dullah Salam

    • calendar_month Kam, 7 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 167
    • 0Komentar

    KH. Abdullah Zain Salam merupakan sosok kiai kharismatik yang terkenal ‘alim dan memiliki sifat dermawan kepada siapa pun. Sehingga banyak tamu dari segala penjuru daerah yang setiap harinya berdatangan ke ndalem (rumah) beliau untuk mendapatkan barokah atau sekedar bersilaturahim. Mereka meyakini kalau doa beliau mujarab dan dikabulkan Allah.  Di samping itu, Mbah Dullah panggilan akrabnya […]

expand_less